Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Siasat Xiuhuan


__ADS_3

Xiuhuan dan sepuluh Kloning Manusia Air menggila menghancurkan anggota Kelompok Kelelawar. Hampir tak ada perlawanan berarti yang mereka berikan.


Fan Wunchen mendengus kesal, ia sudah putus asa dan tak menyangka akan menghadapi lawan yang merepotkan begini. Padahal niat hati mereka hanya ingin bersenang-senang dengan tubuh indah Zhang Xue.


Kapan lagi bisa menikmati tubuh wanita cantik dengan harga murah, kalau bukan di bar milik Chu Mogui ini saja. Kalau di rumah bordil, pasti harganya sangat mahal dan itupun tak bisa sesuka hati memainkannya.


“Bos, aku sarankan kita menyerah saja dan memberikan kompensasi padanya,” usul anak buah Fan Wunchen yang tak berani maju menghadapi Xiuhuan atau Kloning Manusia Air.


Fan Wunchen berpikir sejenak, ia merasa tak ada salahnya mencoba usulannya itu. Lagi pula, melawan juga sudah percuma. Tetap juga akan bonyok dan berujung pada kematian.


Fan Wunchen menghilangkan kabut asap hitam dan meminta anakbuahnya berhenti melawan.


“Tuan Pendekar dari Sekte Pedang Taiyang, kami memohon ampunan!” seru Fan Wunchen bersujud di lantai yang diikuti oleh anak buahnya.


“Hehehe ... akhirnya, sampah masyarakat ini, menyerah juga,” gumam Xiuhuan tersenyum tipis. Ia kemudian duduk di sebuah kursi. Kemudian berjalan, “sebenarnya aku tidak tahu, apa permasalahan kalian dengan pemilik bar ini. Namun, kau langsung ingin membunuhku—”


“Ampuni kami tuan, tak mengetahui ternyata Anda adalah Immortal yang tak boleh disinggung.” Fan Wunchen lansung menyela ucapan Xiuhuan, ia membenturkan kepalanya ke lantai hingga mengeluarkan darah sebagai tanda penyesalannya.


“Hahahaha ... kau pikir ini novel sebelah! Kalau aku Immortal sudah lama aku pergi ke galaxy Bimasakti, dengan membuka portal dimensi untuk menonton konser belekping. Ah, aku jadi pengen mencari wanita yang mirip dengan keempat personel belekping yang cantik-cantik itu.”


Xiuhuan tersenyum menyeringai membayangkan sesuatu yang tak dipahami oleh Kelompok Kelelawar.


Fan Wunchen memberanikan diri melihat Xiuhuan. Namun, Xiuhuan menatap tajam padanya, membuat Fan Wunchen menundukkan wajahnya kembali.


“Aku akan melepaskan kalian dengan syarat—”


“Apa itu tuan, kami akan bersedia melakukannya!” Lagi-lagi Fan Wunchen menyela ucapan Xiuhuan.

__ADS_1


Xiuhuan sempat geram, karena Fan Wunchen selalu menyela ucapannya, namun ditahannya. Ia juga berpikir, kalau berada di posisi Fan Wunchen, pasti berusaha dengan segala cara agar tak dibunuh atau dimaafkan.


“Kau diam saja tuyul! mengoceh saja moncongmu itu, kusumpal juga dengan ular derik si bongsor itu!” ancam Xiuhuan dengan senyum tipis, namun penuh tanda tanya besar bagi kelompok Kelelawar.


Fan Wunchen tak berani lagi mengeluarkan sepatah katapun, bahkan ia tak melihat Xiuhuan lagi. Wajahnya ia tempelkan ke lantai.


“Nah kan, gini enak. Kalian jadi anjing yang penurut. Kalian semua pasti sudah tahu, yang kuat mengatur yang lemah. Yang lemah jadilah tahu diri, agar yang kuat senang melihatmu.”


Xiuhuan kemudian diam, memikirkan hukuman apa yang cocok diberikan pada sampah masyarakat ini. “Apa kupotong ular Derik mereka dan memberikannya pada babi yang ada di kandang sebelah itu?” kata Xiuhuan dengan suara agak tinggi agar di dengar oleh mereka.


Fan Wunchen dan anakbuahnya, merasa ngilu duluan di bagian bawah harta paling berharga milik mereka itu. Karena demi memanjakan harta berharga itu, mereka bersusah payah bekerja siang dan malam dengan cara merampok para pengembara atau pedagang yang lewat di lembah gua hantu.


Kini Xiuhuan dengan mudahnya mengatakan akan memotong itu. Dalam hati mereka, ingin sekali mengumpati Xiuhuan dan memenggal ular deriknya juga. Namun apa daya, mereka masih butuh ribuan tahun lagi untuk mengimbangi kekuatan Xiuhuan.


“Ahaaaaa!” Xiuhuan berteriak sambil berdiri, membuat mereka terkejut mendengarnya. Karena tadi suasana menjadi hening untuk sesaat. “Tiba-tiba ada bohlam LED di alam Rongqiku, sehingga aku mengalami pencerahan. Apakah kalian melihat tubuhku bercahaya seperti orang suci!”


“B-betul makhluk a-agung!” sahut Fan Wunchen terbata-bata.


“Hahahaha ... dasar bodoh! Mau saja dikibulin!” ejek Xiuhuan tertawa cekikikan.


Fan Wunchen hanya bisa mengumpatinya dalam hati. Karena ia sejak awal sudah yakin, kalau sesuatu yang keluar dari mulutnya pasti akan salah dimata Xiuhuan. Seperti dia yang mengatakan kau terlalu baik buatku dan ketika tersakiti mengatakan semua lelaki itu sama. Padahal mereka tak tahu kalau Xiuhuan pasti akan menerima mereka apa adanya tanpa membedakan mereka itu cantik, jelek, muda atau janda. Semua ia terima dengan lapang dada.


***


“Baiklah, kita sudahi saja main-mainnya. Kalian itu sudah tua, tapi pikirannya masih kekanak-kanakan,” kata Xiuhuan yang lagi-lagi membuat mereka dongkol. “Bagi yang mau bebas, mudah saja. Berikan semua Poin dan Pil Neraka milik kalian dan cium kaki Kakek Sugiono ini. Beres, kalian boleh pergi!”


“Ba-baik tuan,” sahut Fan Wunchen.

__ADS_1


Namun mereka tetap bersujud, membuat Xiuhuan tertawa cekikikan. Ia tak menyangka mereka akan ketakutan begini.


“Kenapa kalian diam saja. Apa kalian tak mau pergi dari sini atau kukirim saja kalian ke Neraka?” ejek Xiuhuan tak henti-hentinya tertawa sejak tadi.


Fan Wunchen melirik anak buahnya yang berada di sampingnya untuk maju lebih dulu. Dengan terpaksa anakbuahnya itu maju ke depan dengan kali gemetaran.


“I-ini tuan!” Dia lansung mentransfer Poin miliknya dan menyerahkan lima Pil Neraka level Enam. Kemudian ia mencium kaki Xiuhuan.


“Bagus-bagus! Kau boleh pergi!” kata Xiuhuan dan anak buah Fan Wunchen itu lansung berlari keluar. Tak tanggung-tanggung, ia menaiki kudanya dan memacunya dengan kecepatan tinggi.


Xiuhuan tersenyum, karena sepuluh Kloning Manusia Air telah menunggu mereka di lembah tak jauh dari bar milik Chu Mogui ini.


Fan Wunchen lansung bergegas ke depan, setelah melihat anak buahnya ternyata dibebaskan oleh Xiuhuan. Dengan senyum lebar ia mentransfer semua Poin miliknya yang mencapai 100.000 Poin dan Lima Pil Neraka level sepuluh, dua Pil Neraka level sembilan dan dua Pil Neraka level delapan.


“Semoga tuan, eh sang makhluk Agung diberkahi kesehatan dan mencapai puncak tertinggi Pendekar Pedang di daratan utama ini.” Fan Wunchen memuji-muji Xiuhuan dan mencium kakinya.


Lantas Xiuhuan melambaikan tangan, tanda ia boleh pergi meninggalkan bar ini. Dengan kecepatan tinggi, ia langsung menghilang dari pandangan Xiuhuan dan berlari kencang tanpa menaiki kuda. Karena ia berpikir, akan lebih cepat kabur menggunakan jurus meringankan tubuh daripada berkuda. Ia sudah melihat tadi, bagaimana suasana hati Xiuhuan bisa berubah-ubah sesuai dengan moodnya.


Saat ia sampai di lembah, ia sangat kaget melihat mayat anakbuahnya tadi telah tergeletak tak bernyawa.


“Apa yang terjadi? Apa jangan-jangan tempat ini telah dikepung oleh Sekte Pedang Taiyang. Namun saat ia memperhatikan sekelilingnya tak ada orang sama sekali di sana.


Saat Fan Wunchen melihat kearah atas, tiba-tiba Fan Wunchen melihat sepuluh Kloning Manusia Air telah datang menyerangnya.


“Hah ....” Fan Wunchen menarik nafas dalam-dalam. “Kenapa aku begitu bodoh hahahaha ....” Fan Wunchen pasrah saja menerima serangan mereka.


...⚔️Bersambung⚔️...

__ADS_1


__ADS_2