Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Keragu-raguan Chen Liu


__ADS_3

Sembari menunggu Chen Liu, Putri Walikota Kunming itu, Xiuhuan memicingkan matanya berpura-pura bermeditasi. Namun Siluet Sidat Listrik tetap mengitari tubuh Xiuhuan. Akan tetapi Siluetnya hanya dalam ukuran kecil.


Kilatan-kilatan listrik menggelegar di tubuhnya dan rambut Xiuhuan, tentu saja melayang ke atas seperti di ruang hampa tanpa ada gravitasi.


***


“Apa yang terjadi pada kalian?” Chen Liu terkejut melihat Pengawalnya telah babak belur begini.


“Tu-tuan Putri, kami di hajar habis-habisan. Lupakan saja melawannya, dia terlalu kuat untuk kita hadapi. Lebih baik kita minta murid dalam saja yang mengatasi ini,” sahut salah satu dari mereka.


Baojia merasa dugaannya benar. Musuh yang mereka hadapi itu bukanlah murid sembarangan dari Sekte Pedang Taiyang.


“Apa jangan-jangan dia Su Rong, peringkat 99 di kompetisi antar Sekte beberapa tahun lalu?” Baojia bertanya pada mereka.


“Bukan guru! Yang ini seperti wajah baru. Dia tak termasuk perwakilan Sekte Pedang Taiyang beberapa tahun lalu,” sela Chen Liu yang mengenal dengan jelas wajah Xiuhuan.


Baojia berpikir sejenak, baru kali ini ia mendengar seorang Pendekar Pedang yang tiba-tiba saja memiliki kekuatan yang cukup besar. Namun namanya tak dikenal di daratan utama ini.


“Betul tetua, kita lebih baik mundur saja daripada harus mengalami nasib seperti kami. Semua Poin dan Pil Neraka milik kami telah di rampas olehnya,” kata Pengawal itu lagi.


“Aku setuju saudari Liu, kita lebih baik mundur saja. Daripada nanti kau kenapa-kenapa, dari caranya menyiksa mereka, sepertinya Pendekar Pedang ini adalah seorang Pendekar Pedang yang sableng. Sudah jelas Sekte Pedang Taiyang jauh dibawah Sekte Pedang Lembah Neraka, tapi ia malah tak takut sedikitpun. Atau kita cari informasi mengenai dirinya di Paviliun Shilin lebih dulu, mana tahu informasi mengenai dirinya dijual di sana.”


Chen Xia ikut meyakinkan Chen Liu agar tak melanjutkan pengejaran Pendekar Pedang itu.


Chen Liu bimbang mengambil keputusan, disatu sisi ia ingin menghajar habis-habisan Xiuhuan, karena kesempatan berjumpa dengannya dikemudian hari mungkin akan sulit. Di sisi lain, ia ragu dengan kemampuan mereka menghadapi Pendekar Pedang itu.


Chen Yan tersenyum tipis, ia merasa inilah kesempatan untuk menjadi superhero di hadapan Chen Liu. Karena ia adalah yang terkuat dalam kelompok ini, selain guru mereka Baojia yang merupakan tetua luar Sekte Pedang Lembah Neraka.

__ADS_1


“Kenapa kita mesti takut? Kita gabungkan seluruh kekuatan melawannya. Aku, tuan Putri Chen Liu yang kita tak ragukan lagi kemampuannya yang akan ikut dalam kompetisi antar Sekte nanti dan juga ada tetua Baojia di sini. Aku rasa kita mampu menghadapinya,” kata Chen Yan yang diam saja dari tadi angkat bicara.


Keempat Pengawal yang dihajar habis-habisan oleh Xiuhuan itu, mengutuk tindakan Chen Yan yang mereka sudah ketahui, hanya ingin menarik perhatian Chen Liu saja.


“Saudara Yan!” bentak Chen Xia. “Kau jangan menjerumuskan kita. Apakah kau tak dengar, Pendekar Pedang itu memiliki kekuatan yang besar,” cibir Chen Xia tak suka dengan tindakannya.


“Apakah kemampuan adik Xia sudah tumpul, sehingga takut pada murid Sekte Pedang Taiyang yang jelas-jelas, jauh dibawah Sekte kita peringkatnya,” ejek Chen Yan.


Chen Liu yang mendengarnya dibuat pusing. Bukannya bersatu membuat keputusan, Pengawal yang juga sahabatnya itu malah bertengkar.


“Tolong diammmmm!” teriak Chen Liu.


Xiuhuan yang berpura-pura bermeditasi itu mendengar samar-samar suara Chen Liu itu.


“Hahaha mangsa yang seksi sudah mendekat, tapi kenapa lama sekali. Apa mereka sedang berdebat? atau ragu untuk melawanku?” gumam Xiuhuan. “Saat ini aku butuh banyak Pil Neraka dan Poin untuk memulihkan qi dalam Rongqiku kembali. Sepertinya aku akan menjemput bola saja ke bawah,” gumam Xiuhuan.


***


“Aku memutuskan kita akan melawannya!” seru Chen Liu mengepal tangannya.


“Liu‘er! Kau sudah yakin ini,” sela Baojia masih ragu dengan kemampuan mereka menghadapi Xiuhuan.


“Apakah guru takut pada seorang murid dari Sekte kecil itu!” Chen Liu mengejek kekuatan Sekte Pedang Taiyang yang berada di peringkat ke-50 di daratan utama ini, sedangkan Sekte mereka berada di peringkat ke-35.


“Bukan begitu Liu‘er, guru tak ingin kita gegabah saja,” sahut Baojia tetap berpikir tenang dan tak terpancing emosi.


“Kalian lama sekali rapat strateginya. Apakah ada jurus hebat yang ingin kalian gunakan, sehingga membuatku sangat lama menunggu,” sela Xiuhuan yang duduk di atas batu besar yang berjarak hanya dua puluh langkah saja dari mereka.

__ADS_1


Xiuhuan tadi menggunakan jurus Langkah Kilat untuk turun gunung, sehingga tak ada yang menyadari kedatangannya. Sebenarnya ia baru sampai dan tak tahu apa yang mereka bahas, namun melihat mimik muka mereka, sepertinya ada perselisihan dalam mengambil keputusan. Itulah yang ada di benak Xiuhuan saat melihat mereka.


Chen Liu lansung mundur beberapa langkah, begitu juga dengan yang lainnya. Mereka sangat terkejut melihat Xiuhuan yang datang tak diundang, pulang tak diantar alias cucunya Jelangkung.


Chen Liu lansung mengeluarkan Pedang Rohnya, diikuti oleh Pengawalnya, kecuali empat Pengawal yang sudah mengibarkan bendera putih tadi.


“Saudara Pendekar, kami tak bermaksud untuk melawanmu, kami cuma ingin memastikan saja. Kenapa kau mengintip tuan Putri Chen Liu saat di telaga biru kemarin,” kata Baojia mencoba mencari jalan tengah, agar tak terjadi bentrokan.


“Bukannya sudah kukatakan pada tuan Putri kalian, kalau aku itu tak sengaja terlempar ke sana,” balas Xiuhuan masih dalam mode mirip Super Saiyan.


Chen Liu yang melihat Xiuhuan, hatinya lansung mendidih. Ia masih ingat Pendekar Pedang yang ada di hadapannya ini telah melihat semua bentuk lekuk tubuhnya.


Dengan wajah menahan amarah, ia melihat Xiuhuan senyum-senyum menatap padanya. Tak ada rasa bersalah pada wajah pria itu. Chen Liu menggenggam erat Pedang Rohnya dan sepasang sayap berwarna putih muncul di punggungnya.


Chen Liu lansung melayang di udara, ratusan bongkahan es melayang di udara.


Xiuhuan tersenyum, padahal kalau mereka mengajak berdamai tadi, sebenarnya Xiuhuan mau-mau saja. Ia menjadi luluh melihat dua wanita cantik di hadapannya itu.


Xiuhuan merasa tak tega menyakiti mereka, apalagi permasalahannya gara-gara hal sepele saja. Namun Chen Liu telah emosi duluan, hanya melihat wajah tampannya saja.


“Liu‘er tunggu!” seru Baojia panik, ia melihat mimik wajah Xiuhuan tak menunjukkan kekhawatiran sama sekali, tentu itu menandakan ia mempunyai kemampuan tinggi, sehingga tak khawatir dengan mereka yang memiliki jumlah lebih banyak.


Chen Yan juga tak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia langsung melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang Phoenix, ia ikut melayang di udara dengan senyum menyeringai menatap Xiuhuan.


“Kenapa aku tak suka melihat pria tampan itu, apa aku merasa tersaingi, ya?” gumam Xiuhuan merasa ingin sekali membuat bonyok wajah Chen Yan yang menyeringai menatapnya.


Baojia menarik nafas dalam-dalam, ia merasa sudah tak berguna lagi mencegah mereka. Lebih baik ia bergabung saja dengan murid-muridnya, berharap mereka mampu mengatasi Pendekar Pedang misterius ini.

__ADS_1


...⚔️Bersambung⚔️...


__ADS_2