
Feng Jiao dan Xiuhuan muncul di halaman Kediaman Clan Cou dan Kultivator yang berjaga di sana langsung mengepung keduanya, karena mengira pihak musuh Clan Cou yang ingin membuat onar.
“Siapa kalian dan apa tujuan kalian muncul di halaman kediaman Clan Cou?” tanya anggota Clan Cou itu sembari menghunus Pedang kearah Feng Jiao dan Xiuhuan.
Xiuhuan panik, kenapa harus mendapatkan masalah lagi—padahal ia mengikuti Feng Jiao karena ingin mencari keberadaan istrinya. Namun, ia keheranan melihat Feng Jiao yang tetap tampak tenang—sepertinya tidak takut pada mereka.
Fang Jiao menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat dan berkata, “Aku—Feng Jiao, cucu Ketua Cou Cao ingin berjumpa dengan beliau!”
Anggota Clan Cou itu saling berpandangan dan tidak percaya begitu saja dengan ucapannya. Bisa saja mereka mengaku-ngaku sebagai cucunya, tetapi saat berjumpa dengannya malah melakukan serangan tiba-tiba.
“Kami tak mudah dikelabui, karena kami tidak pernah melihatmu!” sahutnya dengan seringai tipis diwajahnya.
Feng Jiao juga tersenyum tipis dan mengeluarkan Plakat khusus yang diberikan oleh Kakeknya—Plakat khusus itu hanya dimiliki oleh anak-anak dan cucu-cucu Ketua Clan Cou saja, sehingga mereka langsung terkejut melihatnya dan langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.
“Tolong maafkan atas kelancangan kami,” katanya dan mempersilakan Feng Jiao dan Xiuhuan masuk ke dalam Kediaman Clan Cou tersebut.
Xiuhuan tersenyum lebar dan berkata, “Ternyata Nona Jiao sangat dihormati di Clan Cou ini, kenapa Anda tidak tinggal di sini saja—daripada di Clan Feng malah bermusuhan dengan saudara sendiri.”
Feng Jiao menatap tajam pada Xiuhuan, sehingga Iblis nakal itu menengadah menatap plafon Kediaman Clan Cou itu sembari bersiul karena ia tahu perkataannya telah menyinggung perasaan Feng Jiao.
__ADS_1
Karena Xiuhuan mengalihkan pandangan darinya, Feng Jiao kemudian menarik nafas dalam-dalam dan tidak berkata apa-apa hingga mereka memasuki aula utama Clan Cou.
Cou Cao sedang berdiskusi dengan beberapa Tetua terkejut saat melihat kedatangan Feng Jiao. Air matanya langsung mengalir deras dan tiba-tiba muncul dihadapannya.
“Cucuku, ternyata kamu masih hidup!” Cou Cao memeluk Feng Jiao. “Padahal para pengikutmu mengatakan kalau kamu menghilang dan Feng Huang mengatakan kamu sudah tewas, belum lagi dia mengatakan kamu adalah dalang dibalik kematian para tetua serta melakukan Kudeta,” katanya lagi.
Feng Jiao menghela nafas dalam-dalam dan berkata, “Sebagian yang dikatakannya itu memang benar, tetapi aku hanya membunuh beberapa tetua saja dan tiba-tiba keesokan harinya semua tetua sudah mati. Cih, dia sungguh licik sekali, memanfaatkan kelengahanku untuk mencapai tujuannya!” Feng Jiao sangat geram dan benci dengan saudara laki-lakinya itu.
“Hahaha ... sudah lupakan saja, yang penting kamu selamat cucuku dan ini ....” Cou Cao memperhatikan Xiuhuan. “Hmm, tampan juga, tetapi sayang dia terlalu lemah dan tidak cocok denganmu!”
Xiuhuan mengerutkan keningnya dan ingin mengumpati Cou Cao, tetapi ia takut akan mengalami nasib yang sama saat di arena gladiator—dibuat sekarat oleh Feng Huang.
Dengan senyum masam dan menangkupkan tinjunya Xiuhuan berkata, “Aku—Xiuhuan Ketua Cao dan aku bukan kekasih Nona Jiao. Aku cuma rekannya saja dan saat ini sedang mencari keberadaan tiga istriku yang tidak tahu ke mana perginya setelah kekacauan yang terjadi di kota Heitu.”
“Kakek! Apakah ada pengikutku yang kabur kemari?” sela Feng Jiao membuyarkan lamunannya.
“Ya, ada belasan Kultivator yang mengaku-ngaku sebagai anak buahmu yang datang sebulan yang lalu. Katanya mereka telah mencarimu ke mana-mana, tetapi tidak memiliki petunjuk apapun dan sekarang mereka meminta perlindungan padaku,” sahut Cou Cao. “Awalnya aku ragu menerima mereka, tetapi di lain sisi aku kasihan juga—karena bila berkeliaran tak tentu arah, maka mereka akan dibunuh bila bertemu anggota Clan Feng. Ya, sekarang mereka aku jadikan sebagai pelatih murid-murid Clan Cou daripada makan tidur saja hahahaha ....” Si tua Cao itu tertawa terbahak-bahak.
Xiuhuan sangat senang mendengarnya, ia berharap ada ketiga istrinya diantara belasan anggota pengikut Feng Jiao itu.
__ADS_1
Cou Cao kemudian membawa mereka ke belakang Kediaman Clan Cou yang merupakan halaman luas tempat murid-murid Clan Cou berlatih beladiri dan berkultivasi.
Namun, Xiuhuan langsung terkulai lemas karena tidak melihat keberadaan istrinya diantara mereka, sehingga air matanya mengucur deras dan tiba-tiba matanya tertuju pada Feng Yue—ia langsung menghampirinya.
“Di mana ketiga istriku Nona Yue?” tanya Xiuhuan sembari memegang pundaknya, sehingga Feng Yue terkejut dan hampir menyerang Xiuhuan karena mengira ada Iblis genit yang ingin berbuat mesum padanya.
Fang Yue tersenyum dan berkata, “Nona Fen, Qingyi dan Xia baik-baik saja tuan Xiuhuan. Saat ini mereka menunggumu di kota Zhongjian.”
Xiuhuan bernafas lega setelah mendengar penjelasannya dan iapun menyeka air matanya. “Ternyata mereka baik-baik saja, apakah Nona Yue bisa mengantarkan aku ke sana? Karena aku belum pernah mengunjungi kota Zhongjian sebelumnya hahahaha ....” Xiuhuan tertawa masam.
Feng Yue menatap Feng Jiao yang langsung mengangguk setuju. “Baiklah, ayo kita pergi ke sana!” sahut Feng Yue langsung merobek dimensi menuju kota Zhongjian.
Xiuhuan menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Feng Jiao dan berkata, “Nona Jiao—aku pamit dulu dan semoga saja kita bisa bertemu lagi di masa depan. Apabila Nona Jiao ingin menghajar Feng Huang lagi, maka ajaklah aku—hehehe ... kemarin itu aku belum serius soalnya!” canda Xiuhuan, padahal nyawanya sudah diujung tanduk.
Feng Jiao geleng-geleng kepala mendengar candaannya, sedangkan Cou Cao ingin Xiuhuan segera pergi agar cucunya itu tidak jatuh cinta pada Iblis lemah tetapi sombong itu.
“Hahaha ... sudah pergi sana, walaupun kamu masih mencapai Ranah Raja Iblis—masih butuh ribuan tahun untuk menandingi kekuatan Feng Huang,” sahut Feng Jiao sembari mendorong tubuh Xiuhuan kerah lubang hitam yang dibuat oleh Feng Yue. Dia tak mau Xiuhuan lama-lama di sini, karena takut Kakeknya mengetahui rahasia kalau Xiuhuan memiliki elemen yang tidak dimiliki oleh Iblis pada umumnya.
Xiuhuan melambaikan tangan dan masuk ke dalam lubang hitam itu. Namun, Cou Cao kebingungan kenapa Feng Jiao menyuruhnya pergi buru-buru begitu, seharusnya ia istirahat beberapa hari di sini—sebelum melanjutkan perjalanan.
__ADS_1
Xiuhuan muncul di halaman sebuah penginapan di Kota Zhongjian dan ia langsung mengaktifkan mata dewanya sembari melihat kearah dalam Penginapan.
“Waduh, siang bolong begini sudah main kuda-kudaan. Cih, dasar Iblis terkutuk!” gerutu Xiuhuan saat melihat sebuah kamar dan ia mengalihkan pandangannya ke lantai teratas Penginapan itu. “Istriku ... syukurlah kalian baik-baik saja,” gumam Xiuhuan tersenyum lebar.