Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pertemuan Darurat di Kediaman Clan Du


__ADS_3

Du Jingtian meninggalkan Kediaman Pemimpin Kota Qingyang dan langsung memerintahkan seluruh tangan kanan dan antek-antek Pemimpin Kota yang lama untuk mengikutinya ke Kota Dufan tanpa memberitahu mereka apa yang akan terjadi pada mereka saat tiba di sana.


“Kenapa kita membawa semua bawahan Pemimpin Kota bersama kita?” tanya Tetua Pertama keheranan.


“Mereka telah melakukan penggelapan dana dan penjarakan mereka ke dalam penjara bawah tanah setibanya di Kota Dufan nanti,” sahut Du Lingtian dengan ekspresi wajah datar, sehingga Tetua pertama penasaran—apa sebenarnya yang terjadi dan apa yang dibahas olehnya bersama Kultivator misterius itu.


“Jika mereka semua kita penjarakan, bagaimana dengan nasib kota Qingyang? Bukankah akan terjadi kekosongan kepemimpinan yang bisa membuat terjadi huru-hara?” Tetua Pertama masih penasaran, sikap Ketua Clan Du tersebut terlalu tenang—seperti tidak akan terjadi apa-apa saja.


“Jangan terlalu dipikirkan, sudah ada yang mengatasinya. Sekarang kita perlu bergerak cepat dan setibanya di Kota Dufan; kumpulkan semua tetua, kita akan melakukan pertemuan darurat,” sahut Du Lingtian.


“Darurat matamu! Wajahmu saja tampak santai saja,” gumam Tetua Pertama kesal melihat sikapnya yang sok misterius itu.


Di Kediaman Pemimpin Kota, Du Louxia tak menyangka akan menjadi Pemimpin yang baru. Namun, ia belum bisa bertindak untuk mengatur kota Qingyang—karena Ketua Clan Du baru mengumumkan kepemimpinannya besok setelah para petinggi Clan Du melakukan pertemuan darurat—apakah setuju bergabung dengan ajakan Xiuhuan atau tidak.


“Apa yang akan kita lakukan, Pertapa Agung?” Du Louxia kebingungan, bercampur gugup—karena mulai besok ia akan menjadi orang nomor satu di kota Qingyang, entah bagaimana nanti reaksi para penduduk kota menanggapi perubahan tiba-tiba tersebut. Namun, saat di depan restoran tadi—para penduduk tampak senang saat melihat Pemimpin Kota Qingyang yang lama itu telah mati—yang menandakan ia termasuk pemimpin yang tidak disukai oleh warganya sendiri.


“Kita tunggu saja jawaban dari Du Jingtian, kalau ia mengirim beberapa anggota Clan Du untuk membantumu, berarti ia setuju dengan usulanku untuk membentuk aliansi. Namun, bila tak ada yang datang, maka kita akan meninggalkan Clan Du dan menuju Clan Su untuk melakukan negosiasi lagi, apakah mereka akan memilih bergabung dengan kami atau malah menentang,” sahut Xiuhuan sembari berjalan menuju kamar tamu yang terletak di dalam Kediaman Pemimpin Kota Qingyang yang cukup megah tersebut.

__ADS_1


Du Louxia hanya menghela nafas dalam-dalam dan berharap Ketua Clan Du untuk menerima tawaran yang diusulkan oleh Xiuhuan, karena ia tidak ingin Clan Du bernasib sama dengan Clan Huo.


...***...


“Kenapa Ketua Jingtian tiba-tiba mengumpulkan semua tetua?”


“Kabarnya telah muncul Kultivator misterius di kota Qingyang dan beliau telah melakukan pembicaraan dengannya.”


“Apakah kita akan melakukan Perang terbuka dengan Clan Ling? Bukankah mereka seperti tidak melakukan gerakan apapun saat ini?”


Para tetua saling menduga-duga, apa tujuan Ketua Clan Du mengumpulkan mereka—karena tetua pertama hanya mengirim murid-muridnya saja untuk memberikan pesan agar semua tetua berkumpul di Aula utama, Kediaman Clan Du.


Du Jingtian melakukan gerakan yang sama dan langsung duduk di kursi utama tanpa berkata apa-apa dalam waktu yang cukup lama, sehingga para tetua keheranan—apa sebenarnya tujuan mereka untuk dikumpulkan.


Kopi hitam di gelas Du Jingtian sudah habis, dan ia kemudian berdehem sembari berkata, “Apa tetua Kelima masih bisa membuka paksa Altar Teleportasi ke Dimensi Jinzi?”


Tetua Kelima keheranan mendengarnya, karena itu membutuhkan Lima Puluh Kristal Merah untuk membukanya dan itu sangatlah mahal—karena itu setara dengan 500 juta Keping Emas, kalau untuk mengirim beberapa Kultivator saja itu sangat rugi, karena rombongan Kultivator Clan Du telah memasuki tempat itu setengah bulan yang lalu.

__ADS_1


“Untuk apa kita membuka Dimensi itu Ketua Jingtian?” tanya tetua Kelima pada Du Jingtian yang tersenyum menanggapinya—karena ia memiliki alasan untuk berkilah agar bisa membujuk para tetua agar setuju bergabung dengan Aliansi bentukan Xiuhuan dan Clan Ling.


“Kalian mungkin sudah mengetahui aku telah menangkap semua antek-antek Pemimpin Kota Qingyang dan sebenarnya juga telah mengangkat Pemimpin Kota yang baru. Dia adalah bawahan tetua ketiga—Du Louxia.”


Tetua ketiga terkejut mendengar ucapan Ketua Clan Du tersebut, padahal ia menyuruh Du Louxia untuk menyelidiki kabar ada Kultivator misterius yang membunuh para penjaga di perbatasan. Namun, ia tidak mendapat kabar apapun lagi darinya—padahal gadis cantik itu selalu memberikan kabar bila menjalankan misi, apalagi ada sesuatu yang janggal dengan misi yang ia jalankan. Namun, ia merasa heran kenapa dia tidak memberi kabar kali ini dan apakah Kultivator misterius itu memiliki hubungan khusus dengannya?


Du Jingtian juga melanjutkan kalau Du Louxia sebenarnya berteman dengan Kultivator misterius itu, karena ia dulu diselamatkan oleh Xiuhuan saat Clan cabang Du di kota Houshan diserang oleh Clan Fang dan kini Kultivator itulah yang telah menghancurkan Clan Huo serta membunuh Siluman Kera Emas yang mengendalikan Dimensi Monster milik Clan Huo.


Para tetua terkejut mendengarnya dan akhirnya mengerti—kenapa Du Jingtian mengumpulkan mereka.


“Apakah Ketua Jingtian bermaksud untuk membiarkan Kultivator misterius itu memasuki Dimensi Jinzi kita—agar dia tidak menyerang Clan Du kita?” tanya Tetua Kelima lagi.


“Betul, tetapi lebih jauh lagi—aku hendak mengatakan kalau kita akan bergabung dengan Aliansi yang dibentuk oleh Clan Ling untuk mengakhiri permusuhan antara Benua Resifel dengan Benua Kun Lun,” kata Du Jingtian lagi.


Para tetua sangat terkejut mendengarnya dan beberapa langsung menyarankan Ketua Clan Du tidak melakukan itu, karena akan menimbulkan kemarahan para Sesepuh Aliran hitam, sedangkan yang lainnya mendukung rencananya—karena mereka beralasan Xiuhuan tidak akan bisa dikalahkan, walaupun semua Kultivator aliran hitam bersatu untuk melawannya, karena Siluman saja dengan mudah ia kalahkan—apalagi mereka.


Suasana di Aula utama Kediaman Clan Du itu menjadi arena debat kusir dan saling mempertahankan pendapat masing-masing, sehingga Du Jingtian mengerutkan keningnya, karena pusing mendengar debat mereka yang bahkan sudah mulai saling menghina.

__ADS_1


“Semua diam!” teriak Du Jingtian, sehingga para tetua menoleh kearahnya. “Bagaimana kalau kita akan membiarkan dirinya memasuki Dimensi Jinzi untuk membunuh Siluman Laba-laba itu. Kalau dia berhasil mengalahkannya, maka kita akan bekerjasama dengan tuan Xiuhuan dan bila ia kalah, maka kita akan memberitahu para Sesepuh kalau Kultivator andalan Clan Ling telah tewas dan saatnya kita menyingkirkan benalu yang telah menggerogoti Benua Resifel ini,” kata Du Jingtian dengan seringai tipis terpancar di wajahnya.


Para tetua terkejut mendengar rencana Ketua Clan Du tersebut, karena awalnya mereka mengira Du Jingtian sebenarnya takut pada Xiuhuan. Namun, sebenarnya ia hanya mengikuti siapa yang layak untuk diikuti dan memberikan manfaat untuk mereka—sehingga semua tetua sepakat untuk mengikuti rencana yang diusulkan oleh Du Jingtian.


__ADS_2