Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Penjara Bawah Tanah


__ADS_3

Xiuhuan di kawal oleh 1500 Pendekar Pedang Clan Chen, sehingga menjadi tontonan warga kota Kunming. Ia hanya tertunduk lesu dan tak bisa berbuat apa-apa.


Baru kali ini Xiuhuan merasa tak berdaya. Malu dan marah bercampur dalam emosinya.


Kata-kata sumpah serapah dari warga kota Kunming ditujukan pada Xiuhuan, setelah kabar tentang perilaku tak senonoh Xiuhuan, yang mengatakan ia secara terang-terangan mengintip putri Walikota Kunming yang sangat dicintai oleh warganya itu.


Seperti kriminal paling berbahaya di daratan utama ini, Xiuhuan langsung dijebloskan ke dalam penjara bawah tanah.


Xiuhuan ditempatkan di lantai paling bawah, tempat kriminal kelas atas berada. Penjara ini memiliki sistem keamanan tinggi. Di mana, 1000 Pendekar Pedang Clan Chen menjaga ketat tempat ini.


“Cih, ternyata aku menyinggung harimau. Padahal aku mengira mereka itu kucing Oren kemarin, hahaha ....” Xiuhuan bergumam sambil menertawakan dirinya sendiri.


“Cepat masuk!” seru sipir penjara menendang bokong Xiuhuan ke dalam kotak persegi atau dalam bahasa Planet Bumi disebut dengan Lift.


Xiuhuan yang kedua tangannya di borgol itu kebingungan. Kenapa ia harus masuk ke ruangan sempit itu bersama dengan lima orang sipir penjara yang mengawalnya.


Salah seorang sipir Pendekar Pedang unsur angin segera menyalurkan tenaga dalam. Kemudian lift itu mulai bergerak turun secara perlahan dan mulai dengan kecepatan tinggi.


Hanya beberapa tarikan nafas saja mereka sampai di lantai terbawah penjara itu.


Xiuhuan berjalan mengikuti sipir di depannya. Beberapa pelaku kriminal yang telah dipenjara lebih dulu mulai menyeringai menatap Xiuhuan.


Dengan senyum lebar, Xiuhuan mengacungkan jari tengah pada mereka.


“Kamu hebat juga. Baru hari pertama sudah mencari lawan. Apa kamu tahu, di penjara ini diperbolehkan saling bunuh sesama tahanan,” kata salah satu sipir memperingati Xiuhuan, dengan senyum sinis terpancar jelas dari wajahnya.


Xiuhuan terkejut mendengarnya. “Tapi yang kulihat, semuanya di kurung sendiri-sendiri?” tanya Xiuhuan penasaran.


Xiuhuan memperhatikan sekelilingnya, ia tak melihat tahanan yang berkumpul atau ditahan lebih dari satu orang dalam satu sel.


“Nanti tengah malam, kalian dipersilahkan pergi ke ruang makan di ujung sana. Di mana kalian semua akan berkumpul di sana.” Sipir itu berhenti berjalan dan membuka pintu sel, lalu ia memasukkan Xiuhuan ke dalam setelah melepas rantai yang mengikat tangannya. “Lebih baik kamu bergabung dengan salah satu geng di sana. Kalau tidak, kamu akan dibuat samsak tinju oleh mereka. Yang paling mengerikan adalah kamu akan dijadikan budak pemuas hasrat mereka,” kata sipir itu lagi.

__ADS_1


“Busetttt! Mereka pasti memiliki perilaku menyimpang. Masa jeruk makan jeruk!” gerutu Xiuhuan, bulu kuduknya lansung merinding mendengarnya.


Sipir itu kemudian pergi meninggalkan Xiuhuan. Kini ia kebingungan mau ngapain lagi. Hingga ia akhirnya memutuskan berkultivasi saja dengan beberapa Pil Neraka level rendah yang belum ia gunakan.


Pria berbadan kekar dan memiliki tato tengkorak di dadanya yang berada di depan Sel Xiuhuan, menatapnya dengan aura pembunuh yang sangat kuat.


Xiuhuan yang merasakan aura pembunuh itu tersenyum tipis saja. Ia kini menyadari, pemain baru sepertinya ini pasti akan menjadi bahan bullying nanti.


“Aku akan membuat perhitungan pada kalian nanti, lihat saja!” gumam Xiuhuan langsung mengeluarkan sepuluh Kloning Manusia Air dan mengacungkan jari tengah pada pria itu.


Pria itu langsung terkejut melihatnya. Ia tak menyangka, anak baru seperti Xiuhuan memiliki nyali tinggi.


“Hahahaha aku suka gayamu anak muda. Akan tetapi, apakah kau bisa melawan 50 anakbuahku sekaligus!” ejek pria itu.


“Apaaaa?” Xiuhuan terkejut. “Berarti kita akan tertimbun tanah nanti saat sama-sama menggunakan kekuatan penuh,” katanya lagi.


“Tempat ini sangat unik. Apakah kau tahu? Kita berada dalam ribuan kaki dibawah tanah. Ada sebuah Pedang unik di bawah sini yang mampu menyerap tenaga dalam yang keluar dari pertarungan antar Pendekar Pedang,” sahut pria itu dengan senyum lebar.


***


Beberapa saat sebelum penangkapan Xiuhuan.


***


“Tuan Muda Yao, buat apa kita pergi ke kota Guangxi?” tanya Gu Ruyan menatap mantan pewaris tahta Clan Gu dari kota Yannan di Kerajaan Yuan itu.


“Yan‘er! Jaga sikapmu pada tuan muda. Aku tahu kau menyukainya, namun tuan muda untuk saat ini belum kepikiran dengan asmara!” Gu Qian memarahinya.


Gu Qian sendiri merupakan satu-satunya tetua yang mendukung Gu Yao dan Ketua Clan sebelumnya yang merupakan kakek dari Gu Yao. Namun terjadi perebutan kekuasaan di dalam Clan itu, yang mana tetua Gu Lin yang merupakan adik dari ayah Gu Yao membunuh sang kakek.


Tak sampai disitu, ayahnya juga dihukum mati di tengah-tengah kota Yannan, kepalanya digantung di alun-alun kota itu, untuk memancing Gu Yao keluar dari persembunyiannya.

__ADS_1


Gu Yao sempat marah mendengar ayahnya telah dipancung di tengah alun-alun kota. Dengan amarah yang sudah memuncak, ia bergegas ke sana. Untung saja Gu Qian melerainya, karena itu hanyalah pancingan semata.


Gu Qian kemudian membawa kabur Gu Yao, ia memerintahkan pada Pendekar Pedang pendukung Gu Yao untuk bersembunyi dulu, karena kekuatan mereka tak cukup melawan Gu Lin yang didukung oleh salah satu tetua Sekte nomor satu di Kerajaan Yuan.


Mungkin ada yang bingung, kenapa Paviliun Shilin atau Kerajaan Yuan membiarkan hal ini terjadi. Bukankah dilarang untuk perang antar Kerajaan atau Sekte?


Jawabnya adalah yang berseteru itu sesama anggota Clan. Karena permasalahan internal suatu Kerajaan, Sekte atau Clan. Pihak luar tak boleh ikut campur.


Kalau yang berseteru itu masih sesama ahli waris, Paviliun Shilin akan diam saja. Kecuali pihak luar datang mengambil alih kekuasaan, barulah Paviliun Shilin atau Kerajaan akan bergerak.


***


“Tuan muda! Kenapa kau diam saja, cih ... tuan muda tak asik,” gerutu Gu Ruyan sambil memasang wajah memelas yang membuat Gu Yao luluh melihatnya.


“Kita ke—”


Belum selesai Gu Yao berbicara, ia dibuat kaget saat melihat seorang Pendekar Pedang dikepung oleh 1500 Pendekar Pedang Clan Chen, yang merupakan Clan asal ibunya. Yang tak kalah kagetnya adalah Ketua Sekte Pedang Lembah Neraka ikut mengepung Pendekar Pedang itu.


Gu Yao mendengarkan perkataan Ketua Sekte Pedang Lembah Neraka itu. Ia sangat kagum dengan kehebatan Xiuhuan. Apalagi saat ia melihat sengatan-sengatan listrik di tubuh Xiuhuan. Gu Yao yang Tek pernah senyum itu kini tersenyum tipis melihatnya.


“Tuan muda Yao tersenyum,” gumam Gu Ruyan ikut senang melihatnya.


Gu Ruyan sendiri merupakan sahabat masa kecil Gu Yao. Ia sebenarnya adalah anak angkat orang tua Gu Yao. Orang tua kandungnya sendiri, ia tidak tahu hingga hari ini.


Karena ibu Gu Yao dulu menemukannya tergeletak di pinggir jalan saat ia kembali dari pasar. Ia kemudian memungut Gu Ruyan dan membesarkannya seperti anaknya sendiri.


Sejak kecil Gu Ruyan selalu mengatakan, jika sudah besar dia akan menikahi Gu Yao. Hingga dewasa saat ini, ia tak pernah membuka hati pada pria lain. Walaupun Gu Yao masih belum membuka hati padanya, akibat kejadian kelam yang menimpa orangtuanya sepuluh tahun silam.


Ayahnya dipancung di alun-alun kota, sedangkan ibunya dijadikan selir oleh Gu Lin. Dendam tersebut dipendam oleh Gu Yao dengan mencari dukungan ke berbagai tempat. Namun tak ada yang mau mengulurkan tangan. Karena sosok yang berada di belakang Gu Lin membuat mereka tak berkutik.


Di kota Kunming ini sendiri, Gu Yao mencoba meminta dukungan dari Walikota Kunming, yang merupakan kakak tertua ibunya. Namun, sama seperti yang lainnya. Sang Paman tak berani bertindak lebih jauh. Dia hanya mampu memberikan dukungan finansial saja untuk keponakannya itu.

__ADS_1


...⚔️Bersambung ⚔️...


__ADS_2