
“Pangeran!” Serea terkejut Ratu Selena malah membawanya ikut menjumpai mereka. “Ibunda kenapa Pangeran—”
“Bunuh pria itu dan kembali ke ibukota bersama kami!” sahut Ratu Selena menyela ucapannya.
“Tapi aku sudah menjadi istrinya dan tak mungkin kembali lagi,” sahut Serea menolak permintaan Ratu Selena.
Ratu Selena sangat geram mendengarnya, ia tak menyangka Serea akan menikahi Siluman rendahan.
Pangeran dari Benua Barat menyuruh Dragon membawa Serea dan Xiuhuan dari mata air keabadian itu. Dia ingin membunuh Xiuhuan dengan tangannya sendiri, karena berani merebut calon istrinya.
Dragon ragu-ragu memasuki mata air keabadian, karena semua kekuatannya akan menghilang.
Xiuhuan tertunduk lesu saat melihat Lou Xue ditangan Fenix dalam kondisi mengenaskan, ia sengaja tidak menunjukkan kekhawatirannya, karena tidak ingin mereka menjadikan Lou Xue sebagai bahan pertukaran dan malah menyiksanya lagi.
Dragon memasuki mata air keabadian dan sesuai dugaannya, kini ia hanya bisa mengandalkan kekuatan fisiknya—untung saja Xiuhuan lebih kecil darinya.
“Ayo kita kabur ke bagian paling dalam!” seru Serea takut ditangkap oleh Dragon. Namun, Xiuhuan tetap berdiri di tempatnya dengan memegang Pedang panjang yang ujungnya melengkung. “Apa yang kau lakukan? Dia adalah salah satu tangan kanan Pangeran!” Serea panik dengan keputusan yang diambil oleh Xiuhuan.
“Tenang saja Serea! Aku sudah belajar teknik bertarung tanpa menggunakan tenaga dalam atau sejenisnya,” sahut Xiuhuan menggenggam erat gagang pedangnya.
Dragon menyeringai, ia tak tahu darimana datangnya keberanian Xiuhuan itu dan melayang tinju kearah wajah Xiuhuan. Namun, Xiuhuan menundukkan kepalanya dan menusuk perut Dragon hingga tembus ke punggung.
“Hehehe ... kau tidak sadar, bahwa kau bukan lagi seorang Kultivator,” ejek Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh. Dia kemudian menatap Pangeran dan berkata, “Ayo kirim lebih banyak anak buahmu agar kuhabisi di sini!” Xiuhuan memprovokasinya.
Wajah Pangeran berubah jadi masam dan menatap Ratu Selena, ia takut kejadian ini telah diatur olehnya.
Fenix tak bisa membendung air matanya, karena ia sangat mencintai Dragon, walaupun perasaannya tidak diketahui olehnya.
Dia langsung memasuki mata air keabadian ingin menyelamatkan Dragon.
__ADS_1
“Fenix kembali!” seru Pangeran, tetapi ia menghiraukannya. “Ah, dasar wanita bodoh!” keluh Pangeran Benua Barat itu.
“Aku akan membujuk Serea!” sela Ratu Selena juga memasuki mata air keabadian. Kini Kultivasi-nya juga menghilang, padahal ia sudah berada dipuncak Kultivasi dan bisa melenyapkan ribuan Kultivator seorang diri. Namun, sekarang ia seperti bayi yang baru lahir lemah dan tidak memiliki kekuatan.
Seutas senyum tipis terpancar dari wajah Xiuhuan, ia sangat senang Fenix membawa Lou Xue memasuki mata air keabadian.
Xiuhuan menarik pedangnya yang bersarang di tubuh Dragon dan Siluman bertubuh besar itu ambruk.
“Tdakkkkkk!” teriak Fenix melempar tubuh Lou Xue kearah Xiuhuan dan langsung ditangkap olehnya. Begitu juga dengan Fenix yang langsung melarikan tubuh Dragon keluar dari mata air keabadian.
“Istriku!” Xiuhuan memasukkan Pill penyembuhan tingkat tinggi ke mulutnya dan meminumkan air keabadian juga. Xiuhuan menatap Serea dan berkata, “Lemparkan mahkota Kerajaan itu kearah mereka dan kita kabur ke dalam!” seru Xiuhuan menggendong Lou Xue.
Serea terkejut dan langsung melempar mahkota Kerajaan itu pada Ratu Selena yang berjalan mendekatinya.
“Serea jangan pergi ke dalam, nanti kamu tak bisa kembali lagi!” seru Ratu Selena, tetapi Serea terus berlari dan tak menoleh lagi kebelakang, ia kemudian menghilang di kabut tipis mata air keabadian atau wilayah tanpa hukum Atlantis itu.
Xiuhuan merasa mereka seperti berjalan ditempat saja, karena semua yang dilihatnya sama. Entah di mana ujung mata air keabadian itu, yang membuatnya bingung adalah kenapa mereka tak tenggelam ke dalam mata air keabadian.
“Kita beristirahat saja Xiuhuan!” Serea sudah tak sanggup lagi berlari, nafasnya tersengal-sengal karena kelelahan.
“Ya, lagi pula mereka tidak mengejar kita!" sahut Xiuhuan membaringkan tubuh Lou Xue yang masih pingsan—walaupun luka di tubuhnya sudah sembuh oleh Pill penyembuhan tingkat tinggi yang diberikan oleh Xiuhuan tadi.
“Dia sangat cantik sekali, tetapi kenapa ia bisa ada di Dunia Siluman ini juga?” Serea mencuci wajah Lou Xue dengan mata air keabadian. “Hmm, ada bayi laki-laki dalam perutnya dan kondisinya baik-baik saja,” kata Serea lagi.
Xiuhuan terkejut mendengarnya, padahal mereka tak bisa menggunakan kekuatan sihir lagi, tetapi kenapa ia bisa mengetahui jenis kelamin bayi yang ada dikandungan Lou Xue?
“Syukurlah bayiku baik-baik saja.” Xiuhuan bernafas lega dan berkata, “Aku tidak tahu kenapa ia bisa ke sini, apa Pangeran Qin Hao memberitahunya?" Hanya dia yang mengetahui Xiuhuan menyelam ke dasar danau Yu Xiao.
Lou Xue membuka matanya dan melihat Serea sedang membasuh wajahnya, belum lagi senyum Serea membuat hatinya lega dan merasa seperti di surga. Karena melihat sekelilingnya air, tetapi ia tak tenggelam.
__ADS_1
Namun, tiba-tiba sangkaannya buyar saat melihat Xiuhuan berdiri dengan wajah masam seperti memikirkan sesuatu.
“Xi-Xiuhuan!” Lou Xue langsung berdiri dan memeluknya. “Apakah kamu yang menyelamatkan Aku?” tanyanya dengan isak tangis tersedu-sedu.
Xiuhuan sangat senang Lou Xue memeluknya dan mengelus rambutnya.
“Kamu sudah selamat, tetapi kita terjebak di tempat antah-berantah ini dan tak bisa kembali lagi ke Dunia Bawah,” sahut Xiuhuan hampir menangis.
Serea sangat senang melihat pertemuan mereka bertanya pada Lou Xue, “Apakah kamu memiliki jurus Hukum Ruang?”
Lou Xue mengangguk, ia tak tahu apa hubungannya dengan jalan keluar mereka. Karena tak bisa menggunakan kekuatannya lagi saat ini.
“Sebenarnya wilayah ini adalah milik manusia milyar tahun yang lalu. Namun, mereka tak sanggup mengalahkan bangsa Siluman yang terus mengganggu mereka dan seorang Pertapa agung muncul dari kalangan mereka yang memiliki kemampuan membuat kehampaan dan ia kemudian menyegel dirinya sendiri agar kekuatannya tetap abadi di Atlantis ini. Bahkan mata air kehidupan ini bersumber dari kekuatannya itu juga.”
“Tunggu!” sela Xiuhuan. “Darimana kau tahu dan apa hubungannya dengan hukum ruang?” Xiuhuan penasaran.
“Naskah kuno di perpustakaan Kerajaan Artick. Kerajaan kami itu sudah berdiri milyaran tahun yang lalu dan ikut terlibat konflik dengan bangsa manusia,” jawabnya dengan senyum hangat. “Kalau istrimu bisa menggunakan hukum ruang, cobalah berkultivasi walaupun tak ada qi yang terserap; bisa saja berkah Pertapa agung itu muncul, karena ia hidup abadi dan mengabulkan permohonanmu.”
“Aku akan berkultivasi juga, mana tahu ia memberikan aku kekuatan yang dapat memindahkan matahari ke Selatan,” sela Xiuhuan langsung duduk bersila.
“Kalau kamu tak mungkin, karena kamu sudah dikutuk Surga, sedangkan Lou Xue telah dimurnikan kembali setelah meminum air keabadian. Padahal tadi ia diselimuti aura yang selalu membuatnya sedih. Aku tidak tahu apa penyebabnya, tetapi itu sudah menumpuk sangat lama,” kata Serea tersenyum mengejek Xiuhuan.
“Itu akibat Pedang Kesedihan, tetapi Pedang itu telah jatuh saat aku kalah melawan Siluman Phoenix tadi,” sahut Lou Xue tersenyum manis yang membuat detak jantung Xiuhuan berdegup kencang, karena di masa lalu sangat sulit menemukannya tersenyum lepas begini.
Lou Xue duduk bersila dan melakukan Kultivasi sesuai instruksi Serea. Baru beberapa tarikan nafas saja, tiba-tiba mata air keabadian mengelilingi Lou Xue, membuat Xiuhuan cemburu, kenapa tidak ia yang mendapatkan berkah dari Pertapa agung itu.
“Sabar-sabar!” sahut Serea menepuk pundaknya. Namun, tiba-tiba Serea memudar seperti ditelan sesuatu.
“Serea!" teriak Xiuhuan panik? “Serea! Jangan main-main!” Xiuhuan menoleh kesegala arah. Namun, tak ada apa-apa selain mata air keabadian yang mengelilingi Lou Xue seperti dua naga yang berpacu ke langit.
__ADS_1