Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Aku Adalah Manusia


__ADS_3

Xiuhuan terkejut melihat hamparan padang rumput yang sangat luas di Pagoda Musim Semi dalam Pagoda Tujuh Musim tersebut.


Pagoda Musim Semi itu maksudnya adalah Lantai satu, karena tiap-tiap lantainya dinamakan dengan musim yang ada di sana.


Yu Fan dan Kong Xia sedang duduk bersila sedang berkultivasi, sedang Yu Qingyi, Putrinya dan Rubah kecil tidak terlihat—sehingga Xiuhuan menggunakan mata dewa mencari keberadaan mereka. Namun, ia tidak menemukan keberadaan mereka di Pagoda Musim Semi tersebut.


“Xiuhuan gege!” sapa Kong Xia begitu membuka matanya dan Yu Fen juga memilih berhenti berkultivasi setelah mendengar ucapan Kong Xia.


“Apakah kita sudah di wilayah Utara Benua Dayan? Kenapa cepat sekali?” tanya Yu Fen—karena biasanya Xiuhuan akan keluyuran dulu sebelum mencapai tempat tujuannya.


Xiuhuan tertawa masam, ia masih bingung cara mengungkapkan identitas aslinya dan kemudian ia berkata, “Di mana Yu Yi? Aku tidak melihatnya.”


“Mereka sedang memasuki Pagoda Musim Hujan—lantai Kedua Pagoda Tujuh Musim ini,” sahut Yu Fen—karena Yu Qingyi dan Yu Yi sedang mandi-mandi hujan di sana. “Kalau Xiuhuan gege ingin mengunjungi mereka mudah kok, tinggal bayangkan saja Lantai berapa yang akan Xiuhuan gege kunjungi.” Yu Fen memberikan penjelasan, karena ia melihat Xiuhuan malah kebingungan.


Xiuhuan mencoba membayangkan Lantai ketujuh Pagoda Tujuh Musim dan ia muncul di tempat yang di mana—hanya ada hujan meteor saja di sana, sehingga ledakan-ledakan besar terjadi di Pagoda Musim Meteor itu.


“Cih, mengerikan sekali? Apakah bisa digunakan sebagai senjata menyerang?” gumam Xiuhuan yang langsung membuat Perisai air menutupi tubuhnya. Dia kemudian kembali ke tubuh aslinya dan membayangkan Pagoda Musim Meteor terbuka—sembari membayangkan hujan meteor itu melesat ke arah Gunung tak berpenghuni di hadapannya.


Booommm!


Boommm!


Xiuhuan langsung buru-buru menutup Pagoda Musim Meteor, karena tak ingin mengundang perhatian Kultivator yang merasakan penomena aneh ini.


“Mengerikan sekali, gunung itu hancur berkeping-keping,” gumam Xiuhuan tersenyum masam, tetapi ia merasa kekuatan Pagoda Musim Meteor hanya setara dengan serangan Kultivator Ranah Immortal Awal saja, jadi tidak terlalu berguna saat bertarung melawan musuh—kecuali saat berburu monster, karena bisa digunakan menghancurkan sarang mereka sekaligus.

__ADS_1


Kesadaran Xiuhuan kembali memasuki Pagoda Tujuh Musim dan menuju lantai Keenam—yang merupakan Musim Dingin, dengan salju tebal di sana.


Untuk Lantai Kelima adalah Musim Pancaroba, di mana terdapat tanah subur dengan suhu tropis dan sesekali akan turun hujan. Lantai Pagoda Pancaroba ini cocok ditanam berbagai macam tanaman, baik itu sayur-sayuran atau buah-buahan.


Lantai empat adalah musim panas dan di sana hanya ada hamparan gurun pasir saja, sehingga Pagoda Musim Panas ini lebih cocok digunakan untuk menjemur pakaian saja. Sedangkan untuk lantai tiga adalah Musim gugur.


Xiuhuan kemudian muncul di lantai dua atau Pagoda Musim Hujan dan terlihat Yu Qingyi dan Yu Yi sedang asyik mandi hujan.


“Xiuhuan gege!” sapa Yu Qingyi langsung menghampirinya.


“Ayo kembali ke Pagoda Musim Semi, ada yang perlu kita diskusikan,” sahut Xiuhuan dengan senyum hangat sembari menggendong Putrinya itu dan Rubah kecil juga langsung melompat keatas kepalanya.


Yu Qingyi menduga—Xiuhuan pasti ingin mengungkapkan identitas aslinya dan dari mana Clannya sebenarnya.


Xiuhuan menatap Ketiga istrinya sembari menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Kalau aku mengatakan, bahwa aku adalah Manusia yang menyamar menjadi Iblis, apa pendapat kalian?” Dia tidak langsung mengatakan identitasnya.


Ketiganya terkejut mendengarnya, kenapa tiba-tiba suami mereka itu memberikan pertanyaan aneh. Apakah ia berasal dari ras manusia?


Yu Qingyi teringat dengan Manusia yang dihukum mati di kota Wuzhou sebelumnya. Di mana Dapunta Hyang Sri Jayanasa saat itu mengatakan ada Manusia disekitar kerumunan Iblis dan arah tatapan Manusia itu adalah pada Xiuhuan.


“Aku akan tetap mengikuti Xiuhuan gege,” sahut Yu Qingyi dengan seutas senyum manisnya yang menunjukkan ia tidak peduli dengan ras apa Xiuhuan sebenarnya. Karena ia sangat bersyukur sekali Xiuhuan membelinya dari pedagang budak dan memberlakukannya layaknya wanita merdeka—tanpa pernah menyakiti perasaannya.


Yu Fen dan Kong Xia kebingungan harus menjawab apa? Karena setahu mereka Ras Iblis dan Manusia selalu bermusuhan, belum lagi keduanya belum pernah melihat Manusia. Berbeda dengan Yu Qingyi yang sudah melihat salah satu dari mereka saat di kota Wuzhou.


Xiuhuan menghilangkan mode Iblisnya dan tiba-tiba ia muncul dengan sosok yang membuat detak jantung ketiganya bergetar hebat.

__ADS_1


“Ta-tampan bingittttttttt!” Ketiga berkata dengan terbata-bata. “Apakah Xiuhuan gege benar-benar Manusia? Bukan dari Domain Dewa?” Yu Fen masih tak percaya laki-laki dihadapannya itu sungguh tampan sekali.


Xiuhuan terkejut melihat reaksi mereka, padahal ia mengira akan mendapatkan serangan tiba-tiba atau mereka sangat kecewa padanya. Eh, yang ada mereka seperti remaja alay yang melihat idolanya dari jarak dekat saja.


“Aku Manusia tertampan sejagat raya, jadi aku ini adalah Lelaki limited edition,” sahut Xiuhuan dengan senyum lebar.


Ketiga menggembungkan pipi mereka, karena tidak menyangka kalau memiliki suami yang sangat tampan. “Jadi, apakah kami akan ditinggalkan di sini, karena Xiuhuan gege akan kembali ke asalmu?” Yu Fen bertanya dengan ekspresi wajah khawatir.


Yu Qingyi dan Kong Xia juga berpikiran kalau Xiuhuan akan meninggalkan mereka, karena tak mungkin mereka ikut Xiuhuan ke Dunia manusia.


“Justru aku ingin membawa kalian bersamaku, tetapi kalian akan tinggal di dalam Pagoda Tujuh Musim saja—karena bila Manusia lain tahu keberadaan kalian, mereka pasti akan memburu kita. Namun, jangan khawatir saat kita bertemu dengan istri-istriku yang lain, maka kita semua akan berkumpul bersama hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh karena belum mengatakan pada mereka kalau ia sudah memiliki 71 Istri, karena saat terakhir kali Xiuhuan kembali ke Pulau Niao sebelum berangkat ke Benua Dayan, ia telah membawa Lou Er—adik dari Lou Yi serta Jiang Meng yang merupakan wanita berambut merah yang tewas di Paviliun makam tetapi hidup kembali setelah Xiuhuan memberikannya Mawar Setan yang berusia seratus ribu tahun, yang memiliki khasiat bisa menyambung nyawa manusia yang sudah mati—asalkan langsung diberikan saat itu juga.


Di Pulau Niao sendiri beberapa mantan anggota Kelompok Judgment juga meminta padanya untuk dinikahi dan Xiuhuan tidak bisa menolak ajakan mereka itu, karena mereka sudah berjasa besar dalam membantu Kelompok Judgment—walaupun mereka bukan anggota utama yang berada langsung dibawah komandonya.


Kong Xia, Yu Fen dan Yu Qingyi membelalakkan mata saat mendengar kalimat istri-istriku, yang berarti suami mereka itu ternyata sudah memiliki istri sebelum menikah dengan mereka.


“Jangan khawatir, aku tidak berniat menambah istri lagi—kecuali keadaan yang memaksa, karena kalau ada yang menawarkan diri menjadi istriku aku tidak tahu cara menolaknya,” sahut Xiuhuan sembari tersenyum masam, takut ketiganya marah.


“Baiklah, kita menuju Dunia Manusia saja, aku penasaran seperti apa tempat itu,” sahut Yu Fen karena sudah nyaman bersama Xiuhuan, jadi ia tidak terlalu memikirkan kalau ternyata suaminya itu memiliki istri yang banyak.


Xiuhuan memberikan Yu Yi pada Yu Fen dan kembali ke tubuh aslinya yang juga telah berubah menjadi Manusia.


Dia kemudian menjentikkan jarinya dan muncul dihadapannya muncul artefak Kapal terbang.


Dia hanya bisa menggunakan Artefak Kapal terbang ini menuju Planet Nebula, karena Hukum Dunia ini tidak bisa menggunakan Elemen Kegelapan maupun artefak Teleportasi berpindah tempat ke luar Benua Dayan. Setelah sampai nanti di Planet Nebula, ia tinggal menggunakan Altar khusus yang ada di sana saja menuju Benua Kun Lun.

__ADS_1


__ADS_2