
Xiuhuan lansung menggunakan jurus Langkah Kilat menghindari tinju amukan gorila. Bola api raksasa yang keluar dari tinju mereka bertemu dititik Xiuhuan berdiri sebelumnya dan menimbulkan ledakan cukup besar yang menghancurkan lantai marmer jalanan utama kota Xibei itu.
“Ke mana dia?”
“Apakah dia kabur?”
Murid-murid Clan Xi tidak melihat Xiuhuan, sedangkan Xi Luhui mengerutkan keningnya, karena rekan-rekannya malah tak terkendali. Padahal niat awalnya hanya ingin menegur murid Clan Lou itu.
Dia juga takut mereka akan dimarahi oleh tetua, karena bisa membuat hubungan kedua Clan bermasalah. Apalagi kalau murid Clan Lou itu sempat terluka parah atau meninggal. Bisa-bisa Clan Xin dihancurkan oleh Clan Lou.
“Hentikan tindakan kalian itu!” bentak Xi Luhui dengan suara keras mengandung tenaga dalam. Sehingga seluruh murid-murid Clan Xi berhenti mencari Xiuhuan. “Kita harus mengintrogasinya baik-baik, apa kalian tidak takut, Clan kita dalam bahaya?” Xi Luhui memberi peringatan.
“Aaaaaaa!”
Xi Fang berteriak kesakitan, ia memegang perutnya. Karena mendapat tendangan bebas dari Xiuhuan yang geram padanya.
Xi Fang yang paling vokal mengajak murid-murid Clan Xi untuk menyerang Xiuhuan. Padahal jelas-jelas ia berusaha memberikan penjelasan pada mereka, tetapi tidak didengar Xi Fang dan geng-nya.
“Dia menyerang Xi Fang!” teriak murid-murid Clan Xi mengejar Xiuhuan lagi, tetapi ia terlalu lincah, mereka hanya melihat kilatan seperti halilintar saja.
“Xi Fang ... apa kau tidak apa-apa?” tanya Xi Luhui menghampirinya.
“Tidak apa-apa, cuma merasa nyeri saja. Untung saja ia tidak menggunakan tenaga dalam atau senjata saat menyerangku,” sahut Xi Fang berdiri kembali. “Kita apakan murid Clan Lou itu senior?” Xi Fang bertanya, ia tak ingin tampak arogan di mata Xi Luhui, yang merupakan gadis idamannya itu. Walaupun ia tidak berani melamarnya, karena Xi Luhui adalah murid terkuat di Clan Xi.
“Untuk saat ini kita akan bertanya baik-baik padanya. Jangan main hakim sendiri dan laporkan pada tetua, kalau ada murid Clan Lou yang mengenakan pakaian berlumuran darah memasuki kota. Supaya tetua yang membuat keputusan,” sahut Xi Luhui.
Xi Fang mengangguk dan memerintah salah satu anak buahnya untuk melapor pada tetua. Sedangkan ia ikut mengejar Xiuhuan yang kabur ke bagian tengah kota Xibei.
***
“Kurang ajar Kultivator kampret itu; Aku yakin dia sengaja memprovokasi rekan-rekannya agar menyerangku. Untung kalian berada di kota Xibei—coba di kawasan gunung Lou Feng, sudah kujadikan makanan monster mereka.” Xiuhuan kesal sekali.
Dia mencari toilet umum untuk mengganti jubahnya agar tidak menemukan masalah lagi.
__ADS_1
“Nah, gini nih, sudah jadi makhluk tuhan paling tampan.”
Xiuhuan memuji dirinya sendiri di depan cermin dalam toilet umum itu. Beberapa murid-murid Clan Xi yang juga memasuki toilet umum geleng-geleng kepala melihat tingkah Xiuhuan.
Dia kemudian menuju Paviliun Xi yang merupakan tempat jual beli sumberdaya dan senjata pusaka; walaupun rata-rata murid Clan Xi tidak menggunakan senjata, tetapi pandai besi di Clan Xi tetap menempa senjata untuk dijual kembali ke Clan lain.
Paviliun Xi merupakan bangunan paling tinggi di kota Xibei. Bangunan itu sendiri terdiri dari dua ratus lantai; lebih tinggi dari Burj Khalifa yang cuma 162 lantai saja.
Tiap lantai Paviliun Xi sendiri, kegunaannya berbeda-beda. Lantai satu adalah tempat jual beli berbagai Pill ,ramuan dan kosmetik kecantikan. Lantai dua merupakan tempat jual beli senjata, Kapal terbang dan berbagai artefak.
Lantai tiga tempat jual beli Sumberdaya dan Kristal monters. Sedangkan keempat adalah tempat berbagai restoran dengan masakan berbeda-beda. Dan masih banyak lagi kalau dibahas satu-satu.
Lantai satu Paviliun Xi cukup ramai dikunjungi Kultivator dan murid-murid Clan Xi. Para Pelayan Paviliun Xi sibuk melayani tamu dan menanyakan tujuan mereka.
“Nona ... di mana tempat menjual—”
“Tuan muda Xi Han ... adakah yang bisa Aku bantu.”
Xiuhuan tak bisa menyembunyikan kekecewaannya, ia menatap sinis Pelayan wanita cantik itu. Benar-benar tidak profesional dalam melayani tamu.
“Hei, kau tampak kecewa tidak dilayani oleh Nona Xi Ran!” Xi Han berbicara pada Xiuhuan. “Asal kamu tahu, Nona Ran hanya melayani tamu yang memiliki kantong tebal. Kalau diperhatikan jubah yang kau kenakan adalah jubah Clan Lou—buat apa murid Clan Lou di sini? Apa jubah ini palsu? Jangan-jangan kau berpura-pura menjadi murid Clan Lou agar terlihat keren di mata gadis-gadis.”
Xiuhuan mengekerutkan keningnya, ingin sekali rasanya ia menempeleng murid Clan Xi dihadapannya itu.
“Aku harap Nona Ran dan yang lainnya jangan tertipu dengan penampilan tampannya. Dia itu hanya akan memanfaatkan kalian dan setelah bosan, ia akan meninggalkan kalian seperti melempar kulit pisang ke tong sampah.”
Mulut Xi Han tak henti-hentinya mengoceh, membuat Xiuhuan tak mengerti, kenapa Pemuda itu memusuhinya, bahkan mereka baru bertemu saat ini.
“Kalau kalian tak mau melayaniku tak masalah. Padahal aku cuma ingin membeli Kapal terbang saja di kota kecil ini. Namun, Aku tak menyangka, kalian begitu sombong—Cih, kalau aku mau aku bisa membeli Paviliun ini,” sahut Xiuhuan menyombongkan diri.
Semua orang di lantai satu Paviliun Xi itu tertawa terkekeh-kekeh mendengar bualan Xiuhuan. Beberapa orang yang awalnya hanya melihat keributan itu, akhirnya ikut mengejek Xiuhuan. Kecuali seorang gadis pelayan yang tampak pemalu. Dia berdiri sendirian tanpa ada teman berbicara. Padahal Pelayan yang tak melayani tamu akan berkumpul berbincang-bincang santai bersama.
“Hahaha ... dari mana kesombonganmu itu berasal?”
__ADS_1
“Dia mungkin sudah stress mendapat sindiran dari tuan muda Han!”
“Sudah abaikan saja murid Clan Lou itu, mungkin dia cuma mau membeli beberapa Pill Surga untuk berkultivasi, karena di Clan-nya harganya lebih mahal dari pada di sini. Cuma ia malu untuk mengakuinya,” ejek Xi Ran. “Saudari Yi, kemarilah!” Dia memanggil Pelayan yang menyendiri itu.
“Ya, senior Ran!” sahut gadis yang tampak polos itu mendekati Xi Ran.
“Kau temani murid Clan Lou ini!—Kalau tak ada yang melayaninya, kita bisa dihukum oleh tetua. Antar saja ke area paling ujung, di sana tempat Pill Surga berlevel rendah,” kata Xi Ran tetap memandang rendah Xiuhuan. Dia kemudian menatap Xi Han dan bertanya, “Ada keperluan apa tuan muda Han kemari?”
Xi Han tersenyum lebar dan menjawab, “tentu saja Aku ingin membeli kristal monster berwarna kuning. Hari ini aku akan menempa Pedang dibawah bimbingan tetua di Lantai 200 Paviliun Xi.”
“Wah, tuan muda bikin aku iri saja. Aku belum bisa mengumpulkan uang untuk membeli tungku obat, karena tabunganku masih kurang. Sehingga aku belum bisa ikut belajar di lantai 75 bersama tetua Xi Lang, yang telah mendapat gelar Raja Obat itu,” sahut Xi Ran manja.
“Memang berapa kurangnya?” Xi Han bertanya.
“Cuma kurang Lima keping emas saja untuk membeli tungku obat tingkat rendah,” sahut Xi Ran berbinar-binar menatap Xi Han.
Pesona gadis itu lansung menyihirnya. Sedangkan Xiuhuan geleng-geleng kepala melihat tuan muda Xi Han itu termakan rayuan Pelayan cantik berbodi aduhai itu.
“Baiklah Aku tambahkan uangnya. Kamu pilihlah tungku obat tingkat rendah yang paling cocok menurutmu,” kata Xi Han lagi sembari tersenyum lebar menatap Xiuhuan.
“Ada apa dengannya? Seolah-olah aku ini saingannya saja. Padahal masalah perempuan aku tidak akan mau bersaing begitu. Toh, aku sudah memiliki 20 istri,” kata Xiuhuan pelan sambil geleng-geleng kepala.
“Du-dua puluh tuan!” sahut Xi Yi, akhirnya berbicara. Padahal tadi ia diam saja disebelah Xiuhuan, bahkan Xiuhuan tak tahu, ia mau melayani dirinya atau tidak?—Karena dia seperti bunga Putri Malu saja.
Xiuhuan menoleh ke arah Xi Yi dan tersenyum tipis.
“Iya, aku ini sudah beristri banyak dan mungkin masih bertambah. Apakah kau ingin menjadi ke 21?” Xiuhuan menggoda wanita polos itu.
“Xi Yi, hanya mau pada Pria yang mencintai Xi Yi saja,” jawabnya sambil menundukkan wajahnya.
Xiuhuan tersenyum masam, ia merasa tersindir dan mulai memikirkan hal lain untuk dibicarakan, sambil berjalan ke lantai tiga Paviliun Xi.
...~Bersambung~...
__ADS_1