Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Mengumpulkan Informasi


__ADS_3

Xiuhuan muncul di luar Kota dan segera mengeluarkan Artefak Kapal terbang melanjutkan perjalanan menuju wilayah timur, Dunia Biru.


Dua hati kemudian, Xiuhuan memasuki wilayah timur dan ia segera turun di salah satu Kota. Dia tidak langsung menuju Clan Huo untuk mempelajari keadaan di wilayah timur ini, karena tidak ingin Lou Xue malah marah atas kehadirannya.


Tempat terbaik untuk mengumpulkan informasi adalah tempat berkumpulnya para Kultivator dan tentunya yang harus ia tuju adalah rumah bordil.


“Hei, bro!” Xiuhuan memanggil laki-laki berjubah Sekte Daun Keladi.


“Aku?” Dia menunjuk dirinya sendiri.


“Ya, siapa lagi bodoh!” umpat Xiuhuan, karena hanya mereka saja yang ada di sana.


Murid Sekte Daun Keladi itu sangat tersinggung dengan ucapan Xiuhuan, tetapi ia tidak berani memarahinya—karena Xiuhuan memiliki basis Kultivasi Ranah Absolute God, sementara ia hanya murid Pelataran Luar dengan basis kultivasi Ranah Immortal Tahap Awal saja.


Dia menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan berkata, “Ada apa senior?”


“Antarkan aku ke rumah Bordil!” sahut Xiuhuan dengan senyum lebar. “Tenang saja aku akan memberimu hadiah nanti!” katanya lagi untuk membujuknya.


Murid Sekte Daun Keladi sebenarnya tidak boleh memasuki tempat seperti itu, tetapi bila ia menolak maka nyawanya bisa melayang saat ini juga.


“Baiklah! Mari senior!” sahutnya—menuntun Xiuhuan menuju rumah bordil yang ada di Kota.


Tak butuh waktu lama, keduanya akhirnya sampai di Rumah Bordil.


“Apa elemenmu?” Xiuhuan bertanya setelah mereka sampai di sana.


“Elemen Petir, senior!” sahut murid sekte Daun Keladi tersebut.


Xiuhuan menjentikkan jarinya dan Tombak Long Kiang yang selama ini menjadikan Xiuhuan menjadi Goku versi lite muncul di tangannya.

__ADS_1


“Ambillah! Jangan sampai dicuri oleh Kultivator lain. Asal kau tahu, Tombak itu bernama Long Kiang dan telah membunuh banyak Kultivator serta ribuan Monster!” kata Xiuhuan sehingga—tangan murid sekte Daun Keladi itu gemetaran memegangnya dan ia memang samar-samar merasa ada Aura mencekam pada Tombak Long Kiang tersebut.


Murid Sekte Daun Keladi itu langsung bersujud di hadapan Xiuhuan dan berkata, “Terimakasih senior! Tolong katakan siapa namamu. Aku akan mengenangnya dan akan mengucapkannya setiap kali menggunakan Tombak Long Kiang!”


“Hei, kau mempermalukan Sekte Daun Keladi!” Suara laki-laki lain malah terdengar olehnya, sehingga murid Sekte Daun Keladi itu mendongak melihat siapa yang memarahinya. “Eh, senior!” Dia langsung tersenyum masam, karena tak menyangka ada murid Pelataran Dalam yang memergokinya.


He Qian dan Bing Yun sedang melintas di atas Kota menggunakan Artefak Kapal Terbang dan melihat ada murid dari Sektenya malah bersujud, sehingga ia sangat jengkel dan marah melihatnya.


“Katakan kenapa kamu bersujud di sini? Kamu ikut kami kembali ke Sekte dan menerima hukuman berat!” Bing Yun memarahinya.


“Bisakah setelah pulang menjalankan misi di hukumnya!” sahut murid tersebut dengan senyum masam dan berkata, “Aku sebenarnya mengantar Kultivator Ranah Absolute God ke rumah bordil ini dan diberikan hadiah Tombak hebat ini, serta kata senior itu—nama Tombak ini adalah Long Kiang dan cocok dengan elemen Petir yang kumiliki!”


“Apaaaaaa? Kultivator itu baik sekali! Aku juga mau mengantarkannya ke rumah bordil terbaik lainnya!” sahut He Qian, sehingga Bing Yun menatap tajam padanya. “Baiklah! Kamu boleh pergi menjalankan misi. Namun, kamu tetap akan dihukum saat kembali ke Sekte!” kata He Qian.


Mereka kemudian berpisah di sana, sedangkan Xiuhuan langsung memesan Dua wanita cantik untuk menemaninya minum teh, berbeda dengan Kultivator lain yang menenggak arak.


“Sekte Senja akan melakukan perekrutan murid baru!” sahut wanita penghibur di sebelah kanan.


“Oke! Ambil itu!” sahut Xiuhuan yang kemudian mengeluarkan satu keping emas lagi dan mengedipkan mata menatap wanita penghibur di sebelah kiri, “Apakah ada lagi?”


“Terjadi Perang antara Clan—” Belum selesai ia bicara, Xiuhuan malah menutup mulutnya dan memberikan kepingan emas itu, karena ia tidak tertarik mendengar informasinya.


Dia kemudian menoleh ke sebelah kanan dan wanita penghibur itu sudah mengerti apa yang harus ia jawab. “Clan Huo memasang Bounty 1.000.000 keping emas atas nama Huo Xue, karena mencoba melukai tuan muda Clan Huo!”


“Apaaaaaaaa?” Xiuhuan berteriak, sehingga semua pengunjung rumah bordil menoleh ke arahnya. Kemudian ia tersenyum dan berkata, “jangan pedulikan aku!”


“Ada apa dengannya?”


“Entahlah, mungkin dia memiliki hubungan dengan wanita yang diburu oleh Clan Huo tersebut!” Pengunjung lain berbisik-bisik.

__ADS_1


Xiuhuan memberikan sepuluh keping emas pada wanita penghibur karena telah memberikan informasi yang ingin ia ketahui tersebut.


Wanita penghibur yang ada disebelah kiri merasa cemburu, karena ia mendapat lebih sedikit dari wanita penghibur yang ada di sebelah kanan.


“Tapi, desas-desusnya tuan muda itu sebenarnya sudah lama mengincar Huo Xue, karena kabarnya dia memiliki kecantikan yang tiada tara. Namun, Huo Xue terlalu dingin dan tidak peduli dengan asmara, sehingga tuan muda itu memperkoosanya, tetapi gagal karena ada Sekte lain yang menyelamatkannya dan tidak diketahui Sekte mana yang telah menyelamatkannya tersebut,” kata wanita penghibur di sebelah kiri. “Namun, aku curiga dia berlabuh di Sekte Daun Keladi, karena beredar desas-desus kalau ada murid wanita yang sangat cantik muncul di Pelataran Luar Sekte itu,” katanya lagi.


Xiuhuan sangat yakin itu adalah Huo Xue dan bodohnya ia telah bertemu murid Sekte Daun Keladi tadi, tetapi ia tidak bertanya apakah Lou Xue atau Huo Xue ada di sana.


“Baiklah, karena aku puas dengan informasi yang kalian berikan. Katakan saja, apakah ada orang yang kalian benci atau ingin membalas dendam, supaya aku melenyapkan mereka. Mumpung tanganku sangat gatal sekarang!” kata Xiuhuan sembari menenggak habis tehnya. “Cepat katakan, aku hampir mabuk, nih!” Xiuhuan tersenyum lebar.


Kedua wanita itu mengerutkan kening, karena tidak mungkin minum teh akan mabuk. Namun, mereka sebenarnya memiliki dendam pada pemilik rumah bordil ini.


Wanita penghibur di sebelah kanan Xiuhuan, memberanikan diri berbisik padanya dan menceritakan bahwa semua wanita penghibur di sini adalah korban perdagangan manusia dan sebenarnya mereka ingin kembali ke keluarga masing-masing. Namun, mereka takut untuk melarikan diri.


“Apa yang kau bicarakan, wanita lacurr sialan!” umpat Kultivator Ranah Immortal Tahap Akhir yang merupakan penjaga keamanan rumah bordil tersebut.


Wanita penghibur tersebut menundukkan wajahnya, dan ia pasti akan dihukum berat karena telah mengadu pada Xiuhuan.


Penjaga keamanan Rumah bordil itu menarik tangan wanita penghibur tersebut, tetapi tiba-tiba tangannya terputus—sehingga semua orang yang ada di sana terkejut melihatnya.


“Aaaaaaaaaa! Siapa yang melakukan ini?” teriaknya sembari menahan rasa sakit.


“Baiklah! Yang tidak ingin mati, maka segera tinggalkan tempat ini!” Xiuhuan menyeringai menatap penjaga keamanan rumah bordil yang tangannya telah terpotong, sedangkan kedua wanita penghibur yang ada di pangkuan Xiuhuan kebingungan. Karena tidak mengerti apa yang terjadi.


Kultivator yang sedang menenggak arak, dengan penampilan mengenakan topi caping—langsung menghancurkan meja, karena terganggu oleh ulah Xiuhuan.


Rekan Kultivator bertopi caping itu adalah seorang wanita yang mengenakan penutup wajah, dengan mata biru dan langsung mengarahkan rantainya ke arah Xiuhuan.


“Dasar dua babi bodoh!” cibir Xiuhuan, karena ia telah menyuruh mereka pergi. Namun, mereka malah ikut campur dengan urusannya.

__ADS_1


__ADS_2