
Feng Jiao melihat Xiuhuan sudah meninggalkan arena gladiator dan ia segera menyerang Feng Huang walaupun merasa tidak akan memenangkan Kudeta ini, karena Feng Huang ternyata sudah menyadari kalau ia akan memberontak.
Feng Huang tersenyum saat adiknya itu langsung muncul dihadapannya dan ia langsung menangkis tebasan Pedangnya.
“Hehehe ... kamu terlalu lemah Saudariku, kenapa kita tidak berdamai saja dan melupakan pertumpahan darah ini?” Feng Huang tertawa terkekeh-kekeh menatap remeh padanya.
“Cih, mau mati saja masih membual,” sahut Feng Jiao melakukan tebasan sekali lagi, tetapi Feng Huang langsung menghilang dan muncul dibelakangnya—kemudian menendang punggung Feng Jiao sehingga terpental menabrak tribun penonton yang sudah kosong, karena para penonton langsung kabur dengan merobek dimensi saat kemunculan Kultivator pengikut Feng Jiao itu.
Feng Jiao menyeka darah yang keluar dari mulutnya, dan kembali berdiri lagi menebas Kultivator anggota Clan Feng pendukung Feng Huang yang ada disebelahnya.
Feng Huang mengerutkan keningnya, karena adiknya itu malah membunuh sesama anggota Clan Feng—padahal seharusnya ia fokus melawan dirinya saja, kalau ingin merebut tahta Ketua Clan.
Xiuhuan muncul disebelah Feng Jiao dan berkata, “Ayo kita kabur Nona Jiao, pengikutmu sudah kalah dan tinggal menunggu waktu saja mereka akan terbunuh di sini gara-garamu." Xiuhuan mengingatkannya agar tidak bertindak bodoh.
“Hei, siapa kamu! Kami akan berjuang mati-matian hingga nafas terakhir dan merupakan sebuah kehormatan bagi kami bertarung bersama Nona Jiao,” sela Kultivator yang mengenakan lambang bunga matahari di jubahnya.
Xiuhuan mengerutkan keningnya mendengar ucapan Kultivator itu. Kenapa banyak pahlawan kesiangan yang bangga mati dengan sia-sia, padahal kalau mereka bersabar—mungkin puluhan tahun kedepan mereka masih bisa melakukan kudeta lagi dengan kekuatan yang lebih mumpuni dari yang sekarang, mengingat usia ras Iblis itu mencapai puluhan ribu tahun.
“Kenapa kamu malah kembali lagi, bukankah sudah kukatakan untuk segera temui Feng Yue kalau terjadi kekacauan di sini?” Feng Jiao terkejut dengan kehadiran Xiuhuan.
“Telan ini dan perintahkan pengikutmu untuk segera mundur,” sahut Xiuhuan sembari memberikan Pill penyembuhan padanya.
“Ini?” Fang Jiao terkejut melihatnya, karena Pill penyembuhan merupakan barang yang sangat langka di Benua Dayan ini.
__ADS_1
Feng Huang menatap heran pada Xiuhuan, kenapa ia malah memberikan barang berharga seperti itu pada adiknya, kalau saja ia berteman dengan Xiuhuan—maka ia berani membeli Pill itu walaupun harus mengeluarkan Kristal Merah.
Sin San menghampirinya Feng Huang dan berkata, “Pemuda itu memiliki masalah dengan Clan Sin kami, apakah kami boleh memburunya?"
“Ya, tetapi kalau kamu mendapatkan harta yang spesial dari cincin dimensinya, tolong berikan padaku beberapa hehehe ....” Feng Huang tertawa terkekeh-kekeh sembari melesat ke arah Feng Jiao.
“Jangan khawatir Ketua Huang,” sahut Sin San segera menyerang Xiuhuan yang dibantu oleh Sin Chan.
Xiuhuan mengerutkan keningnya, kenapa malah dua Kultivator Clan Sin ini yang menyerangnya dan Feng Jiao tampaknya tidak mundur lagi—ia langsung meladeni serangan Feng Huang.
Xiuhuan menggunakan jurus Langkah Kilat menghindari serangan gabungan Sin San dan Sin Chan, ia kemudian menggunakan jurus seribu bayangan dan Seribu Kloning Manusia Air muncul memadati arena gladiator.
“Kemampuan yang hebat,” kata Feng Huang kagum dengan jurus yang digunakan oleh Xiuhuan.
Xiuhuan bersembunyi diantara Kloning-Kloning Manusia Air, karena kekuatannya belum cukup untuk duel langsung melawan mereka, terutama Feng Huang. Kekuatannya terlalu besar, selaku Ketua Clan—mungkin harus Naga yang ada di Dimensi Heidong lah lawan yang cocok untuknya.
Sin San terkejut saat ia menebas Kloning Manusia Air, mereka malah beregenerasi kembali. Namun, ia tersenyum tipis karena merasa mereka hanyalah mainan yang tidak akan berpengaruh padanya.
Sin San membiarkan Kloning Manusia Air menebasnya dan tidak terjadi apa-apa pada kulitnya, karena ia memiliki artefak jubah yang mampu meredam damage atau serangan dari Kultivator dibawah Ranah Raja Iblis.
Sin San memejamkan matanya dan mencari keberadaan Xiuhuan dengan intuisi-nya. “Hmm, sampai kapan kamu bersembunyi terus?” ejek Sin San menatap kearah barat arena gladiator, sehingga Xiuhuan terkejut tatapan Sin San itu mengarah padanya—karena ia memperhatikan mereka dengan jurus mata dewa.
Sin Chan melepas serangan Selendang yang meliuk-liuk seperti ular kearah Xiuhuan dan dengan terpaksa ia menggunakan Pedang Penghancur Semesta, sehingga tiba-tiba muncul Tsunami setinggi puluhan tombak menerjang arena gladiator.
__ADS_1
“Elemen Air!” Sin San dan Feng Huang terkejut melihatnya. “Kenapa bisa Iblis memiliki elemen air dan aku juga merasa ia tak pernah menggunakan elemen Kegelapan saat bertarung. Jangan-jangan ia adalah Kultivator Manusia atau ras Dewa?” gumam Sin San keheranan.
Awalnya ia ingin membunuh Xiuhuan, tetapi kali ini ia harus menangkapnya hidup-hidup untuk menggali rahasia yang disimpannya. Namun, rencana itu juga terbersit di benak Feng Huang, sehingga ia langsung melukai Feng Jiao—yang langsung terkapar tetapi belum mati.
Feng Huang tak tega membunuh Feng Jiao, walaupun mereka bermusuhan—tetapi mereka tetaplah lahir dari ibu yang sama.
“Ah, sial! Keduanya malah menargetkan diriku!” gerutu Xiuhuan langsung menebas Pedang Penghancur Semesta kearah Sin San menggunakan jurus Tebasan Badai Petir, yang merupakan salah satu jurus dari Kitab seribu dongeng yang ia dapatkan saat berada di Sekte Taiyang—Daratan utama dulu.
Awan gelap tiba-tiba muncul di langit kota Heitu dengan sambaran-sambaran petir di dalam awan hitam itu yang tampak mengerikan.
“Apalagi ini?” keluh Sin San menengadah menatap langit dan tiba-tiba sambaran Petir beruntun seperti akar pohon beringin mengarah padanya. “Hmm, kamu masih terlalu lemah, apakah senior yang mengirimmu tidak berpikir kalau Iblis bisa memindahkan serangan seperti ini ke tempat lain? Satu-satunya cara mengalahkan kami adalah dengan melakukan duel secara langsung.” Sin San yakin Xiuhuan bukanlah ras Iblis, tetapi ia belum tahu dari ras mana ia sebenarnya.
Robekan dimensi yang sangat lebar muncul di langit kota Heitu—sehingga tak satupun Petir yang menyambar itu memasuki arena gladiator.
Xiuhuan hanya bisa mendengus kesal, ternyata percuma saja ia menggunakan serangan pamungkasnya. Toh, malah seperti pertunjukan sirkus saja, malah hilang dengan sekejap oleh robekan dimensi itu.
“Tak bisa menggunakan itu, bagaimana dengan tongkat Sun Go Kong ini,” ancam Xiuhuan mengeluarkan Tongkat Bambunya yang telah dilapisi qi emas, sehingga mirip dengan tongkat yang biasa dipakai oleh tokoh serial perjalanan ke barat itu.
Tongkat emasnya tiba-tiba menjadi besar dan melayang kearah Sin San, “Makan ini kampret! Jadilah rempeyek kacang!” umpat Xiuhuan yang sudah kalang kabut—tidak tahu bagaimana lagi cara mengalahkan mereka.
Tongkat bambu berukuran besar itu menghancurkan tribun penonton arena gladiator, karena ukurannya yang sangat besar dengan berat seratus ribu ton. Jangankan manusia, gunung batu pun pasti terbelah apabila ditimpanya.
Feng Huang tertawa terkekeh-kekeh melihat Xiuhuan memiliki banyak trik melawan mereka. Dia tak menyangka ada Kultivator seunik dia di Benua Dayan ini dan Feng Huang menendang tongkat bambu berwarna emas itu hingga terpental menabrak tribun barat bersama dirinya.
__ADS_1
Xiuhuan menyemburkan darah dari mulutnya, tubuhnya terasa sakit semua dan tak menyangka Feng Huang menendang tongkat bambu emasnya seperti menendang tempurung kelapa saja. “Cih, apa dia cicitnya Lucifer? Kenapa kuat sekali,” keluh Xiuhuan sembari berusaha berdiri kembali dari puing-puing arena gladiator.