
Gu Yao bertanya pada Xiuhuan, apa yang diinginkannya saat ini untuk merayakan kebebasannya dari penjara bawah tanah itu.
Xiuhuan yang masih merangkul pundak Gu Ruyan itu langsung meminta dibawa ke restoran termewah di kota Kunming.
Xiuhuan berpikir, mumpung diladeni bak seorang Raja. Kenapa tak dinikmati saja, toh bukan Poinnya juga yang akan habis. Apalagi Gu Yao mengatakan, perjuangannya di sponsori oleh pamannya yang merupakan Walikota Kunming ini.
***
Ketiganya menuju pusat kota, para penduduk kota Kunming yang mengenali Xiuhuan lansung melontarkan kata-kata makian padanya. Namun Xiuhuan masa bodoh saja, asalkan jangan sampai kontak fisik saja, mungkin ia bisa melukai mereka.
Walaupun makian mereka lumayan bikin sakit hati juga, tetapi ia tetap menerima apa adanya. Daripada menghajar mereka, lalu ia masuk lagi ke penjara yang cuma bisa makan roti kering satu kali sehari itu. “Oh, itu sangat menyakitkan, Bung!”
“Res-to-ran Hiu & Gurita.” Xiuhuan mengeja nama restoran yang mereka datangi itu. “Hmm ... nama yang unik, seperti dirimu yang cantik ini sayang!” Xiuhuan mencubit pelan pipi Gu Ruyan.
Gu Ruyan hanya menghela nafas dalam-dalam, ia tetap mencoba menenangkan hatinya. Walaupun sangat malu rasanya diperlakukan seperti itu, di depan orang yang dicintainya.
Gu Yao tersenyum tipis. “Ayo Kakak Xiuhuan, kita masuk ke dalam!” Gu Yao lansung membuka pintu restoran dan membiarkan Xiuhuan melangkah ke dalam lebih dahulu.
“Kakak?” Xiuhuan bingung dipanggil begitu. “Terserah kamu sajalah,” katanya lagi tak memperdulikan panggilan yang disematkan padanya. Sekarang yang paling ia rindukan adalah makanan enak.
Mereka lansung menuju lantai lima restoran Hiu & Gurita itu. Namun, Xiuhuan sempat terkejut saat melihat Chen Liu tengah asyik makan bersama Chen Yan.
Xiuhuan lansung bergegas ke sana, sambil merangkul Gu Ruyan kembali. Ia ingin pamer di hadapan Chen Liu, bahwa ia telah bebas dan diberikan gadis cantik juga sebagai hadiahnya.
“Apakah kami boleh bergabung di sini nona Liu?” tanya Xiuhuan, tetapi ia langsung duduk disebelah mereka.
“Xi-xiuhuan!”
Chen Liu terkejut, ia tak menyangka Xiuhuan begitu cepat akan keluar dari penjara bawah tanah. Ia kemudian melirik sepupunya, Gu Yao.
“Kenapa dia cepat keluar?” tanya Chen Liu padanya, tanpa menjawab sapaan Xiuhuan.
“Sudah tak perlu di bahas,” sahut Gu Yao ikut duduk. “Kakak Xiuhuan, mau makan apa?” tanyanya lagi.
Xiuhuan tersenyum kecut, ternyata Chen Liu telah tahu ia akan dibebaskan. Sehingga rencananya untuk mengejeknya pun tak jadi.
Xiuhuan kemudian meminta menu makanan paling enak di restoran itu.
__ADS_1
Chen Liu lansung buru-buru menghabiskan makanannya dan memutuskan pergi meninggalkan mereka. Xiuhuan menyapanya, namun Chen Liu tak menanggapinya sama sekali, ia tak menganggap Xiuhuan ada di ruangan itu. Sehingga membuatnya tersenyum masam saja.
Setelah makan, Gu Yao membawa Xiuhuan ke tempat penginapan mereka. Untuk mengenalkan Xiuhuan pada anggotanya yang lain.
“Akur rasa tuan muda Yao sangat cocok dengan nona Liu itu. Dia memiliki sifat keras kepala dan tegas, kalau dipadukan dengan sifat tuan muda yang dingin dan penuh perhitungan. Itu akan menjadi pasangan suami-isteri yang serasi,” kata Xiuhuan pada Gu Yao.
“Se-serasi?” gumam Gu Ruyan terkejut mendengarnya, entah kenapa ia merasa cemburu. Padahal ia sudah membulatkan tekadnya untuk merelakan Gu Yao meninggalkannya, karena tak lama lagi ia akan kehilangan kesuciannya pada Xiuhuan.
Namun Gu Yao hanya senyum-senyum saja menanggapi perkataan Xiuhuan.
***
Gu He dan Gu Xu tak melihat Gu Yao serta Gu Ruyan sejak pagi. Mereka sangat khawatir. Apalagi Gu Qian juga tak mengetahui ke mana keduanya pergi.
Mereka berpikir mungkin keduanya telah memutuskan pergi ke penjara bawah tanah tanpa sepengetahuan mereka. Hingga Gu He memutuskan akan menyusul mereka ke penjara bawah tanah.
Namun saat di depan pintu penginapan, tiba-tiba ia melihat Gu Ruyan dirangkul oleh Xiuhuan. Darahnya lansung mendidih melihatnya, ada rasa tak rela dalam hatinya, melihat wanita pujaannya diperlakukan begitu.
“Lepaskan Yan‘er dasar laki-laki kurang ajar!” teriak Gu He menyerang Xiuhuan.
Siluet Serigala Raksasa muncul mengiringi tebasan pedang Gu He yang lansung menyerang Xiuhuan yang tengah berbicara dengan Gu Yao, sehingga Xiuhuan sangat terkejut mendapat serangan tiba-tiba.
Darah segar mengalir dari sudut bibir Gu Ruyan. Xiuhuan kemudian menyeka darah itu dengan tangannya, dan menatap tajam pada Gu He.
“Berani sekali kau menyerang budak cantikku ini, apa kau sudah bosan hidup bocah serigala!” seru Xiuhuan. Sengatan-sengatan listrik mulai terlihat disekujur tubuhnya, Gu Ruyan sangat terkejut melihatnya, karena ia tak merasakan apa-apa. Padahal ia masih di pegang Xiuhuan.
“Yan‘er ... kau tak apa?”
Gu He malah bertanya pada Gu Ruyan, tanpa memperdulikan ucapan Xiuhuan. Ia langsung menghilangkan Pedang Rohnya dan menghampiri Gu Ruyan. Namun, saat ia kan memegang tangan Gu Ruyan, tiba-tiba ia merasakan sengatan listrik mengalir ke tubuhnya.
“Apa itu?” Gu He mundur beberapa langkah ke belakang lagi. “Cih, ternyata tuan muda Yao benar-benar menggadaikan Yan‘er!” gerutu Gu He dalam hati, ia merasa kecewa pada sahabatnya itu.
“Kakak Xiuhuan ... mohon tak menghukumnya. Dia adalah Gu He, sahabatku. Dia itu menyukai Gu Ruyan, makanya ia bereaksi seperti ini, karena terkejut melihat wanita penghiburku ini kuberikan pada kakak Xiuhuan.”
Gu Yao lansung berdiri ke tengah-tengah mereka, ia tak ingin Gu He dan Xiuhuan malah bertarung di sini memperebutkan Gu Ruyan.
“Apaaaa? wanita penghibur?” gumam Gu He tak menyangka, Gu Yao juga melabeli Gu Ruyan serendah itu. “Apa sebenarnya yang dipikirkan Yan‘er, sehingga rela merendahkan harga dirinya sendiri, demi balas dendam tuan muda Yao.”
__ADS_1
Gu He menghela nafas dalam-dalam, ia kemudian berjalan keluar tanpa menoleh pada Gu Ruyan dan Xiuhuan yang senyum-senyum, seolah sedang mengejeknya.
“Baiklah tuan muda Yao. Aku rasa wajarlah dia cemburu karena wanita secantik Gu Ruyan kalian berikan padaku. Sehingga ia tak bisa lagi ikut menikmati aroma bunga mawar ini.”
Xiuhuan menghirup rambut hitam Gu Ruyan yang memejamkan matanya, karena perlakuan aneh dari Xiuhuan itu. Ia tak menyangka Xiuhuan akan melakukan hal seperti ini ditengah-tengah kerumunan pengunjung penginapan yang melihat pertengkaran kecil mereka.
“Sepertinya mawarku ini masih cidera, aku akan membawanya ke kamar. Tuan muda Yao, silahkan Anda kumpulkan Pil Nerakanya. Aku akan langsung memulai kultivasi tertutup, supaya kita bisa lekas menuju Clan Gu sesegera mungkin,” kata Xiuhuan menggendong tubuh Gu Ruyan yang tampak pasrah seperti boneka saja.
Gu Yao mengangguk dan mengajak Gu Xu serta Gu Qian menuju Paviliun Shilin membeli Pil Neraka sebanyak mungkin. Sementara Gu He pergi entah ke mana, hatinya benar-benar hancur hari ini.
***
“Tuan muda Yao, apa kita benar-benar menyerahkan saudari Gu Ruyan pada laki-laki aneh itu?” tanya Gu Xu malah kasihan melihat Gu Ruyan.
“Sebenarnya aku yang paling menentangnya melakukan itu. Namun mau bagaimana lagi, kalian juga tahu, bagaimana keras kepalanya Yan‘er itu. Kalau ia sudah membulatkan tekadnya, maka sampai kiamat pun kita tak akan mampu membujuknya,” sahut Gu Yao.
Gu Xu hanya geleng-geleng kepala mendengar perkataan Gu Yao itu. “Padahal tuan muda Yao tinggal mengatakan, ‘Aku mencintaimu Yan‘er ... jadilah matahari yang menerangi jalanku dan jadilah bulan menemani tidurku,’ Aku yakin Yan‘er akan bertekuk lutut padamu. Karena ia dari dulu sudah terang-terangan mencintaimu. Namun tuan muda saja yang tak peka. Hadeuhhhh!” kata Gu Xu.
“Betulkah?” Gu Yao terkejut, ternyata segampang itu sebenarnya membujuk Gu Ruyan. Namun nasi sudah dimakan Xiuhuan, mau bagaimana lagi? “Maafkan Aku Yan‘er ... setelah perjuangan kita selesai. Aku akan pastikan akan menjagamu dengan baik,” gumam Gu Yao merasa menyesal atas langkah yang diambilnya ini.
...⚔️Bersambung⚔️...
***
Maaf, ya ... beberapa hari yang lalu tak update.
*
*
*
Catatan: Selama sakit kemarin, saya membaca beberapa komik China atau Manhua. Jadi, saya membaca di komik itu ada Pendekar Pedang yang bisa menggunakan sihir dari pedang itu, tanpa menggunakan pedang.
Saya lupa istilahnya apa, entah jiwa Pedang atau yang lainnya.
Kebetulan di novel ini ada juga Roh Pedang. Jadi, lansung ke intinya saja ; Para Pendekar Pedang tak perlu lagi mengeluarkan Pedang Rohnya, saat menggunakan jurus seperti seribu Pedang atau yang lainnya. Kecuali mereka duel lansung.
__ADS_1
...~Selamat berakhir pekan~...