Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Mencari Harta Karun


__ADS_3

Xiuhuan dan Mei-Mei telah masuk sangat dalam di makam Immortal Lou Yun itu. Namun, tidak ada apapun yang mereka temukan. Xiuhuan mulai merasa masuk ke dalam makam ini hanya buang-buang waktu saja.


“Cih, lorongnya sudah buntu, kita tidak menemukan apapun. Jangan-jangan murid Sekte Tianshi menipu kita. Mereka sengaja mengundang banyak Pendekar memasuki makam ini agar perhatian para Kloning patung besi ini terpecahkan dan mereka dengan mudah mengambil barang incaran mereka,” kata Xiuhuan bingung mau mundur ke belakang dan memasuki ruang lain atau mengumpulkan batu-batu berkilauan saja. Toh, lumayan juga dijual ke penjual batu akik.


Mei-Mei meraba-raba dinding batu di hadapannya dan merasakan apakah ada ruang kosong dibalik dinding itu. Karena Mei-Mei Pendekar Pedang dengan unsur tanah.


Xiuhuan sendiri asyik mencongkel beberapa batu bacan hijau. Kemudian menoleh ke arah Mei-Mei yang tampak sibuk sendiri.


“Kita kembali saja!” ajak Xiuhuan membelakangi Mei-Mei, tetapi tiba-tiba suara dentuman keras terdengar memekikkan telinga dan sebuah bongkahan batu menimpa punggung Xiuhuan hingga ia terpental beberapa langkah. “Akh! Apa yang terjadi?” Xiuhuan melihat Mei-Mei tersenyum lebar memasuki ruangan besar yang ada dibalik dinding.


Xiuhuan langsung berdiri dan mengikuti Mei-Mei masuk ke ruangan besar, yang berbentuk seperti ruang kerja. Karena ada banyak kitab-kitab berjejeran di sana.


Mei-Mei lansung mengambil sebuah kitab, karena yakin itu pasti kitab jurus yang kuat. Mengingat makam itu milik Immortal Lou Yun.


“Cih, tulisan apa ini? Aku belum pernah melihatnya. Jangan-jangan ini yang diincar oleh murid Sekte Tianshi, mengingat mereka dapat membaca gerbang masuk makam,” keluh Mei-Mei. Pada ia menginginkan jurus tingkat tinggi agar menjadi Pendekar Pedang kuat dan ikut Kompetisi antar Sekte yang diidam-idamkan oleh semua murid Sekte di penjuru daratan utama.


Xiuhuan juga meraih salah satu kitab dan tidak mengerti apa maksud dari tulisan di kitab itu. Ia kemudian memeriksa seluruh ruangan apakah ada benda berharga yang dapat mereka bawa nantinya.


“Mereka menemukan ruangan itu Saudari Yin!” seru Mo Yue tidak menyangka Xiuhuan akan menyadari ada ruangan dibalik lorong buntu yang mereka lalui.


“Biarkan saja. Mereka tidak akan mengerti cara membacanya kitab itu. Kita harus segera menuju makam utama untuk mengambil cincin dimensi milik Immortal Lou Yun. Kalau sampai pihak lain menemukan itu duluan, kau pasti tahu akibatnya. Ketua Sekte bisa meratakan seluruh daratan utama, karena dia sangat menginginkan cincin itu agar bisa menyimpan banyak hartanya. Bukankah Ketua Sekte bilang setelah dia menemukan Cincin Dimensi itu, dia akan kembali ke Benua Kun Lun, tempat asalnya.”


Wei Fang Yin lebih mengutamakan menuju makam utama yang berada di lorong sebelah kanan. Berbeda dengan lorong yang dimasuki oleh Xiuhuan.

__ADS_1


“Baiklah kita harus bergegas, murid-murid Sekte lain pasti akan segera menyusul. Kita juga belum tahu, jebakan apa yang ada di dalam sana,” kata Mo Yue.


Xiuhuan tersenyum, ia tidak mendapatkan apa-apa. Maka yang lain juga harus sama. Xiuhuan kemudian menghancurkan kitab-kitab itu membuat Mei-Mei geleng-geleng kepala melihatnya.


“Teganya kamu menghancurkan kitab itu. Padahal Sekte Tianshi mungkin bisa membacanya,” keluh Mei-Mei.


“Jangan biarkan musuhmu berkembang. Nanti kapan kamu akan menjadi yang terhebat, bila mereka mendapatkan jurus baru. Sementara kita berkutat di jurus kadaluarsa saja.” Xiuhuan menjitak keningnya, hingga hampir Pendekar Pedang wanita bertubuh gemuk itu terjungkal kebelakang, untung saja ia membuat dinding tanah menopang tubuhnya.


“Ih, saudara Xiuhuan. Kamu jahil sekali!” gerutu Mei-Mei mencoba mencari ruangan lain.


Xiuhuan hanya tersenyum sembari menghancurkan semua kitab-kitab yang ada di ruangan itu.


“Saudara Xiuhuan! Cepat kemari!” teriak Mei-Mei menemukan ruangan kecil ukuran 2x2 meter. Namun, didalam ruangan itu berisi puluhan botol cairan berwarna merah, sedangkan kebanyakan botol lainnya telah pecah. Mungkin akibat gempa bumi yang membuat botol-botol itu jatuh dari rak. “Botol apakah ini, mungkinkah bisa menurunkan berat badan atau membuatku secantik Wei Fang Yin?” Mei-Mei penasaran dengan kegunaan cairan itu.


“Melihat dari warna dan aroma yang dipancarkan oleh cairan itu, aku yakin cairan ini adalah cairan kosmetik kecantikan. Coba saja kau minum, pasti tubuhmu akan kinclong dan montok,” rayu Xiuhuan agar ia meminumnya.


“Apakah kau kira aku bodoh. Mentang-mentang tubuhku subur, seenaknya menyuruhku masuk jurang,” sahut Mei-Mei tahu dengan akal bulus Xiuhuan.


“Ya, sudah. Kalau tidak mau kuhancurkan saja,” ancam Xiuhuan.


“Ja-jangan! Kan, kita bisa tanyakan pada murid-murid Sekte Tianshi apa kegunaannya,” sela Mei-Mei menghalangi tubuh Xiuhuan agar tidak menghancurkan botol cairan berwarna merah itu.


“Bukannya sudah kukatakan tadi, Mei‘er! Jangan biarkan musuhmu menemukan apapun dari makam ini. Nanti mereka menjadi kuat dan kita tidak bisa menggapai mereka,” sahut Xiuhuan.

__ADS_1


Mei-Mei menggigit bibir bawahnya, ia juga penasaran dengan kegunaan botol cairan berwarna merah itu. Mei-Mei juga menyayangkan bila botol cairan itu ternyata bisa merubahnya menjadi cantik. Tentu Pendekar Pedang tampan akan antri untuk melamarnya.


Mei-Mei senyum-senyum sendiri membayangkannya. Membuat Xiuhuan geleng-geleng kepala, karena ia tahu Mei-Mei sedang menghayal sekarang.


Xiuhuan tersenyum, ia ingin menjahilinya. Ia kemudian mengecup bibir merah muda Mei-Mei, membuat Pendekar Pedang wanita bertubuh gemuk itu terkejut dan langsung mendorong tubuh Xiuhuan.


“A-apa yang kau lakukan pria mesum!” teriak Mei-Mei sembari menyeka bibinya. “Ah, kenapa aku seka. Padahal itu adalah ciuman pertamaku dan dicium Pria tampan lagi, walaupun ia memiliki kelainan. Mungkin pria mesum yang tidak pilih-pilih asalkan wanita diembatnya,” batin Mei-Mei kegirangan, tetapi ia berpura-pura marah pada Xiuhuan.


“Habis sih, kamu senyum-senyum sendiri. Makanya aku berikan kamu salam tempel hahaha ....” Xiuhuan tertawa cekikikan.


Mei-Mei menghentakkan kakinya dan duduk bersila. Ia kemudian membuka tutup botol cairan berwarna merah itu, membuat Xiuhuan mendekat dan menghirup aromanya.


“Benar-benat energi yang sangat kuat!” gumam Xiuhuan, tetapi ia tidak berani menyerapnya. Karena belum tahu kandungan dalam cairan itu. “Apakah kamu akan menyerap cairan itu Mei‘er?” Xiuhuan meyakinkannya lagi.


“Iya,” sahut Mei-Mei kecus. “Kalau terjadi sesuatu padaku, tolong cepat bawa akau menuju tabib,” katanya lagi.


Xiuhuan mengangguk dan memperhatikan Mei-Mei menenggak cairan berwarna merah itu. Ia langsung memejamkan matanya, Xiuhuan merasakan ada energi besar dalam tubuh Mei-Mei. Ia tidak pergi ke mana-mana, takutnya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan padanya.


Beberapa jam berlalu, Mei-Mei masih diam ditempat duduknya. Xiuhuan yakin Mei-Mei sedang berkultivasi menyerap energi dari kandungan cairan berwarna merah itu.


Tak lama berselang, Xiuhuan mendengar suara sumpah serapah dari Pendekar Pedang yang kecewa melihat ruangan yang dirusak oleh Xiuhuan. Untuk menghindari pertarungan, Xiuhuan membuat dinding air mengandung listrik dalam ruangan kecil tempatnya berada.


...⚔️Bersambung⚔️...

__ADS_1


__ADS_2