
Xiuhuan tersenyum lebar melihat gadis itu kabur dengan pakaian basah dan compang-camping begitu, ia jadi merasa bersalah karena mengejutkannya.
“Pintu lantai tiga!” seru Xiuhuan melihat pintu ke lantai tiga muncul di ruangan itu. Dia tak menyia-nyiakan kesempatan itu dan lansung melesat ke sana. “Ah, untung saja Aku tidak terpotong,” ia bernafas lega melihat jubahnya terpotong sebagian, karena pintu ke lantai tiga itu lansung berpindah tempat lagi.
Tekanan di ruang lantai tiga makin kuat saja, saat Xiuhuan mencoba menggunakan Kloning Manusia Air untuk mengumpulkan harta, mereka malah meleleh oleh hukum gravitasi di lantai tiga itu.
“Ah, Aku harus bekerja ekstra keras mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya,” gumam Xiuhuan memeriksa sekelilingnya.
Xiuhuan tercengang, ia berada di pinggir telaga, tak ada bangunan apapun lagi. Saat ia melangkah ke tempat pintu menghilang, ia dihalangi oleh sesuatu tak kasat mata; mungkin semacam perisai.
Xiuhuan bingung, harta apa yang akan ia kumpulkan di sini. Sementara tak ada apapun yang terlihat.
Xiuhuan memegang dagunya dan ia mulai berpikir. Beberapa hukum fisika kuantum muncul di benaknya, dengan rumus-rumus rumit, hingga ia mendapat pencerahan.
“Hartanya ada di dalam telaga ini,” gumam Xiuhuan menyeringai. “Inilah kelebihan memiliki unsur air, Aku bisa menjadi belut tampan menyelam ke dalam sana.”
Dia menoleh kanan kiri dan belum ada murid lain yang memasuki lantai tiga. Dia segera menyelam dengan melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Sidat Listrik.
Begitu melangkahkan kaki ke dalam telaga, ia lansung tersedot oleh pusaran air. Ia berputar-putar dan berusaha sekuat tenaga keluar dari pusaran air itu, tetapi tak bisa hingga akhirnya ia muncul di sebuah ruangan dengan lantainya sebening air serta ruangan itu sangat dingin.
Xiuhuan melihat ada puluhan lukisan Xue Hu di dinding.
“Mungkinkah ruangan ini adalah ruangan pribadi Xue Hu, istri pemilik makam ini?” gumam Xiuhuan takjub.
Xiuhuan melangkah dan melihat Xue Hu muncul dengan hanfu merah, tetapi sangat tipis—saking tipisnya, Xiuhuan melihat sesuatu yang seharusnya dilihat oleh pemilik wanita cantik itu.
“Ini terlalu menggoda, sehingga belut kecilku lansung menegang,” gumam Xiuhuan kebingungan, kenapa masih ada orang hidup dalam makam ini.
__ADS_1
“Maaf Nona Hu, Aku tak sengaja memasuki rumahmu, kukira tak ada makhluk hidup di dalam sini.” Xiuhuan mencoba berkomunikasi dengannya.
Xue Hu tersenyum manis, yang membuat detak jantung Xiuhuan bergetar hebat. Dia menjadi berpikir untuk menjadikan janda cantik itu menjadi istri kedua puluh satunya.
“Aku sudah menunggumu sayang, kenapa kamu lama sekali,” sahut Xue Hu mendekati Xiuhuan.
Roh Pedang listrik melakukan guncangan di Rongqinya, sehingga terjadi badai petir di sana dan kesadaran Xiuhuan kembali. Ternyata ia sedang diperdaya oleh monster Ular putih yang hampir menelannya.
Xiuhuan lansung berpindah tempat saat detik-detik terakhir.
“Hebat juga kau anak muda,” kata monster Ular putih berubah wujud menjadi Xue Hu. “Apakah kau bangsa siluman sepertiku?” tanya Xue Hu melihat Xiuhuan dengan tubuh setengah manusia dan setengahnya lagi sidat listrik.
Xiuhuan kembali ke bentuk manusianya dengan senyum lebar. Dia sedang memikirkan sesuatu, untuk mengelabui monters ular putih dihadapannya.
“Benar, Aku adalah manusia setengah siluman, hasil persilangan ayahku yang seorang Kultivator Ranah Absolute God dengan ibuku Ratu Siluman Sidat Listrik,” tipu Xiuhuan.
“Ranah Absolute God?—Ratu Siluman?”
“Apakah Siluman setelah kami mati sudah menjadi rendah martabat mereka. Sudah jelas bangsa siluman bermusuhan dengan para manusia yang berusaha membunuh bangsa siluman untuk mengambil inti kehidupan kami. Berarti ibumu itu lacur yang menjadi budak manusia.” Xue Hu tampak tak senang.
Xiuhuan kebingungan mendengar ceritanya dan ia juga mengatakan bahwa ia sudah mati. Terus yang berbicara itu siapa?—Apakah hantu.
“Oh my God, ada hantu ....” Xiuhuan ketakutan. “Aku tidak membawa kertas yang bisa ditempelkan di keningnya itu, lagi. Kan, mayat hidup kalau ditaruh itu, akan menjadi patung,” gerutu Xiuhuan dalam hati, karena ini pertama kalinya ia bertemu hantu dalam hidupnya.
“Ehemm ....” Xiuhuan berdehem. “Saudari Hu mengatakan, Anda sudah mati. Namun, yang dihadapanku ini, apa?” Xiuhuan penasaran.
“Sebelum Aku dan suamiku tewas dalam perang besar melawan manusia. Kami meninggalkan kesadaran kami dalam Paviliun ini. Kalau kamu mencapai lantai ketujuh, kamu akan bertemu dengannya. Namun, aku sarankan jangan ke sana, walaupun ia hanya kesadaran saja, tetapi ia memiliki temperamen tinggi. Karena kau telah melihat istri cantiknya ini—dia pasti akan membunuhmu,” sahut Xue Hu tertawa cekikikan.
__ADS_1
Xiuhuan akhirnya menyimpulkan, bahwa makam ini adalah makam siluman dan terdampar ke desa Chasan akibat distorsi ruang waktu. Bisa meninggalkan kesadarannya selama jutaan tahun, dipastikan adalah Kultivator hebat dahulunya.
“Kalau begitu saudari Hu, Aku keluar saja dari Paviliun milik Anda ini. Di mana pintu keluarnya?”
Xiuhuan ingin mengingatkan murid-murid lain untuk tak menuju lantai ketiga, karena itu terlalu bahaya. Dia juga merasakan kekuatan Xue Hu tak bisa diukur, bahkan dengan batu bintang juga; padahal pada monster di kawasan gunung Lou Feng, batu bintang bisa mengukur tingkat kultivasi para monster.
“Ara ... ara ... kenapa kita tak membunuh manusia-manusia rendahan di lantai dua dan satu yang sibuk memungut harta murahan di sana,” sela Xue Hu menyeringai. “Aku juga ingin bermesraan denganmu, sudah lama aku tak melakukan kuda-kuda ekstrim. Sebagai wanita normal, aku tentunya merindukan itu, karena hukum ruang di Paviliun ini tak memungkinkan aku menuju lantai ketujuh.” Xue Hu membuat pernyataan yang membuat bulu kuduk Xiuhuan berdiri.
“Hehehe ... nanti Aku dibunuh suamimu saudari Hu, aku sebenarnya sudah memiliki istri dari Siluman Rubah.” Xiuhuan berbohong.
Tak pernah terbayangkan oleh Xiuhuan, kalau dia akan melakukan hubungan intim dengan siluman. Kalau istri-istrinya tahu, entah apa respon mereka nantinya.
“Sudah kukatakan, Paviliun ini memiliki hukum ruang, yang membuat kami tak bisa memasuki lantai lain. Lagi pula, kau sangat tampan,” goda Xue Hu tiba-tiba muncul di hadapan Xiuhuan.
Dia menjulurkan lidahnya yang panjang, seperti lidah ular. Eh, diakan memang ular dari bangsa siluman. Xue Hu menjilat wajah Xiuhuan yang membuat tubuhnya menggigil.
Grgrgrgrgr!
Terjadi gemuruh disertai gempa di Paviliun tersebut. Murid-murid di lantai satu lansung berhamburan keluar, karena mengira Paviliun itu akan menghilang. Sedangkan murid-murid di lantai dua juga panik, tetapi mereka kesulitan mencari pintu keluar ke lantai satu. Beberapa murid yang telah sampai di lantai tiga atau tepatnya di pinggir telaga ikut terkejut; apalagi terjadi gelombang tinggi dari telaga menghempas mereka.
“Saudari Hu, suamimu marah!” Xiuhuan mengingatkannya.
“Jangan pikirkan dia,” sahut Xue Hu tiba-tiba menghilang membawa Xiuhuan, dan mereka muncul di kamar mewah—dengan aroma lemon tercium dari kamar itu. Tak ada apapun di sana, kecuali satu kasur empuk saja.
“Ah, gawat ... Apakah aku ladeni saja, dan saat ia terbuai nanti dengan kenikmatannya, maka saat itu aku menikamnya,” gumam Xiuhuan memikirkan cara menyingkirkan Xue Hu.
Xu Hu sudah berbaring di ranjang, tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya.
__ADS_1
“Baiklah tampan, ayo terkam Aku,” goda Xue Hu.
...~Bersambung~...