
Xiuhuan merasa ada yang aneh, kenapa Prajurit Kerajaan Zhu berkumpul dalam jumlah sangat besar di halaman Istana dan jumlahnya mungkin mencapai 10.000 lebih.
Mobilisasi Prajurit sebanyak ini biasanya dilakukan dalam rangka penyerangan atau Perang saja, apalagi mereka semua menggunakan senjata lengkap. Namun, Xiuhuan tak peduli mereka mau melakukan apa, karena tujuannya hanya dua, yaitu mengingatkan Raja bodoh itu agar tidak bermain api dan membebaskan Duan Fang.
Dengan santai Xiuhuan melangkah kaki ke halaman Istana, sehingga para Prajurit menoleh ke arahnya. Namun, tak ada yang berani menghentikan langkahnya ataupun sekedar bertanya—apa tujuannya, karena Xiuhuan melepaskan Aura Immortal saat memasuki halaman Istana.
Murid Sekte besar yang mengikuti Xiuhuan tidak berani memasuki halaman Istana, tetapi mereka yakin akan terjadi kekacauan di sana, sehingga mereka langsung mengirim pesan pada Sekte apa yang sedang terjadi di sini dan berharap Ketua Sekte serta para tetua datang untuk mencegah terjadi huru-hara di Kerajaan Zhu ini.
“Bukankah itu istri Hakim Duan Fang?”
“Benar, apa yang ia lakukan dengan Immortal itu di sini?”
“Mungkinkah mereka ingin menuntut keadilan pada Kerajaan Zhu?”
Para Prajurit berbisik-bisik, sedangkan Duan Xia merasa detak jantungnya akan berhenti—saking takutnya, karena mereka sedang memasuki sarang harimau yang kapan saja bisa menelannya.
Seorang Prajurit mengenali wajah Xiuhuan, karena saat Xiuhuan turun dari Artefak Kapal Terbang mewah, ia berada di halaman Paviliun Bulan saat itu, sehingga ia segera keluar dari barisan dan segera melapor pada Jenderal Zhu Xuan yang kini duduk di dalam istana bersama dengan Raja dan Jenderal lainnya.
Prajurit tersebut segera menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan berkata, “Jenderal! Immortal yang datang ke Paviliun Bulan datang kemari membawa istri Hakim Duan Fang!”
Jenderal Zhu Xuan mengerutkan keningnya, begitu juga dengan Raja Zhu Liang—sedangkan Jenderal Zhu Han keheranan melihat ekspresi wajah mereka, begitu juga dengan beberapa Jenderal yang tidak mengetahui kalau Hakim Duan Fang telah di penjara.
__ADS_1
Jenderal Zhu Xuan langsung berdiri dari tempat duduknya dan menghadap Raja Zhu Liang sembari bertekuk lutut dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Berikan perintahmu Yang Mulia! Aku akan menangkap Immortal itu, karena ia berani mendatangi kita—yang berarti dia telah menganggap remeh kekuatan Kerajaan Zhu ini.”
Walaupun ia sangat gugup menghadapi Xiuhuan, tetapi ia tidak bisa membiarkan Duan Xia membongkar kebusukannya yang telah memenjarakan Duan Fang dan menjadikan Duan Xia menjadi budak para Gangster.
Raja Zhu Liang terkejut dengan keberanian Immortal tersebut dan berpikir mungkin ia memiliki kekuatan yang sangat besar, makanya berani mendatanginya. Dia kemudian berpikir seharusnya mengikuti arahan Jenderal Zhu Han saja. Namun, semua sudah terlanjur dan Jenderal Zhu Xuan tampak percaya diri mampu mengalahkan Immortal tersebut.
“Baiklah, bunuh dia dan penjarakan istri Hakim Duan Fang tersebut!” seru Raja Zhu Liang.
Jenderal Zhu Han ingin bertanya kenapa istri Hakim Duan Fang ditangkap, tetapi ia berpikir Raja Zhu Liang pasti tidak akan menjawab pertanyaannya, karena ia terlanjur berseberangan pendapat dengannya tadi. Apalagi Raja Zhu Liang memiliki sifat pendendam, bahkan ia yakin akan segera dikirim ke tempat terpencil setelah masalah Paviliun Bulan teratasi.
Jenderal Zhu Xuan tersenyum mendengar jawaban Raja Zhu Liang dan segera keluar Istana dan memerintahkan seluruh Pasukannya mengepung Xiuhuan.
Para Jenderal lainnya juga keluar untuk membantu, walaupun mereka tidak mengerahkan Pasukan masing-masing, karena yang ditugaskan dalam pengepungan Paviliun Bulan hanya Pasukan milik Jenderal Zhu Xuan saja. Namun, Raja Zhu Liang meminta mereka tetap ikut, karena Paviliun Bulan memiliki pendukung Immortal yang datang entah dari mana.
Para Prajurit langsung melakukan transformasi tubuh menjadi Manusia Monster dan melingkari Xiuhuan, sehingga Xiuhuan langsung tersenyum menatap mereka, sedangkan murid Sekte besar yang berada di gerbang masuk Istana langsung melayang di Udara untuk melihat bagaimana pertarungan antar Immortal tersebut.
“Tu-tuan Xiuhuan!” Duan Xia dan kedua anaknya ketakutan melihat Aura Pembunuh yang sangat pekat tertuju pada mereka, tetapi Xiuhuan langsung memblokirnya dan membalikkan Aura Pembunuh yang lebih kuat, sehingga 10.000 Prajurit yang ada di halaman Istana tersebut dipaksa berbaring di lantai, sehingga para Jenderal maupun murid Sekte besar itu terkejut melihatnya.
“Semut-semut seperti kalian tak layak menjadi lawanku, bahkan seluruh Kultivator di Dunia Bawah ini tidak akan membuat keringaku keluar untuk mengatasi mereka!” sahut Xiuhuan dengan seringai tipis di sudut bibirnya, sehingga detak jantung Duan Xia berdebar-debar hebat mendengarnya.
“Apakah dia sekuat itu? Bukankah itu seperti kekuatan Dewa saja?” gumam Duan Xia menatap Xiuhuan dengan senyum cerah. “Duan gege, kami akan datang menjemputmu!” gumamnya senang dan merasa apakah ia layak menjumpainya lagi, karena tubuhnya sekarang ini sangat menjijikkan—digilir oleh berbagai sampah setiap hari.
__ADS_1
Wajah Jenderal Zhu Xuan langsung berubah masam dan segera melayang di udara dan melakukan transformasi tubuh menjadi Manusia Monster Elang dengan Tombak Petir di tangannya.
“Di-Dia!” Duan Xia mengenali wajah salah satu dalang yang menjual dirinya ke Gangster He setelah puas menikmati tubuhnya.
Xiuhuan merasakan perubahan emosi pada Duan Xia. Ini sama persis saat bertemu dengan Hakim Zhu Chen sebelumya, sehingga Xiuhuan memutuskan akan melenyapkan Jenderal Zhu Xuan, walaupun Pemimpin Paviliun Bulan berpesan agar tidak melakukan kekacauan, tetapi keadilan harus ditegakkan—agar tidak terjadi Duan Xia-Duan Xia lainnya lagi.
Sebuah Lingkaran Sihir berwarna Emas muncul di langit, sehingga Penduduk Ibukota terkejut melihatnya, begitu juga dengan Pemimpin Paviliun Bulan yang langsung memerintahkan Bai Yuejing menuju Istana, karena takut Xiuhuan akan melenyapkan Raja dan para bawahannya.
Dari Lingkaran Sihir tersebut keluar Ratusan Pedang yang terbuat dari qi elemen Emas miliknya dan Pedang-Pedang itu meluncur seperti hujan ke arah Jenderal Zhu Xuan yang melesat terbang dengan kecepatan tinggi, sehingga ratusan Prajurit yang tak bisa menangkis Pedang qi emas tersebut langsung tewas seketika dan membuat para Prajurit berlomba-lomba melarikan diri dari halaman Istana.
“Kenapa kalian diam saja?”teriak Jenderal Zhu Xuan pada Jenderal yang hanya menontonnya.
“Apa yang akan kita lakukan?” Salah satu Jenderal meminta pendapat Jenderal Zhu Han yang lebih senior diantara mereka.
Jenderal Zhu Han menghela nafas dalam-dalam, karena baru kali ini ia kesulitan mengambil keputusan dan ia menoleh pada Raja Zhu Liang yang wajahnya tampak pucat—yang langsung menganggukkan kepala, pertanda untuk segera membantu Jenderal Zhu Han.
“Serang Immortal itu!” seru Jenderal Zhu Han sembari melakukan transformasi tubuh menjadi manusia Monster dan melesat ke arah Xiuhuan yang sengaja tidak langsung membunuh Jenderal Zhu Xuan—agar ia merasakan bagaimana rasanya tidak berdaya seperti yang dirasakan oleh Duan Xia dan anak-anaknya.
Dua Pedang qi emas kemudian tertancap di Sayap Jenderal Zhu Xuan, tak sampai di situ—kedua kakinya kemudian tertancap Dua Pedang qi emas lagi, sehingga ia menjerit kesakitan, membuat Raja Zhu Liang menutup telinganya, karena tak tahan mendengar suara jeritan Jenderal Zhu Xuan.
Murid Sekte besar yang menonton kejadian itu, langsung ketakutan dan merasa beruntung Immortal itu tidak marah saat ditantang oleh Senior mereka.
__ADS_1