
Xiuhuan melempar tubuh Qian Yu ke atas ranjang besar yang ada dalam kamar VVIP itu. Qian Yu tak bergerak sama sekali, ia masih syok dengan keadaan yang menimpanya hari ini.
Qian Yu tak menyangka Yin Xiao yang begitu baik padanya harus berakhir tewas, karena ia tak melayani putri Raja Qian Xun yang datang menginap di Penginapan yang ia kelola itu.
“Aku pergi dulu sebentar. Kau tidur saja, tapi jangan coba-coba kabur!” seru Xiuhuan sambil menutup pintu kamar.
“Dasar Iblis!” Maki Qian Yu memelototi Xiuhuan.
Xiuhuan tersenyum tipis melihat reaksi Qian Yu. Xiuhuan kemudian beranjak ke kamar sebelah, tempat murid-muridnya menginap.
“Tok-tok-tok!” Xiuhuan mengetuk pintu kamar mereka.
“Siapa?” tanya Shuyan dari dalam, mereka tak lansung membukakan pintu kamar, tetap waspada takutnya ada mata-mata yang melihat Liu Ya dan Dou Yi.
“Ini Aku!” sahut Xiuhuan.
“Ternyata guru!” kata Shuyan lagi, sembari membukakan pintu kamar.
“Bagaimana? semua berjalan aman, kan?” tanya Xiuhuan sambil menutup pintu kamar, agar tak ada telinga yang mendengar.
“Aman guru!” sahut Huanran.
“Makanannya enak-enak!” kata Xinran yang sedang asyik makan.
Tentu saja ini pertama kalinya, bagi Xinran memakan makanan mewah begini. Karena orangtuanya di kota Yangtze sangatlah miskin. Bahkan ia sempat dijual juga ke tempat pelacuran, untung saja Xiuhuan menyelamatkan dirinya.
“Ya, sudah! Kalian istirahat saja. Jangan sampai berisik, nanti identitas kalian terbongkar. Kalian tahu, kan banyak Pendekar Pedang tingkat tinggi di kota Yan Luo sekarang,” kata Xiuhuan memberikan peringatan pada murid-muridnya.
“Baik guru!” jawab mereka serempak.
Xiuhuan kembali ke kamar sebelah. Kamar ia menginap disana bersama manajer Penginapan Bai Bao yang dipaksa Xiuhuan ikut dengannya.
Murid-muridnya tak mengetahui perbuatan Xiuhuan ini. Kalau sempat mereka tahu, pasti mereka akan menentang tindakan Xiuhuan itu.
***
Xiuhuan melepas topengnya dan menggantung jubahnya juga. Sekarang ia berpakaian biasa saja.
__ADS_1
Qian Yu yang masih terlentang di atas kasur melirik Xiuhuan sekilas.
“Geser-geser!” Xiuhuan mendorong kaki Qian Yu kepinggir. “Aku mau tidur capek sekali hari ini. Kau jangan sampai kabur, ya! Kau akan tahu akibatnya jika berani macam-macam dengan diriku,” ancam Xiuhuan agar Qian Yu tak meninggalkannya saat ia tidur.
Hanya hitungan beberapa tarikan nafas saja, Xiuhuan lansung molor. Namun sebelum ia tidur tadi, Xiuhuan telah menancapkan pedangnya di lantai dan menggunakan jurus Putaran Gelombang Air yang melindungi Kamar Xiuhuan dan Murid-muridnya.
Bila nanti ada Assasin atau Pelayan yang mencoba masuk, maka Xiuhuan akan merasakan keberadaan mereka.
“Dia tidak melakukan apa-apa padaku?” guman Qian Yu kebingungan. Xiuhuan malah tertidur pulas. “Apa-apaan dia ini? Padahal dia telah membuat Yin Xiao terbunuh, kini ia malah mengacuhkan aku! Apa aku ini jelek?” gerutu Qian Yu tak terima dengan perlakuan Xiuhuan itu.
***
Di luar Penginapan Bai Bao beberapa Assasin mencoba memeriksa kamar Xiuhuan, untuk mencari tahu informasi mengenai dirinya. Namun usaha mereka sia-sia belaka, karena mereka tak bisa melewati Pertahanan yang dibuat Xiuhuan dengan Jurus Putaran Gelombang Air.
“Cih, dia mengantisipasi kedatangan kita!” gerutu salah satu Assasin.
“Betul! kamar Huanran juga tak bisa ditembus!” gerutu Assasin lainnya.
Xiuhuan sebenarnya belum tidur, ia hanya berpura-pura saja, agar Qian Yu tak terlalu tertekan lagi. Xiuhuan juga menyadari kedatangan Assassin itu, saat mereka mencoba menerobos pertahanan yang Xiuhuan buat.
***
“Aku sudah terlanjur malu! Mulai besok orang-orang akan mengira aku telah dicabuli oleh pria brengsek ini!” guman Qian Yu masih memandangi Xiuhuan.
Xiuhuan pura-pura mimpi buruk dan membuka matanya melihat Qian Yu duduk memperhatikan dirinya.
Xiuhuan kembali menutup kedua matanya dan bertanya-tanya dalam hati, “Ada apa dengannya, ya?”
“Kalau dilihat-lihat dari dekat, ternyata pria ini sangat tampan!” guman Qian Yu memperhatikan wajah Xiuhuan dengan dekat, bahkan Xiuhuan merasakan nafas berat Qian Yu di wajahnya.
“Apakah Qian Yu sedang On Fire saat melihat wajahku saja?” guman Xiuhuan.
“Tak apalah, toh mulai besok tak akan ada yang mau lagi padaku!” guman Qian Yu mulai mendaratkan ciuman tepat di bibir Xiuhuan.
“Hah?” Xiuhuan dibuat kaget, ia tak menyangka Qian Yu yang hampir pingsan tadi, kini berubah menjadi agresif.
Tangan kiri Qian Yu mulai menjalar ke tempat yang tak seharusnya ia lakukan.
__ADS_1
“Ada apa dengan Qian Yu ini?” guman Xiuhuan. Tongkat Sakti miliknya mulai bereaksi terhadap sengatan yang membuat aliran darah menumpuk di sana.
“Apakah ia bangun?” guman Qian Yu merasakan sesuatu yang aneh di genggamannya.
“Gawat!” guman Xiuhuan kemudian membalikkan badannya kearah sebaliknya. Sehingga Qian Yu melepaskan genggamannya.
“Kau telah menghancurkan harga diriku! kini aku akan membalaskan dendam ini!” seru Qian Yu pelan, namun terdengar oleh Xiuhuan.
“Balas dendam apa bodoh! Justru aku yang beruntung,” gerutu Xiuhuan dalam hati, masih berusaha menahan hasratnya, walaupun Tongkat Sunggokong telah siap menyerang.
Qian Yu melepaskan pakaiannya dan kini tak ada sesuatu lagi yang menutupi kemolekan tubuhnya yang bak gitar Spanyol itu.
“Rasakan pembalasan dariku ini!” kata Qian Yu dengan senyum lebar sambil melepaskan pakaian yang dikenakan Xiuhuan.
“Bangun atau pura-pura tidur saja, ya?” guman Xiuhuan yang merasakan Qian Yu melepaskan pakaiannya. “Yah, wes nikmati sajalah! Toh, dia yang telah menghidupi Tongkat Saktiku tadi,” guman Xiuhuan tetap berpura-pura tidur.
“Ini?” Qian Yu kaget melihat pemandangan di depannya. “Sugoiiii” katanya lagi.
Qian Yu yang seperti Harimau kelaparan itu lansung menerkam Xiuhuan. Dengan lahap ia melakukan apa yang harus dilakukan. Tentu saja tak perlu digambarkan lagi. Cukup Qian Yu yang tahu apa sebenarnya yang terjadi dalam kamar VVIP tersebut.
***
“Tidakkkkkkkk!” teriak Xiuhuan pagi-paginya melihat ia tak mengenakan pakaian sama sekali.
“Kau kenapa?” tanya Qian Yu yang keluar dari kamar mandi. Qian Yu sudah segar kembali, tampak wajahnya tak pucat lagi, seperti saat Xiuhuan membawanya kesini.
“Ka-kau teganya kau melakukan hal tak senonoh pada petugas Kerajaan!” seru Xiuhuan berpura-pura tak tahu apa yang dilakukan Qian Yu padanya semalam.
“Hahaha itulah balasan telah berbuat masalah padaku!” sahut Qian Yu tertawa melihat reaksi Xiuhuan tersebut.
“Kau memakan umpannya!” guman Xiuhuan. Kemudian ia berkata, “Sial! aku yang suci ini telah ternoda! Oh, tidakkkkk!”
“Itu sudah karma buatmu! Huh!” kata Qian Yu, “Satu lagi, aku akan ikut kalian ke ibukota. Aku tak bisa tinggal disini lagi, kau juga telah mempermalukan diriku,” katanya lagi.
“Nasib-nasib!” sahut Xiuhuan beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar mandi. “Kau tanya Huanran saja! Toh, kalian dari Clan yang sama juga!” kata Xiuhuan lagi.
Qian Yu kemudian menghampiri Huanran untuk meminta ijin untuk ikut bersama mereka ke kota Tianwu.
__ADS_1
Huanran menyetujui permintaan Qian Yu, karena Qian Yu masihlah anggota keluarga Raja. Karena Raja Qian Xun itu bagian dari Clan Qian yang mendiami Kota Tianwu.
Bersambung ...