Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Malapetaka Mendekati Kota Lan Hu


__ADS_3

Tetua Liang Lie tak menyangka akan berakhir mengenaskan begini, seluruh anak buahnya telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno dan hanya dia yang tersisa karena ia memiliki artefak Perisai, tetapi Artefak itu tak akan bertahan lama—anggota Clan Liang yang telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno terus menerus berusaha menghancurkan artefaknya.


Beberapa jam sebelumnya di kediaman Clan Liang ia diperintahkan oleh Ketua Clan Liang untuk memeriksa Segel yang kabarnya telah dirusak oleh anggota Clan Yu yang mereka taklukkan.


Tetua Liang Lie tidak menolak perintah itu, karena ia memiliki Artefak Perisai yang dapat melindunginya apabila terjadi hal tak terduga yang tak sanggup mereka atasi nanti.


Namun, saat mereka memasuki gua tempat kesadaran monster kuno disegel, mereka dikejutkan oleh kepulan asap hitam tebal yang tiba-tiba muncul dari dalam gua.


Awalnya mereka mengira asap hitam itu tidak berbahaya, tetapi saat salah satu Iblis Clan Liang menyentuhnya, tiba-tiba tubuhnya menggeliat dan matanya berubah menjadi hitam pekat—yang lebih mencengangkan adalah tingkat Kultivasi-nya meningkatkan satu tingkat dan langsung menyerang mereka.


Tetua Liang Lie membunuh anggota Clannya itu, tetapi tubuhnya menyatu kembali padahal kepalanya sudah terlepas oleh tebasan pedangnya—di saat itulah ia menyadari bahwa mereka yang telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno itu sangat berbahaya.


Tetua Liang Lie memerintahkan anggotanya untuk mundur, tetapi satu persatu anggotanya itu dilempar kedalam kepulan asap hitam itu oleh anggota yang telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno. Akhirnya makin banyak anggotanya yang terjangkit, sementara kepulan asap hitam tebal itu telah keluar dari gua dan menyebar ke segala arah.


Karena dikepung oleh anggota Clannya sendiri yang telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno, Tetua Liang Lie memutuskan menggunakan Artefak Perisai agar ia tidak dirasuki dan berharap bala bantuan datang menolongnya.


Artefak Perisai mulai retak dan Tetua Liang Lie hanya bisa pasrah serta menutup matanya, karena sebentar lagi ia juga akan menjadi monster seperti anggota Clannya itu.


***


Gerbang timur kota Lan Hu, anggota Clan Liang melihat kepulan asap hitam mendekati kota dan anehnya ada rombongan Tetua Liang Lie yang datang dengan penampilan aneh.

__ADS_1


“Cepat kalian laporkan kejadian ini pada pemimpin Kota,” kata Kultivator yang disewa Clan Liang untuk membantu mereka mengatasi bencana yang disebabkan oleh rusaknya Segel yang mengurung kesadaran monster kuno.


“Baik!” sahut anggota Clan Liang melesat dengan cepat menuju kediaman Clan Liang.


Ketua Clan Liang saat ini sedang menjamu tiga Kultivator dari Sekte Tengkorak, tetapi Dong Jie diam saja tak seperti biasanya. Itu karena ia mendapatkan hari tersial dalam hidupnya di mana ia bangun pagi di kamar laki-laki, tetapi laki-laki tersebut telah kabur tanpa menjelaskan apa yang terjadi saat malam tadi.


“Saudari Jie? Apa yang terjadi padamu tak biasanya kamu melamun begitu? Kalau ada masalah cepat katakan pada kami, biar kami membantumu!” seru Dong Han merasa ada yang aneh dengan suasana hati Dong Jie.


“Aku sedang datang bulan saja, jadi bawaannya begini," sahut Dong Jie berkilah—tak mungkin ia mengatakan kalau ia ditiduri oleh iblis lain yang baru ia kenal dan langsung ditinggal pergi. Mereka pasti akan tertawa terkekeh-kekeh mendengarnya, makanya ia memilih untuk merahasiakannya.


“Gawat Ketua Cheng!” Tiba-tiba muncul anggota Clannya yang ditugaskan berjaga di gerbang timur. “Asap hitam aneh mendekati kota dan Tetua Liang Lie ada dalam kepulan asap hitam itu—serta ia sepertinya dikendalikan karena saat dipanggil ia tak menjawab panggilan kami, malah tampak seperti akan menyerang kota Lan Hu saja!” katanya lagi.


Liang Cheng langsung berdiri dari tempat duduknya dan memerintahkan seluruh anggota Clan Liang memanggil para Kultivator yang telah mereka sewa untuk segera menuju gerbang timur.


“Kita juga akan ke sana!" seru Hu Dong melesat ke arah gerbang timur kota Lan Hu yang diikuti oleh Dong Jie dan Dong Han.


Xiuhuan melihat para Kultivator Ranah Dark Star Tingkat Sembilan melesat menuju arah timur kota Lan Hu dan tak lama berselang terdengar kepanikan para penduduk yang mengatakan malapetaka akan segera mendatangi kota Lan Hu.


“Apakah kita akan ke sana Xiuhuan gege?" tanya Yu Qingyi yang melihat Xiuhuan sepertinya tertarik dengan fenomena aneh itu.


Xiuhuan mengangguk dan segera mengikuti Kultivator yang menuju gerbang timur kota Lan Hu, sedangkan Yu Fen sangat khawatir kalau Clan Liang akan menyadari kematian tuan muda mereka yang juga anak tunggal Liang Cheng itu.

__ADS_1


Xiuhuan memicingkan mata saat melihat Kultivator yang tidak memiliki kesadaran lagi membabi-buta menyerang Kultivator Clan Liang dan Kultivator yang mereka sewa. Namun, anehnya walaupun tingkat Kultivasi Kultivator yang terjangkit itu cukup rendah, mereka tetap membuat kerepotan Kultivator yang melawan mereka, karena tubuh mereka bisa beregenerasi kembali seperti Kloning Manusia Air saja.


“Xiuhuan gege kenapa kamu tidak membantu mereka?” kata Yu Qingyi yang tampak khawatir malapetaka itu akan menghancurkan kota Lan Hu.


“Bukankah itu bagus mereka mati, jadi dendam kalian terbalaskan!” sahut Xiuhuan yang sudah tahu kalau yang membuka Segel itu adalah anggota Clan Yu dengan cara mengorbankan jiwanya.


Yu Qingyi menundukkan wajahnya, ia memang sangat membenci Clan Liang. Namun, ada puluhan ribu penduduk tak berdosa yang tak ada kaitannya dengan Clan Liang akan ikut terkena malapetaka ini. Hati kecilnya menjadi sedih memikirkannya, tetapi ia tak berani meminta tolong pada tuannya itu.


Tiga Kultivator Ranah Demon God tingkat Sembilan melayang di udara dan langsung menyerang Kultivator yang telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno. Serangan mereka itu langsung menghancurkan Tetua Liang Lie dan bawahannya, tetapi mereka langsung terkejut saat melihat Liang Lie kembali beregenerasi dan menyeret Kultivator yang ada dihadapannya kedalam kepulan asap hitam agar terjangkit juga.


“Ini sesuatu yang tak bisa kita tangani. Kita harus memberikan pesan pada Ketua Sekte!” seru Hu Dong mengirim pesan suara pada artefak berbentuk burung kecil yang akan terbang ke Sekte Tengkorak.


“Aku telah mengirim pesan pada Clan Ma juga, akau berharap mereka mengirim Kultivator ahli Segel untuk membantu kita!” seru Liang Cheng.


Dong Jie mengangguk dan menoleh kebawah, ia langsung membelalakkan mata saat melihat Xiuhuan sedang berdiri di sana. Wajahnya memerah membayangkan apa yang telah dilakukan Xiuhuan tadi malam padanya.


“Ada apa saudari Jie?” tanya Hu Dong merasa aneh melihat ekspresi wajah Dong Jie tersebut. “Apa kau jatuh cinta pada Iblis tampan itu? Bukankah dia yang satu meja dengan kita semalam?” Hu Dong ikut memperhatikan Xiuhuan.


“A-aku jatuh cinta pada Pria bejat itu?” Dong Jie mengerutkan keningnya.


Hu Dong tersenyum melihat reaksi Dong Jie, ia menduga telah terjadi sesuatu padanya saat tadi malam. Karena ia dan Dong Han meninggalkan Dong Jie bersama Iblis tampan itu tadi malam.

__ADS_1


__ADS_2