
Artefak Kapal Terbang yang digunakan oleh rombongan Xiuhuan langsung menghilang begitu saja, ketika ia mengalirkan qi-nya pada Artefak tersebut, sehingga Bai Yuejing yang ingin menyelinap ke dalam Artefak Kapal Terbang itu tercengang melihatnya. Karena saat sebelumnya kecepatan artefak kapal terbang itu tidak secepat ini, sehingga niatnya untuk ikut ke Dunia Atas akhirnya pupus.
Zhi Han menepuk pundak Bai Yuejing, karena tidak menyangka Xiuhuan sangat buru-buru sekali meninggalkan Kerajaan Zhu. “Sepertinya rencana yang kuusulkan gagal!” Zhi Han menghela nafas dalam-dalam. “Apa yang akan kamu lakukan ke depannya?” tanyanya—penasaran, karena ia yakin Bai Yuejing tidak akan mau bekerja di Paviliun Bulan lagi, setelah Zhi Yu tak ada di sini.
Bai Yuejing menghela nafas dalam-dalam dan berkata, “Aku akan kembali ke Clan Bai. Sudah waktunya aku pulang, setelah mengepakkan sayap menjelajahi Dunia!”
Zhi Han tersenyum dan berkata, “Bila kamu ingin bergabung dengan Paviliun Bulan, datanglah padaku, karena Paviliun Bulan ini adalah rumahmu juga!”
Zhi Han sudah menganggap Bai Yuejing sebagai anak angkatnya dan sangat suka dengan sikapnya yang jujur dan bertanggungjawab. Namun, Putrinya lebih memilih jalan berbeda, sehingga mereka tidak bisa menjalani hidup bersama seperti yang ia impikan.
...***...
Zhi Yu merasa sangat gugup saat berada di Altar Teleportasi menuju Dunia Atas milik Sekte Kuil Surgawi, entah kenapa ia merasa seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga.
“Ada apa, Yu‘er?” tanya Xiuhuan yang kini Nie Rou juga menempel di sebelahnya, takut kasih sayang Xiuhuan menjadi berat sebelah setelah kehadiran istri mudanya dan Nie Rou sebenarnya belum pernah bertemu dengan istri-istri Xiuhuan lainnya, sehingga ada cemburu di dalam benaknya—padahal ia yang menceritakan tentang Dunia Atas pada Zhi Yu sebelumnya, tetapi kini ia merasa tersaingi.
“Ah, tidak apa-apa? Aku cuma gugup saja!” sahut Zhi Yu tersenyum masam.
Biksu Tang San geleng-geleng kepala melihat Xiuhuan membawa istri baru lagi dari Dunia bawah, karena saat terakhir kalinya—Xiuhuan memboyong Tujuh Wanita cantik dan untungnya kini cuma satu wanita saja dan ia tak mengetahui kalau Duan Xia serta kedua anaknya telah memasuki Pagoda Tujuh Musim yang otomatis telah menjadi bagian keluarga Xiuhuan juga, walaupun bukan istrinya.
Xiuhuan tersenyum melihat ekspresi wajah Biksu Tang San dan sebagai teman lama, ia menyumbangkan sumberdaya yang sangat besar untuk Sekte Kuil Cahaya, karena ia kini memiliki kekayaan yang bisa membuat Sekte Besar dan kekayaan ini ia dapatkan setelah mengalahkan para Siluman dan musuh lainnya serta hasil berburu Monster.
...***...
Di tembok perbatasan Benua Kun Lun Selatan dengan Kawasan Gunung Lou Feng, telah berkumpul hampir Dua Juta Kultivator yang merupakan gabungan Kultivator dari Benua Kun Lun dan Benua Resifel, karena Badai Monster datang lebih awal dari biasanya.
“Apakah Xiuhuan mengalami kendala di Dunia Bawah?” Ketua Clan Ling bertanya pada Ketua Clan Nie, karena ia mendengar informasi kalau Xiuhuan pergi bersama Nie Rou untuk melakukan misi sebagai Diaken Sekte Qingyun.
__ADS_1
“Aku tak tahu,” sahut Ketua Clan Nie. “Apakah kita menghubunginya saja melalui Artefak bip-bip?”
Karena serangan skala kecil sudah dimulai dan murid-murid tiap-tiap Clan yang merupakan Kultivator Ranah Immortal Tahap Awal masih bisa mengatasinya, sedangkan murid-murid Pelataran Luar Sekte Qingyun belum memasuki kawasan terdalam kawasan Gunung Lou Feng. Mereka menunggu instruksi para Sesepuh Sekte Qingyun.
“Lebih baik biarkan saja, aku yakin beberapa hari lagi mereka akan tiba. Karena penyerangan ke puncak Gunung dilakukan saat puncak Badai Monster berlangsung!” sahut Ketua Clan Ling yang merupakan mertua Xiuhuan tersebut, begitu juga dengan Ketua Clan Nie.
Tiba-tiba Pria muda dan wanita muda datang menghampiri keduanya sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan keduanya memiliki basis kultivasi Ranah Chaos Ancient God.
“Menantu bodoh itu belum muncul juga, ya?” Lou Yan berkata dengan senyum lebar. “Ya, Pahlawan biasanya selalu datang terlambat hehehe ....”
“Cih, bukankah dia yang mengusulkan akan melakukan serangan besar-besaran pada Naga Lou Feng, kenapa dia malah bertingkah sok Pahlawan? Apakah ia ingin mertuanya mati konyol di sini!” gerutu Ibu istri Xiuhuan tersebut, karena adik Lou Yi jatuh cinta pada pandangan pertama saat Xiuhuan memasuki Benua Kun Lun yang dibawa oleh Lou Yi dari Daratan Utama.
Ketua Clan Ling dan Ketua Clan Nie tersenyum menatap Lou Yan dan istrinya, kemudian mereka berbincang-bincang santai sembari menunggu instruksi dari para Sesepuh dan pembicaraan mereka tentunya mengenai Xiuhuan serta Putri-Putri mereka yang menjadi istri Xiuhuan.
“Lapor senior!” Tiba-tiba murid luar Sekte Qingyun mendatangi Pos Jaga mereka sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat, sehingga keempatnya menoleh ke arah murid luar tersebut.
Lou Yan tersenyum dan berkata, “Hmm, strategi begini aku juga bisa. Buat apa sih, para tua-tua bangka itu berdebat ujung-ujungnya maju ke depan juga hehehe ....” Lou Yan tertawa terkekeh-kekeh, sedangkan Ketua Clan Ling merasa ini seperti strategi yang dibuat Xiuhuan saja—yang ujung-ujungnya baku hantam tanpa strategi apapun.
Ling Yan dan istrinya segera meninggalkan Pos Jaga Clan Ling dan Clan Nie tersebut. Keduanya menuju Pos Jaga Clan Lou untuk bergabung dengan Ketua Clan Lou menyerbu masuk ke bagian terdalam kawasan Gunung Lou Feng.
...***...
Saat muncul di Altar Teleportasi Sekte Qingyun, Xiuhuan langsung keheranan—karena suasana Sekte Qingyun sangat lengang dan tak ada seorang pun di sana, sehingga Zhi Yu yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Dunia Atas merasa heran juga.
“Kenapa tak ada siapapun di sini, gege?” Zhi Yu menggenggam lengan Xiuhuan, karena ia takut telah terjadi Perang besar antar Immortal.
“Perang melawan Siluman Naga telah dimulai!” sahut Xiuhuan menduga-duga, karena tak menutup kemungkinan mereka telah dibunuh Naga Lou Feng lebih dulu.
__ADS_1
Xiuhuan kemudian menggunakan Hukum Ruang ke Pos Jaga yang dulu ia tempati saat masih menjadi murid Klan Lou. Dia mengintip apa yang terjadi di sana dan terkejut—telah terjadi Perang melawan Monster dan ini lebih awal dari jadwal yang biasanya terjadi.
Xiuhuan muncul lagi di depan Altar teleportasi milik Sekte Qingyun.
“Apa yang terjadi gege?” Zhi Yu penasaran.
“Perang telah dimulai, seperti kamu harus memasuki Pagoda Tujuh Musim lebih dahulu dan katakan pada mereka kamu adalah Saudari muda mereka,” sahut Xiuhuan dengan senyum lebar dan menatap Nie Rou. “Apakah kamu akan menemani Zhi Yu atau ikut berperang?”
Xiuhuan tidak memaksanya untuk ikut berperang, tetapi seharusnya ia ikut berperang karena telah menjadi murid Pelataran Luar Sekte Qingyun.
“Aku akan bergabung dengan murid-murid lainnya!” sahut Nie Rou dengan mengepal tangannya, karena ia adalah penduduk asli Dunia ini dan tak mungkin ia bersembunyi—sementara yang lainnya bertaruh nyawa untuk mengalahkan para Monster yang merupakan peliharaan Naga Lou Feng tersebut.
“Baiklah, itu adalah keputusanmu!” sahut Xiuhuan membuka gerbang menuju Pagoda Tujuh Musim, agar Zhi Yu yang bukan Kultivator tersebut tidak terdampak oleh Perang ini.
Dengan berat hati, Zhi Yu memasuki Pagoda Tujuh Musim—padahal ia belum melakukan bulan madu dengan Xiuhuan, tetapi mereka malah harus berpisah.
Xiuhuan tersenyum hangat menatap Zhi Yu dan berkata, “Jangan khawatir, aku pasti baik-baik saja!”
Cahaya putih menyilaukan tiba-tiba memindahkan Zhi Yu ke sebuah padang rumput yang sangat luas dan ia melihat banyak wanita cantik di sana.
“Ibu Zhi Yu!” teriak Lou Er langsung menghampirinya, sehingga istri-istri Xiuhuan langsung terkejut mendengarnya.
Zhi Yu tersenyum masam menatap mereka, ia sangat gugup dan detak jantungnya berdegup tak karuan, karena takut dibilang pelakor oleh mereka.
Yu Fen langsung tersenyum menatap Zhi Yu, walaupun tampangnya langsung membuat Zhi Yu takut, karena ia berasal dari Ras Iblis yang memiliki rupa yang berbeda dengan manusia.
“Jangan takut, kita semua adalah bersaudara!” katanya sembari tiba-tiba muncul disebelah Zhi Yu, karena ia menggunakan Hukum Ruang. “Saudari pasti Zhi Yu yang diceritakan Nona Dua Xia!” Yu Fen menunjuk Duan Xia yang tersenyum menatapnya, sehingga Zhi Yu keheranan, karena sepengetahuannya—Duan Xia ada di Paviliun Bulan dan ia keheranan, sejak kapan ia memasuki tempat ini.
__ADS_1
Duan Xia kemudian menjelaskan—bagaimana ia bisa berada di Pagoda Tujuh Musim dan istri-istri Xiuhuan sangat ramah padanya, sehingga Zhi Yu sangat senang berada di sana.