Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Rumput Musim Dingin


__ADS_3

Xiuhuan menghela nafas panjang, karena dirundung oleh gadis-gadis Iblis ini—untungnya ada Yu Qingyi yang selalu bersedia dibelai olehnya.


“Hmm, sebaiknya kita menjauh dari tempat ini, kira-kira kita akan kearah mana lagi? Aku tak menyangka Pulau Terapung ini tak berujung, padahal kalau dilihat dari Kota Nanbei—kota Pulau Terapung tampak kecil,” kata Xiuhuan.


“Bagaimana kalau kita memasuki gua tempat aku menemukan Pedang Kegelapan itu,” sahut Kong Jie. “Kami sebenarnya baru menjelajahi sedikit saja gua itu, hingga akhirnya anggota timku berkhianat,” katanya lagi.


Kong Jie merasa di bagian terdalam gua itu mungkin menyimpan harta terpendam lainnya, karena bagian terluar saja ia sudah mendapatkan Pedang Kegelapan yang merupakan senjata pusaka tingkat tinggi.


Namun, sayang sekali Pedang yang ia pertahankan mati-matian itu harus diserahkan pada Xiuhuan, demi mendapatkan Pill penyembuhan tingkat tinggi, karena ia dan Kong Yi serta Kong Nie sudah terluka parah—Kong Jie lebih mementingkan kepulihan tubuh mereka daripada Pedang itu yang hanya mengundang niat serakah dari timnya sendiri.


“Aku setuju dengan usulan Nona Jie, mungkin saja ada harta Karun lainnya,” kata Xiuhuan sembari mengelus-elus kepala Rubah kecil yang bertengger di kepalanya. “Bagaimana denganmu Nona Youyou?" tanya Xiuhuan padanya, karena ia yang paling kuat diantara putri Clan Kong tersebut—tentu kekuatannya sangat diperlukan saat berhadapan dengan musuh yang kuat.


“Baiklah kita ke sana! Toh, masih ada beberapa bulan lagi sebelum kompetisi berakhir,” sahut Kong Youyou.


“Kalau semua sudah setuju. Baiklah, ikuti aku!" seru Kong Jie—menuntun jalan ke gua tempat Pedang Kegelapan ditemukan.


Kong Jie merobek dimensi ruang dan langsung membuka jalan ke pintu masuk gua yang sangat kecil. Harus merangkak dulu memasuki gua itu, tetapi setelah merangkak puluhan tombak—Xiuhuan tercengang melihat ruangan gua yang sangat luas.


“Itu adalah rumput musim dingin!” seru Xiuhuan melihat puluhan rumput musim dingin yang merupakan salah satu sumberdaya yang sangat langka, cocok untuk bahan Kultivasi mereka yang berelemen Es seperti Lou Xue.


“Bagaimana caranya kita membaginya?” Yu Fen takut tidak mendapatkan bagian, karena Kultivasi-nya sangat rendah—tak mungkin ia melawan Nona muda dari Clan Kong yang Kultivasi-nya di Ranah Raja Iblis itu.

__ADS_1


“Ehemm ....” Xiuhuan berdehem dan berkata, “Karena kita hanya pihak luar yang mengikuti Nona muda Clan Kong, maka kita akan mengambil satu tangkai saja—sedangkan sisanya untuk Nona muda.”


Yu Fen sangat senang mendengarnya, karena satu tangkai rumput musim dingin itu harganya satu Kristal Hitam, tentu ia akan kaya setelah keluar dari Pulau Terapung ini.


“Tidak perlu begitu! Ambil saja semampumu, karena ada ratusan rumput musim dingin di sana, tetapi tuan Xiuhuan tak boleh menggunakan Kloning Manusia Air atau jurus Langkah Kilat—karena itu curang sekali!” sela Kong Youyou.


Xiuhuan sangat senang mendengarnya, walaupun ia tak boleh menggunakan Jurus Langkah Kilat, tetapi ia yakin akan mampu mengambil banyak rumput musim dingin. Kalau ia memberikan ini sebagai hadiah pada Lou Xue, mungkin ia akan bersikap lunak padanya nanti.


Tanpa aba-aba, ia langsung duluan mencabut rumput musim dingin yang dibantu oleh Rubah kecil atau Xiao Huli dan Yu Qingyi.


“Kau curang! Mencuri start duluan!” gerutu Yu Fen dengan cepat mencabut rumput musim dingin dihadapannya.


Ketiga Nona muda Clan Kong yang kini bersama Xiuhuan juga ikut mengambil bagian mereka bersama Kong Yi dan Kong Nie.


“Hei, jangan ke sana!” seru Xiuhuan—tetapi Xiao Huli tak menggubris ucapannya. “Cih, dasar rubah kecil ini!” gerutu Xiuhuan mengikutinya, sehingga ia tak ikut memanen rumput musim dingin lagi.


“Xiuhuan gege!” seru Yu Qingyi ingin mengikutinya.


“Kamu di sini saja bersama bibi Fen, aku cuma mau menangkap Rubah kecil itu—ia memasuki lubang kecil itu,” sahut Xiuhuan melarang Yu Qingyi mengikutinya, karena ia merasa lubang sempit itu tidak akan dalam dan ia akan segera kembali begitu menangkap Rubah kecil itu.


Xiuhuan menggerutu karena tak melihat Xiao Huli lagi, entah ke mana ia pergi—Xiuhuan terus merangkak dalam lubang kecil itu hingga ratusan langkah dan suara para gadis-gadis Iblis yang sedang memanen rumput musim dingin tak terdengar lagi. Ke mana sebenarnya Rubah kecil itu pergi? Padahal selama ini ia selalu bertengger di kepala Xiuhuan.

__ADS_1


Tiba-tiba lubang yang dimasuki oleh Xiuhuan itu membesar dan ia tercengang saat melihat Xiao Huli sedang memegang telur Monster Ular Cobra emas Level Tian yang sedang berhibernasi.


“Apa yang kau lakukan rubah kecil? Kau ingin kita ditelan olehnya!” bisik Xiuhuan memanggilnya—ia tak berani bersuara keras karena dapat membangunkan Ular Cobra emas yang memiliki racun yang sangat mematikan itu dan juga memiliki gerakan yang sangat lincah.


“Krekkkk!”


Xiao Huli menggigit cangkang telur Ular Cobra emas, sehingga Xiuhuan hampir merasa jantungnya copot karena takut sang ular itu bangun.


Xiao Huli memakan isi telur Ular Cobra emas dan mengambil satu telur lagi, kemudian melompat ke arah Xiuhuan—sambil berbicara tak jelas, karena Xiuhuan tak memahami maksudnya. Namun, gara-gara suara ribut Rubah kecil itu, Ular Cobra emas terbangun dan membelalakkan mata saat melihat cangkang telurnya sudah hancur berkeping-keping.


“Sial! Kabur!” teriak Xiuhuan menggendong Xiao Huli sembari merangkak lagi ke atas.


Monster Ular Cobra emas tak membiarkannya pergi begitu saja, ia melapisi tubuhnya dengan qi—sehingga seluruh tubuhnya berubah menjadi emas dan menerobos lubang kecil yang digunakan oleh Xiuhuan melarikan diri.


“Apaaaaa? Dia menghancurkan lubangnya!” Xiuhuan terkejut dan panik. “Cih, gara-gara rubah nakal ini?” keluh Xiuhuan. Namun, tiba-tiba Rubah kecil itu melempar telur Ular Cobra emas yang ia curi ke mulut Xiuhuan—sehingga tertelan olehnya.


Xiuhuan terkejut dengan apa yang dilakukannya dan ia mencoba mengeluarkannya dengan cara memaksa untuk muntah, tetapi tak mau keluar.


“Ini?” Xiuhuan merasa sensasi hangat dalam Rongqinya, di mana ia merasa elemen emas miliknya bertambah kuat dan Xiao Huli memicingkan mata menatap Xiuhuan, seolah-olah mengatakan aku telah memberikan harta ilahi untukmu.


Xiuhuan kemudian mengelus kepala Rubah kecil itu yang tampak sangat senang—diperlakukan seperti itu olehnya.

__ADS_1


Xiuhuan kini berhenti merangkak dan ingin mencoba latih tanding melawan Ular Cobra emas itu. Dia juga melapisi tubuhnya dengan qi emas dan mengeluarkan Tongkat Bambunya yang juga dilapisi dengan qi emas, sehingga mirip dengan tongkat Rungi Jingu Bang milik Sun Wukong sang legenda yang dihormati oleh Xiuhuan karena berani mengobrak-abrik istana langit.


__ADS_2