Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Monster Seribu Mata


__ADS_3

Kong Xia, Kong Youyou, Kong Jie, Kong Nie, Kong Yi dan Yu Qingyi tiba-tiba terdiam serta menatap makhluk aneh bulat besar dengan mata disekujur tubuhnya.


Keenam gadis Iblis itu kemudian berjalan seolah-olah dengan sukarela akan dimakan oleh monster aneh yang telah membuka mulutnya lebar-lebar, sehingga Xiuhuan panik—karena tak ingin mereka bernasib sama dengan Yu Fen.


Xiuhuan kemudian merapal mantra dan lingkaran emas bintang tujuh muncul di langit-langit gua, sehingga monster aneh dengan sekujur tubuhnya penuh mata itu menutup matanya karena merasa silau dan hipnotis yang telah merasuki keenam gadis Iblis itu terhenti.


“Apa yang terjadi?” Yu Qingyi melihat sekelilingnya, karena ia tadi berhalusinasi bertemu dengan orang tuanya. Namun, tiba-tiba muncul kembali ke gua tersebut dan ia menatap monster bulat hitam besar dihadapannya. “Aaaaaaaaaa! Apa itu?” Yu Qingyi langsung melompat kearah Xiuhuan, sedangkan yang lainnya bersembunyi dibelakangnya.


Xiuhuan memicingkan matanya dan berkata, “Hei, kalian itu adalah Ranah Raja Iblis, kenapa malah berlindung dibelakang Ranah Demon God tingkat Sembilan?” Apakah laki-laki selalu dijadikan tameng? Bukannya sudah emansipasi wanita—yang bahkan banyak diantara Iblis wanita lebih kuat dari Iblis laki-laki.


Kong Youyou menarik nafas dalam-dalam dan memperhatikan monster dihadapannya yang masih menutup matanya.


“Aku hanya kaget saja? Karena tadi sempat berhalusinasi dan tiba-tiba menatap makhluk menjijikkan ini, tentu saja reaksi kami begitu,” sahut Kong Youyou mengeluarkan Pedangnya—bersiap melawan monster itu. “Apakah kamu sudah mengetahui cara mengalahkannya?” tanyanya lagi.


“Untuk saat ini belum, tetapi kita harus segera mengalahkannya agar bisa menyelamatkan bibi Fen, mudah-mudahan ia masih bisa diselamatkan,” kata Xiuhuan memperhatikan monster itu yang belum melakukan gerakan apapun.


Xiuhuan berpikir mencoba men-santetnya saja menggunakan jurus yang digunakan oleh gurunya Dapunta Hyang Sri Jayanasa.


Dia kemudian mengalirkan qi seluas telaga biru dan memadatkannya menjadi jarum-jarum emas berjumlah ratusan ribu. Dia kemudian mengontrol ratusan ribu jarum itu dengan pikirannya dan memerintahkan mereka menyerang Monster aneh itu.


Ratusan ribu jarum itu mencabik-cabik monster yang mirip dengan lintah dengan ribuan mata itu kemudian meleleh dan cairan hitam aneh menyebar ke mana-mana.

__ADS_1


“Jangan sampai cairan itu mengenai kalian!” seru Xiuhuan membuat Perisai air melindungi dirinya. Kemudian ia melihat tubuh Yu Fen masih utuh dengan sebelah tangannya telah buntung.


“Itu bibi Fen!” seru Yu Qingyi ingin menolongnya, tetapi Xiuhuan menarik tangannya.


“Jangan ke sana! Berbahaya!”


Xiuhuan berpikir cara mengambil tubuh Yu Fen dari cairan hitam kental yang mulai beregenerasi kembali itu.


Karena keterbatasan waktu, terpaksa Xiuhuan menggunakan Kloning Manusia Air yang berjejer ke sana dan mereka secara estafet mengoper tubuh Yu Fen kearah Xiuhuan.


“Jangan disentuh Qingyi‘er!” seru Xiuhuan, karena tubuh Yu Fen dipenuhi cairan hitam aneh. Melalui jurus mata dewa, ia melihat apa yang terjadi pada tubuh Yu Fen dan ia langsung terkejut—“di dalam rah¡m bibi Yu Fen telah berisi ribuan telur Monster aneh itu dan sepertinya dalam waktu beberapa tarikan nafas lagi akan menetas ...." Xiuhuan terdiam memikirkan apa yang akan terjadi pada Yu Fen.


“Kenapa Xiuhuan gege diam saja! Apa yang akan terjadi pada bibi Fen?" Yu Qingyi bertanya sembari menangis sesenggukan, karena cuma Yu Fen satu-satunya yang tersisa dari keluarga Yu-nya.


“Tidakkkkkkkk!” teriak Yu Qingyi tak bisa menerima kenyataan kalau bibinya akan bernasib tragis.


Kong Youyou panik melihat monster aneh tadi hampir selesai beregenerasi dengan sempurna. Tentu itu akan berbahaya bagi mereka.


“Kita harus kembali ke atas, di sini sangat berbahaya tuan Xiuhuan!” seru Kong Youyou.


“Ayo kita pergi Qingyi‘er!” seru Xiuhuan menarik tubuhnya yang terkulai lemas—duduk dihadapan tubuh Yu Fen yang terbaring tidak bergerak lagi.

__ADS_1


“Ta-tapi bibi Fen, Xiuhuan gege!” Yu Qingyi tak mau meninggalkannya. “Aku mau mati di sini saja bersamanya!” seru Yu Qingyi lagi, sehingga Xiuhuan terkejut mendengarnya.


Dengan terpaksa Xiuhuan menggunakan segel mantra budak memerintahkan Yu Qingyi untuk segera meninggalkan gua itu bersama Kong Youyou dan yang lainnya, sedangkan ia menggunakan elemen emas melapisi tubuh Yu Fen sehingga cairan hitam aneh dari monster tadi menghilang.


“Apakah menggunakan qi emas dapat membunuh telur-telur itu?" gumam Xiuhuan—berusaha mencari jalan keluar menyelamatkan Yu Fen. Namun, saat ia masih berusaha mencari jalan keluar menyelamatkan Yu Fen, tiba-tiba Monster aneh itu telah beregenerasi kembali dan menatap Xiuhuan dengan seluruh matanya.


Xiuhuan terkejut melihatnya, ia merasa kepalanya sedikit pusing dan pikirannya seperti akan dikendalikan oleh makhluk aneh menjijikkan itu.


Xiuhuan menggunakan jurus Langkah Kilat kabur dari sana dengan membawa tubuh Yu Fen, tetapi Monster aneh itu langsung menembakkan cairan-cairan hitam kental kearah Xiuhuan. Namun, untungnya ia lebih cepat dari serangan makhluk aneh itu.


“Sebentar lagi telurnya akan menetas, sudah tak ada waktu lagi," gumam Xiuhuan—segera melepas pakaiannya dan melucuti pakaian Yu Fen, sehingga ia hanya melihat keindahan yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. “Jauh lebih cantik dari Yu Qingyi. Ah, apa yang kupikirkan,” gumam Xiuhuan—Padahal ia sedangkan berpacu melawan waktu untuk menyelamatkan Yu Fen dan mungkin akan membahayakan nyawanya juga, karena bisa saja telur Monster aneh itu malah masuk ke tubuhnya juga nanti.



***


Yu Qingyi menoleh kebelakang dan tidak melihat Xiuhuan, sehingga ia terkejut. Bukan hanya bibinya yang telah mati, tetapi kini tuannya juga ikut menghilang—bahkan Rubah kecil ternyata sudah di pundaknya sejak tadi.


“Aku harus menyelamatkan Xiuhuan gege!” seru Yu Qingyi berhenti melangkah dan ingin kembali ke dalam gua. Namun, Kong Youyou melarangnya. “Jangan lakukan itu Saudari Qingyi. Tuan Xiuhuan tadi berbisik padaku, dia akan berusaha menyelamatkan bibimu dan berkata kita harus menunggunya di luar. Namun, apabila ia tak kunjung keluar hingga waktu kompetisi Pulau Terapung berakhir, maka dia berpesan agar kamu menjalankan hidupmu tanpanya dan jangan menyerah, berkultivasilah hingga kau mencapai Ranah tertinggi,” kata Kong Youyou—menyampaikan pesan terakhir dari Xiuhuan.


“Xiuhuan gege!” Yu Qingyi menangis histeris dan terduduk lesu menatap kearah pintu gua—resah dan gelisah memikirkan nasib tuannya yang sangat baik hati itu.

__ADS_1


Kong Jie merasa bersalah, karena ialah yang mengajak mereka mencari Artefak dan sumberdaya langka ke gua ini. Namun, mereka malah bernasib buruk bertemu makhluk aneh yang tidak bisa mati.


__ADS_2