
Sudah seminggu Xiuhuan menghilang, membuat Pangeran Qin Tianlong, para jenderal dan petinggi Clan Yu khawatir. Karena mereka hanya bisa berharap padanya untuk melawan Immortal yang dimiliki oleh Raja Qin Song.
Untuk saat ini Pangeran Qin Tianlong tidak melakukan pergerakan melawan Raja Qin Song, begitu juga dengan sebaliknya. Entah kenapa sang Raja tidak menggempur kota Yu Lan, mungkin mereka sedang memikirkan cara mengatasi murid Sekte Kuil Surgawi yang mengalahkan Wan Sin.
Pangeran Qin Hao yang mengetahui ke mana Xiuhuan pergi tetap memilih bungkam. Walaupun ada beberapa kesatria yang melihatnya bersama Xiuhuan saat malam menghilangkannya dia. Namun, ia berdalih saat telah selesai minum arak dengan Xiuhuan, mereka langsung berpisah saat itu.
Pangeran Qin Tianlong sebenarnya merasa ada yang tak beres dengan adiknya itu, karena ia tampak tidak khawatir dengan menghilangnya Xiuhuan—apalagi Lou Xue tak keluar-keluar dari kamarnya setelah Xiuhuan menghilang.
“Nona Xue!” seru Xia Mei membawakan semangkok bubur ayam untuk Lou Xue. “Apakah tuan Xiuhuan tak akan kembali lagi. Sepertinya ia cemburu saat Anda senyum-senyum saat berbicara dengan Pangeran Qin Tianlong, sedangkan dengannya aku belum pernah melihat kalian berbicara.” Xia Mei merasa ada yang aneh dengan hubungan mereka.
“Itu tak mungkin. Suamiku memiliki istri banyak dan aku tersenyum pada Pangeran Qin Tianlong, karena menghormatinya. Masa aku cemberut di hadapannya!” sahut Lou Xue memakan bubur ayam yang dibawakan Xia Mei.
“Ah, aku terlalu berpikiran jauh hahaha ....” Xia Mei tertawa pelan, karena ia menduga Lou Xue menyukai Pangeran Qin Tianlong. Namun, ekspresi wajah Lou Xue tetap seperti biasanya, dingin dan sulit diajak bicara.
Setelah selesai makan, ia akan selalu melakukan kegiatan rutinnya—memandangi Danau Yu Xiao dan bila bosan, ia kan tidur di ranjang. Membuat Xia Mei merasa bosan di ruangan itu. Namun, ia tetap di sana karena sudah berjanji akan menjadi Pelayan Lou Xue dan Xiuhuan.
***
Di dalam istana misterius dalam danau Yu Xiao, Xiuhuan akhirnya keluar juga dari lorong putih nan panjang itu. Dia tak tahu sudah berapa lama ia menelusuri jalan yang membosankan itu.
__ADS_1
“Eh, ternyata ada dunia dalam dunia,” gumam Xiuhuan tersenyum melihat pemandangan di hadapannya. Namun, ia langsung melompat ke dalam semak-semak karena merasakan keberadaan Kultivator yang sangat kuat. Bahkan ia tak bisa mengukur tingkat Kultivasi-nya. “Sial! Apakah aku ketemu Naga lagi?” gerutunya mengintip siapa yang akan mendekat itu. Tak lupa ia memasang Perisai air untuk menyembunyikan keberadaannya.
“Hei, kita ke kota Cidade Sonada (Kota mimpi). Charco de Sangue (Kolam darah) akan dibuka besok,” kata Kultivator dengan tubuh bagian atasnya adalah laki-laki tulen dan bagian bawahnya seperti ikan lele.
“Wah, itu sangat bagus aku ingin segera naik ke Ranah Deus da Destrucion (Dewa Kehancuran)," sahut Kultivator dengan tubuh wanita cantik bagian atasnya dan bagian bawahnya adalah ikan Koi.
Xiuhuan terkejut, ternyata ia memasuki Dunia Siluman. Mereka menggunakan bahasa Galisia dan secara otomatis ia mengerti bahasa mereka, karena Roh Pedang Sidat Listrik dulunya adalah sebangsa dengan mereka.
“Aku tak menyangka akan membawa Roh Pedang Sidat Listrik pulang kampung. Namun, kekuatan mereka terlalu mengerikan, takutnya aku malah jadi kerupuk ditangan mereka. Ah, bodoh amat lah! Aku penasaran dengan Charco de Sangue itu,” gumam Xiuhuan langsung menggunakan teknik penggabungan dengan Roh Pedang Sidat Listrik dan dia berjalan mengikuti mereka.
Kedua Kultivator Siluman itu sebenarnya menyadari diikuti oleh Xiuhuan. Namun, karena tingkat Kultivasi Xiuhuan sangat rendah, mereka memilih mengabaikannya saja.
Setelah melewati perjalanan yang sangat jauh, mereka akhirnya memasuki Kota Cidade Sonada yang mirip seperti cangkang kerang raksasa itu.
“Hei, adik tampan!” sapa Siluman Ikan Mas berwarna merah, wajahnya sangat cantik dan dua bukit kembarnya sebesar kepala Xiuhuan. “Apakah kamu akan memasuki Charco de Sangue juga? Kalau iya kamu sungguh nekad hahahaha ... nanti jiwamu bisa tertelan, lho dan akan terkurung selamanya di sana!” Dia tertawa terkekeh-kekeh dengan keberanian Xiuhuan.
“Jiwaku tertelan?” gumam Xiuhuan menelan ludahnya. Namun, Roh Pedang Sidat Listrik yang kini mirip dengan Naga itu melakukan lompatan dalam samudera qi dalam Rongqi Xiuhuan, seperti mengatakan lakukan saja. “Sepertinya Roh Pedang ini sangat menginginkanku memasuki Charco de Sangue. Mungkin di sana ada yang spesial, aku harus masuk ke sana," gumam Xiuhuan.
Xiuhuan mendongak menatap Siluman ikan mas itu dan berkata, “Bagaimana Belut tampan sepertiku takut dengan hal sekecil itu hehehehe ....” Xiuhuan tertawa genit.
__ADS_1
“Kau Siluman belut?” Dia terkejut. “Aku mengira kamu adalah bayi Naga. Kenapa kamu bisa bertransformasi begitu?” Dia penasaran.
“Eh?” Xiuhuan baru menyadari ternyata tubuh bagian bawahnya seperti Naga. Mungkin karena Roh Pedang Sidat Listrik yang kini seperti Naga, maka tehnik penggabungan juga ikut berubah. “Aku sebenarnya Naga, tetapi ibuku sering mengatakan aku belut tampan, sehingga jadi kebiasaan,” kata Xiuhuan berkilah.
Siluman Duyung cantik mendekati mereka dan Siluman ikan mas itu langsung membungkuk serta menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat.
“Salam Putri Serea!” sapa Siluman ikan mas itu.
“Salam Putri Serea!” sapa Xiuhuan juga menirukan gerakan Siluman ikan mas.
Serea tersenyum dan matanya fokus menatap Xiuhuan, sehingga detak jantung Xiuhuan berdegup kencang. Dia merasa Serea seperti mengenalinya saja.
“Panggil aku Serea. Karena di sini bukan Kerajaan Artick, sehingga aku bukanlah Putri Mahkota yang harus dihormati,” sahut Serea masih tetap menatap Xiuhuan. “Kau silahkan pergi lebih dulu dan tinggalkan kami berdua,” perintah Serea pada Siluman ikan mas itu.
“Baik Put ... eh, Serea!" sahut Siluman ikan mas segera masuk lebih dulu ke Charco de Sangue.
Xiuhuan tak berani menatap Serea yang kecantikannya itu seperti dalam mimpi saja. Seolah-olah ia akan terhipnotis bila menatapnya dan aura yang sangat damai terpancar darinya membuat seseorang akan merasa rendah diri terhadapnya.
“Apakah ini jurus Pesona seperti istriku Lin Jingmi,” gumam Xiuhuan takut—apa yang akan dilakukan oleh Serea padanya.
__ADS_1
“Halo Manusia!” bisik Serea di telinga Xiuhuan, sehingga ia langsung merinding dan mundur beberapa langkah. “Hahaha ... kenapa kamu takut tampan! Roh Sidat Listrik dalam tubuhmu adalah keluarga bangsawan di Benua tengah. Namun, sayangnya ia terjebak di Charco de Sangue saat mudanya, makanya ia berubah menjadi Roh Pedang.” Serea membeberkan rahasia Roh Pedang Sidat Listrik yang memang tak ingat masa lalunya lagi.
Xiuhuan panik, ia merasa sudah tak ada harapan lagi untuk lari. Satu-satunya cara kabur adalah menggunakan Artefak Teleportasi dan Xiuhuan menggunakannya. Namun, Artefak Teleportasi itu malah tak berfungsi.