
Pagi-pagi sekali Gu Ruyan telah menunggu Gu Yao di depan pintu kamarnya. Ia sengaja melakukan itu, agar tak ditinggal pergi olehnya.
Gu Ruyan telah membulatkan tekadnya untuk menjadi alat tawar dalam negosiasi dengan Xiuhuan, agar ia mau bekerjasama dengan mereka.
“Aku akan mengajak tetua Qian ke penjara bawah tanah tanpa mengajak Gu Ruyan. Aku yakin, kemarin ia emosi saja itu. Makanya mengatakan mau menjadi alat tawar dalam negosiasi ini,” gumam Gu Yao membuka pintu kamar.
Namun, pemandangan pertama yang ia lihat adalah senyum palsu dari Gu Ruyan. Ia tahu jauh di lubuk hati Gu Ruyan saat ini sedang terluka.
“Hmm ... Yan‘er kamu tak akan menyesal lagi?” tanya Gu Yao ragu-ragu.
“Tak perlu dibahas lagi, mari kita pergi ke penjara bawah tanah!” sahut Gu Ruyan.
Gu Yao menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dengan senyum kecut, ia melangkah keluar dari Penginapan, tanpa mengajak yang lainnya. Karena ia yakin mereka pasti keberatan dengan keputusan Gu Ruyan itu.
Sepanjang perjalanan, Gu Ruyan tak henti-hentinya mengoceh. Ada-ada saja bahan yang dibicarakan olehnya.
Gu Ruyan seolah-olah ingin menunjukkan pada Gu Yao, bahwa ia sedang baik-baik saja dan jangan cemaskan apapun tentangnya.
Gu Yao menunjukkan surat izin memasuki penjara bawah tanah pada sipir yang berjaga di gerbang masuk.
Sipir itu memastikan keabsahan surat yang diberikan oleh Gu Yao dengan mengalirkan sedikit tenaga dalam.
“Kalian boleh masuk! Namun sebelum itu, apakah salah satu diantara kalian pengguna unsur angin? Karena lift yang akan membawa kalian ke lantai bawah harus digerakkan dengan mengalirkan tenaga dalam pengguna unsur angin,” tanya sipir itu.
“Aku pengguna unsur angin, Pak. Jadi, kami tak perlu dikawal,” sahut Gu Ruyan.
Mendengar Gu Ruyan merupakan pengguna unsur angin, sipir itu membolehkan mereka pergi, tanpa ada yang mengawal.
Gu Yao cukup terkesan saat lift yang mereka tumpangi melaju dengan kecepatan tinggi ke lantai bawah Penjara bawah tanah itu.
“Ada yang bisa kami bantu tuan?” tanya sipir yang berjaga di lantai bawah, ketika mereka keluar dari lift.
“Dimanakah tahanan yang bernama Xiuhuan dikurung?” sahut Gu Yao.
Sipir itu lansung melihat daftar tahanan di tabel yang ada di pos penjagaan.
“Ada di blok C, nomor 77 tuan!” seru sipir itu lagi.
__ADS_1
Gu Yao memberinya tips sebesar 500 Poin, agar mereka tak diikuti saat ke tempat sel Xiuhuan ditahan. Tentu saja, sipir itu dengan senang hati menerimanya. Karena motto para pejabat atau petugas lainnya adalah budayakanlah korupsi dan nepotisme.
“Selamat pagi tuan Xiuhuan!” sapa Gu Yao pada Xiuhuan yang tengah tidur-tiduran di atas ranjang batu di dalam sel-nya itu.
Xiuhuan melirik ke arah sumber suara itu, namun itu hanya sesaat. Matanya lansung berbelok secara otomatis ke arah wanita cantik disebelah pria yang mengajaknya bicara itu
“Mata anda cukup jeli juga tuan,” kata Gu Yao saat melihat Xiuhuan memperhatikan Gu Ruyan yang diam saja sejak mereka sampai di tempat Xiuhuan di tahan itu. “Dia adalah wanita penghibur milikku, namun jika tuan menginginkannya, maka Aku bisa memberikannya padamu,” katanya lagi.
Xiuhuan melihat Gu Ruyan dari ujung kaki hingga ujung kepala. Ia menyadari, bahwa wanita cantik itu, bukanlah wanita penghibur.
Xiuhuan yang telah melalang buana dalam dunia tanda kutip, pastilah bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu.
“Ehemm ....” Xiuhuan berdehem. “Dia memang cantik dan sesuailah dengan seleraku. Apalagi body gitar Spanyol-nya yang aduhai dan boing-boing yang menggelembung itu. Ah, bikin ngiler saja,” kata Xiuhuan dengan sengaja untuk melihat reaksi dari Gu Ruyan.
Wajah Gu Ruyan memerah, ia merasa dilecehkan, padahal belum disentuh oleh Xiuhuan. Ia mengepal tangannya, ingin menghajar pria yang tersenyum menyeringai menatapnya dengan tatapan mesum itu.
Gu Yao yang menyadari reaksi Gu Ruyan lansung memegang pundaknya.
“Tuan sepertinya, wanita penghiburku ini, tak mau denganmu. Bagaimana kalau kita bernegosiasi dulu, tak mungkin aku memberikan kamu wanita cantik, tanpa ada imbalan untukku, kan?” Gu Yao mengutarakan tujuannya datang menemui Xiuhuan.
“Hehehe ... katakan saja, apa maumu. Namun, apapun itu, aku mau tetap salah satu hadiahnya adalah ini,” kata Xiuhuan dengan senyum lebar tetap mengelus-elus pipi Gu Ruyan.
Gu Yao bingung mau mengambil keputusan, ia melirik Gu Ruyan, apakah ia setuju dengan persyaratan dari Xiuhuan itu.
Gu Ruyan mengedipkan matanya, pertanda ia menerima dijadikan alat tawar.
“Baiklah, aku bersedia memberikan wanita penghiburku ini. Namun tuan Xiuhuan harus membantuku melakukan kudeta pada Clan Gu kami,” kata Gu Yao.
Xiuhuan merasa permintaannya sangat berat, apalagi lawannya adalah sebuah Clan. Tentu saja mereka pasti memiliki Pendekar Pedang yang kuat dan banyak.
“Kenapa kamu melakukan kudeta? Bukankah itu akan mengundang reaksi dari Paviliun Shilin dan Kerajaan. Belum lagi seberapa kuat lawan yang akan kita hadapi dan berapa Pendekar Pedang yang ada dipihakmu?” tanya Xiuhuan ragu-ragu menerima tawaran Gu Yao itu, walaupun ia tertarik dengan hadiah yang ia tawarkan.
“Tenang saja, tuan Xiuhuan tak perlu memikirkan Paviliun Shilin atau Kerajaan. Bukankah masalah internal, mereka tak akan ikut campur. Yang perlu tuan Xiuhuan hadapi cuma Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit yang menjadi pelindung dalang terjadinya kudeta yang menewaskan Kakek dan ayahku.”
Xiuhuan menggaruk-garuk tangannya. “Sepertinya permasalahannya sangat rumit. Coba kau ceritakan dari awal permasalahannya. Baru nanti aku menyimpulkan akan menerima tawaran kalian atau tidak?” kata Xiuhuan masih ragu menerima tawaran itu.
Gu Yao mulai menceritakan semua informasi yang Xiuhuan butuhkan. Bahkan ia juga mengatakan, bisa membebaskan Xiuhuan dari penjara bawah tanah ini, karena walikota Kunming adalah Pamannya.
__ADS_1
“Karena kalian bisa membebaskan aku dari sini, maka aku akan menerima tawaranmu itu. Namun masalahnya adalah aku cuma memiliki qi sebesar 20% saja dari kapasitas Rongqiku. Kalau melawan Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit kita pasti kalah dengan kekuatanku saat ini,” sahut Xiuhuan.
Gu Yao lansung tersenyum, Xiuhuan menerima tawaran darinya.
“Tuan Xiuhuan tak perlu khawatir, kami akan menyediakan ribuan Pil Neraka untuk mengembalikan qi milik tuan Xiuhuan,” ucap Gu Yao. Kemudian ia menoleh ke arah Gu Ruyan dan memberikannya sebuah surat. “Tunjukkan surat ini pada Sipir yang berjaga di pos. Cepat!” Bentaknya, agar ia kelihatan seperti bos yang memerintah budaknya.
Tanpa basa-basi, Gu Ruyan lansung melesat menemui sipir penjara bawah tanah. Ia kemudian menunjukkan surat yang berisi pernyataan bebas Xiuhuan dari walikota Kunming.
Sipir itu sangat kaget membacanya. Baru kali ini ia melihat seorang tawanan penjara bawah tanah dilepaskan kembali setelah menginap hanya beberapa hari saja.
***
“Huh, leganya!” seru Xiuhuan saat mereka sudah di luar penjara. Ia kemudian menghirup udara pagi itu dalam-dalam dan kemudian mengeluarkannya pelan-pelan. “Di dalam sana, satu hari seperti seumur hidup saja. Ah, untung saja, keluar lansung dapat gadis cantik,” katanya lagi sembari merangkul bahu Gu Ruyan.
Xiuhuan merasakan, bahwa tubuh Gu Ruyan gemetaran. Yang berarti ia belum pernah di sentuh oleh laki-laki. Namun Xiuhuan tetap menjahilinya sehingga membuat Gu Ruyan beberapa kali salah tingkah. Sedangkan Gu Yao hanya bisa tersenyum masam melihat tindakan Xiuhuan itu, ada rasa sesak di dadanya melihatnya. Namun, mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur, Gu Ruyan juga sudah sepakat merelakan tubuhnya demi perjuangan mereka.
...⚔️Bersambung ⚔️...
***
Hai, semua ....
Mungkin teman-teman pembaca novel ini, merasa alur ceritanya melambat. Kenapa bisa begitu?
Itu karena memang saya sengaja.
Setelah saya membaca novel-novel yang sudah terkenal itu. Saya melihat mereka itu membuat jalan cerita yang agak lambat. Makanya saya juga mencoba menceritakan lebih detail lagi ceritanya, tak seperti alur saat Xiuhuan berada di Pulau Niao, di sana ia menjelma seperti Saitama saja, menghancurkan semua musuh dengan cepat 😁😁😁😁
Sekali lagi, saya berterima kasih dengan saran teman-teman. Mungkin ada juga yang mengira jalan ceritanya sudah jauh melenceng.
Padahal sebenarnya sejak awal saya sudah membuat garis besar cerita novel ini. Beberapa memang ada Plot tambahan yang tidak merusak Plot utama. Jadi saya beritahu lagi, alurnya masih sesuai dan tidak melenceng. Namun agak melambat saja sejak Xiuhuan memasuki daratan utama.
Kan, dari awal mungkin teman-teman sudah tahu, saya ini masih belajar menulis novel. Dari segi penulisan juga mungkin terlihat berubah-ubah. Itu karena saya cuma belajar otodidak saja dari internet. Maklumlah, saya ini sebenarnya seorang petani bukan seorang sastrawan hehehe 😁😁😁
Sekian saja informasi dari author, ini bukan menyindir atau apalah. Ini cuma memberi tahu saja, saya terbuka dengan masukan dari pembaca, asalkan bukan merubah jalan ceritanya saja.
Sehat selalu untuk kita semua ....
__ADS_1