Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Pertarungan Sengit Melawan Jiang Cheng


__ADS_3

“Pemuda yang bernyali tinggi!” kecam Jiang Cheng. “Orang tua ini akan memberikanmu pelajaran kecil agar dikemudian hari tidak bersikap sombong lagi.”


Ribuan Pedang terbang yang terbuat dari qi yang dipadatkan itu melesat ke arah Xiuhuan.


“Ouh, anak muda tampan ini akan memperlihatkan pada tetua Cheng agar tidak meremehkan bibit unggul, karena di masa depan aku akan menelan Naga!” Xiuhuan tak mau kalah menjentikkan jarinya dan ribuan Pedang Es melesat ke langit.


Boommm!


Boommm!


Ledakan-ledakan besar saat Pedang qi dan Pedang Es berbenturan di udara. Hasilnya sudah jelas, Pedang Es hancur karena tingkat Kultivasi Xiuhuan yang jauh lebih rendah.


Roh Pedang Sidat Listrik berpindah tempat menghindari ribuan Pedang yang melesat ke arah mereka. Gerakannya kini sangat gesit setelah ia bertranformasi menjadi bentuk Naga.


“Tehnik Tujuh Peri; Air Mata Kehidupan!” Xiuhuan merapal jurus Pedang Yu Xian dan muncul tujuh sosok peri dewasa memegang busur panah melayang di sebelah Xiuhuan. “Tebasan Bulan Sabit!” serunya lagi.


Tujuh anak panah berukuran raksasa melesat ke arah Jiang Cheng dan sebuah siluet bulan sabit dari tebasan pedang Yu Xian.


“Hmm ... kekuatan yang sangat besar!” gumam Jiang Cheng—membuat gerakan menebas dan tubuhnya dipenuhi kilatan-kilatan Petir. “Guntur kematian!” Sambaran petir yang sangat kuat menghancurkan anak panah dari tujuh peri, begitu juga dengan siluet bulan sabit.


“Ternyata aku belum cukup umur melawan kakek-kakek," gumam Xiuhuan langsung meminta Roh Pedang Sidat Listrik menyerap Petir itu, karena itu adalah makanan favoritnya, sedangkan Xiuhuan melompat ke tanah.


“Naga itu malah mengejar sambaran Petirku?” Jiang Cheng keheranan. “Ternyata Naga itu berelemen Petir?” gumam Jiang Cheng mengkerut kan keningnya.

__ADS_1


Namun, seutas senyum tipis terpancar dari wajahnya. Jiang Cheng merasa Naga inilah yang membuat Xiuhuan sombong, tetapi kini posisi mereka berjauhan.


Jiang Cheng menggunakan elemen keduanya yang merupakan elemen Kegelapan, makanya ia bisa merobek dimensi untuk datang ke Kerajaan Qin, karena mendapat kabar Ibukota akan diserang oleh Xiuhuan.


“Dia muncul!” Xiuhuan terkejut, tiba-tiba Jiang Cheng dengan seringai lebar menebas punggungnya—untung saja ia cepat menyadarinya dan membuat Perisai Es. Namun, tingkat Kultivasi Jiang Cheng yang jauh lebih tinggi, Perisai Es itu tetap terbelah dan Xiuhuan menangkisnya dengan Pedang Yu Xian dan terlempar mundur beberapa langkah.


“Pindah!” seru Jiang Cheng masih dengan seringai mengejek Xiuhuan yang berwajah panik, karena tak menyangka akan berakhir begini. “Inilah pelajaran pertama untuk bocah sepertimu!” ejek Jiang Cheng menebas punggung Xiuhuan. Namun, ia masih sempat mengelak, tetapi tangan kirinya tetap tertebas hingga putus.


“Aaaaaaaaaaa! Sakit tua bangka kampret!” teriak Xiuhuan langsung mengeluarkan Boneka Humanoid untuk membantunya. “Elemen Kegelapannya terlalu merepotkan, persis seperti melawan Lou Yi saja,” keluh Xiuhuan.


Pola gerakan Jiang Cheng sangat acak dan sulit ditebak, tetapi dengan kehadiran Boneka Humanoid yang memiliki jurus Hukum Ruang—semua tebasan pedang Jiang Cheng berhasil dicegat oleh Boneka Humanoid.


“Boneka Kayu itu setara dengan Kultivator Ranah Absolute God?” gumam Jiang Cheng bersembunyi di celah dimensi, kini ia sedang memikirkan cara menghancurkan boneka kayu itu. Namun, ia tak menyadari kalau kalau pikiran Boneka Humanoid itu terhubung dengan Xiuhuan dan sebenarnya Xiuhuan mengetahui keberadaannya, tetapi ia berpura-pura panik agar ia bisa memikirkan cara mengalahkan Jiang Cheng.


Jiang Cheng mengira Xiuhuan sedang lengah dan ia segera muncul lagi, tetapi ia merasa ada sesuatu yang aneh. Karena Xiuhuan langsung berbalik badan dan menyeringai menatapnya.


Boneka Humanoid muncul juga dibelakangnya dan langsung menebas dengan kobaran api raksasa, sehingga memaksa Jiang Cheng menggunakan tehnik Black hole atau lubang hitam memindahkan kobaran api itu ketempat lain.


Xiuhuan tak menyia-nyiakan kesempatan saat Jiang Cheng lengah, “Tehnik Tujuh Peri; Air Mata Kehidupan!” Xiuhuan merapal jurus Pedang Yu Xian dan muncul tujuh sosok peri dewasa memegang busur panah melayang di sebelah Xiuhuan. “Tebasan Bulan Sabit!” serunya lagi.


Merasakan ancaman yang sangat besar, Jiang Cheng kembali merobek dimensi dan menghilang dari pandangan Xiuhuan.


“Cih, malah kabur! Lawan bocah tampan sepertiku saja dia ketar-ketir, pantaslah tua bangka itu diusir dari Sekte Qingyun. Ternyata Kultivasi saja yang tinggi, tetapi nyalinya secuil,” ejek Xiuhuan. Namun, tiba-tiba ia membelalakkan mata, karena Jiang Cheng jatuh dari langit dengan tubuh bolong-bolong. “Hmm ... ini kerjaan Serea, tetapi kapan ia melakukannya?”

__ADS_1


Xiuhuan jadi merinding memikirkannya, untung saja ia tidak mencari masalah dengannya saat masih di Dunia Siluman, karena tehnik yang membunuh Jiang Cheng itu adalah seperti ledakan cahaya dalam tubuhnya.


“Hei, Serea!” Xiuhuan mengirim suara telepati pada Serea yang lagi berkultivasi di dalam Rongqinya. “Bagaimana kamu membunuhnya?” tanya Xiuhuan penasaran.


“Cih, kan sudah kukatakan, kekuatan manusia itu hanya seujung kuku bangsa Siluman. Kalian harus menjadi dewa untuk mengimbangi kekuatan kami,” sahut Serea acuh tak acuh.


“Oo, tolong tumbuhkan tanganku, dong!” rayu Xiuhuan tiba-tiba bertutur kata lembut.


“Upahnya satu Samudera qi lagi,” sahut Serea dengan senyum lebar.


“Lupakan!” sahut Xiuhuan, “Lebih baik aku pergi ke tabib Raja Obat saja, cuma ratusan ribu keping Emas saja.” Dia merajuk membuat Serea tertawa cekikikan dan membiarkan saja Xiuhuan dengan tangan buntung seperti itu.


“Hei belut bocil cepat masuk ke Rongqiku, dasar tak berguna!” umpat Xiuhuan memarahi Roh Pedang yang tak ikut membantunya melawan Jiang Cheng tadi, karena ia mendapat bisikan dari Serea untuk tak ikut campur.


Roh Pedang Sidat Listrik berubah menjadi gadis kecil dan melesat dengan kecepatan tinggi kearah Xiuhuan.


“Dasar jelek! Lemah!” ejek Roh Pedang Sidat Listrik sebelum memasuki Rongqi Xiuhuan.


“Bocil belut itu ternyata sudah terkontaminasi oleh pemikiran Siluman Duyung itu,” gumam Xiuhuan geleng-geleng kepala dan segera menyimpan Boneka Humanoid juga, barulah ia menuju Kapal terbangnya.


“Tuan Xiuhuan Anda hebat sekali ....” Pangeran Qin Hao ingin memujinya, tetapi mata tertuju pada tangan Xiuhuan yang telah buntung sebelah. “Apakah tuan Xiuhuan baik-baik saja, apakah kita kembali saja ke Kota Yu Lan?” Pangeran Qin Hao khawatir Xiuhuan tak memiliki kekuatan lagi saat menghadapi Kultivator lain yang mungkin lebih kuat dari yang tadi.


“Jangan khawatir, perintahkan anak buahmu untuk mengangkat mayat tua bangka itu. Dia adalah dalang dibalik kekacauan di Kerajaan Qin, bukan ... mungkin seluruh Dunia Bawah telah dalam kendalinya," sahut Xiuhuan—menengadah ke langit. “Namun, dengan kematiannya ini aku takut Dunia Bawah akan memasuki masa-masa kekacauan dan saat masa itu tiba ... nanti kau harus berjuang dengan tanganmu sendiri untuk mewujudkan impianmu merubah Kerajaan Qin menjadi Kerajaan yang damai dan sejahtera. Karena setelah membereskan Raja Qin Song, kita tak akan pernah bertemu lagi.” Xiuhuan menepuk pundak Pangeran Qin Hao dan iapun duduk bersila agar terlihat seperti sedang memulihkan diri setelah melawan Kultivator dengan kekuatan tak terbatas menurut para Kultivator di Dunia Bawah itu.

__ADS_1



__ADS_2