Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kecurigaan Xiao Yan


__ADS_3

Xiao Yan sangat geram melihat Shanyang dibunuh oleh makhluk aneh berbentuk manusia, namun terbuat dari air dan di dalam air itu ada kilatan-kilatan listrik.


Xiao Yan lansung maju menebas kloning manusia air itu, namun yang terjadi adalah saat mereka terbelah, tiba-tiba saja kembali beregenerasi.


“Hmm, sepertinya ini perbuatan murid tetua ke-77 yang mengalahkan Su Rong. Tapi kenapa ia bermusuhan dengan Shanyang?” gumam Xiao Yan.


Su Rong memberitahu padanya bahwa tetua Dong Shuliang telah memiliki murid berbakat yang memiliki kekuatan sangat besar. Su Rong curiga kalau Xiuhuan adalah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit.


“Kalau benar orang itu yang melakukan ini, pasti akan merepotkan menyelesaikan urusan ini. Mau tak mau Aku harus membela keluarga Shanyang, karena anakku Xiao Chen adalah kekasih Sha Xi, putri mereka,” gumam Xiao Yan.


Xiao Yan kemudian mengeluarkan Pedang Rohnya dan mengalirkan 30% kapasitas Rongqinya. Kemudian sebuah Siluet Phoenix raksasa muncul di langit.


Xiao Yan mengontrol Siluet Phoenix tersebut dan mengarahkannya ke kloning manusia air.


“Boommmm!”


Ledakan besar terjadi, hingga membentuk kawah sedalam puluhan kaki. Kloning manusia air itu lansung menghilang seketika.


“Tuan Xiuhuan!” teriak Qianran histeris, ia mengira Xiuhuan telah mati, karena kloning manusia airnya telah menghilang.


***


Xiuhuan yang sedang mantap-mantap itu, menyadari bahwa kloning manusia air yang ia buat telah menghilang.


Karena urusannya belum selesai dengan nyonya Liu. Xiuhuan kemudian meminta Roh Pedangnya keluar dan membuat pertahanan dengan jurus Putaran Gelombang Air.


Sebuah benteng air setengah lingkaran yang mirip dengan rumah Patrick, sahabatnya Spongebob Squarepants menutupi keberadaan Xiuhuan dan nyonya Liu.


Xiao Yan merasakan sebuah energi besar muncul di bawah restoran Kaefci. Ia kemudian turun ke bawah dan berjalan menyusuri ruangan di dalam restoran itu.


Sesampainya di ruang bawah tanah, Xiao Yan melihat sebuah dinding air di sana.


“Kenapa ia mengurung diri?” gumam Xiao Yan memperhatikan dinding air itu.


kemudian Xiao Yan berpikir bahwa butuh qi dalam jumlah besar untuk menghancurkan dinding air itu. Mengingat Pendekar Pedang berunsur Api sepertinya akan lebih lemah jika berhadapan dengan Pendekar Pedang berunsur Air.

__ADS_1


Xiao Yan duduk di sebuah bangku kayu, menunggu Xiuhuan menghilangkan jurus bertahannya.


Setelah tiga ronde berturut-turut, akhirnya Xiuhuan terpuaskan juga. Keduanya kemudian mengenakan pakaian kembali dan Xiuhuan menghilangkan jurus Putaran Gelombang Air tersebut.


“Nyonya Liu! Apa yang terjadi padamu?” tanya Xiao Yan saat melihat wajah nyonya Liu tertunduk lesu.


Xiuhuan kaget, ternyata bala bantuan yang mereka maksud adalah tetua pertama Sekte Pedang Taiyang, tempatnya menimba ilmu.


“Ehemm ....” Xiuhuan berdehem, karena Xiao Yan mengacuhkannya. “Tak ada yang perlu dikhawatirkan tetua, karena nyonya Liu dan Aku adalah kekasih gelap. Tapi aku sudah membunuh suaminya, karena kami dipergoki olehnya. Padahal nyonya Liu sudah mengatakan dengan baik-baik, bahwa dia meminta bercerai.”


Xiuhuan melirik nyonya Liu dan ia tersenyum tipis. Kemudian menatap Xiao Yan kembali.


“Namun dasarnya bebal, dia malah mengatakan nyonya Liu pelacur. Padahal dia sendiri suka sekali pergi ke rumah bordil Xiangshou. Karena ia terus menggila, maka aku memerintahkan kepada kloning manusia air mengatasinya.” Xiuhuan tersenyum lebar dengan kata-kata bualan darinya itu.


Sebenarnya jantung Xiuhuan berdegup kencang. Kalau ia disalahkan dalam kejadian ini dan seluruh Sekte Pedang Taiyang melawannya, tentu itu sangat membahayakan keselamatannya.


Pendekar bodoh mana yang sanggup melawan ribuan Pendekar Pedang tahap 100 sekaligus, belum lagi sang Ketua Sekte juga merupakan Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit. Kecuali ini di cerita sebelah, tentu lain lagi ceritanya. Hanya dengan jelentikan jari tangannya saja dapat membunuh ribuan immortal.


Xiao Yan ragu mendengar kata-kata Xiuhuan itu. Ia kembali menatap nyonya Liu yang diam saja dan tak bereaksi sama sekali.


Padahal sebelum Xiuhuan menghilangkan dinding air, Xiuhuan mengancam akan membunuh dan memperkosa anak nyonya Liu jika ia berani mengadukan kejadian ini.


Untuk membuat yakin nyonya Liu dengan ancaman Xiuhuan. Ia menunjukkan sebuah kilatan-kilatan listrik di tubuhnya yang berubah menjadi mode Super Saiyan.


Xiuhuan mengatakan dia bisa kabur hanya dengan sekejap saja, jika ia terdesak. Xiuhuan menekankan jangan coba-coba bermain api dengannya. Karena ia adalah monster berdarah dingin.


Tentu saja ia mengatakan itu dengan berpura-pura serius. Untuk lebih dramatis, ia bahkan tak segan-segan meninju lantai yang ada di sebelah nyonya Liu.


“Apa kau belum yakin kami ini sepasang kekasih. Ya, sudah ... aku akan melupakannya, kalau tetua malu menjadi besanku. Tapi sebagai lelaki sejati, aku akan mengirim 100.000 Poin, untuk mengembangkan kembali restoran Kaefci ini yang telah dirusak oleh mantan suami arogannya itu,” kata Xiuhuan sembari mengeluarkan Plakat khusus Paviliun Shilin.


Xiuhuan mengedipkan matanya, agar nyonya Liu mengeluarkan Plakat khusus Paviliun Shilin miliknya juga.


Dengan tangan gemetaran ia menyerahkan Plakat miliknya pada Xiuhuan.


“Lihat dengan jelas tetua, ya!” seru Xiuhuan lansung mentransfer kembali Poin yang sebenarnya milik nyonya Liu sendiri. “Lihat kan, aku sangat bertanggung jawab atas perbuatanku. Tapi kau tak usah khawatir sayang, dirimu tak akan hamil. Karena aku adalah produk setengah jadi,” goda Xiuhuan.

__ADS_1


Nyonya Liu hanya mengangguk saja, mulutnya masih terkunci. Membuat Xiao Yan kesulitan menindak Xiuhuan.


“Nyonya Liu, sekali lagi. Apa yang terjadi padamu. Apa kau diancam oleh murid tak tahu diri ini? Kau jangan takut, katakanlah sejujurnya.” Xiao Yan bertanya kembali dengan sedikit penekanan pada nada ucapannya itu.


“Ti-tidak ada apa-apa te-tua! Ka-kami terpergok oleh Shanyang selingkuh. Jadi aku meminta kekasihku ini membunuh Shanyang,” sahut nyonya Liu terbata-bata.


Xiuhuan tersenyum lebar mendengar ucapan nyonya Liu itu.


“Tolong jangan katakan pada Sha Xi, apa yang sebenarnya terjadi di sini,” kata nyonya Liu memohon pada Xiao Yan.


“Masalah ini saja aku belum percaya, sekarang kau meminta agar tak memberi tahu Sha Xi, siapa pembunuh ayahnya! Lelucon macam apa ini?” gerutu Xiao Yan yang langsung menggunakan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedangnya.


Sepasang sayap Phoenix muncul di punggungnya, lengkap dengan Pedang Rohnya juga ditangan.


“Tetua kedua!” seru Xiuhuan dengan tatapan tajam. Karena Xiao Yan tampaknya akan menyerang nyonya Liu, memaksanya memberi tahu kejadian yang sebenarnya dengan cara kekerasan. “Apa kau mau kuadukan pada tetua pertama, Dong Shuliang!” Ancam Xiuhuan.


Xiao Yan yang akan menyerang nyonya Liu dibuat kaget dengan ucapan Xiuhuan.


“Apa maksudmu mengatakan aku tetua kedua?” tanya Xiao Yan berbalik akan menyerang Xiuhuan.


Nyonya Liu sangat ketakutan, ia kini serba salah. Mendukung Xiuhuan salah, mendukung Xiao Yan juga salah. Ia betul-betul terjebak dalam situasi pelik ini. Jika ia tak memiliki seorang anak perempuan, mungkin ia sudah melakukan bunuh diri sekarang.


Xiuhuan melakukan mode Super Saiyan ditambah dengan jurus seribu bayangan, dimana lima kloning manusia air muncul.


“Sudah kukatakan kau itu hanya tetua kedua saja. Karena si sampah Su Rong kini telah menjadi katak dalam tempurung, tak berani keluar Sekte lagi. Apakah betul tetua kedua?” ejek Xiuhuan. Ia kemudian tersenyum lebar dan berkata lagi, “Asal tetua tahu, Aku sudah resmi menjadi utusan Sekte dalam kompetisi antar Sekte. Bahkan Ketua Sekte juga mengatakan Aku boleh pergi duluan ke ibukota.”


“Oo, jadi mentang-mentang kau menjadi murid nomor satu di Sekte, kau menjadi arogan, ya!” seru Xiao Yan mendekati Xiuhuan.


“Kampret nih, sudah ditakut-takuti tapi ia tetap maju,” gumam Xiuhuan yang sebenarnya menggertak saja. Namun kali ini tak mempan, tak seperti biasanya yang selalu mujur.


Siluet Phoenix raksasa muncul di atas Xiao Yan. Sepertinya ia sudah tak peduli apa yang sebenarnya terjadi di sini. Xiao Yan hanya ingin membalaskan kematian Shayang saja, termasuk membunuh Xiuhuan dan nyonya Liu.


Xiuhuan yang menyadari bahwa Xiao Yan tak bisa diajak kompromi segera mengalirkan qi sebesar 20% dari kapasitas Rongqinya. Xiuhuan juga melambaikan tangan pada nyonya Liu agar meninggalkan tempat ini. Karena ia akan terdampak jika dua kekuatan besar beradu, bahkan kota Guangxi ini bisa hancur berantakan juga.


...⚔️Bersambung ⚔️...

__ADS_1


__ADS_2