
Xiuhuan tersenyum masam, Lou Xue atau yang mereka panggil Huo Xue tidak mau menoleh padanya, sehingga ia bingung apa yang harus dikatakan lagi.
“Xue‘er! Maaf ....”
“Aku ....”
Suara Xiuhuan seperti tersangkut di tenggorokan, bagaimana menjelaskan bahwa dia tidak bermaksud untuk membunuh saudara laki-lakinya yang memiliki dendam sangat dalam padanya, karena ia merebut Huo Meugui—wanita yang sangat dicintai oleh Huo Guan, tetapi saat itu Huo Meugui memutuskan memilih dirinya—karena dia tidak menyukai sifat Huo Guan yang sangat posesif.
Xiuhuan melangkahkan kaki melewati gerbang masuk Sekte Daun Keladi, tetapi tiba-tiba He Qian, Xiao Shi dan Bing Yun melakukan serangan. Namun, dengan mudah ditepis oleh Xiuhuan.
“Jangan mendekat!”
“Maju selangkah lagi, kami akan membunuhmu!”
He Qian mengancam Xiuhuan, walaupun tangannya gemetaran karena telah mengetahui kekuatan Xiuhuan yang sangat mengerikan dan satu-satunya yang mampu menaklukkan lantai tujuh, Pagoda Tujuh serta mempecundangi Pangeran Yun Fei.
“Lou Xue, dengar penjelasanku! Clan Huo masih ada.”
“Walaupun ....”
Lagi-lagi Xiuhuan kesulitan memberikan penjelasan dan ia kembali terdiam, menggeretakkan giginya. Tertunduk lesu.
“Apakah kamu tidak rindu dengan Putri-Putri kita? Lou Jingmi dan Lou Er! ”
“Bila kamu ingin melakukan balas dendam, lakukanlah! Namun, kembalilah menemui mereka? Sejak kepergianmu Jingmi‘er kini berkultivasi dengan keras, bahkan ia tidak menyadari aku telah pulang.”
Xiuhuan menengadah menatap langit, menghela nafas dalam-dalam. Berusaha menahan butiran air mata, tetapi tetap mengalir deras.
Xiuhuan menyeka air matanya tersebut dan berkata, “Lou Er tidak mau berpisah denganku, katanya ia takut aku akan meninggalkannya sepertimu dan ia juga tidak akan menjadi Kultivator seperti Lou Jingmi yang tidak memperhatikannya lagi.”
“Hah!”
“Terkadang aku merasa bisa mengatasi segalanya dan menciptakan kedamaian. Namun, itu tetap membuat yang lain menderita, tetapi harus ada keputusan sulit diambil—untuk menciptakan sebuah kedamaian yang diimpikan oleh semua orang. Kini Benua Resifel dan Benua Kun Lun sudah berdamai, serta bahu membahu menaklukkan Siluman Naga Lou Feng.”
Huo Xue tetap terdiam, tetapi air mata telah mengalir deras membasahi wajahnya. Teringat pada dua Putrinya yang ia tinggalkan demi balas dendam atas kematian keluarganya.
He Qian, Xiao Shi dan Bing Yun terkejut, ternyata laki-laki tampan dihadapan mereka adalah suami yang diceritakan oleh Huo Xue selama ini.
Namun, mereka tetap akan berpihak pada Xiuhuan apapun dalihnya yang telah membuat Huo Xue sakit hati dan harus meninggalkan kedua Putrinya, sehingga hampir menjadi budak Huo Cheng, kalau ia tidak berhasil melarikan diri.
“Pergilah dari sini dasar laki-laki jahat!” bentak Bing Yun.
“Cepat pergilah Saudari Xue! Kami akan menahannya apapun yang terjadi, jangan hiraukan kami!” He Qian menatap tajam pada Xiuhuan yang mengabaikan mereka, karena ia hanya berharap memberikan jawaban—apakah ia mau memafkannya dan kembali ke Dunia Atas.
Serangan gabungan para tetua dan Ketua Sekte Daun Keladi tiba-tiba melesat ke arah Xiuhuan yang mengakibatkan ledakan mengerikan, sehingga Huo Xue menoleh kebelakang.
“Ja-jangan!”
__ADS_1
Dia meminta para Ketua dan tetua Sekte Daun Keladi menghentikan serangan, tetapi sudah terlambat.
“Kenapa kalian tidak bisa diam serangga-serangga sialan! Aku hanya ingin berbicara dengan ibu dari Putri-Putriku, tetapi kalian malah menggeliat seperti cacing! Apakah kalian tidak sabar untuk mati?”
Xiuhuan masih berdiri di tempatnya dan ribuan lingkaran-lingkaran hitam muncul di Sekte Daun Keladi, meninggalkan kesan mencekam bagi murid-murid Sekte tersebut, karena dari lingkaran-lingkaran hitam itu muncul Jiwa-Jiwa para mantan Ketua Sekte, mantan tetua serta murid-murid yang telah meninggal.
Semua Jiwa-jiwa itu menghunus senjata masing-masing, belum lagi seribu Kloning Manusia Air serta puluhan ribu Pedang yang terbuat dari elemen emas melayang di langit—bersiap menghujani Sekte Daun Keladi.
“Enyahlah kalian semua!” ancam Xiuhuan melangkah mendekati Huo Xue yang tetap tidak mengatakan apapun selain menangis tersedu-sedu.
“Jangan menyerangnya!” seru Ketua Sekte Daun Keladi, tidak ingin Sektenya dihancurkan oleh Xiuhuan.
Jarak antara Xiuhuan dan Huo Xue hanya beberapa langkah saja. Namun, tiba-tiba He Qian menyerang Xiuhuan yang langsung mencengkeram lehernya.
“Kamu ingin mati?” Xiuhuan sangat geram dan He Qian tidak bisa bernafas, sehingga semua orang panik.
“Jangan sakiti dia!”
“Tolonglah, lupakan Aku!”
“Pergi dari sini!”
Huo Xue membentak Xiuhuan yang langsung melemahkan cengkeramannya pada leher He Qian.
“Oh, ternyata kamu sudah menemukan kebahagiaanmu.”
“Setidaknya kunjungilah Lou Jingmi dan Lou Er untuk terakhir kalinya, karena aku akan kembali ke Pulau Niao dan mungkin tidak akan kembali lagi ke Dunia atas. Oh, aku lupa! Kamu masih bisa datang ke Pulau Niao dengan mencari Saudari Lou Yi, dia pasti akan membantumu.”
Xiuhuan melepas cengkeramannya pada leher He Qian.
“Selamat tinggal!”
“Aku mencintaimu!”
Lingkaran-lingkaran hitam dan Jiwa-jiwa yang dibangkitkan oleh Xiuhuan langsung menghilang, begitu juga dengan Xiuhuan.
Huo Xue terduduk lesu, ia bingung. Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya, kenapa ia sangat sedih. Padahal Xiuhuan telah memberikan kesempatan untuk balas dendam, tetapi kenapa ia tidak bisa melakukannya?
“Aaaaaaaaaaaaaaaaa!”
“Kenapa?”
“Kenapa?”
Huo Xue menangis tersedu-sedu, sedangkan semua orang di Sekte Daun Keladi, hanya menatapnya. Bingung, apa yang terjadi dengan pasangan suami istri itu? Belum lagi, ternyata Huo Xue ternyata memiliki suami yang tidak akan ada yang bisa mengalahkannya di Dunia Biru ini.
Hujan deras tiba-tiba datang, mengusir kerumunan murid-murid Sekte Daun Keladi dan hanya meninggalkan Huo Xue dan ketiga sahabatnya.
__ADS_1
“Saudari Xue?”
Xiao Shi memutuskan meninggalkan tempat itu, karena Huo Xue tidak mau berbicara selain menangis tersedu-sedu.
Tak berselang lama, Bing Yun akhir menyerah membujuk Huo Xue—agar berhenti menangis, karena Xiuhuan tidak akan mengganggunya lagi.
He Qian menghela nafas panjang dan berkata, “Kejarlah suamimu! Dia tulus mencintaimu. Jangan sampai kamu membuat kesalahan yang sama lagi, kalau tidak kamu akan menyesal atas keputusan yang kamu buat ini!”
Walaupun ia telah jatuh cinta pada Huo Xue, tetapi ia sadar. Di dalam hati Huo Xue sebenarnya tidak dirinya, yang paling ia cintai adalah Kedua Putrinya dan untuk Xiuhuan ia tidak tahu, tetapi ia yakin Huo Xue mungkin mencintainya juga.
Kini tidak ada siapapun di sana, selain Huo Xue yang masih menangis tersedu-sedu. Dia kemudian berdiri dan berlari keluar gerbang Sekte Daun Keladi.
“Xiuhuan gege tunggu aku!” teriak Huo Xue.
“Aku ingin pulang!”
Tiba-tiba hujan berhenti, cuaca kembali cerah, sehingga semua murid-murid Sekte Daun Keladi keheranan, begitu juga dengan Ketiga Sahabat Huo Xue, bahkan dirinya juga.
“Ibuuuuuuuuuuu!” teriak Lou Er muncul dari langit bersama Xiuhuan yang tersenyum lebar. “Ibu, ayah yang telah membuat hujan buatan itu?” Lou Er mengadu, sehingga Huo Xue mengerutkan keningnya, sedangkan Xiuhuan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Kalau tidak seperti ini, adegan kamu menangis tidak kelihatan dramatis!” sahut Xiuhuan.
Huo Xue langsung menjentikkan jarinya, sehingga Xiuhuan langsung membeku dan Lou Er tertawa terkekeh-kekeh, ia sangat senang orangtuanya kembali bersama.
...Tamat...
Terimakasih untuk yang telah mengikuti petualangan babang tampan, Xiuhuan hingga akhir. Ini adalah novel pertamaku bertema Xianxia 😁😁,
Sebelumnya babang tampan menulis cerita romantis tapi semua gagal dan untuk saat ini babang tampan akan fokus menamatkan Novel Pangeran Regar Virmilion yang telah lama hiatus. Untuk novel baru, mungkin satu atau dua minggu ke depan saja.
Menurut kalian, novel baru bergenre apa? Fantasi timur lagi, fantasi Indonesia rasa fantasi barat, atau sci-fi? Atau ada ide, tulis saja di kolom komentar.
Jangan Lupa baca karya babang tampan lainnya,
• Fang Yuan~ Fantasi Timur (on-going)
• Prince Regar Virmilion~Fantasi Barat(akan dilanjutkan)
• Sistem Dukun~ Fantasi Urban(Tamat)
...***...
Babang tampan dan keluarga mengucapkan,
...🤝Terimakasih🤝...
__ADS_1