Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
“Guru! Kau Pilih Kasih”


__ADS_3

“Guru ... kami membeli banyak hanfu terbaru, ah, bagus-bagus sekali,” kata Shuyan dan Huanran menghampiri Xiuhuan. Namun muka sang guru tampak kurang bersemangat.


“Eh, bibi guru!” bisik Shuyan pada Xiao Liu. “Guru kenapa tampak lesu begitu?” katanya lagi.


“Tadaaaa!” Xiao Liu memperlihatkan kalung berlian miliknya. “Gurumu membelinya buat bibi guru seharga 75.000 keping emas,” kata Xiao Liu dengan sumringah.


“tu-tujuh puluh lima ribu keping emas!” sahut mereka terbata-bata. “Cih, dasar guru pilih kasih, kami cuma diberikan dua keping emas saja. Sementara bibi Xiao Liu dapat buanyakkk!” gerutu Shuyan sambil berkacak pinggang.


“Kau ini ....” Xiuhuan lansung mengacak-acak rambutnya. “Kan, bibi Xiao Liu adalah istri guru, tentu saja guru belikan hadiah bagus. Nanti saat kau menikah juga, guru akan belikan hadiah lebih bagus,” kata Xiuhuan lagi.


“Emm,” jawabnya menggembungkan pipinya, karena masih kesal.


Ketiganya kemudian kembali ke Sekte Teratai Biru, karena Xiao Liu juga akan mempersiapkan muridnya dalam menghadapi kompetisi Sekte yang diadakan sebentar lagi.


***


“Guruuuuu ... kau sudah pulang, ya.” Liu Ya lansung berlari memeluk Xiuhuan. Ia sudah selesai berkultivasi dan sukses naik ke level Pendekar Pedang tahap 16, ia merupakan murid jenius yang sangat cepat perkembangannya.


Dou Yi dan Xinran yang juga berumur yang sama, cuma berada di Pendekar Pedang tahap 11 saja, yang juga baru naik sama-sama dari Pendekar Pedang tahap 10.


“Wah ... wah, murid guru cepat sekali perkembangannya. Kalian memang yang terhebat!” sahut Xiuhuan.


“Hmm, sepertinya ini bau-bau pilih kasih!” kata Liu Ya lagi melirik barang bawaan Shuyan dan Huanran. “Hah ... Hanfu terbaru!” ia melihat pakaian yang mereka beli.


“Hehehe ... tentu dong, ini adalah hadiah Huanran telah naik level dan memiliki Roh Pedang Naga Putih!” kata Shuyan menyombongkan diri. Padahal bukan dia yang naik level.


“Guruuu kau jahatttttt!” Liu Ya memukul-mukul dada Xiuhuan. Sedangkan Dou Yi dan Xinran hanya senyum-senyum saja. Keduanya masih canggung dengan Xiuhuan, berbeda dengan Liu Ya dan Shuyan yang tak ada malu-malunya sama sekali.

__ADS_1


“Baiklah, nanti kalau salah satu dari kalian masuk 10 besar! Aku akan bawa kalian semua ke ibukota untuk berfoya-foya. Bebas, mau beli Hanfu bikini atau Hanfu ukuran jumbo, terserah!” seru Xiuhuan untuk menaikkan motivasi mereka.


“Mana ada Hanfu kaya begitu,” sahut Shuyan. “Dasar guru stress!” katanya lagi, yang membuat Xiuhuan tersenyum masam.


“Baiklah kami akan langsung latihan, supaya salah satu dari kami mencapai 10 besar!” kata Liu Ya sambil mengepalkan tangannya.


Dou Yi dan Xinran juga mengangguk sambil senyum-senyum.


Para murid-murid Xiuhuan yang dulu memiliki masalah hidup yang sangat berat itu, kini telah berubah ceria dan bahagia dibawah asuhan Xiuhuan, yang sudah menganggap mereka sebagai anaknya sendiri. Makanya ia tak pernah menekan mereka saat belajar dan latihan. Tapi mereka justru berkembang dengan pesat setelah ikut bersamanya.


***


Didalam kamarnya, Xiuhuan menulis pesan pada Hakim Jia Li, mengenai perkembangan penyerangan yang akan dilakukan oleh Sekte Pedang Naga Surgawi, beserta Clan dari kota Yan Luo ke kota Hua.


Pernikahan Xiao Liu dengan Yin Song hanyalah dalih mereka untuk memulai penyerangan. Karena mereka tahu, Xiao Liu tak akan mau menikahi Yin Song.


“Mudah-mudahan saja, Hakim Jia Li dapat menyelesaikan masalah ini tanpa harus terjadi pertumpahan darah,” guman Xiuhuan sambil melepaskan burung merpati pesan menuju ibukota, Kerajaan Han, Kota Tianwu.


***


Tak butuh lama, sorenya burung merpati pesan itu telah sampai di kediaman Hakim Jia Li. Sang wanita perkasa yang memiliki lengan berotot itu lansung membaca pesan yang dikirim oleh Xiuhuan.


“Oo, jadi jika Aku mampu menyelesaikan masalah Kota Yan Luo. Maka, kucingku ini akan ke ibukota untuk melayaniku, ya.”


Jia Li tersenyum membaca pesan yang dikirim oleh Xiuhuan itu.


Walaupun Jia Li berotot, namun ia memiliki wajah cantik. Cuma gara-gara sikapnya yang seperti laki-laki itu membuat para pria takut mendekatinya.

__ADS_1


Cuma Xiuhuan sajalah, yang terpaksa melayani kebuasannya yang membuat Xiuhuan dua kali mengalami dengkulnya keropos.


“Kalian periksa siapa pihak yang akan membantu kota Yan Luo!” seru Jia Li pada Assasin bawahannya.


“Siap Hakim Li!” sahut Assasin itu menghilang dari pandangannya. Sedangkan Jia Li hanya senyum-senyum saja membayangkan Xiuhuan yang sudah lama tak membelainya.


***


“Aku tidur sajalah seharian ini, toh mereka pasti bisa melatih diri sendiri,” guman Xiuhuan yang lansung rebahan di kasur.


Karena kamar Xiuhuan berada dekat pintu masuk aula timur. Suara dentuman-dentuman dari jurus Murid-muridnya yang sedang latihan di halaman aula, membuat Xiuhuan tak bisa tidur. Padahal ia sudah menutup telinga dengan bantal. Namun, tetap juga sangat ribut.


Terutama Shuyan, dia yang paling kecil. Namun suaranya yang terdengar kemana-mana. Apalagi suara tawanya yang khas seperti Penjahat betina yang ngegas terus.


Xiuhuan menjadi merasa khawatir, jika ia ketemu musuh. Malah memprovokasi lawannya, sehingga dapat membahayakan nyawanya.


“Woi, bisa tidak kalian istirahat saja!” seru Xiuhuan pada murid-muridnya yang sedang latih tanding itu. Namun, tak ada yang menyahut.


Xiuhuan kemudian masuk kedalam kamar dan mengambil 10 keping emas dari lemarinya.


“Ini 10 keping emas! Cepat kalian habiskan!” seru Xiuhuan pelan, karena sudah mengantuk berat. Akibat kurang tidur akhir-akhir ini.


“Baikkkkk!” sahut mereka melesat cepat ke hadapan Xiuhuan.


Padahal tadi saat Xiuhuan melerai mereka, tak ada yang menggubris perkataanya. Namun, saat yang keluar kata uang, tanpa aba-aba semuanya lansung berhenti latihan.


Xiuhuan tersenyum melihat kelakuan muridnya itu. Sekarang ia bisa tenang, karena tak ada yang menggangu waktu istirahatnya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2