Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kekuatan Pendekar Pedang Tahap Melawan Kehendak Langit


__ADS_3

Langit kota Yannan tiba-tiba berubah menjadi gelap. Gumpalan awan hitam dengan kilatan-kilatan petir menyambar di dalamnya. Pendekar Pedang yang bertarung segera berhenti dan menoleh ke langit.


“Kekuatan Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit!”


“Itu adalah kekuatan Pendekar Pedang yang diajak tuan muda dari kota Kunming!”


“Apaaaa?” Pendekar Pedang pendukung Gu Lin menjadi ketakutan mendengar ucapan Pendekar Pedang pendukung Gu Yao itu. “Mak, eee ... mati aku. Malang sekali nasibku, padahal aku belum pernah kawin. Kok, bisa-bisanya mati muda,” kata Pendekar Pedang pendukung Gu Lin segera kabur dari area pertarungan.


Walaupun mereka tahu Gu Lin di dukung oleh Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit juga dari Sekte Bambu Kuning. Namun, itu tak akan menjamin keselamatan mereka, karena setelah kembang api dinyalakan. Butuh waktu sampai besok pagi bagi tetua itu untuk sampai ke kota Yannan.


Gu Lin berhenti mengayunkan Kapak dan menatap ke arah langit. Ia terkejut, “ini bukan kekuatan tetua Zhao Feng!” gerutu Gu Lin cemas, apakah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit ini adalah musuhnya.


Chen Xia yang ingin melakukan bunuh diri ikut menatap langit, ia melihat Gu Lin tampak cemas menatap langit. Ia kemudian mengambil kesempatan itu terbang dengan cepat dan mengangkat tubuh Gu Yao.


Namun Gu Lin menarik salah satu sayapnya, sehingga ia tidak bisa kabur.


“Xia‘er! Lepaskan anak tidak berguna itu. Maka aku akan memaafkanmu!” ancam Gu Lin menghempaskan tubuh Chen Xia dengan keras ke tanah. Sehingga dari mulutnya memuntahkan darah, namun ia tetap memeluk anaknya yang tak berdaya lagi itu.


Gu Lin ingin mengayunkan pedangnya, namun tiba-tiba suara gemuruh yang memekikkan telinga berbunyi dan sambaran Petir menghujam kota Yannan.


Gu Lin menyadari bahaya itu dengan cepat membuat kubah tanah, mirip dengan rumah Patrick sahabat Spongebob Squarepants.


“Boommm!”


Sambaran petir beruntun menyambar kubah tanah itu. Namun Gu Lin masih selamat, untung saja ia berunsur tanah. Karena tanah termasuk yang tak dapat dialiri arus listrik atau Isolator.


“Apakah tuan Xiuhuan turun tangan?” Gu Xu dan Gu Ruyan bergumam melihat sambaran-sambaran petir yang hanya menyambar anggota Clan Gu pendukung Gu Lin.

__ADS_1


Bulu kuduk mereka berdiri melihat tubuh-tubuh anggota Clan Gu pendukung Gu Lin tergeletak dengan gosong. Hanya beberapa saja yang berhasil selamat setelah menggunakan Kubah tanah.


Saat mereka mengira akan aman, tiba-tiba hujan deras mengguyur kota Yannan. Sambaran petir jilid dua segera meluncur kembali. Kubah tanah yang mereka buat berubah menjadi basah, yang dapat menghantar arus listrik.


“Aaaaaaaaa!” teriak Gu Lin dari dalam kubah tanah yang ia buat.


Chen Xia kebingungan melihat penomena itu, kenapa ia tak ikut disambar petir. Apakah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit itu menolong mereka.


Pikiran itu ia tepiskan, ia segera mengeluarkan Pill Neraka untuk diserap Gu Yao. Agar ia memiliki sedikit qi kembali dan melakukan regenerasi luka dalamnya.


Hujan deras itu segera berhenti dan awan hitam di langit segera menghilang dalam sekejap. Cuaca kota Yannan kembali cerah, semua dibuat kebingungan. Hanya beberapa tarikan nafas saja, pertarungan mematikan itu telah usai. Sungguh kekuatan yang sangat mengerikan.


“Apakah Saitama dari wanpusmen datang membantu kita?”


“Mana mungkin Udin! Ini pasti ulah Dragon, ayah Luffy dari wanpis. Diakan pemakan buah iblis pengendali cuaca.”


Dua Pendekar Pedang yang kerjanya main petak umpet, sehingga mereka tak cedera dalam pertarungan ini berdebat siapa Pendekar Pedang yang menolong mereka.


Mereka langsung menghampiri Chen Xia, sedangkan Gu Yao sedang duduk bersila menyerap Pill Neraka untuk memulihkan sedikit qi miliknya.


“Yah, sepertinya aku telah memancing kekuatan besar di Kerajaan Yuan ini,” kata Xiuhuan menghampiri Gu Xu.


Chen Xia melihat Gu Xu lansung menaruh hormat pada Pendekar Pedang berwajah tampan itu. Iapun segera ikut memberi hormat, dalam pikirannya, mungkin Pemuda tampan itu yang telah menyelamatkan mereka.


“Terimakasih atas pertokoan tuan Xiuhuan,” sahut Gu Xu dengan senyum tipis. “Untuk saat ini keselamatan tuan muda lebih penting. Masalah Kekuatan besar yang menyadari tindakan tuan Xiuhuan, kita bahas dengan tuan muda Yao saja,” katanya lagi.


“Ka-kapan tuan Xiuhuan berada di sini?” Gu Ruyan baru sampai terkejut melihat Xiuhuan. “Bukannya tadi tuan Xiuhuan aku tinggalkan di tengah kota?” Ia kebingungan dan berpikir sejenak. Ia kemudian yakin Xiuhuanlah yang telah menolong mereka, karena cuma dia saja yang Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit di sini.

__ADS_1


“Yan‘er!” Chen Xia lansung memeluknya. “Kamu masih hidup anakku,” katanya lagi.


Chen Xia sudah menganggap Gu Ruyan sebagai anaknya, walaupun mereka tidak memiliki hubungan darah. Karena ia menemukan Gu Ruyan di depan gerbang saat masih bayi dulu.


“Ibuuuuu!” Chen Xia menangis tersedu-sedu di pelukannya.


Membuat Xiuhuan terharu melihat pertemuan ibu dan anak itu yang telah berpisah sepuluh tahun lamanya.


Saat ini halaman Kediaman Ketua Clan Gu dipenuhi oleh Pendekar Pedang pendukung Gu Yao. Mereka sangat senang berhasil memenangkan pertarungan ini, walaupun akhirnya menggunakan kekuatan cheat atau Pahlawan kesiangan yang selalu telat muncul. Bahkan reader saja sampai lupa apakah Xiuhuan masih tokoh utama dalam novel ini.


Lebih dari dua pertiga Pendekar Pedang pendukung Gu Yao gugur dalam pertarungan itu. Orang-orang terdekat Gu Yao, Gu Qian dan Gu He adalah salah satunya.


Gu Xu kemudian memerintahkan mereka untuk mengumpulkan mayat rekan-rekan mereka dan membakar mayat pihak lawan. Agar tak menimbulkan wabah penyakit nantinya.


Gu Xu sendiri langsung bergegas ke arah kediaman tetua pertama, ia ingin mencari ayahnya. Walaupun kemungkinan hidupnya nol besar, namun ia tetap berharap sebuah keajaiban terjadi.


Gu Yao yang telah menyerap sedikit qi, segera berdiri dan menghampiri Xiuhuan.


“Terimakasih tuan Xiuhuan telah menolong kami,” kata Gu Yao dengan berlinang air mata. Kalau bukan karena bantuan Xiuhuan mereka telah habis dibinasakan oleh Gu Lin.


“Yah, seharusnya aku yang meminta maaf. Karena tak dari awal membantu kalian. ‘Kan, kejadian seperti ini tak harus terjadi semestinya,” sahut Xiuhuan merasa turut andil dalam kekacauan di kota Yannan ini.


“Tidak! Kan, tuan Xiuhuan sudah menyepakati perjanjian dengan kami. Akan bertindak bila tetua dari Sekte Bambu Kuning ikut campur tangan,” sahut Gu Yao. “Untungnya mereka tidak sempat menyalakan kembang api untuk meminta bantuan tetua itu. Kami akan segera mengirim pesan ke bagian administrasi Kerajaan Yuan, telah terjadi pergantian Ketua Clan Gu. Sehingga tetua dari Sekte Bambu Kuning itu tidak akan bisa bertindak, karena tidak ada lagi ahli waris selain diriku.”


“Kalau ia nekad menyerang kami, sama saja ia mencari mati. Karena dalam hukum Kerajaan Yuan tidak boleh menyerang Clan lain, kecuali diminta salah satu pihak internal yang bertikai membantu mereka.” Seperti yang Gu Yao lakukan, ia meminta bantuan Xiuhuan.


...⚔️Bersambung⚔️...

__ADS_1


***


Semoga terhibur gaesssssss. Jangan lupa di Laik, ya.


__ADS_2