
Seorang Pendekar Pedang Clan Gu berjalan tergesa-gesa menghampiri tetua pertama Clan Gu. Saat ini ia tengah berdiskusi dengan beberapa Pendekar Pedang mengenai lonjakan kedatangan pengunjung ke kota Yannan yang terus melonjak, membuatnya sedikit curiga akan hal itu.
Karena sudah beberapa tahun terakhir, kota Yannan tak diminati oleh para pengunjung maupun pedagang.
Pendekar Pedang itu memberi hormat tetua pertama.
“Ada apa? Katakanlah! Kami sedang melakukan pembahasan penting,” kata tetua pertama mempersilahkan Pendekar Pedang itu berbicara.
“Seorang Pendekar Pedang memblokir restoran Kao Ji dengan perisai air. Kami tidak tahu apa yang dilakukannya di dalam. Karena tak ada saksi yang melihat. Saat ini ada sepuluh Pendekar Pedang yang mencoba memaksa masuk, namun tak bisa ditembus tetua!” lapor Pendekar Pedang Clan Gu itu.
Tetua pertama Clan Gu itu berpikir sejenak, apakah ini ada hubungannya dengan membludaknya pengunjung ke kota Yannan. Atau Gu Yao telah berhasil mengumpulkan Pendekar Pedang hebat, sehingga memutuskan memulai kudeta terhadap Gu Lin.
“Kamu bawa lebih banyak Pendekar Pedang ke sana! Tunggu perisai air itu terbuka. Saat terbuka nanti, tangkap semua orang yang keluar dari sana, kalau melawan bunuh saja!” Perintah tetua pertama.
Ia sendiri lansung berdiri dan membubarkan pertemuan itu. Ia segera menuju kediaman utama Clan Gu untuk memberitahu keanehan yang terjadi di kota Yannan, agar Ketua Clan Gu, Gu Lin mengambil keputusan.
***
“Xing gege! Aku tak bisa menggunakan kekuatan penuhku, karena tempat ini terlalu sempit,” keluh Gu Yue yang seharusnya melayang di udara saat menggunakan mode Penggabungan dengan Roh Pedang Phoenix, namun sekarang malah berdiri saja.
“Betul tempat ini terlalu sempit tuan muda Xing!” seru Gu Wuxian yang hanya bisa menggunakan siluet kecil Ular Phiton api.
“Hahaha ... kalian itu telah terperangkap dalam jurus sangkar burung. Di mana kalian tak akan bisa memaksimalkan potensi jurus yang kalian miliki,” ejek Xiuhuan tertawa cekikikan.
Padahal sebenarnya tak ada jurus sangkar burung, ia cuma menggunakan jurus Putaran Gelombang Air saja, yang merupakan jurus dasar.
Gu Xing panik, namun ia harus mengambil keputusan cepat.
__ADS_1
“Tetap gunakan jurus terkuat, kita lawan mereka semua!” seru Gu Xing, yang sebenarnya ragu-ragu melihat sepuluh Kloning Manusia Air di hadapan mereka.
“Karena tekat kalian sudah bulat melawan Pendekar Pedang terkuat sejagat raya ini, maka aku akan hilangkan saja jurus keren ini!” seru Xiuhuan melambaikan tangannya dan Kloning Manusia Air lansung menghilang dari pandangan mereka. “Karena jurus tadi buat pamer saja pada Gu Ruyan, agar ia terpesona melihatku hahaha ....” Xiuhuan tertawa cekikikan.
Gu Ruyan geleng-geleng kepala mendengar ucapan Xiuhuan, apalagi ia malah membongkar identitasnya.
“Tuan Xiuhuan, apa yang kamu lakukan!” gerutu Gu Ruyan sembari berkacak pinggang menatapnya.
“D-dia Gu Ruyan? Kekasih Gu Yao!” seru Gu Xing terkejut mendengar identitas wanita bercadar itu. “Berarti tujuan mereka bukan aku, tapi ayah!” gumam Gu Xing, karena memperhatikan Xiuhuan tak serius menghadapi mereka.
Gu Xiong mengedipkan matanya, ia sudah selesai melakukan sedikit penyembuhan dengan tenaga dalamnya.
Gu Xing juga mengangguk, lantai pijakannya hancur berkeping-keping. “Paku tanah! Tebasan ribuan Paku!” Gu Xing melesat dengan cepat dan telah berada di hadapan Xiuhuan.
Dari lantai restoran Kao Ji itu muncul gundukan tanah yang berbentuk runcing mirip dengan bor yang terus berputar-putar mengejar Xiuhuan.
Bor tanah itu tak hanya satu tapi ada tujuh, jumlah yang keluar terbatas karena ruangan restoran Kao Ji itu terlalu sempit. Seperti yang dikatakan Xiuhuan, mereka tak akan bisa menggunakan kekuatan mereka secara penuh.
Di sisi kanan Gu Wuxian meliuk-liuk, ukuran badan ularnya membesar dan Siluet Ular Phiton api juga mulai menyemburkan api besar ke arah Xiuhuan.
Gu Ruyan panik, ruangan restoran Kao Ji yang sempit itu pasti berdampak padanya. Ia mengalirkan banyak qi ke Pedang Rohnya dan menancapkan pedangnya ke lantai, sebuah perisai angin muncul untuk melindunginya dari dampak pertarungan di depannya itu.
Xiuhuan tersenyum, ia tak mengira Gu Xing ternyata cukup kuat juga. Dengan Langkah Kilat ia menghindari bor tanah yang berputar-putar mengejarnya.
“Teknik Pernapasan Matahari!” seru Xiuhuan yang kini malah menyasar menggunakan jurus dari Demon Slayer: Kimetsu No Yaiba.
Xiuhuan berpindah-pindah dengan cepat sembari menangkis semua tebasan mereka. Gu Xing sedikit panik, melawan Xiuhuan dibutuhkan konsentrasi tinggi, karena Xiuhuan melesat dengan cepat dan tak sampai satu tarikan nafas, Xiuhuan telah berpindah-pindah lagi.
__ADS_1
“Inikah kekuatan seorang Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit itu?” gumam Gu Ruyan sambil mengepal tangannya, ia bahkan tak melihat keberadaan Xiuhuan. Yang ada cuma suara dua buah pedang beradu dan kilatan-kilatan listrik.
Gu Yue mundur beberapa langkah ke belakang Gu Xing, karena ia tak bisa mengikuti pergerakan Xiuhuan. Dengan konsentrasi tinggi, ia menebak pola perpindahan Xiuhuan.
“Kena kau!” seru Gu Yue.
Ribuan Pedangnya berputar-putar mengelilingi Xiuhuan. Namun Xiuhuan malah tersenyum, ia dikelilingi ribuan Pedang.
“Putaran Gelombang Air!” seru Xiuhuan, air dalam jumlah besar berputar-putar mengelilingi tubuh Xiuhuan.
“Sekarang saatnya!” seru Gu Xiong, karena sebelumnya dengan cara ini ia sempat membuat Xiuhuan terpental.
Gu Xing menghantam posisi Xiuhuan dengan bor tanahnya, Gu Wuxian tak mau ketinggalan. Siluet Ular Phiton api raksasa miliknya menelan Xiuhuan.
“Apa dia mati?”
Gu Xing, Gu Yue dan Gu Wuxian menatap Siluet Ular Phiton api yang diam saja dan tidak terjadi apa-apa pada Siluet itu.
“Tuan Xiuhuan!” teriak Gu Ruyan melihat Xiuhuan telah tertelan oleh Siluet Ular Phiton api itu.
“Hahahaha ... Ruyan! Cuma begini sajakah kekuatan Pendekar Pedang yang kalian kirim untuk membunuh ayah?” Gu Xing tertawa lebar sembari melirik Gu Ruyan yang ketakutan, karena tak mungkin melawan mereka sendiri saja.
“Aku kabur saja! Mereka pasti tak sanggup mengejarku karena kelelahan bertarung melawan tuan Xiuhuan,” gumam Gu Ruyan berbalik badan, namun ia tersadar kembali. Perisai air yang menyelimuti restoran Kao Ji belum hilang.
Gu Ruyan berkacak pinggang membuat Gu Xing kebingungan, dari mana datangnya keberanian gadis cantik yang pernah menolaknya mentah-mentah itu.
“Tuan Xiuhuan! Berhenti main-mainnya! Nanti aku tak mau memberikan jatah malam ini,” kata Gu Ruyan menatap ke sekeliling restoran.
__ADS_1
Gu Xing terkejut mendengar ucapan Gu Ruyan, ia juga melihat ke sekeliling restoran Kao Ji. Perisai air yang mengelilingi restoran tak hilang, berarti Xiuhuan belum mati. Yang mengejutkannya adalah ia tak melihat keberadaan Gu Xiong.
...⚔️Bersambung⚔️...