Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Di Balik Layar


__ADS_3

Dugaan Xiuhuan benar, di ibukota kerajaan Han, di sebuah tempat rahasia. Para Sesepuh Paviliun Shadow berkumpul menghadap seorang Pendekar Pedang tahap 100 yang juga telah hidup sejak abad kekosongan. Bahkan dia ikut terlibat dalam perang yang membuat wilayah Kerajaan Han di daratan utama jatuh pada pihak musuh.


Dia adalah mata-mata pihak musuh yang disisipkan ke dalam Kerajaan Han. Namun, ia tak bisa kembali lagi, karena Sang Raja waktu itu bersama Para Pendekar Pedang tahap 50 keatas melakukan pengorbanan menyegel Pulau Niao dari daratan utama.


Dia adalah Houlang, orang nomor satu dibalik Paviliun Shadow. Kekuasaannya selama ini tak terbatas, walaupun hanya dibalik layar. Bahkan ia bisa mengganti Raja Kerajaan Han, jika dia mau. Namun, 2000 tahun lalu muncul seorang Hakim, Pendekar Pedang tahap 100 yang menjunjung tinggi keadilan, mereka bertarung selama 100 tanpa henti, tak ada yang menang atau kalah.


Kemudian memutuskan mengakhiri duel tersebut dan sepakat untuk tak melakukan konfrontasi kedepannya. Makanya, setelah itu Paviliun Shadow bekerja dengan senyap dan hanya mengirim Pendekar Pedang pemula saja di tiap misi mereka.


Sedangkan Sang Hakim juga menarik diri dari dunia Kependekaran dan berdiam diri di ibukota, beliau adalah ayah dari Hakim Jia Li. Namun, belakangan ini pengaruhnya berkurang, dengan banyaknya sekarang Hakim yang korup dan berpihak ke Paviliun Shadow.


***


“Qian Shing! Kenapa bisa anak yang dapat menggunakan jurus Pembelah dimensi itu lepas darimu!” Bentak Houlang, ia mengeluarkan aura pembunuh yang begitu kuat membuat mereka yang hadir di dalam ruangan itu ketakutan. Untung saja mereka semua Pendekar Pedang tahap 100.


“Ma-maaf tuan ... kami ketahuan oleh Hakim Jia Li!” sahut Qian Shing terbata-bata.


“Dasa bodohhhhhh!” gerutunya, “Bagaimana dengan Kelompok Judgment yang muncul akhir-akhir ini, mereka telah membunuh banyak Pendekar Pedang berlevel tinggi pihak kita,” tanyanya lagi.


“Kalau itu ....” Qian Shing kesulitan untuk menjawabnya, karena ia memang tak tahu apa-apa tentang organisasi baru itu yang sering menyerang pihak Paviliun Shadow atau sekutu mereka.


“Asumsi saya tuan, mereka pasti ada hubungannya dengan Hakim, karena Hakim di pihak kita sekarang sering diserang, sementara Hakim pihak mereka selalu muncul ketika kejadian telah selesai. Contoh terakhirnya adalah di kota Yangtze, Hakim Duan Cangtian tewas di sana dan tak lama kemudian, Hakim Jia Li datang dan menyatakan Lin Dong dan Paviliun Shadow adalah dalang kekacauan di kota itu. Ia tak mengungkit Kelompok Judgment sama sekali, bahkan siapa yang membunuh pihak kita dan Lin Dong juga tak diselidiki. Kasus ditutup begitu saja tanpa peradilan.”


Laoxu, yang merupakan ketua Sekte Pedang Utara, dari utara Pulau Niao, yang merupakan Sekte kedua terbesar di Kerajaan Han itu membantu Qian Shing menjawab pertanyaan dari Houlang.


“Hmm, ternyata si tua itu mau mengulang kejadian di masa lalu, ya!” gerutu Houlang sambil mengepal tangannya. “Mulai sekarang, jika ada pihak yang kalian curigai anggota atau pendukung Kelompok Judgment itu, hancurkan saja. Kedua, kalian ambil kembali anak yang memiliki jurus Pembelah dimensi itu!” Perintah Houlang pada para Sesepuh Paviliun Shadow yang hadir itu.


Semuanya yang hadir menerima perintah itu. Kemudian mereka meninggalkan ruangan itu, begitu juga denga Qian Shing, orang yang paling bertanggung jawab atas hilangnya, Dou Yi dulu.

__ADS_1


“Seingatku Hakim Jia Li datang dengan pacarnya yang merupakan tetua di Sekte Teratai Biru di kota Hua. Apa jangan-jangan dia menyembunyikan Dou Yi di sana.” Qian Shing berpikir demikian, iapun tersenyum tipis. Mengingat Sekte Pedang Naga Surgawi dari kota Yan Luo sedang bersitegang dengan Sekte Teratai Biru dari kota Hua. Apalagi Sekte Pedang Naga Surgawi adalah sekutu Paviliun Shadow juga.


Qian Shingpun berencana bertemu dengan Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi, membahas penyerangan terhadap kota Hua.


Penyerangan itu harus dilakukan dengan hati-hati dan mencari alasan menyerang mereka. Supaya Hakim tak menghukum Sekte Pedang Naga Surgawi tentunya.


***


Setelah cukup jauh dari kota Yangtze, Xiuhuan dan anggotanya menginap di sebuah penginapan kecil. Paginya mereka semua sarapan pagi, sebelum melanjutkan perjalanan.


“Aku rasa kita berpisah disini, karena Aku harus kembali dulu ke Kota Hua, takutnya nanti Ketua Sekte memarahiku, karena keluar tanpa izin darinya.” Xiuhuan membuka pembicaraan setelah selesai makan.


“Tenang saja Ketua Xiuhuan, yang penting beri kami banyak misi lagi. Tanganku sudah gatal kembali, ingin memenggal kepala orang!” sahut Zongxian dengan semangat membara.


“Hahaha tentu saja, kalau Aku dapat informasi dari Jiali atau Feng Yunji, Aku akan lansung mengabari kalian.”


”Apaaaa ... Aku juga ikut!” sahut Mei Yin tak ingin ketinggalan, ia tak terima Lin Jingmi berduaan dengan Xiuhuan.


“Aku juga!” Qin Tan ikut-ikutan.


“Aku juga dong, ah ... jadi pengen dipeluk Ketua Xiuhuan!” Si muka pucat, Jiu Yuan juga ikut membuat suasana semakin riuh.


“Hei, bencong ngapain kau ikut-ikutan!” seru Mei Yin padanya, yang tersenyum mengejek.


Sebenarnya Jiu Yuan sengaja mengatakan itu, karena kesal para gadis-gadis berebutan ikut dengan Xiuhuan.


“Aku putuskan yang ikut adalah ...”

__ADS_1


Para gadis-gadis itu lansung menatap Xiuhuan dengan tatapan penuh harap, agar namanya yang keluar dari mulut Ketua Kelompok Judgment tampan itu.


“Adalah ...” Xiuhuan membuat mereka tegang, menunggu ucapannya.


“Cepat Ketua!” Mei Yin tak sabar menunggu ucapannya.


“Adalah ... tak ada yang ikut!” seru Xiuhuan.


“Yah ...” sahut ketiga gadis cantik itu lansung loyo, karena mereka sangat berharap ikut bersama Xiuhuan.


“Kalau kalian ikut bersamaku, itu akan melanggar aturan Sekte. Kalian harus memakluminya, nanti kalau kita berjumpa lagi, aku akan memberikan kalian pelukan hangat, deh!” goda Xiuhuan agar mereka tak kecewa.


“Pelukan hangat,” guman ketiganya. Mereka lansung membayangkan hal-hal mesum, membuat muka mereka memerah membayangkannya, bahkan rambut mereka mengeluarkan asap seperti di film-film animasi.


“Woi sadar! Sadar! Kalian berpikir terlalu jauh!” seru Qin Sin membuyarkan lamunan mereka.


“Ah, kakak bodohhhhhh!” seru Qin Tan mencubit Saudara kandungnya itu. Padahal tadi lamunannya lagi memasuki puncaknya, namun semua buyar seketika olehnya.


“Sudah ... Kelompok Judgment kita ini bukan untuk main-main, tapi berjuang demi menegakkan kebenaran. Kita adalah Pahlawan tanpa tanda jasa. Akan ada masanya nanti, Aku akan mengabulkan permohonan kalian, jika itu masih kuanggap wajar, ya. Nanti kayak si Zongxian, dia mengharapkan gadis cantik. Itu, sih mustahil kukabulkan!” seru Xiuhuan.


“Yah, padahal tadi aku sudah senang mendengarnya,” sahut Zongxian kecewa, ternyata Xiuhuan tahu isi pikirannya.


Sedangkan ketiga wanita cantik itu, makin senang mendengar ucapan bualan dari Xiuhuan itu. Mereka tak tahu kalau Xiuhuan itu tukang bual nomor satu dulu di Kota Hua.


Kemudian, mereka berpisah setelah keluar dari Penginapan itu. Xiuhuan kembali ke kota Hua. Sedangkan mereka melanjutkan perjalanan ke Kota Tianwu, ibukota Kerajaan Han itu.


Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2