Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Menjelajah Makam X; Aliran Hitam


__ADS_3

Wu He menghancurkan artefak ditangannya dan cahaya emas lansung muncul, kemudian cahaya emas itu menghilang seketika.


Xiuhuan menatap Jiang Meng yang ketakutan menatap Wu He dan ia lansung menghampiri Jiang Meng, sedangkan Wu He lansung tertawa keras serta menatap jijik pada Jiang Meng.


“Kenapa kau ketakutan gadis berambut merah?” Xiuhuan memegang pundaknya—gadis itu menangis tersedu-sedu, padahal ia telah menjanjikan keselamatan padanya bila berhasil mengalahkan Wu He dan yang lainnya.


“Artefak tadi mengirim gambar wajahku pada pikiran Nona Ketua.” Wajah Jiang Meng pucat sekali. “Kami sebenarnya tidak tahu siapa Nona ketua, karena hanya Wu Tianji saja yang pernah bertemu dengannya. Namun, ia bisa mengaktifkan racun yang telah ditanam tubuh kami, dengan syarat ia harus tahu siapa yang akan dimusnahkan olehnya itu.” Jiang Meng memberikan penjelasan.


Xiuhuan terkejut, siapakah Nona Ketua mereka itu? Bahkan Wu Tianji yang merupakan jenius Clan Wu saja menuruti perintahnya.


“Berarti kalian bukan hanya kelompok pencari senjata pusaka tingkat tinggi saja. Apakah ada organisasi gelap atau Kultivator kuat yang mengerahkan kalian?” tanya Xiuhuan penasaran.


“Betul senior, kami adalah—”


“Jiang Meng!” seru Xiuhuan mengeluarkan Pill penawar racun dari cincin ruang miliknya. Namun, mulut Jiang Meng lansung menyemburkan darah.


“Sa-sakit!” teriak Jiang Meng memegang perutnya. Dia merasa sensasi terbakar dari dalam perutnya itu. “Se-senior tolong bunuh Aku!” Jiang Meng memohon pada Xiuhuan.


“Telan ini gadis berambut merah!” seru Xiuhuan ingin memasukkan Pill penawar racun pada mulut Jiang Meng. Namun, ia menolaknya.


“Percuma senior. Obat penawarnya hanya bisa didapatkan dari tabib di benua Resifel,” sahut Jiang Meng.


Dia kemudian mengambil Katana miliknya dan menusuk jantungnya sendiri.


Xiuhuan kasihan melihatnya dan akhirnya mengambil kesimpulan, ternyata mereka adalah anggota aliran hitam, karena Jiang Meng menyinggung tentang Benua Resifel yang merupakan wilayah aliansi aliran hitam.


“Hahaha ... itulah akibat melawan arus. Wajahmu juga telah diketahui oleh Nona Ketua, bahkan kau telah membunuh teman masa kecilnya Xiao Yue, yang sebenarnya bernama Huo Yue. Kami semua berasal dari Clan Huo yang merupakan salah satu Clan besar aliran hitam di benua resifel.”


“Dia juga bukan Jiang Meng, tetapi namanya adalah Huo Meng. Saya ingatkan sekali lagi, apabila kamu berhasil mengalahkan Wu Tianji dan keluar dari sini hidup-hidup. Di masa depan pasti masih ada yang akan mencarimu, karena tiap Clan di Benua Resifel memiliki cara sendiri menyusupkan muridnya ke aliran putih dan kami juga tidak tahu murid dari Clan lain, bahkan kami dari sesama Clan Huo saja baru berjumpa di sini, tetapi sayangnya—kau menghabisi kami lebih dulu.”

__ADS_1


Xiuhuan menghela nafas panjang, ternyata kehidupan damai yang ia impikan sulit terwujud. Dia jadi berpikir, mungkin Lou Yi sengaja menitipkan Pedang Penghancur Semesta padanya, karena Lou Yi sudah memikirkan hal seperti ini akan terjadi.


Xiuhuan menjentikkan jarinya dan kesepuluh Kloning Manusia Air lansung menghilang.


Xiuhuan juga mengambil Katana milik Jiang Meng, ia sebenarnya sangat menghindari membunuh wanita, walaupun tadi ia melakukan itu pada Xiao Yue. Bahkan di masa lalu, banyak wanita jahat yang ia lepaskan, setelah mereka memberikan sesuatu yang berharga untuk Xiuhuan sebagai jaminannya.


Jiang Meng sendiri, menurutnya adalah wanita baik-baik, hanya terlahir di tempat yang salah saja. Makanya ia sangat murka pada Wu He.


Xiuhuan mengalirkan qi Roh Pedang Sidat Listrik pada Katana milik Jiang Meng, membuat Pedang itu tampak sangar dengan sengatan-sengatan listrik menyelimuti bilahnya.


Lin Dong menarik nafas dalam-dalam, setelah cukup kerepotan tadi saat melawan Kloning Manusia Air, dia mendekati Wu He yang memegang Trisula Mahadewa miliknya.


“Saudara He, aku akan menyerangnya dari sisi kiri dan kau dari sisi kanan,” kata Lin Dong melalui suara batin.


“Jangan!—itu akan menguntungkannya, saudara Dong sudah lihat kan, gerakannya sangat cepat, lebih cepat dari pengguna elemen angin,” sahut Wu He dengan suara batin juga.


Xiuhuan tahu mereka sedang berdiskusi cara mengalahkannya, tetapi ia membiarkannya saja. Karena tak akan seru bila mereka tak mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki.


“Kita harus menyerang dia secara bersamaan dan jangan sampai berjauhan, supaya kita bisa saling melindungi. Mungkin Nona Ketua akan datang membantu kita—Yang penting, kita harus mengulur waktu selama mungkin,” sahut Wu He.


“Aduh, aku sampai mengantuk menunggu kalian berdiskusi. Sudahi sajalah, terima ini!”


Xiuhuan menyela pembicaraan mereka dan lansung menebas Katana pada Wu He.


“Ayo kita lawan sesuai rencana,” kata Wu He sembari menangkis tebasan Katana Xiuhuan.


“Kau pikir kau hebat! Dasar bocah lemah!” Lin Dong memprovokasi Xiuhuan. “Bagaimana saudara He, sudah benarkah cara mengulur waktu yang kubuat,” kata Lin Dong berbicara dengan suara batin.


Wu He mengekerutkan keningnya, “Yang aku maksud adalah mengulur waktu dengan menahan serangannya, buka malah memprovokasinya,” gerutu Wu He, kesal dengan ulah Lin Dong.

__ADS_1


“Ah, salah, ya.” Lin Dong tersenyum masam.


“Kapan kalian serius melawanku. Kalau begini mati saja sana!” sela Xiuhuan menggunakan qi sebesar danau Qinghai, yang merupakan setengah persen dari qi dalam Rongqinya.


“Apa ini?—Kenapa tiba-tiba aku merasakan kekuatan yang sangat besar darinya. Seharusnya ia sudah kelelahan melawan kita tanpa henti?” keluh Lin Dong memukul Xiuhuan dengan tombak yang dipenuhi kobaran api.


Boommmmm!


Xiuhuan mundur beberapa langkah, sedangkan Trisula Mahadewa milik Wu He mengeluarkan pusaran air membentuk siluet Naga.


“Oo, lumayan. Namun, sayang sekali, aku sedang buru-buru; maka aku akan memakan Siluet naga milikmu,” ejek Xiuhuan maju dengan kecepatan tinggi.


“Lin Dong! Lindungi Aku!” seru Wu He menusuk Trisula Mahadewa ke arah Xiuhuan.


“Roh Pedang Sidat Listrik!—Keluar!” seru Xiuhuan dan tiba-tiba muncul Siluet Sidat Listrik yang besarnya tiga kali lipat dari Siluet Naga air milik Wu He.


Wu He terkejut, ia tak menyangka Xiuhuan bisa menggunakan jurus memadatkan qi elemen air menjadi bentuk yang dipikirkan oleh pengguna jurus.


“Ini adalah jurus turun temurun dari keluarganya, bagaimana bisa anggota aliran putih bisa menggunakannya. Jangan-jangan anggota kita yang berada di Clan Lou telah berkhianat,” keluh Wu He pucat melihat Naga air miliknya malah ditelan Siluet Sidat Listrik.


“Ukhuk! Ukhuk!” Wu He muntah darah, karena aliran qi miliknya masih terhubung dengan Siluet naga air dan tiba-tiba terputus begitu saja, makanya terjadi kerusakan pada aliran qi-nya.


“Saudara He!” Lin Dong malah menghampirinya.


“Awas!” teriak Wu He.


Xiuhuan muncul di belakang Lin Dong yang sebenarnya ingin menebas Wu He lebih dulu, tetapi Lin Dong malah menghalangi jalannya. Sehingga Xiuhuan mengubah targetnya.


Lin Dong tak sempat berkata apa-apa, kepalanya lansung menggelinding di lantai. Wu He sangat murka melihatnya. Dia berteriak sekencang-kencangnya dan memilih menusukkan Trisula Mahadewa; tepat di jantungnya, karena ia merasa Xiuhuan sengaja bermain-main dengan penderitaan mereka.

__ADS_1


“Yah, pada akhirnya ia memilih bunuh diri,” gumam Xiuhuan menghela nafas dalam-dalam. Dia kemudian menghampiri tubuh Jiang Meng yang tergeletak tak bernyawa. “Mungkinkah dengan ini, kau masih bisa diselamatkan,” katanya lagi mengeluarkan barang berharga miliknya.


...~Bersambung~...


__ADS_2