Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Informasi Penting Dari Hakim Agung


__ADS_3

Xiuhuan memasuki kediaman Hakim Jia Li. Tak ada yang mencegat atau menanyakan identitas Xiuhuan saat ia melewati para penjaga gerbang kediaman Hakim Jia Li itu.


“Tuan Xiuhuan!” Seorang Pendekar Pedang pria berpakaian serba hitam menyambut Xiuhuan saat di pintu masuk rumah besar itu.


“Apakah Hakim Li ada?” tanya Xiuhuan padanya.


“Beliau ada di ruang tamu bersama Hakim agung!” sahut Pria dengan pakaian mirip Assasin tersebut.


“Oh, begitu!” kata Xiuhuan berjalan mengikuti pria itu.


Xiuhuan kau telah datang rupanya,” sambut Jia Li yang lansung memeluk Xiuhuan.


“Ehem!” Hakim agung yang merupakan ayah Jia Li itu berdehem melihat kelakuan mereka.


“Salam Hakim Jia Xiang!” Xiuhuan lansung memberi hormat padanya.


“Lama tak jumpa Assasin Petir,” sahut Hakim agung atau Jia Xiang.


“Hahaha bukan Petir, lebih tepatnya karena Roh Pedang saya Sidat Listrik,” kata Xiuhuan.


Sontak saja, Jia Li terkejut. Ternyata orang yang membunuh kekasihnya adalah Xiuhuan. Jia Li begitu memendam kebencian terhadap Assasin itu. Sosok yang dicari-cari ternyata datang sendiri, atau malahan orang terdekatnya selama ini.


Xiuhuan masih senyum-senyum saja. Padahal Jia Li mulai mengeluarkan aura pembunuh yang begitu besar.


“Ini?” guman Xiuhuan menengok Jia Li. “Aduh aku lupa, kan dulu aku yang membunuh kekasihnya,” kata Xiuhuan lagi dalam hati.


Seketika sepasang sayap Phoenix muncul di punggung Jia Li. Pedang Roh berwarna merah darah juga telah digenggamnya.


“Aku begitu mempercayaimu!” Jia Li mulai berbicara, “Namun ternyata kau adalah musuh dalam selimut.”


“Hakim Li! Tolong kendalikan dirimu,” kata Xiuhuan yang mulai panik.


Jika terjadi pertarungan, sudah dipastikan Xiuhuan akan kalah. Karena Jia Xiang adalah Pendekar Pedang tahap 100, sedangkan Jia Li Pendekar Pedang tahap 80, belum lagi Hakim lainnya. Diantara mereka ada juga yang Pendekar Pedang tahap 95.

__ADS_1


“Li‘er! kau harusnya bersyukur Xiuhuan membunuh kekasihmu itu. Toh, dia hanya tikus Paviliun Shadow.” Jia Xiang mengeluarkan aura pembunuh yang jauh lebih pekat dari Jia Li.


Pelayan kediaman Hakim Jia itu lansung berhamburan menjauh dari mereka.


Melihat sang ayah yang marah atas tindakannya, Jia Li akhirnya melunak dan menenangkan dirinya.


“Huh! hampir saja aku ke surga,” guman Xiuhuan sambil melepas sedikit senyum ke arah Jia Li yang menatap kecus padanya.


“Silahkan duduk tuan Xiuhuan!” seru Jia Xiang, karena Jia Li tak menyuruhnya duduk.


“Terima kasih Hakim Xiang. Ada gerangan apa anda memanggil saya kemari?” Xiuhuan bertanya padanya.


“Aku dengar kau dan Jia Li membentuk organisasi yang akan menandingi Paviliun Shadow. Apakah kau sudah tahu kekuatan mereka?” kata Jia Xiang.


“Masalah itu sih, gelap!” sahut Xiuhuan.


Hakim Jia Xiang lansung geleng-geleng kepala. kemudian berkata, “Sudah kuduga! Kalian bertindak spontanitas saja.” Ia kemudian mengelus-elus jenggot putihnya. “Asal kau tahu, tindakanmu itu membuat mereka yang diam selama ini, akhirnya bangun.”


“Sebenarnya itu sudah kuduga, makanya aku meminta bantuan Hakim Jia Li dan juga tetua Feng Yunji dari Sekte Pedang Surgawi,” kata Xiuhuan.


“Apaaaaa!” Xiuhuan kaget mendengarnya. “Bagaimana dengan Feng Yunji sendiri?” tanya Xiuhuan penasaran dengan gadis itu.


“Sebenarnya pilihanmu itu tepat. Mereka tak mengajaknya, karena ia tak memiliki latar keluarga berpengaruh. Tapi dengan mengandalkan kekuatan Jia Li dan Feng Yunji serta kumpulan berandalan itu, takkan cukup mengahadapi mereka.”


“Siapa mereka itu?” tanya Xiuhuan penasaran. Namun sebelum Jia Xiang menjawab pertanyaan itu, Xiuhuan kembali berkata, “Bukannya Houlang dibalik semua ini.”


“Memang benar Houlang dalang dan pemimpin Paviliun Shadow. Namun bibit-bibit yang ia tabur ribuan tahun lalu telah siap dipanen,” kata Jia Xiang.


“Kenapa tak kau basmi bibit itu sebelum berkembang?” gerutu Xiuhuan kebingungan.


“Ayah Raja Qian Xun adalah sahabat baik Houlang. Bagaimana caraku membasminya?” kata Jia Xiang dengan sabar menjelaskannya pada Xiuhuan.


“Sebagai yang sudah berpengalaman, apa saran Hakim Xiang pada organisasi kami kedepannya,” kata Xiuhuan.

__ADS_1


“Pertama saya sebutkan dulu beberapa bawahan Houlang saat ini. Ada Sekte Pedang Utara, Laoxu yang merupakan Pendekar Pedang tahap 100. Sektenya itu terkuat kedua di Kerajaan Han ini. Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi, Ketua Sekte Pedang Bulan, Ketua Sekte Pedang Naga Surgawi, Jendral Qian Shing, Jendral Yang Hao dan Hakim Jia Ho.”


“Berarti semua Sekte besar dan menengah adalah musuh kami,” gerutu Xiuhuan yang tak menyangka lawan mereka hanya Sekte Pedang Naga Surgawi saja. Namun ternyata jauh lebih berat dari perkiraannya.


“Menurut catatan kami, ada 10 Pendekar Pedang tahap 100 di pihak Paviliun Shadow. Sedangkan kelompok Judgment, cuma kau seorang. Bagaimana caramu nanti melawan mereka?” tanya Jia Xiang.


“Apakah tak ada lagi yang membantu kita?” Xiuhuan bertanya balik padanya.


“Sebenarnya ada satu cara untuk melawan mereka?” usul Jia Xiang yang membuat Xiuhuan antusias mendengarkannya.


“Menurut arsip Kerajaan yang kusimpan, jika ada yang mampu menggunakan jurus Pembelah dimensi. Cukup Pendekar Pedang tahap 100 menyalurkan tenaga dalam padanya, maka perisai yang melindungi Pulau Niao ini akan terbuka sesaat,” kata Jia Xiang.


“Kalau terbuka, apa hubungannya dengan cara mengalahkan mereka?” Xiuhuan dibuat bingung.


“Apa kau tahu tujuan mereka mencari Dou Yi mati-matian? tentunya supaya mereka dapat keluar masuk Pulau Niao dan membawa Pendekar Pedang kuat dari daratan utama untuk menghancurkan perisai dari dalam.” Jia Xiang kembali memberi penjelasan.


“Tapi kalau kita membukanya dan mencari dukungan di daratan utama. Apakah tak beresiko nanti mereka justru menyerang balik kita?” Xiuhuan khawatir dengan rencana yang disebut Jia Xiang.


“Aku sudah menemukan dokumen lainnya. Bahwa dulunya Kerajaan Han bekerjasama dengan Kerajaan Sin di Padang rumput Utara. Perjanjian ini berlaku sepanjang masa dengan kontrak darah. Walaupun telah terjadi pergantian pemimpin,” kata Jia Xiang.


“Hmm, hebat juga perjanjian ini. Tapi kenapa mereka tak muncul saat perang abad kekosongan?” tanya Xiuhuan lagi.


“Bukannya tak muncul, leluhur kita mengatakan kalau waktu itu Kerajaan Chu dan Yuan Melakukan serang mendadak, sehingga bala bantuan dari mereka terlambat datang. Demi keselamatan penduduk, makanya sang Raja memutuskan menyegel Pulau Niao ini,” kata Jia Xiang.


“Terjawab sudah rasa penasaranku ini, terus siapa yang akan pergi ke sana?” tanya Xiuhuan lagi. Karena cuma mereka berdua saja Pendekar Pedang tahap 100, otomatis salah satu diantara mereka yang akan pergi.


“Aku sudah tua dan tak lama lagi akan mengalami Petir Malapetaka, kau saja yang pergi,” kata Jia Xiang.


“Palingan alasan! Baiklah aku akan ke sana, tapi siapa yang akan melindungi kota Hua. Sebentar lagi kota itu akan digempur habis-habisan,” kata Xiuhuan.


“Tenang saja! aku akan tinggal di kota Hua selama kau pergi. Pasti Houlang menunda penyerangan itu. Kecuali mereka sudah tahu kau menyembunyikan Dou Yi,” sahut Jia Xiang.


Xiuhuan akhirnya paham dengan tujuan dari Paviliun Shadow itu. Beserta Sekte atau kelompok pendukungnya. Demi mencari bala bantuan, Xiuhuan berencana akan pergi ke daratan utama yang berada di luar Pulau Niao.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2