
Nie Rou langsung bergegas memeluk Xiuhuan saat lelaki tertampan di alam semesta itu muncul tiba-tiba di dalam Kediaman Clan Nie.
“Aku rindu Xiuhuan gege! Kenapa lama sekali menjalankan misinya,” kata Nie Rou sembari menggembungkan pipinya. “Aku takut gege akan terluka saat di Clan Du,” katanya lagi.
Xiuhuan mengelus-elus kepala Nie Rou dan berkata, “Hahaha ... mana mungkin babang tampan terluka oleh orang-orang tua yang kelamaan makan tidur itu!” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh. “Oh, ya ... apakah keadaan di Clan Nie baik-baik saja? Tidak ada serangan dari Clan lain, kan?”
Nie Rou geleng-geleng kepala pertanda semua baik-baik saja selama Xiuhuan meninggalkan Clan Nie.
Nie Ranran mendengar suara putrinya berbicara dengan seseorang—sehingga ia segera bergegas menuju aula utama Kediaman Clan Nie tersebut. Penasaran dengan siapakah ia berbicara hingga sampai tertawa bahagia begitu.
Melihat ibu mertuanya datang, Xiuhuan langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat. “Ibu mertua!” sapa Xiuhuan dengan senyum lebar.
Nie Ranran tertawa pelan dan berkata, “Apakah ada hal penting yang membuatmu datang kemari?”
“Ibuuuuu! Xiuhuan gege baru sampai malah bertanya begitu!” sela Nie Rou, karena perkataan ibunya itu seperti tidak mengharapkan kedatangannya saja.
“Hahaha ... yang dikatakan oleh ibu mertua itu benar. Aku ke sini untuk mengatakan kalau besok kita akan melakukan penyerangan ke markas Aliansi Aliran Hitam besok pagi bersama dengan Kultivator Clan Du,” sahut Xiuhuan tertawa pelan.
Nie Ranran tak menyangka Xiuhuan berhasil membujuk Clan Du bergabung dengan Aliansi bentukannya itu tanpa menggunakan kekerasan. Selain kuat, ternyata Xiuhuan juga ahli dalam bernegosiasi—itulah pandangan Nie Ranran tehadap Xiuhuan saat ini.
“Kalau begitu, Xiuhuan gege istirahat dulu. Aku akan memijit tubuh Xiuhuan gege agar lebih bugar saat berangkat ke markas Aliansi Aliran Hitam besok,” kata Xiuhuan sembari merangkul tangannya—padahal Xiuhuan sedang mengobrol dengan Nie Ranran.
Xiuhuan mengerutkan keningnya dan menatap Nie Ranran yang langsung menganggukkan kepala pertanda agar Xiuhuan menuruti saja keinginan putrinya itu.
__ADS_1
“Hah, masa muda memang menarik!” gumam Nie Ranran sembari memerintahkan salah satu anggota Clan Du untuk mengumpulkan para tetua, karena ia ingin mengumumkan bahwa besok Kultivator terkuat Clan Nie akan ikut bersama Xiuhuan.
...***...
Keesokan harinya Ling Wengtian muncul di halaman Kediaman Clan Nie bersama para tetua serta Kultivator Clan Ling.
“Adik ipar, ayo keluar! Jangan olahraga ekstrim terus, nanti kamu tidak memiliki tenaga untuk melawan para Sesepuh Aliran hitam hahaha ....” Ling Wengtian berteriak memanggil Xiuhuan, sehingga para Kultivator Clan Ling lainnya tertawa terkekeh-kekeh mendengarnya.
Xiuhuan yang sedang minum teh dan mengobrol santai dengan ibu mertuanya langsung mengerutkan keningnya. Dia tak menyangka kakak iparnya kini mulai berani bercanda padanya.
“Mereka telah menunggumu, ayo kita segera menjumpai mereka,” kata Nie Ranran dengan seutas senyum hangat menatap Xiuhuan.
“Baiklah ibu mertua, mari kita temui kakak ipar sombong itu,” sahut Fang Yuan langsung muncul dibelakang Ling Wengtian yang tertawa terkekeh-kekeh. “Hmm, sepertinya kakak ipar semangat sekali!” sapanya sembari mengepal tangannya, sehingga Ling Wengtian langsung menangkap kepalan tangannya itu agar Xiuhuan tidak menggunakan metode aneh yang langsung membunuh lawannya itu.
Xiuhuan mengerutkan keningnya dan berkata, “Kenapa kakak ipar meminta maaf?” Xiuhuan berpura-pura kebingungan dan menatap Kultivator Clan Ling lainnya yang langsung mundur beberapa langkah menjauh darinya. “Apakah aku seperti Monster? sehingga kalian takut padaku,” candanya lagi dengan seringai tipis terpancar dari wajahnya.
Ling Wengtian bernafas lega, ternyata Xiuhuan tidak akan membunuhnya dan segera berkata, “Lupakan saja. Kapan kita akan berangkat ke markas Aliansi aliran hitam? Mereka sudah tak sabar ingin bertarung.” Ling Wengtian malah mengalihkan pembicaraan.
Xiuhuan sebenarnya masih ingin mengerjai Ling Wengtian, tetapi ia merasa itu tidak sopan. Mengingat Ling Wengtian adalah Saudara kandung dari istrinya, sehingga ia langsung merobek dimensi yang langsung terhubung ke Kediaman Clan Du.
“Ikuti aku, kakak ipar!” seru Xiuhuan langsung melompat ke dalam lubang hitam di hadapan mereka itu dan Ling Wengtian beserta anggota Clan Ling lainnya ikut menyusul.
Du Jingtian beserta Kultivator Clan Du telah bersiap-siap berangkat menuju Markas Aliansi Aliran Hitam, lebih dari 50.000 Kultivator Clan Du yang berpartisipasi dalam penyerbuan ini.
__ADS_1
Du Jingtian beserta para tetua Clan Du langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat—begitu Xiuhuan muncul di halaman Kediaman Clan Du tersebut.
“Salam tuan Xiuhuan!” sapa Du Jingtian dengan senyum hangat. “Apakah tuan Ling Fei tidak ikut dalam penyerbuan ini?” tanyanya lagi, karena tidak melihat keberadaan Ketua Clan Ling tersebut—hanya Ling Wengtian dan para tetua Clan Ling saja yang terlihat.
Xiuhuan juga menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Du Jingtian dan berkata, “Ketua Jingtian pasti sudah memahami, kalau aku adalah menantunya—sehingga tak elok bertarung bersama. Lagi pula sudah ada kakak ipar, Ling Wengtian yang sangat kuat menggantikan posisi beliau.”
Ling Wengtian hanya tersenyum masam mendengar pujian dari Xiuhuan, sedangkan Du Jingtian juga memaklumi ucapannya itu. Dia kemudian mengeluarkan Artefak teleportasi menuju markas Aliansi aliran hitam, begitu juga dengan para tetua kedua Clan dan Clan-Clan kecil lainnya yang tergabung dalam bawahan kedua Clan besar ini.
Xiuhuan terkejut, ternyata markas Aliansi Aliran Hitam itu ada di bekas gunung berapi, karena selama ini ia tidak pernah bertanya pada ayah mertuanya—di mana markas Aliansi Aliran Hitam tersebut berada.
“Eh, aku lupa!” kata Du Jingtian. “Hanya para petinggi Clan saja yang mengetahui keberadaan tempat ini, sehingga para anggota pasti kebingungan—bagaimana cara mereka mengikuti kita hahaha ....” Du Jingtian tertawa terkekeh-kekeh, karena melupakan hal dasar tersebut.
Xiuhuan mengerutkan keningnya, karena harus kembali lagi ke halaman Kediaman Clan Du. “Ah, merepotkan sekali!” gerutunya sembari merobek dimensi menjemput para Kultivator yang tertinggal di halaman Kediaman Clan Du tersebut.
Hanya dalam lima tarikan nafas saja, lebih dari 100.000 Kultivator telah berkumpul di lereng gunung berapi—tempat markas Aliansi Aliran Hitam.
Ketua Clan Su, segera menyambangi mereka, dibelakangnya juga berkumpul ratusan ribu Kultivator yang masih setia dengan Aliansi Aliran Hitam.
Du Jingtian tersenyum menatap Su Wong yang memegang Tongkat Halilintar. Namun, ia heran kenapa Xiuhuan diam saja, padahal dalam situasi ini adalah waktu yang pas untuk menunjukkan kekuatan yang mengeluarkan cahaya emas itu, seperti yang diceritakan oleh anggota Clannya yang melihat kehebatan Xiuhuan tersebut.
“Tuan Xiuhuan, kenapa Anda diam saja? Bukankah waktunya untuk menakut-nakuti mereka,” bisik Du Jingtian—sehingga Xiuhuan mengerutkan keningnya.
“Hadehh, bukankah lebih baik bernegosiasi secara baik-baik dulu, kalau mereka keras kepala—barulah baku hantam!” sahut Xiuhuan gelang-gelang kepala mendengar ucapan Du Jingtian itu.
__ADS_1