
Xiuhuan tertawa cekikikan dan keluar dari dinding air dengan kepala Gu Xiong telah tertancap di Pedang Rohnya.
“Xiong!”
Gu Xing terkejut, ternyata Pengawalnya itu telah tewas di tangan Xiuhuan.
Xiuhuan melirik Gu Ruyan. “Yan‘er jatah malam ini tetap ada, kan? Jangan sampai seperti tadi pagi. Kamu malah kaget, karena telah bergulat denganku tadi malam, walaupun kamu dalam kondisi mabuk.” Xiuhuan bercanda.
Wajah Gu Ruyan memerah, ia keceplosan mengatakan kata-kata sakral tadi. Padahal ia tak ingin melakukan itu lagi, walaupun ia tak mengingat dengan jelas. Apa yang sebenarnya terjadi padanya tadi malam.
“Ce-cepat bunuh mereka!” seru Gu Ruyan dengan gugup, mengalihkan pembicaraan.
“Kita serang bersama lagi!” seru Gu Xing dengan amarah memuncak.
Lantai restoran Kao Ji yang telah hancur berantakan, kini bergetar hebat lagi. Beberapa bor tanah muncul.
Gu Wuxian juga mengerahkan lebih banyak qi daripada sebelumnya, karena ia menyadari Xiuhuan jauh lebih kuat dari mereka.
“Pergilah ke neraka!” seru Gu Xing maju menyerang Xiuhuan. Namun ia bingung, kali ini Xiuhuan malah tersenyum menyeringai tanpa menghindar seperti sebelumnya.
“Booommm!”
Pedang mereka berada, bor tanah milik Gu Xing juga hancur dihantam oleh sambaran-sambaran petir yang tiba-tiba muncul.
Ternyata Xiuhuan menggunakan jurus Badai Petir dari kitab Seribu Dongeng. Karena ruangannya sempit dan Xiuhuan juga cuma mengalirkan sedikit qi saja. Sambaran petir itu tak terlalu kuat, namun cukuplah untuk mengaburkan bor tanah itu.
Gu Xing yang mundur beberapa langkah kebingungan, kenapa dua rekannya tak ikut menyerang. Ia kemudian menoleh ke belakang dan sangat terkejut Gu Wuxian telah tewas.
“Apa yang kamu lakukan Gu Yue!” bentak Gu Xing yang tak menduga Gu Yue akan membunuh Gu Wuxian.
__ADS_1
Seluruh tubuh Gu Wuxian kini tertancap beberapa Pedang. Sebelumnya, saat Gu Wuxian akan maju bersama Gu Xing menghadapi Xiuhuan, Gu Yue malah mundur beberapa langkah dan menyerang Gu Wuxian dari belakang.
“Tentu saja Aku akan membela yang kuat. Lagi pula Aku bersedia bertunangan denganmu, karena berharap sumberdaya milikmu saja. Karena kami dari keluarga cabang tak pernah diperhatikan, dengan memanfaatkan kamu yang suka jelalatan melihat wanita cantik. Makanya aku bersusah payah menarik perhatianmu.”
Gu Yue mengungkapkan alasan pengkhianatan yang ia lakukan, membuat Gu Xing makin emosi. Kini ia tak peduli lagi dengan Xiuhuan, ia ingin membunuh wanita murahan di hadapannya itu.
“Hahaha ... lagi pula siapa yang mau dengan lelaki jelek sepertimu. Apalagi wanita secantik aku ini, cuma menjadi selir ke sepuluhmu. Cih, jangan harap!” Gu Yue meludah ke sampingnya.
“Gu Yue!” Seru Gu Xing berteriak. “Dasar wanita murahan! Mati saja kau!” teriak Gu Xing melesat dengan cepat ke arah Gu Yue.
Gu Yue sangat terkejut, ia menyadari tak akan mampu melawan Gu Xing. Kini yang ia harapkan adalah bantuan Xiuhuan.
“Tu-tuan tolong! A-aku masih suci, aku akan menyerahkan mahkota ini padamu,” teriak Gu Yue panik, Gu Xing makin dekat dengannya.
“Booommm!”
Gu Xing terpental hingga berguling-guling menabrak dinding air. Ia langsung pingsan tak sadarkan diri. Darah segar juga mengalir dari sudut mulutnya dan beberapa luka di bagian tubuhnya.
Karena ia mendengar Gu Ruyan membahas ranjang dengan Xiuhuan tadi, ia berinisiatif menanggalkan Hanfu miliknya.
“Tu-tuan ... Aku Gu Yue, hanyalah anggota Clan cabang. Kami hanya mengikuti perintah yang kuat. Sebagai permohonan maafku ini dapat menebus kesalahanku tadi. Tolong lakukanlah dengan lembut,” kata Gu Yue sembari memalingkan wajahnya menghadap arah lain.
Ia menutup matanya dengan jantung berdegup kencang, antara takut dibunuh atau diperlakukan dengan senonoh oleh Xiuhuan.
Xiuhuan terdiam sejenak, ia tersenyum lebar dan menatap Gu Ruyan.
“Kamu lebih cantik Yan‘er, tapi dia memiliki balon lebih aduhai,” katanya sambil berjalan mendekati Gu Yue.
“Tu-tuan Xiuhuan! Bunuh saja wanita itu. Bukannya dia tadi yang memantik agar Gu Xing menghajarmu!” seru Gu Ruyan yang tak suka dengan Gu Yue.
__ADS_1
Walaupun mereka sama-sama sukarela menyerahkan tubuh mereka pada Xiuhuan. Namun sampai beberapa tarikan nafas yang lalu, mereka masihlah menjadi musuh satu sama lain.
“Tenanglah Yan‘er! Masalah wanita ini, biarkan Gu Yao yang memutuskan, yang penting kita tawan saja dia. Namun, hadiahku juga harus kuambil, sayang kalau sampai dilewatkan,” kata Xiuhuan dengan senyum menyeringai.
“Stoppppp!”
Gu Ruyan tiba-tiba telah berada diantara mereka berdua, Xiuhuan yang ingin memegang balon milik Gu Yue malah kepegang milik Gu Ruyan. Sehingga wanita cantik yang mendambakan Gu Yao itu kembali menjerit dibuatnya.
Gu Yue hanya bisa pasrah menerima nasib, yang penting nyawanya terselamatkan. Masalah kesucian, bisa dibalas kan dikemudian hari setelah ia menjadi Pendekar Pedang kuat.
Gu Yue menoleh ke depan, ternyata Xiuhuan malah memegang boing-boing milik Gu Ruyan. Ia ingin tersenyum, namun ditahannya. Karena nasibnya belumlah jelas, Xiuhuan masih tampak berusaha menenangkan Gu Ruyan.
“Tu-tuan Xiuhuan mesummmm!” teriak Gu Ruyan dengan suara melengking. “Kamu tak boleh melakukan itu, karena dia adalah anggota Clan Gu, berarti harus ada ijin dari tuan muda Yao.”
Gu Ruyan menjelaskan, kenapa ia melarang Xiuhuan melakukan hal senonoh pada Gu Yue.
“Yah, lansung loyo deh, kakak keduamu,” sahut Xiuhuan sambil mengambil Hanfu putih yang tergeletak di lantai. Ia kemudian menyerahkan Hanfu itu pada Gu Yue agar ia kenakan.
Setelah Gu Yue mengenakan pakaiannya, ia kemudian diikat oleh Gu Ruyan. Begitu juga dengan Gu Xing yang tengah pingsan, ia juga diikat oleh Gu Ruyan.
“Kita akan kelantai dua, tempat para Pelayan restoran bersembunyi. Aku mau makan, tadi sempat tertunda,” kata Xiuhuan berjalan ke lantai dua.
Xiuhuan menghilangkan perisai air di lantai satu, namun tak menghilangkan perisai yang menyelimuti seluruh restoran Kao Ji, agar Pendekar Pedang Clan Gu yang penasaran dengan apa yang terjadi di dalam tak bisa masuk.
Gu Ruyan mengikuti Xiuhuan ke lantai dua, karena lantai satu telah hancur berantakan. Gu Yue yang tangannya di ikat juga mengikuti mereka ke lantai dua. Ia tak ingin nanti Gu Xing terbangun dan menyerangnya tiba-tiba. Karena mereka hanya diikat pakai bekas jubah milik Gu Wuxian yang dipotong-potong saja.
Tentu gampang bagi Pendekar Pedang untuk lepas dari ikatan itu, bahkan tak perlu menggunakan tenaga dalam untuk melepaskan ikatan itu.
***
__ADS_1
“Maaf tuan dan nyonya! Kami berbuat kerusakan di restoran kalian. Tapi tak usah khawatir, tuan muda Gu Yao akan menanggung semua kerusakan ini. Karena sebentar lagi, akan terjadi perpindahan kekuasaan dari Gu Lin pada ponakannya itu,” kata Xiuhuan pada pemilik restoran yang tampak gemetaran melihat kedatangan Xiuhuan. “Ah, satu lagi ... apakah aku bisa memesan makanan. Perutku lapar dan tagihannya juga pada tuan muda Yao, ya.” Xiuhuan tersenyum lebar.
Tanpa basa-basi, pemilik restoran lansung memberi kode pada para Pelayan. Mereka segera bergegas ke dapur melewati lantai satu yang telah hancur berantakan dan beberapa saat kemudian kembali membawa semua menu yang dijual oleh restoran itu. Karena mereka lupa menanyakan pada Xiuhuan, apa makanan yang diinginkan olehnya.