
"Pertama-tama aku akan pergi ke kediaman Hakim Jia Li menanyakan informasi mengenai jendral Qian Shing, yang memperbudak putri kakek tua itu," guman Xiuhuan berjalan menuju tengah kota Tianwu.
Kediaman Jia Li sendiri masih berada dalam kompleks istana Haitian, jadi Xiuhuan harus menjalani pemeriksaan dari pasukan Kerajaan yang berjaga di pintu gerbang. Untung saja ia memiliki plakat khusus dari Jia Li, jadi Xiuhuan dengan mudah melalui pemeriksaan ketat di pintu gerbang itu.
"Permisi ... aku ingin bertemu dengan Hakim Jia Li!" sapa Xiuhuan pada Pengawal Jia Li yang berada di pintu masuk kediamannya.
"Hakim Jia Li untuk saat ini tak menerima tamu, kecuali kau punya Plakat khusus!" seru Pengawal itu.
Xiuhuan mengeluarkan Plakat khusus pemberian Jia Li dan menyerahkannya pada Pengawal itu.
"Ini ... silahkan masuk!"
Sikap Pengawal itu berubah 360° melihat Plakat berlambang Phoenix itu, yang berarti Xiuhuan adalah tamu spesial. Plakat berlambang Phoenix tersebut hanya dimiliki petinggi Kerajaan dan beberapa tetua di Sekte Pedang Surgawi saja.
"Oh, baiklah ..." sahut Xiuhuan, ia bingung Pengawal itu tampak kaget saat melihat Plakat miliknya. Namun, Xiuhuan tak terlalu memperdulikannya dan ia lansung masuk ke dalam diantar oleh salah satu Pengawal yang berjaga di pintu masuk rumah Jia Li itu.
"Ara-ara ada tamu spesial yang datang ...." Jia Li lansung menyambut kedatangan Xiuhuan. "Kalian kembali saja, tinggalkan kami berdua!" seru Jia Li pada Pengawalnya.
"Ah, gawat ..." guman Xiuhuan melihat tak ada orang lagi di ruangan itu kecuali mereka berdua.
"Jadi ... ada apa tiba-tiba kau muncul di sini!" bisik Jia Li di telinga Xiuhuan dengan hembusan nafas menggoda, sontak saja bulu kuduknya berdiri, sebelah tangan Jia Li ikut menjalar, namun Xiuhuan menangkap tangan itu sebelum mendekati sesuatu yang sangat berharga milik Xiuhuan.
"Se-se-nior!" seru Xiuhuan gugup, ia melihat Jia Li tetap menatapnya dengan tatapan buas.
__ADS_1
"Kau sudah nakal ya, tak mau menurut pada Onesan, ya ...." Jia Li tetap menggoda Xiuhuan.
"Se-se-nior tahan dulu! Ini mengenai Kelompok Judgment yang kita bentuk," sahut Xiuhuan yang sudah tergeletak di kursi akibat tubuhnya di dorong oleh Jia Li.
"Hmm, kau ternyata serius dengan kelompok itu." Jia Li berhenti menggoda Xiuhuan dan duduk di sebelahnya. "Jadi, siapa yang sudah kau rekrut?" tanya Jia Li penasaran dengan orang-orang yang percaya dengan tujuan mereka, yang tampak gila bagi Pendekar Pedang diluaran sana, karena harus menghadapi Paviliun Shadow yang terkenal dengan kehebatan dan kesadisannya.
"Sekarang kita memiliki tiga ketua, satu lagi ketuanya adalah Feng Yunji dari Sekte Pedang Surgawi," ucap Xiuhuan dengan senyum bangga, sebab Feng Yunji adalah salah satu tetua di Sekte terkuat di Pulau Niao ini.
"Apa kau yakin dia bukan salah satu dari mereka. Kau tahu sendiri jika keberadaan kelompok kita diketahui, tak ada lagi harapan hidup kita di Kerajaan Han ini," sahut Jia Li dengan wajah serius. Tak ada lagi sikap menggoda yang dilakukannya seperti tadi, sikap aslinya telah kembali, yaitu Sang Hakim yang arogan dan bengis, namun menjunjung tinggi keadilan.
"Se-se-nior tak usah khawatir, dia sama seperti senior. Kekasihnya juga berakhir di tangan Paviliun Shadow," jawab Xiuhuan pelan, ia tak ingin Jia Li tersinggung nanti.
Jia Li diam sejenak, "hmm, baguslah kita punya mata-mata di sana. Nanti aku akan menghubunginya, kita berjalan dengan pelan saja. Supaya keberadaan kita sulit di deteksi," sahut Jia Li lagi.
Xiuhuan tertawa senang melihat Jia Li tak marah, jadi kini mereka memiliki pendukung kuat saat berhadapan nanti dengan kota Yan Luo dan Sekte Pedang Naga Surgawi yang menguasai kota itu.
"Jadi, semua telah beres tinggal jatahku lagi!" seru Jia Li mendorong tubuh Xiuhuan.
"Tu-tu-tu-tunggu senior!" seru Xiuhuan, ia berpikir keras untuk mencari alasan. "Imbalan apa untukku," ucap Xiuhuan yang pasrah saja lagi, karena ia melihat Jia Li sudah berada di puncaknya. Sudah terlambat untuk menolak ajakannya.
"Apa maumu!" seru Jia Li sambil melepaskan pakaian Xiuhuan satu persatu.
"Seorang gadis yang besok genap 16 tahun yang diambil oleh jendral Qian Shing di utara beberapa tahun silam.
__ADS_1
"Gadis 16 tahun?"
Jia Li kaget, sebab hukum di Kerajaan Han tak membolehkan memperbudak anak-anak dibawah 16 tahun. Jadi, masih ada waktu malam ini untuk membebaskannya, itupun jika Jia Li berani berhadapan dengan Qian Shing yang merupakan jendral terkuat di Kerajaan Han.
"Be-be-tul!" sahut Xiuhuan, kini tak ada sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya. Ia kini telah menjadi hidangan malam buat Jia Li.
"Baiklah, aku akan usahakan setelah aku kenyang menyantapmu!" seru Jia Li lansung menerkam Xiuhuan yang ingin bicara, namun sudah terlambat karena ia telah dilahap oleh Jia Li.
"Astaga enak sekali jadi pemuda tampan," ucap Pengawal Jia Li yang tak mendengar suara dari dalam lagi.
"Kalau aku menjadi tampan sih, aku tak mau menjadi kekasih Hakim Jia Li."
"Kenapa?" tanya Pengawal itu pada temannya.
"Kau tak lihat otot-otot lengan Hakim Jia Li, ia pasti buas sekali menerkam Pendekar Pedang tampan itu hihihi!"
Mereka kemudian tertawa pelan dan beberapa diantara mereka mencoba mengintip dari sela-sela jendela dan pintu. Menonton adegan dua pertarungan hebat yang terjadi didalam ruangan pimpinan mereka itu.
Setelah melewati malam yang penuh bintang itu, Xiuhuan dan Jia Li keluar dari penginapannya diikuti oleh beberapa pengawalnya juga. Mereka berangkat menuju kediaman jendral Qian Shing untuk menyelamatkan gadis berusia 16 tahun yang dimaksud oleh Xiuhuan.
Bersambung 🗡️🗡️🗡️
Catatan:
__ADS_1
Onesan adalah Kakak Perempuan (bahasa Jepang)