
Xiuhuan mengirim pesan pada Sekte Gunung Pedang, bahwa akan ada serangan dari Clan Lin. Long Fei begitu terkejut saat membaca pesan itu.
"Untung saja kami telah menginstruksikan para murid ke luar kota Yangtze," guman Long Fei. "Semuanya bersiaplah ... sebentar lagi Clan Lin akan datang menyerang kita. Senior Xiuhuan akan terlambat datang, karena menunggu anakbuahnya. Kita akan tahan selama mungkin sebelum ia sampai ke sini!" Perintah Long Fei pada tetua Clan dan murid-murid yang telah meninggalkan Sekte.
Long Fei memanggil semua mantan murid Sekte Gunung Pedang yang berada di Clan Sin dan Clan Ma. Terkumpul 80 Pendekar Pedang dari tahap 40 hingga 50-an, 20 Pendekar Pedang tahap 60-an dan Long Fei sendiri yang berada di Pendekar Pedang tahap 70, yang merupakan terkuat di Sekte Gunung Pedang dan Kota Yangtze.
Para Pendekar Pedang yang berjaga di pintu gerbang Sekte, segera mundur ke dalam Sekte. Karena Long Fei tak ingin nanti pertarungan ini mencelakai penduduk sekitar Sekte.
***
Di luar kota Yangtze, Duan Mu dan anggota Kelompok Judgment akhirnya bertemu dengan ketua mereka, Xiuhuan.
Mei Yin melihat Xiuhuan yang berada di Pendekar Pedang tahap 50, bingung. Karena menurut Duan Mu, ketua mereka adalah Pendekar Pedang tahap 100.
"Maaf Ketua Xiuhuan, kami terlambat datang. Karena Hakim Duan Cangtian lumayan juga memberikan perlawanan!"
Dengan hormat Duan Mu menyapa Xiuhuan, membuat anggota Kelompok Judgment lainnya terkejut, mengingat sikap dinginnya selama ini.
Mei Yin tak percaya apa yang dilihatnya, walaupun Xiuhuan tampak tampan. Namun, levelnya terlalu rendah sebagai seorang pemimpin.
"Halo Ketua ..." goda Mei Yin, ia menghipnotis Xiuhuan. "Apakah Aku cantik?"
"Cantik sekali," jawab Xiuhuan. Ia lansung terkena Hipnotis itu, karena tak mengantisipasi akan hal itu. Duan Mu juga tak memberi tahu bahwa anggota mereka memiliki Pendekar Pedang wanita yang suka pecicilan.
Lin Jingmi kaget, jurus Pesona Mei Yin berhasil pada Xiuhuan. Karena jurus Pesona miliknya tak bekerja saat ia menghipnotis Xiuhuan di rumah bordil Gerbang Surga.
"Hehehe ... begini sajakah kehebatan Ketua kita yang dibanggakan oleh Zhang Yan itu!" Ejek Mei Yin. Namun, Duan Mu menepuk pundak Xiuhuan. Mengakibatkan jurus Pesona Mei Yin lansung pudar.
"Apa rencana kita Ketua?" Duan Mu lansung bertanya pada Xiuhuan yang nampak linglung, karena baru kena hipnotis.
__ADS_1
"Tunggu dulu ..." Xiuhuan menepuk pundak Duan Mu. Ia melangkah ke hadapan Mei Yin yang berdiri di belakang Duan Mu. "Hmm, kau memiliki tubuh yang bagus, sepertinya kau butuh belaian, ya?" goda Xiuhuan.
Sontak muka Mei Yin memerah, ia kaget ada pria yang mau menggodanya. Mengingat reputasinya sebagai ular penggoda yang terkenal suka menipu orang saat di Ibukota.
"Ke-ketua ta-tadi aku hanya bercanda!" sahut Mei Yin terbata-bata, karena Xiuhuan telah menaikkan levelnya ke Pendekar Pedang tahap 100. Tentu saja Mei Yin ketakutan, padahal ia tadi dengan sombongnya mengerjai Ketua Judgment itu.
"Hahaha ... bukan ketua! Tadi ia menghinamu!" Zongxian ikut mengompori.
"Sial kau Tameng Babi! Awas nanti Aku akan menghajarmu!" Umpat Mei Yin dalam hati sambil memelototi Zongxian.
Zongxian menyadari Mei Yin marah padanya, ia kemudian bersiul-siul dan berpura-pura melihat ke arah lain.
"Jadi ..." Xiuhuan memegang pinggul Mei Yin, membuat gadis cantik yang suka pecicilan itu kaget. "Apa kita perlu pemanasan dulu sebelum bertempur di kota Yangtze." Lagi-lagi Xiuhuan menggodanya.
Anggota Kelompok Judgment lainnya senyum-senyum melihat Mei Yin salah tingkah, ia menatap rekan-rekannya itu seolah-olah meminta pertolongan. Namun, mereka tak ada yang berani mengganggu Xiuhuan yang menggoda si Ular Penggoda itu.
"Ke-ketua Aku lagi tak enak badan, bisa lakukan lain kali saja!" sahut Mei Yin tak berani menatap wajah Xiuhuan. Mukanya memerah seperti tomat, detak jantungnya berdegup kencang.
"Ih, Ketua kau jahat!" sahut Mei Yin menepuk-nepuk pundak Xiuhuan.
"Sudahlah, tadi hanya hiburan saja. Sekarang kita ke pokok permasalahan saja." Xiuhuan menenangkan situasi, karena ia melihat anggota yang dibawa Duan Mu itu tampak ketakutan melihatnya. "Perkenalkan dia Lin Jingmi, mata-mata kita di Clan Lin."
"Wah, cantik sekali Ketua!"
Zongxian lansung terpesona melihat Lin Jingmi. Selain primadona di rumah bordil Gerbang Surga, ia juga merupakan bunga kota Yangtze, belum ada yang menandingi kecantikannya di kota kecil itu.
"Sudah, jangan bahas yang bukan pokok permasalahan lagi. Kayak tak pernah melihat wanita cantik saja kau!" ejek Xiuhuan.
Zongxian hanya senyum masam saja mendapat sindiran dari Ketua mereka.
__ADS_1
"Menurut Lin Jingmi, saat ini Clan Lin dan Paviliun Shadow sedang melakukan penyerangan terhadap Sekte Gunung Pedang. Jadi kita akan menyusul mereka saat ini juga. Adapun Paviliun Shadow itu, memiliki empat orang Pendekar Pedang tahap 90, 10 Pendekar Pedang tahap 85 dan 20 Pendekar Pedang tahap 80."
"Banyak sekali ketua!" seru Zongxian kaget mendengarnya. "Aku paling hanya bisa melawan satu yang paling lemah dari mereka," katanya lagi.
"Makanya, Aku berencana melawan keempat Pendekar Pedang tahap 90 itu secepat mungkin. Duan Mu akan menahan 10 Pendekar Pedang tahap 85 itu selama mungkin. Sisanya kalian habisi saja!"
Xiuhuan memberikan pembagian tugas. Ia membuatnya seolah-olah lawan mereka mudah saja. Padahal Qin Sin dan Qin Tan cuma Pendekar Pedang tahap 75 saja.
Keduanya kemudian saling berpandangan, bingung mendengar perkataan ketuanya itu, yang mengatakan untuk menghabisi sisanya.
"Ketua ..." Mei Yin angkat bicara. Namun, Xiuhuan mendekatkan wajahnya pada Mei Yin, membuat gadis cantik itu kembali salah tingkah. "Ta-tapi mereka tak akan sanggup melawannya!" seru Mei Yin menunjuk Qin Tan dan Qin Sin.
"Oh, mereka!" sahut Xiuhuan. "Kalian berdua menjadi support buat si gemuk ini saja. Takutnya ia tak bisa menghindari lawannya." Lagi-lagi Zongxian mendapat sindiran dari Xiuhuan.
"Aish, Ketua kau terlalu rasis!" seru Zongxian tak suka diejek terus.
"Hahaha ... jangan diambil hati, nanti kukasih kau wanita cantik," bujuk Xiuhuan, agar Zongxian tak merajuk.
"Betulkah ..." Ia sangat senang, "Apakah ada secantik mereka?" tanya Zongxian lagi.
"Justru mereka yang mau kuberikan, jika mereka mau hahahaha!"
"Ah, dasar Ketua tak jelas!" sahut Zongxian merajuk, ternyata ia juga kena Prank oleh Xiuhuan.
"Baiklah ayo berangkat! Kita harus segera menyelamatkan murid-murid Sekte Gunung Pedang!" seru Xiuhuan lansung bergegas menuju kota Yangtze.
Anggota Kelompok Judgment lainnya mengikutinya dari belakang. Namun ada yang aneh, di sebelah kanan Xiuhuan ada Mei Yin yang melesat dan disebelah kiri ada Qin Tan juga. Padahal tadi gadis itu diam saja, membuat heran anggota laki-laki kelompok Judgment.
"Makanya Jadilah good looking dan Pendekar Pedang terkuat. Otomatis kau akan dikejar-kejar betina cantik."
__ADS_1
Wang Pan menepuk pundak Zongxian yang nampak iri melihat Xiuhuan dikelilingi gadis cantik.
Bersambung 🗡️🗡️🗡️