Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kedatangan Kelompok Kelelawar


__ADS_3

Mendengar ucapan Xiuhuan yang meminta Yun Chi untuk menyediakan kamar untuk mereka. Jantung Zhang Xue langsung berdegup kencang. Ia sangat gugup saat berjalan ke lantai dua bar milik Chu Mogui itu.


“Ada apa ini? Baru kali ini Aku gugup saat akan melakukan itu. Padahal aku sudah terbiasa melakukan itu pada pelanggan lain, namun tak ada yang seperti ini,” batin Zhang Xue yang berjalan merangkul tangan Xiuhuan itu.


Saat melangkahkan kaki di lantai dua bar milik Chu Mogui, Xiuhuan merasakan keberadaan satu anak buah Chu Mogui yang merayap di dinding, namun tak terlihat oleh mata. Xiuhuan yakin, ia sedang memperhatikan mereka.


“Sepertinya Aku harus bertindak jauh, nih!” Xiuhuan menatap sekilas ke dinding tempat anak buah Chu Mogui. “Padahal awalnya, aku akan tidur-tiduran saja nanti dengan nona Xue. Namun dengan kehadirannya ini yang mengawasi kami, terpaksa aku melakukannya,” gumam Xiuhuan.


Yun Chi membawa Xiuhuan ke kamar VVIP yang letaknya bersebelahan dengan kamar Chu Mogui.


“Silahkan masuk tuan ... semoga anda terhibur dengan layanan kami,” kata Yun Chi membukakan pintu kamar.


“Ya, terimakasih ...,” jawab Xiuhuan lansung menutup pintu kamar dengan senyum menyeringai yang membuat Yun Chi bertanya-tanya, apa maksudnya itu.


***


Chu Mogui kaget saat Lu Xing, anak buahnya yang memiliki Roh Pedang Bunglon memberitahu bahwa Xiuhuan dan Zhang Xue telah memasuki kamar di sebelahnya.


Dengan melemparkan guci arak di tangannya, Chu Mogui memerintahkan Lu Xing mengawasi mereka. Ia sebenarnya sedikit keberatan dengan tugas itu karena harus melihat mereka berpacu dalam melodi. Namun mau bagaimana lagi, perintah bos adalah mutlak.


“Sekarang kau masuk ke dalam kamar mereka! Perhatikan apa yang mereka lakukan dan dengarkan semua pembicaraan mereka. Takutnya Chu Yi dan Chu Er selama ini telah mencari bantuan di kota Caodi saat mereka membelikan Xue obat kuat di sana.”


Lu Xing kemudian merayap masuk ke dalam dari celah-celah atap dan melihat Xiuhuan yang sedang berdiri bersama Zhang Xue. Mereka belum melakukan apa-apa.


***


Xiuhuan memeluk Zhang Xue dan mencium lehernya, sehingga Zhang Xue langsung mendesah. Membuat Lu Xing menelan ludah, padahal ia sudah sering melakukannya dengan Zhang Xue. Namun, entah mengapa ekspresi yang ditunjukkan oleh Zhang Xue berbeda dari biasanya.


“Nona Xue, biasanya kapan para pelangganmu datang. Ini sudah cukup larut malam, kenapa mereka belum datang,” bisik Xiuhuan. “Jawab dengan suara pelan, ada sepasang mata yang memperhatikan kita,” kata Xiuhuan memperingatkan Zhang Xue.


Ia langsung kaget mendengarnya. Zhang Xue langsung berpikir bahwa Xiuhuan sebenarnya akan menolongnya. Apalagi Xiuhuan adalah murid Sekte besar.


“Apa kau datang menyelamatkan aku dan anak-anakku? Apakah kau tahu kami menderita di sini?” Zhang Xue berhenti mendesah dan lansung menatap Xiuhuan, namun Xiuhuan lansung memeluknya lagi dan mencium bibir Zhan Xue agar tak dicurigai oleh Lu Xing.

__ADS_1


Zhang Xue bukannya menjawab pertanyaan Xiuhuan, ia malah langsung terharu dan hampir keceplosan.


“Kau hampir membuat kita ketahuan, jawab saja pertanyaanku tadi,” bisik Xiuhuan membaringkan tubuh Zhang Xue di atas kasur. Xiuhuan kembali mencium pipi Zhang Xue.


“Biasanya mereka datang tengah malam nanti, berarti kau harus menunggu sedikit lebih lama lagi,” bisik Zhang Xue. Ia kemudian membalikkan tubuhnya. Kini Xiuhuan yang berada di posisi bawah dan mulai membuka pakaian Xiuhuan. “Aku tanya lagi, apakah kau akan menyelamatkan kami?” Zhang Xue masih penasaran dengan tujuan Xiuhuan.


“Aku ingin menangkap mereka dan tentunya juga akan menyelamatkan kalian!” sahut Xiuhuan.


“Kenapa kau tak lakukan sekarang saja! Mumpung hanya melawan beberapa anak buah Chu Mogui saja. Sedangkan nanti yang akan datang adalah kelompok kriminal Kelelawar?”


Zhan Xue bingung kenapa Xiuhuan malah menunggu musuh yang jauh lebih kuat dari Chu Mogui.


“Aku kehabisan qi yang sangat banyak, karena beberapa hari yang lalu melawan tetua pertama Sekte Pedang Taiyang. Sekarang aku butuh Poin dalam jumlah yang banyak untuk membeli Pil Neraka sebanyak mungkin. Saat aku mendengar kelompok Kelelawar akan datang kemari, aku langsung semangat untuk melawan mereka,” jawab Xiuhuan dengan senyum tipis.


Zhang Xue tertunduk lesu, ia mengira Xiuhuan datang karena mengetahui penderitaan mereka. Ternyata Xiuhuan datang karena mengharapkan harta yang dimiliki oleh kelompok Kelelawar saja.


Xiuhuan membalikkan posisi mereka kembali, kali ini Xiuhuan yang melepaskan pakaian Zhang Xue. Kemudian berbisik di telinganya, “nona Xue tak perlu khawatir! Malam ini adalah pekerjaan terakhirmu di bar ini. Mulai besok kau, Chu Yi dan Chu Er akan hidup bahagia selamanya tanpa ada gangguan dari Chu Mogui lagi.”


Zhang Xue kaget mendengarnya. “Da-dari mana kau tahu nama anak-anakku?” tanya Zhang Xue dengan ekspresi wajah terkejut.


“Nona Xue ... sudah kubilang, kau harus bersikap seperti biasanya saja. Jangan sampai sepasang mata itu mengetahui rencanaku. Yang penting sekarang, kau ikuti saja alurnya, biarkan aku yang mengurus sisanya,” bisik Xiuhuan.


Zhang Xue mengangguk dan Xiuhuan mulai menggerakkan pinggulnya. Lu Xing yang melihat mereka sedang berpacu dalam melodi terpaksa menghela nafas panjang.Lu Xing tak menyangka akan melakukan pekerjaan seperti ini.


...🥴E Few Moments Later🥴...


Suara puluhan langkah kuda terdengar di halaman depan bar milik Chu Mogui itu.


“Sudah lama aku tak mampir ke sini. Bagaimana kabar Xue cantik, ya? Ular Derik milikku sudah meronta-ronta ini ingin melahapnya,” kata bos kelompok Kelelawar.


Yun Chi langsung menghampiri mereka saat mendengar suara yang familiar itu. “Bos Fan Wunchen ... lama tak bertemu!” Yun Chi langsung menyalaminya.


“Kenapa kau yang menyambutku? Mana Mogui kampret itu?” tanya Fan Wunchen menepis tangan Yun Chi.

__ADS_1


Yun Chi menunjukkan ekspresi wajah pucat, ia tak tahu harus menjawab apa.


“Ada apa? Apakah kalian mendapat masalah?” tanya Fan Wunchen lagi. “Dasar lemah! Siapa sih, yang mereka takutkan itu?” Fan Wunchen lansung masuk ke dalam bar milik Chu Mogui dengan mengabaikan Yun Chi yang ingin mengatakan sesuatu.


Yun Chi ingin mengejar memberitahunya, namun anak buah Fan Wunchen lansung menendang Yun Chi hingga terpental.


“Kalian terlalu bertele-tele, seperti wanita saja!” seru anak buah Fan Wunchen yang bertubuh sangat besar dan tinggi.


Pria yang menendang Yun Chi tersebut, biasanya selalu mendapat giliran terakhir meniduri Zhang Xue. Karena Zhan Xue akan berakhir pingsan setelah melayaninya.


***


“Chu Mogui! Di mana kau?” Fan Wunchen menendang meja di hadapannya. Ia sedikit kesal, karena tak melihat Zhang Xue yang menyambut kedatangan mereka.


Pendekar Pedang bertubuh kurus, dengan rambut klimis itu menatap tajam pada Lin Chen, bartender bar milik Chu Mogui.


“A-aku akan memanggil bos Mogui!” seru Lin Chen lansung berlari ke lantai dua. Ia takut menjadi pelampiasan kelompok kriminal yang sering menyiksa para mangsanya, sebelum mereka membunuhnya.


Fan Wunchen mendengus kesal, sambil berkacak pinggang. Walaupun ia paling kurus di Kelompok Kelelawar, namun ialah yang paling kuat diantara mereka.


***


Xiuhuan tidur-tiduran di atas kasur, dengan Zhang Xue yang tertidur pulas berbantalkan dada Xiuhuan dan setengah tubuh mereka di tutupi selimut agar tak dilihat terus oleh Lu Xing .


“Aduh lama sekali kelelawar itu muncul,” gerutu Xiuhuan dalam hati, karena ia juga ngantuk berat tak ada teman berbicara.


“Tuan Mogui!” teriak Lin Chen sembari menggedor pintu kamar Chu Mogui. “Fan Wunchen mengamuk di lantai bawah!” katanya lagi.


Chu Mogui yang mendengarnya langsung membukakan pintu. Ia sangat panik, takut nanti Fan Wunchen menghancurkan bar yang susah payah ia bangun dari hasil menjual tubuh Zhang Xue itu.


Sementara Xiuhuan yang mendengar suara ribut-ribut itu, tersenyum. Mangsa yang ia tunggu-tunggu akhirnya muncul juga.


...⚔️Bersambung⚔️...

__ADS_1


Jangan lupa Like Bos Que, jaga kesehatan dan ikuti protokol kesehatan.✔️


__ADS_2