
Xiuhuan muncul di halaman kediaman Clan Cou dan ia melepaskan aura pembunuhnya tanpa dikontrol—sehingga anggota Clan Cou yang Ranah Demon God tingkat Sembilan kebawah merasa tertindas dan kesulitan untuk bergerak.
Cou Cao yang sedang duduk bercengkrama bersama cucu-cucunya dibuat panik, siapa yang tiba-tiba menyerang Clan Counya itu. Apalagi si penyerang itu melakukan secara terang-terangan di sarang buaya; apakah ia sudah bosan hidup?
Cou Cao muncul di hadapan Xiuhuan bersama puluhan anggota Clan Cou yang berada di Ranah Raja Iblis. Mereka menatap Xiuhuan dengan tatapan murka.
“Hei, bocah! Siapa yang mengirimmu dan apa tujuanmu membuat keributan?” tanya Cou Cao sembari menahan bawahannya agar tidak menyerang Kultivator yang sepertinya tidak melukai anggota Clannya yang Kultivasi-nya rendah, karena mereka hanya merasa tertekan saja tanpa merusak meridan mereka.
Xiuhuan memicingkan matanya sembari melipat kedua tangannya di dada—dengan seringai tipis diwajahnya, seolah-olah memandang rendah Clan Cou.
“Tidak ada yang mengutusku dan aku kemari untuk mengetes kekuatanku saja, karena Aku baru keluar dari Menara Iblis. Apakah aku sekarang sudah mampu mengalahkan Ketua Clan besar,” sahut Xiuhuan dengan kepercayaan diri tinggi.
Anggota Clan Cou terheran-heran mendengarnya alasan konyolnya itu, bagaimana mungkin Kultivator ini datang jauh-jauh ke Barat Daya Benua Dayan hanya ingin mengetes kekuatannya saja.
Cou Cao sangat kesal dan berkata, “Kenapa kamu tidak menantang Ranah Raja Iblis di Kota Zhongjian saja? Apa kamu merasa Clan Cou kami ini merupakan Clan yang tidak memiliki kemampuan?” Nada suara Cou Cao meninggi.
“Hahaha ... justru karena Ketua Cao sangat kuat, makanya aku datang kemari. Kalau Clan lain yang aku tantang, takutnya aku menghancurkan Clan mereka rata dengan tanah!” sahut Xiuhuan dengan tertawa terkekeh-kekeh.
Cou Cao tak habis pikir, dari mana datangnya kepercayaan diri Kultivator aneh ini, karena ia baru naik tingkat Kultivasi ke Ranah Raja Iblis dan langsung menantang Ketua Clan, itu merupakan tindakan yang sangat ceroboh. Namun, bila ia tidak menuruti keinginan Pemuda ini, maka takutnya ia malah berbuat onar di wilayah Clan Cou.
“Baiklah, di mana kita berduel dan jangan salahkan aku nanti—bila tak sengaja membunuhmu anak muda,” kata Cou Cao menerima tantangan Xiuhuan.
__ADS_1
“Ketua Cao, apa yang kau lakukan? Biarkan kami saja yang mengatasi bocah nakal ini,” sahut para Tetua Clan Cou tak ingin Ketua Clan mereka repot-repot meladeni keisengan bocah yang baru naik ke Ranah Raja Iblis itu.
“Biarkan aku saja Kakek yang melawannya, sepertinya dia tidak tahu betapa luasnya Benua Dayan ini—sehingga mengira dirinya layak melawan Kakek,” sahut cucu Cou Cao yang juga merupakan tuan muda penerus tahta Ketua Clan Cou selanjutnya.
Cou Cao tersenyum mendengar antusiasme cucunya yang ingin turun tangan langsung melawan pembuat onar yang muncul di hadapan mereka itu. Namun, ia merasa pernah bertemu bocah dihadapannya itu, tetapi ia tidak mengingatnya di mana mereka bertemu sebelumnya.
“Biarkan saja aku yang meladeninya, karena ia memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi. Aku merasa dia memiliki sedikit kemampuan untuk membuatku berkeringat,” sahut Cou Cao.
Xiuhuan sangat senang mendengarnya, karena ia menantang Cou Cao bukan tanpa sebab. Dia yakin Ketua Clan Cou itu sangat kuat, sehingga Feng Huang tidak berani datang kemari untuk menjemput Feng Jiao, apalagi ia sudah berusia jutaan tahun dan memiliki pengalaman bertempur yang banyak, sehingga tidak ada Clan lain yang berani mengusik wilayah Clan Cou selama puluhan ribu tahun ini.
Xiuhuan menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Cou Cao dan berkata, “Karena Ketua Cao dengan sukarela mau melakukan peregangan dengan junior ini, maka aku akan mengajak senior bertarung di langit saja—agar kita tidak merusak rumah penduduk.”
Xiuhuan langsung menghilang dan muncul puluhan ribu kaki di langit—diatas Kediaman Clan Cou tersebut.
Cou Cao langsung terkejut melihat sekelilingnya terkunci oleh semacam Perisai raksasa, sehingga ia menduga Xiuhuan mungkin Kultivator ahli Segel, padahal sebenarnya ia menggunakan jurus Kubah Tsunami dari Kitab seribu dongeng yang merupakan jurus bertahan yang mampu melindungi area yang sangat luas.
Xiuhuan sengaja membuat Kubah Tsunami, karena Kultivator yang memiliki elemen Kegelapan kerap menggunakan Hukum Ruang saat terpojok, sehingga pertarungan mereka menjadi tidak menarik.
“Jangan tahan kekuatanmu senior,” kata Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya sembari mengeluarkan Tongkat Bambu yang merupakan senjata pusaka tingkat rendah.
Tongkat Bambu itu berubah wujud menjadi Tongkat bambu berwarna emas, karena telah diselimuti qi elemen Emasnya.
__ADS_1
Cou Cao tidak langsung menyerang Xiuhuan, ia hanya memperhatikan gerakan Kultivator sombong dihadapannya itu.
Xiuhuan mengayunkan Tongkat Bambunya dan tiba-tiba tongkat itu berubah menjadi besar sehingga Cou Cao mengerutkan keningnya, tak menyangka Senjata Pusaka ditangan Xiuhuan cukup hebat juga.
“Ini hanya senjata mainan untuk menggertak anak-anak saja,” kata Cou Cao dengan santai merobek dimensi untuk memindahkan serangan Xiuhuan ke tempat lain. Namun, ia terkejut Robekan Dimensinya tidak bisa digunakan, sehingga ia menyilang kan tangannya untuk menangkis Tongkat Bambu berukuran besar itu.
Booommm!
Cou Cao dipaksa tertekan sepuluh langkah kebawah, padahal ia sudah mengerahkan kemampuan terbaiknya.
“Hmm, Aku cuma bisa membuat senior tertekan sedikit saja,” kata Xiuhuan—tampak tidak puas dengan serangan pertamanya itu.
Cou Cao kemudian meninju Tongkat bambu itu hingga terpental keatas dan Xiuhuan langsung mengecilkannya. “Apakah anak ini memiliki Artefak khusus, sehingga Hukum Ruang hanya berlaku dalam penjara ruang ini saja?” gumam Cou Cao kebingungan.
Xiuhuan tersenyum lebar, karena ia tahu Cou Cao sedang bingung—kenapa ia tidak bisa menggunakan Hukum Ruang ke tempat lain. Itu karena ia telah mendapat pemahaman mengenai elemen Kegelapan di Menara Iblis dan saat itu ia menyadari kalau Hukum Ruang itu bisa dibatasi dengan Perisai atau semacamnya, makanya banyak makam misterius yang tidak bisa dimasuki dengan menggunakan Hukum Ruang sebelum Segelnya dipecahkan.
“Jangan lengah senior!” seru Xiuhuan sembari muncul dibelakang Cou Cao dan memukulnya dengan Tongkat Bambunya—mengguna kekuatan penuhnya.
Cou Cao terkejut merasakan niat membunuh yang sangat besar muncul dibelakangnya dan ia langsung menghilang—muncul sepuluh langkah jauhnya dari Xiuhuan.
“Ah, sial! Aku malah memukul angin,” gerutu Xiuhuan karena Cou Cao berhasil menghindar. “Kalau saja tadi itu mengenainya, aku jamin tempurung kepalanya pasti pecah hehehe ....” Xiuhuan sengaja mengejek Cou Cao agar ia serius melawannya.
__ADS_1
“Anak muda ini ternyata tidak bermain-main, dia memang ingin membunuhku,” gumam Cou Cao mengerutkan keningnya dan ia kemudian menggunakan jurus ilusi—di mana tiba-tiba muncul tujuh Cou Cao yang mengelilingi Xiuhuan.
Xiuhuan tersenyum, dan mengaktifkan mata dewanya untuk melacak di mana tubuh Cou Cao yang asli, sehingga ia tak perlu repot-repot menghadapi tubuh ilusinya.