
Ling Wentian dan para tetua Clan Ling kesulitan menahan semburan api nafas Phoenix Nirwana itu, artefak Perisai Kirin yang mereka gunakan sebagai pertahanan mulai retak, sehingga membuat panik seluruh anggota Clan Ling yang tersisa.
“Maafkan aku Yue‘r,” gumam Ling Wentian sedih, Kawasan Padang Hijau saja terkena tsunami api, mungkin Ling Yue sudah menjadi butiran debu sekarang.
Xiuhuan mengerutkan keningnya, ia tak menyangka akan sekuat ini kekuatan Phoenix Nirwana. Bagaimana dengan Naga Lou Feng yang merupakan salah satu Naga terkuat dari bangsa Siluman menurut Naga Shuilong yang ia temui di makam desa Changan.
Kubah Tsunami tak sanggup menahan api Phoenix Nirwana itu membuat Xiuhuan panik. Namun, saat ia akan mengalirkan qi lebih banyak. Tiba-tiba Tsunami api itu menghilang begitu saja dan seseorang dengan aura yang sangat kuat memasuki Kubah Tsunami dengan mudah.
Xiuhuan ingin bertanya siapa dia, tetapi mulutnya terkunci dan ia dipaksa berlutut.
Lelaki berwajah tampan, dengan kilatan-kilatan Petir ditubuhnya itu tersenyum mengelus pipi Huo Er, anak perempuan Xiuhuan.
“Apa yang dilakukan pria ini? Kenapa aku merasa kekuatannya tidak bisa diukur? Apakah ia Pertapa agung dalam legenda? Namun, kenapa ia memiliki dua tanduk? Jangan-jangan ia adalah Siluman seperti Naga Shuilong,” tebak Xiuhuan—masih tak bisa menggerakkan tubuhnya. “Ah, sial! Kenapa aku sering bertemu Naga akhir-akhir ini? Apakah mereka ditakdirkan menjadi musuh alamiku,” keluh Xiuhuan dalam benaknya.
Lelaki itu menghadap Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya.
“Jangan bermimpi bisa mengalahkan Aku. Phoenix Nirwana ini saja yang telah berusia satu milyar tahun tak ada apa-apanya. Satu lagi, kau telah membunuh banyak ternak-ternakku tadi. Padahal aku sudah memelihara Salamander itu ribuan tahun lamanya,” kata Lelaki aneh itu.
Xiuhuan menatap pria itu dengan tajam, karena pria itu berhasil membaca beberapa isi pikirannya. Untung saja Roh Pedang Sidat Listrik menutupi sebagian besar rahasianya, sehingga tidak diketahui oleh Pria aneh itu.
“Tak perlu khawatir begitu hahahaha ....” Dia senang melihat Xiuhuan panik. “Anggap saja biaya untuk membesarkan istriku ini dan 17 tahun lagi, aku akan mengambilnya darimu. Jangan coba-coba menyembunyikannya—Benua Resifel atau Kun Lun itu sangat kecil di bandingkan dengan Dimensi Heidong ini,” ancamnya agar Xiuhuan tak kepikiran menyembunyikan Huo Er di masa depan.
__ADS_1
“Gege!”
Huo Meigui panik, ia tak mengerti apa yang terjadi dan apa maksud ucapan pria aneh itu yang mengatakan Huo Er adalah Phoenix Nirwana.
Xiuhuan geleng-geleng kepala, pura-pura tak mengerti juga.
“Ah, padahal aku sudah mengatakan padanya untuk berkultivasi dengan teknik keabadian. Maka seribu tahun lagi, ia akan mendapatkan tubuh Siluman sepertiku ini dan kekuatannya makin besar. Eh, dia malah memilih tehnik reinkarnasi dan semua kekuatannya hilang. Sungguh sayang sekali!” Pria itu menghela nafas panjang. “Apa dia pikir bisa kabur dari cengkeramanku hahahaha ....” Pria itu langsung menghilang.
“Gege! Apa yang terjadi? Kenapa ia akan mengambil Huo Er dari kita 17 tahun nanti?” Pertanyaan itu ia lemparkan pada Xiuhuan, karena ia tak bisa mencerna ucapan Pria aneh itu.
Xiuhuan tersenyum lebar, ia tak menyangka akan mendapatkan jalan untuk membawa Huo Meigui ke Pulau Niao dengan bantuan Pria aneh itu. Padahal selama ini ia selalu berpikir bagaimana caranya membujuk Huo Meigui agar mau tinggal nanti di sana.
“Tenang sayang ....” Xiuhuan berbicara dengan suara telepati ke pikiran Huo Meigui. “Kan, sudah kukatakan sebelumnya, kalau aku bukan berasal dari Benua ini. Aku akan membawa kalian ke tempat asalku dan kalian tak akan terlacak lagi olehnya. Lagi pula masih ada waktu 17 tahun lagi untuk meningkatkan Kultivasiku ....”
“Aku sudah Immortal Menengah dan saat kembali ke kota Nancheng, maka Clan Lou akan mengirimku ke Sekte Qingyun—dalam 15 tahun, aku harus mencapai Ranah Absolute God dan menjadi Legenda Pendekar Pedang terhebat, jangankan Naga, Setan dan Pocong pun akan kubinasakan.” Tekanan suara Xiuhuan terdengar berat, ada beban besar di pundaknya; walaupun Phoenix Nirwana adalah anak yang menumpang di janin istrinya. Namun, ia tetap menganggapnya sebagai anak kandungnya sendiri.
“Gege!”
Huo Meigui menatap Xiuhuan dengan linangan air mata. Dia yakin Xiuhuan pasti mampu melakukannya. Karena kekuatannya sungguh diluar nalar; Ranah Chaos Ancient God saja dengan mudah ia kalahkan, padahal ia cuma Immortal awal saja—Bagaimana bila ia mencapai Ranah Absolute God? Apakah suaminya itu akan mengguncang langit dan menghancurkan keseimbangan alam semesta.
“Mmm, anu ....” Ling Yue bingung apa yang terjadi. Xiuhuan dan Huo Meigui hanya saling berpandangan. Namun, ekspresi wajah mereka berubah-ubah, kadang cemas, menangis dan tersenyum. “Situasi macam apa ini?” gumam Ling Yue.
__ADS_1
“Eh, adik Yue.” Xiuhuan menyadari apa yang ia pikirkan. “Apa yang akan kamu lakukan? Kami memutuskan tinggal di sini saja hingga Artefak Dimensi Heidong menarik kita kembali ke kota Nan." Xiuhuan bertanya—mungkin Ling Yue akan mencari kakaknya, Ling Wentian.
“Aku memutuskan tinggal bersama kalian saja. Lagi pula akau akhirnya menyadari, betapa lemahnya diriku ini,” sahut Ling Yue mengutuk dirinya sendiri.
Xiuhuan terkejut dengan jawabannya. Padahal ia berharap Ling Yue pergi mencari kakaknya ke kawasan Padang Hijau agar ia dan Huo Meigui bisa melepaskan penat satu bulan tersisa sebelum ini.
“Bagaimana kalau kubantu saja kamu mencari tuan muda Ling Wentian di kawasan Padang Hijau?” Xiuhuan mengusirnya secara halus.
“Gege, Adik Yue, di sini saja,” sela Huo Meigui yang tak peka dengan pikiran Xiuhuan. “Dia baru sembuh dan butuh waktu untuk bertemu dengan keluarganya kembali. Kita bisa menghiburnya agar mentalnya pilih kembali.”
Xiuhuan tertawa getir dan menyetujui usulan Huo Meigui, ia tak menghilangkan Kubah Tsunami agar tak ada monster yang mengusik mereka.
“Terimakasih tuan dan nona Meigui telah menerimaku.” Ling Yue menundukkan wajahnya—sikap sombong dan angkuhnya benar-benar hilang. Dia telah menyadari kesalahannya, walaupun sedikit terlambat. Namun, yang penting ia masih hidup dan mungkin masa depannya akan suram, karena cukup sulit bertarung dengan tangan kiri, sementara selama ini ia menggunakan tangan kanan.
Xiuhuan duduk di sebelah Ling Yue.
“Apa yang membuatmu memutuskan tinggal bersama kami? Bukankah bersama kakakmu jauh lebih aman, karena banyak Kultivator Ranah Absolute God bersamanya.” Xiuhuan penasaran apa sebenarnya yang dipikirkan oleh Ling Yue.
Ling Yue tak bisa mengatakan kalau ia sebenarnya mengikuti mereka, karena ingin kabur dari Clan Ling dan memutuskan mengikuti pasangan suami istri aneh itu. Ling Yue malu bertemu orang tuanya, begitu juga dengan kakaknya—kabar mengenai sikap arogannya pasti akan mencuat di Kota Nan nantinya dan ia takut menghadapi hujan cibiran serta hinaan yang ditujukan padanya.
“Karena tuan dan nona Meigui sangat baik,” sahut Ling Yue dengan senyum manisnya—untung saja wajah cantik itu tidak dicakar oleh Monster Kera yang menyakitinya tadi.
__ADS_1
“Oo begitu ....” Xiuhuan tersenyum hangat. “Anggap saja kami keluargamu,” katanya lagi sambil menggendong Huo Yi. Namun, tuyul yang satu ini sepertinya mengikuti jejak ayahnya. Karena ia langsung kencing saat Xiuhuan menggendongnya, membuat Huo Meigui dan Ling Yue tertawa terkekeh-kekeh.
...^^Jangan lupa 👍 Bosque^^...