Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kecurigaan Xiuhuan


__ADS_3

Xiuhuan tak bisa tidur walaupun ia berusaha memejamkan matanya. Itu mungkin efek samping tak pernah tidur malam selama seratus hari di Sekte Teratai Biru saat melayani istrinya yang lagi ngidam ehem-eheman dengannya. Apalagi saat ini 20 istrinya sudah hamil besar, mungkin bulan depan akan melahirkan, ditambah satu istrinya yang sudah hamil duluan saat disekap bandit gunung Lugu.


Xiuhuan duduk bersila dan mengeluarkan Pill Neraka untuk memulai berkultivasi.


“Kamu sudah tahu tidak, aku memiliki anak dari istri baruku?” Xiuhuan memulai pembicaraan, ia tahu Lou Xue belum tidur sebenarnya walaupun ia memejamkan matanya.


“Iya,” jawabnya singkat.


“Hehehe ... kamu tak cemburu?” tanya Xiuhuan penasaran.


“Kamu sudah bajing*n dari dulu,” jawabnya lagi.


Xiuhuan tersenyum masam sambil mengacak-acak rambutnya. Lou Xue terlalu jujur dalam berbicara, ia tak memikirkan apa lawan bicaranya itu tersinggung nanti atau tidak.


“Aku teringat kamu sangat mirip dengan tuan muda yang mengejar-ngejar istri baruku itu. Kalau tidak salah namanya adalah Huo Guan!” Xiuhuan menyadari rambut mereka sama-sama putih seperti salju dan Elemen Es yang sama juga. Karena Clan Huo itu identik dengan elemen Es.


Lou Xue diam saja dan membalikkan tubuhnya kearah sebaliknya dan menatap Xiuhuan sekilas.


“Lebih baik jangan berbuat masalah dengannya!” seru Lou Xue kemudian.


“Kau kenal dia?” selidik Xiuhuan—curiga dengan kata-kata Huo Meigui kalau adik Huo Guan ada yang dikirim menjadi mata-mata ke Benua Kun Lun dan Xiuhuan yakin adik Huo Guan itulah yang disebut oleh Jiang Meng sebagai Nona Ketua itu.


“Tidak!” sahut Lou Xue tanpa ekspresi, detak jantungnya juga stabil. “Aku sudah mendengar kalau dia adalah Kultivator Ranah Absolute God, sungguh bodoh Immortal Menengah berani melawannya.” Kata-kata menohok kembali diucapkan oleh Lou Xue.


Xiuhuan belum menyerah ingin mengetahui rahasia Lou Xue. Dia terlalu misterius, apalagi kecantikannya membuat orang-orang terbius melupakan apa yang dipikirkan olehnya.


“Kalau saja aku mati di tangan Huo Guan. Apakah kau akan sedih?” Xiuhuan menatap wajah Lou Xue yang masih enggan membuka matanya itu.


“Tidak!” sahutnya singkat.

__ADS_1


Xiuhuan tidak terkejut, karena ia sudah menebak akan mendapatkan jawaban itu. “Bagaimana kalau aku membunuh Huo Guan. Karena di masa depan ia pasti akan mencariku.” Xiuhuan sengaja membuat pertanyaan menjebak.


Untuk sesaat detak jantung Lou Xue tiba-tiba berdegup kencang. Namun, langsung stabil kembali. Sehingga itu tak cukup membuktikan kalau ia adalah adik Huo Guan, bisa saja itu efek kehamilannya. Xiuhuan berpikir demikian.


Lou Xue membuka matanya dan berkata, “Kenapa kamu menanyakan itu? Apakah kamu merasa aku adalah penyusup aliran hitam, karena memiliki elemen Es dan katamu aku mirip dengannya?”


“Ah, jangan terlalu serius. Aku cuma ingin mengetahui apakah kamu mencintaiku atau tidak?” sahut Xiuhuan cengar-cengir. “Sudah tidur saja, nanti dedek dalam perutmu marah!” Xiuhuan berkilah lagi.


Lou Xue tidak berkata apa-apa lagi dan suasana dalam kamar itu menjadi hening. Ini adalah sesuatu yang belum pernah dialami oleh Xiuhuan. Dia memutuskan melakukan Kultivasi agar segera naik ke tingkat Immortal Akhir.


***


Keesokan paginya, Xiuhuan membuka matanya dan tidak melihat Lou Xue di ranjang lagi dan Xiuhuan berjalan ke ruang tengah, di sana juga tak ada orang. Namun, pintu rumah Lou Xue itu terbuka lebar.


“Ternyata dia bermeditasi di bawah sinar matahari pagi," gumam Xiuhuan memandangi wajah Lou Xue bak bidadari itu. “Aish, malah berfantasi liar kalau lama-lama menengoknya.”


“Sebenarnya ia perhatikan juga padaku. Namun, sifatnya saja yang sulit ditebak. Jangan-jangan pikiran negatifku saja selama ini menyangkanya sebagai anggota aliran hitam," gumam Xiuhuan langsung melahap nasi goreng itu.


***


Lou Xue mengajak Xiuhuan berjalan-jalan ke bangunan megah yang ditunjuk oleh Lou Dong kemarin. Segala pasang mata menatap Xiuhuan dengan tatapan iri dan penuh permusuhan.


Kabar Xiuhuan menjadi suami Lou Xue telah diketahui oleh seluruh murid luar Sekte Qingyun. Gosip itu menyebar bagaikan air bah saja, menjadi topik utama pembicaraan mereka.


“Cih, ini yang aku takutkan bila keluar rumah di saat-saat seperti ini. Seharusnya aku mengurung diri saja selama setahun—sampai orang-orang melupakan kejadian ini." Xiuhuan menggerutu di sebelah Lou Xue yang tidak terpengaruh dengan pembicaraan orang-orang. Dia masih santai seperti biasanya.


Lou Xue berhenti di lapak penjual kain sutera, ia memegang kain itu dan meraba-rabanya. Seutas senyum terpancar dari wajahnya.


Xiuhuan ingin membelinya, tetapi tiba-tiba ....

__ADS_1


“Kalau kamu suka Nona Xue, aku akan membelinya untukmu,” kata Wu Ling dengan senyum hangat.


“Ah, sialan kampret ini. Apakah dia berniat menjadi perebut istri orang?” gumam Xiuhuan menatap tak suka padanya. “Tak perlu saudara Ling. Aku bisa membeli kain ini untuk istriku!” sela Xiuhuan mengeluarkan sepuluh keping emas dan memberinya pada penjual kain sutera itu.


“Harganya cuma satu keping emas tuan! Anda membayar terlalu banyak,” seru penjual itu ingin mengembalikan sembilan keping emas kelebihan pembayaran itu pada Xiuhuan.


Namun, ia melambaikan tangan. “Berikan saja sembilan kain sutera lainnya. Karena saat bayi kami lahir, kain ini cukup berguna nanti,” sahut Xiuhuan sembari melirik Wu Ling—bagaimanakah reaksinya.


Wu Ling terpaku sejenak dan menatap Lou Xue. Dia berharap Bidadari Salju itu akan membantah ucapan Xiuhuan. Namun, tak ada reaksi apapun darinya, yang berarti apa yang dikatakan Xiuhuan adalah sebuah kebenaran.


“Bagaimana ini terjadi? Berarti mereka sudah menikah saat di Kota Nancheng, tetapi kenapa tak ada yang mengetahuinya,” gumam Wu Ling berteriak dalam hatinya.


Lou Xue menyimpan kain sutera itu ke dalam cincin dimensi dan berjalan kembali menyusuri beberapa lapak lainnya, apakah ada barang yang disukainya lagi.


Wu Ling tersadar dari lamunannya. Tujuannya kemari adalah mengajak Lou Xue bergabung dengan tim bentukan murid dalam yang akan melakukan misi dari Sekte.


Misi tersebut mewajibkan murid dalam membawa beberapa murid luar untuk menambah pengalaman mereka mengatasi masalah. Karena misi yang diberikan pada murid dalam biasanya memiliki kesulitan yang tinggi; tak jarang banyak yang gugur selama menjalani misi tersebut.


“Nona Xue tunggu!” seru Wu Ling. “Senior Wu Qinghou mengajak Anda mengikuti misi dengan mereka. Dia adalah peringkat tertinggi murid dalam dan dia butuh murid-murid luar yang kuat untuk menjalani misi ini,” kata Wu Ling dengan serius.


Xiuhuan menyadari ia tidak diajak dalam misi itu, padahal ia berdiri tegak disebelah Wu Ling. Namun, ia hanya berkata pada Lou Xue saja. Dalam hati Xiuhuan mengutuk tindakannya itu, tetapi ia tak bisa melarang Lou Xue. Karena pernikahan mereka hanya simbol saja demi sibuah hati dalam perutnya. Bahkan Xiuhuan sudah berencana membawa bayi itu nanti ke Pulau Niao, karena tak yakin Lou Xue dapat mengurusnya dengan baik—mengingat Lou Xue sangat berambisi menjadi kuat, cuma itu yang orang tahu tentangnya selain sifatnya yang dingin itu.


...*...


...*...


...*...


...~Jangan lupa 👍 Bosque~...

__ADS_1


__ADS_2