Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Jurus Baru


__ADS_3

Dewa judi sangat kagum dengan penampilan Xiuhuan. Ia yakin akan memenangkan taruhan ini, apalagi saat Xiuhuan hampir menenggelamkan Su Rong. Walau berakhir dengan pemberi harapan palsu saja, sebab musabab Xiuhuan menarik kembali jurus tersebut.


“Kenapa ia malah main-main. Kalau kalah aku tak punya uang untuk membayar mereka. Aku jadi bandar cuma modal bacot saja,” gumam Dewa Judi tegang melihat cara Xiuhuan bertarung itu.


“Betul ternyata yang dikatakan oleh Qingyi itu. Senior Xiuhuan adalah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit,” gumam Liu Ruyan tersenyum melihat Xiuhuan memojokkan Su Rong di arena sekte itu.


***


Langit tampak terbelah dan mengeluarkan ratusan Meteor yang melesat menuju Xiuhuan. Su Rong tersenyum lebar yakin akan menang, karena telah mengalirkan seluruh sisa qi dari kapasitas Rongqinya pada Pedang Rohnya, agar mampu menarik banyak Meteor.


“Kau pikir kau saja yang punya jurus andalan! Lihat ini baik-baik, nak.” Pedang Xiuhuan mulai mengeluarkan air dalam jumlah besar yang lansung melesat menjadi partikel-partikel kecil ke langit.


Xiuhuan kemudian menilik Pedang Roh Sidat Listrik ke langit. Seketika cuaca menjadi berawan tebal membuat para penonton pertarungan itu merinding melihatnya.


Betapa tak merinding, tiba-tiba saja ratusan Meteor muncul di langit, kini cuaca juga ikut berubah, bak mau kiamat saja.


Ketua Sekte yang selalu mengurung diri berkultivasi di aula pribadinya. Sudah ratusan tahun ia tak muncul ke permukaan, jika tak ada masalah pelik yang tak dapat diatasi oleh para tetua.


Kini ia merasakan dua pertarungan besar telah terjadi di dalam Sektenya.


“Apa mereka tak sabar untuk kompetisi mendatang?” gumam Ketua Sekte. “Tapi cara bertarung mereka ini akan membuat salah satu dari mereka terbunuh,” katanya lagi melesat keluar, ia ingin melihat siapakah gerangan yang tengah bertarung itu.


***


Gumpalan awan hitam menutupi langit Sekte Pedang Taiyang. Kilatan-kilatan petir sambar menyambar tiap tarikan nafas Xiuhuan.


“Hahaha ... jurus yang luar binasa!” seru Xiuhuan tertawa lebar.


Cuaca yang berubah sekita itu seperti saat Dragon menyelamatkan Luffy dari tangkapan Smoker di Loguetown.


“Tebasan Badai Petir!” teriak Xiuhuan.


Petir raksasa seperti akar pohon yang menjuntai lansung menyambar meteor-meteor itu menjadi potongan-potongan kecil.


Xiuhuan tersenyum melihat wajah Su Rong yang tampak pucat, melihat jurus terhebatnya malah dihancurkan oleh sambaran-sambaran petir itu.

__ADS_1


Pedang Roh Xiuhuan yang menilik ke langit, ia arahkan ke Su Rong.


“Buarrrrrrrr!”


Sebuah sambaran Petir melesat dengan kecepatan cahaya. Namun saat akan mencapai Su Rong, tiba-tiba saja seseorang muncul dihadapannya.


Sontak saja Xiuhuan lansung membelokkan arah Petir itu ke langit lagi.


“Ketua Sekte!” sapa Xiuhuan memberi hormat padanya.


“Hampir saja,” jawab Ketua Sekte Pedang Taiyang itu. Lantas ia menoleh Su Rong yang pucat, karena mengira ia akan mati tadi. “Kalian bawa dia pergi,” katanya lagi tanpa menjawab salam dari Xiuhuan.


“Baik Ketua!” sahut anak buah Su Rong membawanya kembali ke tempat tetua pertama.


Xiuhuan masih berdiri di posisinya, ia tetap memegang Pedang Rohnya untuk berjaga-jaga jika terjadi kemungkinan terburuk. Karena Ketua Sekte itu tampak begitu peduli dengan Su Rong.


“Kau sungguh hebat. Murid siapakah? aku belum pernah mendengar tentangmu?” tanya Ketua Sekte.


“Saya murid tetua Dong Shuliang Ketua,” sahut Xiuhuan.


Ia kemudian melesat terbang, ternyata ia adalah Pendekar Pedang berunsur Angin.


“Aku sebenarnya ingin latih tanding denganmu, namun karena kompetisi Sekte segera dimulai. Tak mungkin aku membuat kegemparan. Jadi, kau tak usah ikut di kompetisi Sekte, lansung saja ke kota Shenlong. Aku mengakui kehebatanmu,” kata Ketua Sekte itu meninggalkan Xiuhuan yang masih bersiap siaga itu.


“Huh, pergi juga kampret itu. Tak kira ia akan menghukumku,” gumam Xiuhuan menghela nafas panjang.


“Wah-wah kau sungguh hebat Xiuhuan!” Puji Dewa Judi. “Ini aku berikan kamu 500.000 Poin. Mulai nanti akan banyak tindakan kejahatan dalam Sekte ini. Karena mereka tak punya poin sama sekali lagi. Ya, terpaksalah menindas yang lemah hahahaha ....” Dewa Judi tertawa lebar.


“Sedikit sekali! Mana cukup ini untuk mengisi qi yang hilang tadi.” Xiuhuan protes padanya.


“Hei, ini sudah bagi dua tahu! Sudah untung itu, kau hanya pasang taruhan tak sampai 100.000 Poin kok,” balas Dewa Judi.


“Yah, kalau begini. Tak mau lagi aku bertarung di sini," sahut Xiuhuan berjalan menghampiri Liu Ruyan.


“Et, dah! Mana ada yang mau lagi melawanmu bocah petir,” teriak Dewa Judi. Ia berani memarahi Xiuhuan, karena Dewa Judi adalah seorang tetua. Maka ia yakin Xiuhuan tak akan berani bertindak ceroboh.

__ADS_1


***


“Kau hebat senior!” Liu Ruyan memuji Xiuhuan.


“Tentu lah, masa tampan doang tapi lemah. Kan, lucu!” sahut Xiuhuan.


“Sekarang kita mau kemana senior?” tanya Liu Ruyan sambil merangkul tangan Xiuhuan.


Xiuhuan kaget melihatnya, lantas bertanya, “Apakah kau sudah siap menjadi istri ke 1002 Yan‘er?”


“Bukan!” sahut Liu Ruyan. “Aku ingin membuat para gadis-gadis Sekte Pedang Taiyang cemburu saja melihatku berduaan dengan orang paling kuat di Sekte ini hehehehe ....” Liu Ruyan tertawa terkekeh-kekeh.


“Yah, aku kira kau sudah siap menjadi istriku. Kan, kita bisa lansung menyewa kamar di penginapan untuk melakukan mantap-mantap hahahaha ....” Xiuhuan yang gantian bercanda.


“Ih, senior mesum!” sahut Liu Ruyan yang membuat Xiuhuan lesu, karena itu adalah panggilan menyakitkan baginya.


Kabar tentang kemenangan Xiuhuan itu lansung merebak seketika. Bak air bah saja, semua murid-murid Sekte Pedang Taiyang telah mengetahui kejadian itu. Apalagi sampai Ketua Sekte turun tangan segala untuk menghentikan amukan Xiuhuan.


saat akan menuju gerbang keluar Sekte Pedang Taiyang, Xiuhuan kembali berpas-pasan dengan Feng Xiao. Namun kali ini tak ada lagi aura permusuhan yang terpancar seperti sebelumnya. Kali ini ia telah sadar, tak mungkin mencari permusuhan pada binatang buas yang sok polos didepannya itu.


“Yan‘er restoran mana yang paling enak di sini?” tanya Xiuhuan setelah meninggalkan gerbang Sekte Pedang Taiyang.


“Restoran Kaefci senior,” jawab Liu Ruyan.


“Enak tidak?” tanya Xiuhuan lagi.


“Enaklah, apalagi ayam gorengnya itu. Wau mantap,” kata Liu Ruyan.


“Wes lah, kita ke sana saja. Setelah itu kita Paviliun Shilin, ya. Aku mau berkultivasi nanti untuk mengisi kembali qi dalam Rongqiku yang sudah habis setengah. Mungkin aku akan memborong semua persediaan Pil Neraka mereka,” kata Xiuhuan.


“Seberapa luas Rongqinya itu. Sampai-sampai harus memborong persediaan Pil Neraka sebanyak mungkin,” gumam Liu Ruyan takjub.


Tak lama berselang, mereka akhirnya sampai di restoran Kaefci. Xiuhuan sudah kelaparan, karena ia belum makan sejak mendaratkan kaki di daratan utama ini.


...⚔️Bersambung ⚔️...

__ADS_1


__ADS_2