Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Tetua Sepuh Ranah Absolute God


__ADS_3

“Amarah Cakar Naga!” seru Xi Luhui, di mana tangan kanannya membesar, kulitnya tebal seperti sisik naga. Dan jemarinya juga menjadi runcing.


Trang!


Pedang biasa yang diambil Xiuhuan dari cincin dimensi miliknya patah, kemudian ia mengambil Pedang satu lagi yang melayang di atas kepalanya dan menebas bagian perut Xi Luhui. Namun, Xi Luhui menangkisnya dengan Amarah Cakar Naga dan mematahkan Pedang Xiuhuan lagi.


“Tangan yang mengerikan!” keluh Xiuhuan mundur beberapa langkah. “Hadeh, cantik-cantik kok mirip monster!” ejeknya lagi.


Xiuhuan menyimpan delapan sisa pedangnya. Dia tak ingin senjatanya kembali rusak, sementara pemasukan tak ada. Karena Kristal monster dan sumberdaya yang ia miliki, sangat sulit untuk dijual—mengingat ia baru Immortal Awal, sehingga pembeli akan mencurigai Xiuhuan mencuri kristal monster mahal itu.


“Kau bilang apa?”


Xi Luhui marah sekali mendengarnya. Karena pantang bagi wanita diejek fisiknya, apalagi Xiuhuan mengejek di khalayak ramai pula.


Tangan kanannya mengeluarkan bola api berdiameter Lima puluh tombak. Tidak terbayang, seperti apa ledakan yang akan timbul nantinya. Bisa saja Paviliun Xi yang menjulang tinggi itu akan rubuh bila terkena bola api itu.


“Dia memang kuat,” gumam Xiuhuan mengakui kehebatan Xi Luhui. Namun, masalahnya dia sudah tidak terkendali lagi. “Kalau bola api itu dilepas, aku juga akan dihukum oleh Clan Lou, karena berbuat onar di Clan lain.” Xiuhuan panik, memikirkan jalan keluarnya.


Murid-murid Clan Xi lari berhamburan menyelamatkan diri. Mereka tidak ingin menjadi korban ledakan jurus Amukan Cakar Naga, yang merupakan jurus terkuat milik Xi Luhui.


“Tuan muda Xiuhuan! Cepat lari dari sana!” teriak Xi Yi malah berlari ke dalam Paviliun Xi. Padahal itu adalah tempat yang paling berbahaya, apabila gedung dua ratus lantai itu roboh.


Xiuhuan tersenyum menatap Xi Yi dan ingin mengeluarkan Pedang Yu Xian dari cincin dimensi miliknya. Xiuhuan berencana membuat gelombang air menahan bola api Xi Luhui itu.


“Hentikan Luhui!”


Pria sepuh Ranah Absolute God muncul di tengah-tengah pertarungan mereka. Dia memancarkan energi besar, yang membuat api besar di tangan Xi Luhui padam. Bahkan Xiuhuan dipaksa berlutut, padahal hanya ditatap olehnya saja.


“Apa-apaan pria sepuh ini?—Inikah kekuatan Ranah Absolute God itu! Sungguh mengerikan!” Xiuhuan keringat dingin, ia merasa ditimpa batu besar dan sulit untuk berdiri kembali. Tekanan ini jauh lebih kuat dari monster Ular Hijau Daun yang juga memberikan tekanan kuat, sehingga jurus Langkah Kilat miliknya tak ada artinya di hadapan Ranah Absolute God itu.

__ADS_1


“Luhui ....” Dia berkata pelan, tetapi Xi Luhui tak berani menatapnya. “Kamu sudah membuat kerusakan besar di fasilitas umum kota Xi ini, maka aku akan menghukummu masuk penjara bawah tanah selama satu tahun dan Xi Fang beserta teman-temannya, dipenjara dua tahun. Karena kalianlah yang memulai keributan ini.”


“Apaaaaa?” Xi Fang menggerutu dalam hati, sudah terluka; malah dipenjara lebih lama lagi. “Ini semua gara-gara murid Clan Lou ini tetua!” Xi Fang membela diri.


“Hukumanmu bertambah setengah tahun, karena melakukan protes,” sahut tetua Ranah Absolute God itu.


“Sial!—Dasar kakek-kakek tak berperasaan, malah membela murid Clan lain,” gerutu Xi Fang lansung meninggalkan tempat itu agar tak mendapat hukuman tambahan lagi.


Xi Fang tak menyadari, saat ini Xiuhuan sedang berjuang mengatasi tekanan yang makin kuat diberikan oleh tetua itu. Karena Xiuhuan menampakkan wajah tak senang pada tetua sepuh itu.


“Kenapa kau berbuat onar di kota kami ini?” Pria sepuh itu berjalan menghampiri Xiuhuan, setelah menghukum semua murid-murid Clan Xi yang terlibat keributan itu. “Jangan bilang kamu menganggap remeh Clan Xi yang merupakan urutan terakhir dalam peringkat Clan.”


“Aku hanya ingin membeli—” Tiba-tiba, tetua itu menambah tekanan pada Xiuhuan, sehingga ia tersungkur ke tanah. Padahal tadi, ia masih berjongkok.


“Aku belum selesai bicara, jangan main potong saja; dasar tak tahu sopan santun,” sela tetua sepuh itu. “Ah, sial!—Aku jadi lupa, mau mengatakan apa tadi, ini semua gara-gara kamu menyela ucapanku,” keluhnya mengingat-ingat apa yang mau dikatakannya.


Suasana hening sejenak, Xi Luhui tetap menunduk tak berani berbicara. Sedangkan Xiuhuan menunggu tetua sepuh itu, membiarkan ia menjelaskan kesalahpahaman antara ia dan murid-murid Clan Xi itu.


“Kampret kau tua bangka. Aku akan menendang punggungmu agar kau cepat berinkarnasi lagi.”


Xiuhuan mengumpatinya, ia sudah tak tahan melihat kelakuan tetua sepuh itu. Eits, tetapi dalam hatinya saja.


“Cepat katakan!—Aku tahu kau menyumpahi diriku yang lemah dan tua ini. Dasar tak berperikemanusiaan,” kata tetua sepuh itu menebak isi pikirannya.


“Aku memiliki surat izin masuk untuk membeli produk Paviliun Xi. Namun, murid-murid Anda malah menyerangku tanpa membiarkan aku memberikan penjelasan,” teriak Xiuhuan sekeras-kerasnya, ia tak ingin tetua sepuh itu malah pura-pura tak mendengar.


Xi Luhui menatap Xiuhuan kaget.


“Namun, kamu masuk dengan jubah penuh darah!” sela Xi Luhui, “makanya teman-temanku menganggapmu telah melakukan tindak kejahatan," katanya lagi.

__ADS_1


“Aku menolong murid Sekte Qingyun yang terluka di kawasan gunung Lou Feng dan Aku berencana membawanya berobat kemari. Namun, Aku menemukan murid Sekte Qingyun yang berasal dari Clan Xi ini—mereka akan kembali ke Sekte Qingyun dan aku memohon pada mereka untuk membawanya.”


Xiuhuan memberikan penjelasan sedetail mungkin, agar ia tak disalahkan lagi.


“Anak ini masuk ke dalam kawasan gunung Lou Feng? Dia sungguh berani,” gumam tetua itu kagum pada Xiuhuan. “Kau bicara apa? Aku tak dengar. Karena, kau murid Clan Lou, maka Aku akan memaafkanmu kali ini. Cukup bayar 100 keping emas saja untuk ganti rugi marmer yang kalian hancurkan.” Dia berpura-pura tak mendengar dan malah meminta ganti rugi.


Xiuhuan menarik nafas dalam-dalam, dan mengeluarkan 100 keping emas saat itu juga, agar ia bisa keluar dari tempat menyebalkan itu.


Tetua sepuh itu menerima seratus keping emas pemberian Xiuhuan dan lansung melepas tekanan yang ia berikan pada Xiuhuan.


“Aku—”


Belum selesai tetua sepuh itu bicara. Xiuhuan malah menarik pedal gas lebih dulu. Dia semakin di depan, meninggalkan kota Xibei.


“Siapa yang melanggar aturan ini!—Kejar dia!” seru penjaga gerbang kota yang hanya melihat kilatan halilintar di hadapannya.


“Kejar ke mana bos? Kita pura-pura tak melihat saja,” sahut rekannya merasa percuma mengejar Xiuhuan.


***


“Kenapa Anda tetap meminta ganti rugi tetua. Kan, sudah jelas-jelas kita yang bersalah.” Xi Luhui heran dengan tindakan tetua sepuh itu.


“Dia itu sangat kaya. Aku sudah memperhatikannya tadi, dia mau menjual dua Kristal monters berwarna kuning, tetapi manajer lantai tiga menolak, karena takut itu barang haram. Namun, saat dilantai dua ia malah membeli Kapal terbang seharga 200.000 keping emas dan tungku obat seharga 200.000 juga untuk Pelayan yang melayaninya.”


“Bahkan dia menyombongkan diri mampu membeli Paviliun Xi, walaupun pelayanan kita mengatakan harganya satu milyar keping emas. Eh, dia malah santai mengatakan cuma kurang 700.000 juta keping emas lagi. Karena katanya ia memiliki dua Kristal monters berwarna merah dan mawar setan; itu berarti ia memiliki lebih dari 300.000.000 keping emas.”


Tetua itu tersenyum lebar, kemudian bercanda pada Xi Luhui.


“Sayang sekali—seharusnya kau goda dia, bukan diajak bertarung. Kalau kau menjadi kekasihnya, mungkin kau akan cepat mencapai tingkat Immortal Menengah, berkat dukungan finansial darinya.”

__ADS_1


Xi Luhui tersenyum masam, “Aku bukan gadis mata duitan tetua,” selanya. Namun, tetua sepuh itu hanya tertawa terkekeh-kekeh dan menghilang dari pandangannya.


...~Bersambung~...


__ADS_2