
Xiuhuan menghampiri Feng Jiao beserta ketiga istrinya yang telah meninggalkan tribun VVIP arena gladiator itu. “Kapan lagi aku akan bertarung Nona muda Jiao?” tanya Xiuhuan yang merasa bertarung di arena gladiator akan memperbanyak pengalaman bertarungnya, sehingga ia terbiasa melawan musuh yang memiliki elemen Kegelapan yang merupakan salah satu musuh yang paling sulit untuk dikalahkan para Kultivator.
Feng Jiao tak menyangka Xiuhuan tetap bersemangat, walaupun sudah melewati pertarungan hidup mati melawan Sin Kong tadi.
“Sabar, kita akan mengikuti permainan dari Feng Huang dan menggerogoti hartanya!” Feng Jiao menyeringai jahat.
“Feng Huang? Siapa itu?” Xiuhuan tak mengenalinya.
Feng Jiao mengerutkan keningnya, kenapa bisa Iblis tampan ini tak mengenali Ketua Clan Feng, padahal ia sudah memasuki wilayahnya. Seharusnya ia mencari informasi dulu tentang wilayah Clan Feng, barulah memasukinya.
Kong Xia berbisik pada Xiuhuan dan menceritakan kalau Feng Huang adalah Ketua Clan Feng, ia juga mengatakan kalau Sin San berada di sini, sehingga Xiuhuan sangat terkejut mendengarnya. Namun, setelah mendengar Feng Jiao menjamin keselamatan mereka, Xiuhuan langsung berterimakasih padanya sembari menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat.
Feng Jiao tertawa terkekeh-kekeh dan mengatakan sudah sewajarnya ia menolong sumber pendulang Kristalnya, karena berkat Xiuhuan—ia berhasil mendapatkan satu Kristal Merah lagi.
“Apa yang akan kami lakukan lagi Nona muda Jiao?” tanya Xiuhuan karena tidak memiliki agenda lain lagi setelah pertarungan itu.
“Hmm, tinggallah di Kediamanku,” sahut Feng Jiao. “Terserah kalian mau berbuat apa saja, mau itu berkultivasi atau kuda-kudaan, lakukan saja—yang penting jangan sampai membuat keributan saja.”
Feng Jiao langsung merobek dimensi dan meninggalkan Xiuhuan beserta ketiga istrinya yang kebingungan—karena tidak mengetahui di manakah Kediaman milik Feng Jiao itu. Namun, tiba-tiba muncul Iblis wanita yang langsung menangkupkan tinju menunjukkan rasa hormat pada mereka.
“Aku Feng Yue, Pelayan di Kediaman Nona muda Jiao yang akan memandu tamu terhormat kami,” kata Feng Yue dengan seutas senyum hangat di wajahnya.
Xiuhuan juga menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat dan berkata, “Aku, Xiuhuan dan ini istriku Kong Xia, Yu Fen dan Yu Qingyi.”
__ADS_1
“Baiklah tuan Xiuhuan, ikuti aku dan jangan berkeliaran—karena kalian memiliki musuh yang merepotkan,” kata Feng Yue membawa mereka menuju Kediaman milik Feng Jiao.
Saat memasuki Kediaman milik Feng Jiao itu, Xiuhuan merasa ada yang aneh. Karena di sana berkumpul banyak Kultivator Ranah Raja Iblis, tetapi di jubah Clan Feng mereka itu ada motif bunga matahari dan itu tidak terlihat pada anggota Clan Feng yang lain.
“Apa Nona Jiao memiliki anggota khusus sendiri, yang terpisah dari Clan utama?” gumam Xiuhuan penasaran, tetapi ia tidak bertanya pada Feng Yue—karena itu urusan internal Clan Feng, lagi pula ia cuma pihak yang menumpang lewat saja.
Mereka langsung memasuki Kediaman milik Feng Jiao itu dan beberapa Kultivator yang berpas-pasan dengan mereka, langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Feng Yue—padahal sebelumnya ia mengatakan kalau dirinya adalah Pelayan di sini, tentu itu membuat Xiuhuan penasaran identitas Feng Yue sebenarnya.
“Ini adalah kamar untuk kalian, kalau ada perlu apa-apa, jangan sungkan mencariku di ruang tengah!” seru Feng Yue setelah membukukan pintu kamar untuk Xiuhuan dan ketiga istrinya.
“Ya, kami mungkin akan merepotkan Nona Yue kedepannya,” sahut Xiuhuan dengan senyum hangat.
Feng Yue langsung pergi dan Xiuhuan menutup pintu kamar.
“Benar, apakah mereka akan memberontak terhadap Ketua Clan Feng, mengingat hubungan keduanya tampak tidak harmonis,” sahut Kong Xia.
Xiuhuan diam saja dan menggunakan jurus mata dewa memeriksa Kediaman milik Feng Jiao itu. Dia sangat terkejut, ternyata di sebuah ruangan ada Feng Jiao sedang berbicara dengan puluhan Kultivator Ranah Raja Iblis, kemudian puluhan Kultivator itu segera mengenakan penutup wajah dan meninggalkan tempat itu menggunakan robekan dimensi.
“Jangan pikirkan itu,” sahut Xiuhuan setelah melihat kejanggalan di dalam Kediaman milik Feng Jiao itu. “Bagiamana kita lakukan pemanasan lebih dulu hehehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh.
“Apaaaaa?” Kong Xia dan Yu Fen terkejut mendengarnya, “To-tolong lakukan dengan lembut Xiuhuan gege!” kata Kong Xia dengan ekspresi wajah malu-malu.
Xiuhuan membuat Perisai air mengelilingi kamar mereka agar tidak ada yang mencoba mengganggu proses yang sangat sakral itu. Dia tak ingin nanti tiba-tiba ada nyamuk malaria yang muncul, sehingga belut tampan langsung demam dan tak bisa bergerak lagi.
__ADS_1
***
Di Kediaman Clan Feng, Sin San dan Feng Huang sedang berdiskusi tentang bisnis antara Clan Feng dan Clan Sin. Namun, tiba-tiba muncul Kultivator Ranah Raja Iblis dihadapan mereka, ia menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Feng Huang.
“Apa yang terjadi?” Feng Huang bertanya, ia menduga pasti telah terjadi hal yang sangat darurat, sehingga anak buahnya itu berani muncul saat ia sedang melayani tamu penting.
Kultivator Clan Feng itu menatap Sin San dan Sin San menyadari mungkin ini informasi penting, sehingga pihak luar tidak boleh mengetahuinya. “Baiklah Ketua Huang, aku akan menyuruh Saudari Chan yang akan melawan Xiuhuan besok dan aku pamit beristirahat dulu. Kalian bisa melanjutkan diskusinya,” kata Sin San sembari meninggalkan ruangan itu.
Sin Chan langsung menghampiri Sin San saat meninggalkan ruangan Ketua Clan Feng tersebut.
“Tuan muda San, mata-mata kita mengatakan kalau perselisihan antara Nona muda Jiao dengan Ketua Huang telah memasuki puncaknya. Bagiamana kalau kita memanfaatkan kesempatan ini untuk membunuh Xiuhuan," bisik Sin Chan.
Sin San terkejut mendengarnya dan berkata, “Kita tidak perlu melakukan itu, karena aku sudah mengatur pertandingan antara dirimu melawan Xiuhuan, besok dan satu lagi kita akan membantu Ketua Huang—apabila ia mengalami kesulitan nantinya, karena ia adalah Sekutu utama kita. Kalau Feng Jiao sampai merebut posisi Ketua Clan Feng, maka kontrak kerjasama kedua Clan bisa berakhir di tangannya.” Sin San khawatir atas tindakan Feng Jiao yang tampak sangat menentang kebijakan kakaknya.
Sin Chan mengangguk, tetapi ia masih bingung—kenapa Feng Huang sangat lembek terhadap adiknya itu. Mungkin kalau kejadian serupa terjadi di Clan lain, maka Iblis seperti Feng Jiao itu tidak akan bernafas lagi.
Di dalam ruangan Ketua Clan Feng, Feng Huang mengangguk mendengar informasi yang diberikan oleh unit Assassin bentukannya itu. Dia tak menyangka kalau adiknya juga telah membentuk unit rahasia yang membunuh Tetua pendukungnya, sehingga menyisakan Tetua pendukung Feng Jiao saja.
“Perintahkan pada unit Assassin untuk membunuh ketiga Tetua pendukung Jiao‘er,” kata Feng Huang dengan seringai tipis diwajahnya. “Hehehe ... dasar tua bangka bodoh itu, mereka mengira dengan menghasut Jiao‘er akan menurunkan diriku dari posisi Ketua Clan? Justru dengan menyingkirkan seluruh Tetua tua bangka itu, maka akan memperkuat posisiku sebagai Ketua yang absolut dan tidak ada lagi yang bisa mengintervensi kebijakanku.”
Feng Jiao tidak menyadari, sebenarnya dari awal—rencana yang disusunnya secara matang itu telah diketahui oleh kakaknya. Namun, Feng Huang berpura-pura menutup kupingnya, agar terkesan tidak peduli apapun yang dilakukan oleh Feng Jiao.
Saat malam pun tiba, dua unit rahasia berbeda bos—menjalankan tugas masing-masing, sehingga keesokan paginya; kota Heitu menjadi gempar karena kematian seluruh Tetua Clan Feng.
__ADS_1