Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Sparring Melawan Bocah Nakal


__ADS_3

Puluhan Pedang melesat ke arah Xiuhuan dengan Siluet burung Phoenix menyertainya. Xiuhuan lansung mengeluarkan Pedang Roh Sidat Listrik dan tubuhnya mengalir sengatan-sengatan listrik yang membuat kaget para murid-murid tetua ke-77 Sekte Pedang Taiyang itu.


“Mode keren, Saiyan!” kata Xiuhuan berpose, karena rambutnya kini berdiri seperti di komik Dragon ball yang dibacanya sewaktu di kota Hua. Xiuhuan sengaja mengatakannya agar gadis-gadis di halaman aula tetua ke-77 itu terkesima melihatnya.


Betul saja, para gadis-gadis lansung berteriak histeris. Membuat murid laki-laki yang ada di sana menebarkan aura permusuhan yang amat sangat dalam pada Xiuhuan.


Sesaat sebelum pedang-pedang itu mengenai Xiuhuan. Tiba-tiba saja ia menghilang dari pandangan mereka.


“Kemana dia?” gumam Feng Xiao melirik kesana-kemari.


“Horraaaaaa! Bocah instan!” Xiuhuan Mengejutkan Feng Xiao yang melayang beberapa langkah di udara itu. Xiuhuan masih bisa menjangkaunya dengan cara melompat tinggi ke udara.


“Apaaaaa!” Feng Xiao terkejut melihat Xiuhuan sudah berada di hadapannya. Feng Xiao lansung mengayunkan pedangnya. Namun Xiuhuan lebih dulu meninju wajah Feng Xiao hingga terpental ke bawah.


“Rasakan ini! Tebasan Halilintar!” teriak Xiuhuan sembari meluncur dari udara menuju Feng Xiao yang tengah terkapar di tanah itu.


“Apa-apaan itu?” Pekik Feng Xiao gemetaran melihat siluet Belut raksasa seukuran gedung pencakar langit yang siap melahapnya.


Sebenarnya siluet Belut raksasa hanyalah taktik menakut-nakuti dari Xiuhuan. Ini ia dapatkan sewaktu melihat murid tetua pertama saat melawan Liu Ya di kompetisi Sekte Teratai Biru dulu. Xiuhuan kagum melihatnya yang dapat membuat kloning dirinya sendiri.


Saat ini Xiuhuan mengeluarkan air dalam jumlah banyak dari Pedang Roh dan membentuk Siluet Belut raksasa yang juga mengeluarkan kilatan-kilatan listrik. Tentu saja tampangnya sangat mengintimidasi kalau dilihat sekilas. Padahal Xiuhuan hanya mengalirkan sedikit qi saja untuk membuat itu.


Feng Xiao lansung menancapkan pedangnya ke tanah, sembari merapalkan jurus, “Lingkaran Api Phoenix!”


Api besar keluar dari Pedang Feng Xiao yang lansung membentuk pusaran, menutupi tubuhnya.


“Tidak-tidak! senior Xiuhuan bisa membunuh Kakak Xiao,” gumam Qingyi melompat kehadapan Feng Xiao. “Xiuhuan gege tolong ampuni kakak Xiao!” teriak Qingyi sembari menutup matanya, karena Siluet Belut raksasa itu akan membenturnya.


Qingyi yang sudah memejamkan matanya itu tak merasakan apa-apa. Ia kemudian melirik sedikit dan melihat Xiuhuan tersenyum tipis padanya.

__ADS_1


“Aaaaaaaaaa! senior membuatku ketakutan lagi,” kata Qingyi sambil memeluk Xiuhuan.


“Ti-tidakkkkkkkkk!” teriak Feng Xiao tak terima melihat wanita pujaan hatinya itu terang-terangan memeluk Xiuhuan. Padahal ia juga berharap diperlukan seperti itu. Namun bukan pelukan yang ia dapat. Ditanya saja tidak! Apa kondisinya baik-baik saja gitu.


“Sabar bro! Sudah kodrat manusia memilih yang good looking hahahaha ....” Hei Xing tertawa terkekeh-kekeh melihat sahabatnya itu patah hati.


“Cih, awas saja kau. Ini baru permulaan!” teriak Pendekar Pedang umur 35 tahun itu lansung pergi meninggalkan mereka, tanpa menunggu Qingyi memberikan penjelasan padanya.


“Kakak Xiao!” Panggil Qingyi pelan, ia tak mengerti, mengapa Feng Xiao begitu membenci Xiuhuan.


“Waduh, ternyata Aku malah membuat masalah di sini. Sepertinya aku lebih baik pergi saja Qingyi‘er setelah mendapatkan hadiah yang kau janjikan itu,” kata Xiuhuan tak enak hati telah membuat kekacauan di Sekte Pedang Taiyang itu.


“Sudahlah senior. Nanti setelah kepalanya dingin, aku akan jelaskan padanya apa yang sebenarnya yang terjadi,” sahut Qingyi sambil merangkul tangan Xiuhuan.


Keduanya berjalan menuju aula tetua ke-77 untuk menemui tetua Dong Shuliang. Qingyi ingin meminta bantuan tetua tersebut untuk membuatkan Xiuhuan sebuah identitas diri.


Bila Xiuhuan menatap para gadis-gadis, mereka langsung berteriak histeris melihat senyuman Xiuhuan yang membuat hati mereka meleleh itu. Namun, hal sebaliknya terjadi saat ia menatap para pria Sekte Pedang Taiyang itu. Xiuhuan seolah-olah melihat sosok malaikat pencabut nyawa dari aura mereka.


Kemudian para peserta itu dipersilahkan menunjukkan kemampuannya dan para tetua akan mengangkat tangan. Murid tersebut kemudian dipersilahkan memilih tetua mana yang cocok menurutnya.


Selain diwaktu pendaftaran Sekte. Para tetua juga diperbolehkan merekrut murid diluar waktu itu, kalau mereka merasa murid yang ingin direkrutnya itu berpotensi.


***


“Permisi tetua Shuliang!” sapa Qingyi sembari mengetuk pintu ruangannya.


“Ya, silahkan masuk!” sahut Dong Shuliang.


Qingyi masuk lebih dulu disusul oleh Xiuhuan mengikutinya dari belakang. Dong Shuliang tampak bingung melihatnya.

__ADS_1


“Mana senior-seniormu Qingyi?” tanya Dong Shuliang.


“Tetua jangan lansung marah dulu. Aku akan menjelaskan semuanya secara detail,” sahut Qingyi ragu-ragu.


“Ya, katakan saja!” Dong Shuliang mempersilahkan Qingyi bercerita.


“Para senior itu telah membunuh dan memperkosa senior Qianran dan mereka juga mencoba memperkosa diriku, untung saja senior Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit ini telah selesai berkultivasi. Ia kemudian melenyapkan mereka hanya dengan sedikit gerakannya saja,” kata Qingyi.


“Astaga? dia terlalu jujur,” gerutu Xiuhuan dalam hati.


“Me-melawan kehendak langit?” Dong Shuliang begitu kaget mendengar. Ia bahkan melupakan tentang kematian murid-muridnya.


Pendekar Pedang tahap 100 yang telah berusia 90 tahun, berpenampilan sepuh itu lansung berdiri dari tempat duduknya.


“Senior!” sapa Dong Shuliang dengan senyum sumringah. “Adakah yang dapat saya bantu,” katanya lagi. Ia yakin Xiuhuan tengah membutuhkan sesuatu, makanya ia menampakkan diri ke permukaan.


“Aku heran, kenapa kalian begitu terkejut melihat Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit yang kalian maksud itu?” tanya Xiuhuan penasaran.


Dong Shuliang terkejut Xiuhuan berkata begitu. Ia memanggil Qingyi.


“Hei, apa betul dia Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit? Kok dia seperti tak tahu apa-apa saja,” bisik Dong Shuliang.


“Mungkin itu efek sambaran Petir Malapetaka, sehingga ia jadi lupa ingatan. Tapi kekuatannya sangat besar. Seperti milik Ketua Sekte saja,” bisik Qingyi lagi.


Dong Shuliang sependapat juga dengan ucapan Qingyi itu. Namun, Ketua Sekte Taiyang tak hilang ingatan saat ia berhasil melewati Petir Malapetaka tanpa harus naik ke alam Dewa. Penampilan juga tetap sepuh, walaupun ia sudah berumur lebih 5000 tahun.


Di Sekte Pedang Taiyang, hanya Ketua Sekte mereka saja yang memiliki level demikian. Sedangkan lainnya itu hanyalah Pendekar Pedang sepuh yang menunggu umur seratus tahun untuk melewati Petir Malapetaka.


Namun sejak Sekte ini berdiri tak ada yang berhasil melewati Petir Malapetaka itu, kecuali Ketua Sekte saja.

__ADS_1


Xiuhuan bingung tetua Sekte itu malah berbisik-bisik dengan Qingyi. Membuat Xiuhuan curiga ia akan dimanfaatkan oleh mereka.


...⚔️Bersambung ⚔️...


__ADS_2