Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Penginapan Hong Meigui


__ADS_3

"Apa tak apa tetua kita meninggalkan mereka?" Dou Yi kasihan melihat penduduk yang rumah mereka telah menjadi puing bangunan saja.


"Justru lebih bagus kita menjauh dari mereka, sebab banyak pihak yang mengincar kita," jawab Xiuhuan memacu kereta kuda. Ia memilih jalan memutar menghindari Kota Yan Luo, selain untuk menghilangkan kecurigaan juga untuk menghindari tunangannya Xiao Liu yang akan menghambat perjalanan mereka nantinya.


***


Kekacauan yang terjadi di desa itu akhirnya terendus juga oleh pihak Sekte Pedang Naga Surgawi, selaku penanggung jawab kota Yan Luo dan sekitarnya.


Beberapa murid senior sekte tersebut dikirim ke sana untuk mencari tahu apa yang terjadi. Termasuk juga Yin Song, tunangannya Xiao Liu.


Sesampainya di desa itu Yin Song lansung bertanya pada salah satu penduduk. "Siapa yang membuat kekacauan ini?"


"Tadi ada seorang Pendekar Pedang pria dan dua orang Pendekar Pedang wanita. Mereka menyebut dirinya Kelompok Judgment tuan dan bertarung dengan mereka!" Penduduk itu menunjuk tiga mayat anggota Paviliun Shadow, yang salah satu diantara mereka kepalanya terpenggal.


"Ini adalah Pendekar Pedang tahap 60, berarti musuhnya memiliki level Pendekar Pedang lebih tinggi," guman Yin Song menarik kesimpulan. Ia kemudian membawa ketiga mayat Pendekar Pedang itu kembali ke Sekte Pedang Surgawi untuk dilaporkan pada tetua.


***


Di ibukota kerajaan Han, Kota Tianwu. Perasaan Zhang Yan lagi bahagia, karena hari ini adalah kedatangan calon suaminya setelah melaksanakan tugas yang cukup lama di utara. Zhang sudah tak sabar memamerkan penginapan miliknya yang baru dibelinya itu, setelah mendapat puluhan keping emas dari Xiuhuan.


Zhang Yan berdiri di depan pintu masuk penginapan, namun Dewei belum jua muncul. Padahal Zhang Yan telah memberitahu Kakaknya Dewei untuk menyuruh Dewei kemari setelah pulang dari Utara.

__ADS_1


Sementara itu di perjalanan, Xiuhuan menulis pesan pada Duan Mu untuk memberi tahu, bahwa Dewei telah tewas di kota Yan Luo melalui merpati pesan.


"Astaga ... dia membunuh kekasih orang lain lagi!" guman Duan Mu sembari keluar dari dalam Paviliun Weifeng.


"Kita mau kemana Wakil Ketua?" Mei Yin berlari kecil mengikuti Duan Mu.


Mei Yin adalah Pendekar Pedang tahap 85 yang merupakan rekrutan kedua Duan Mu, sebelumnya ia juga telah merekrut Zongxian, Pendekar Pedang tahap 80 yang memiliki julukan Si Tameng Babi, karena sangat suka bertarung dengan menerobos lansung ke hadapan musuh.


Mei Yin sendiri memiliki julukan Ular penggoda, karena memiliki "jurus Pesona" yang membuat para pria yang melihatnya terhipnotis, seolah-olah melihat wanita cantik yang menggodanya tanpa sehelai benangpun membalut tubuhnya.


Mei Yin sering menggunakan jurus itu saat bertarung di arena tarung bebas milik Paviliun Weifeng dan melambungkan namanya menjadi Ular penggoda yang membuat para musuh bertekuk lutut padanya.


Mei Yin dan Zongxian sama-sama alumni terung bebas Paviliun Weifeng yang direkrut oleh Duan Mu, sebagai Wakil Ketua Kelompok Judgment, Pimpinan Xiuhuan.


"Kita mendapat perintah dari Ketua untuk menemui seseorang di penginapan Hong Meigui. Sekalian saja nanti kita jadikan penginapan itu sebagai basis perkumpulan rahasia kita," sahut Duan Mu menghindari kontak mata dengan Mei Yin yang mengusulinya.


"Hei Mei Yin ... kenapa tak aku saja kau rayu, jelas-jelas Wakil Ketua itu tak menyukai wanita hahaha." Zongxian mendekati Mei Yin yang berusaha menggoda Duan Mu.


"Cih, siapa yang mau dengan pria tak menarik sepertimu!" Mei Yin menjauh darinya.


"Dasar Ular Penggoda! Kau hanya mau merayu good looking saja. Padahal yang biasa-biasa saja memiliki kekuatan yang lebih besar dan tahan lama."

__ADS_1


"Ketua kita tampan tidak?" Mei Yin mengacuhkan perkataan Zongxian dan bertanya lagi pada Duan Mu.


"Ketua Xiuhuan adalah orang yang tampan kurasa, namun dia sepertimu ... akan menggadaikan tubuhnya jika tak punya uang," jawab Duan Mu, karena ia sangat mengetahui sifat yang dimiliki Xiuhuan.


"Aish ... Aku ini masih suci lho, walaupun sifatku begini, aku masih pilih-pilih pada siapa aku menyerahkan mahkotaku ini." Mei Yin lansung berkhayal kemana-mana hingga ia ditinggal pergi oleh kedua rekannya itu.


"Tu-tu-tu-tunggu aku ... teganya kalian!" seru Mei Yin mengejar mereka dengan melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Ular Cobra Putih. Mei Yin meliuk-liuk dijalan menyusul mereka.


Zhang Yan bertambah gelisah, Dewei tak kunjung jua datang. Padahal malam semakin larut, jantungnya berdebar-debar menunggu kedatangan calon suaminya itu. Hingga akhirnya Duan Mu dan rekannya datang menghampiri Zhang Yan.


Duan Mu menyerahkan surat yang dikirim oleh Xiuhuan. Air mata Zhang Yan lansung bercucuran, ia tak menyangka ternyata calon suaminya adalah anggota Paviliun Shadow dan terbunuh di kota Yan Luo.


Duan Mu menepuk pundaknya, "mungkin ini adalah yang terbaik ... untung saja kau belum menikah dengannya," ucap Duan Mu dan masuk kedalam penginapan memesan dua kamar untuknya dan rekannya.


Zhang Yan kembali masuk kedalam penginapan dengan hati sedih, padahal ia telah rela tidur bersama Xiuhuan untuk menikahi Dewei, namun malah menjadi begini.


Zhang Yan menghela nafas panjang, ia masih merasa lega. Karena kini sudah mandiri dengan memiliki penginapan ini. Walaupun pria yang dicintainya telah tiada, kini ia hanya ingin fokus mengembangkan penginapannya supaya dikenal pengunjung di Kota Tianwu.


"Nona ... tamu pertama kita lansung memesan kamar selama sebulan," ucap Pelayan yang di pekerjakan oleh Zhang Yan itu.


"Apaaaaaaaa!" Zhang Yan kaget, karena lansung mendapat pelanggan tetap. Karena penginapannya cuma memiliki sepuluh kamar saja. Ia sangat senang sekali dan bersyukur juga sudah mengenali Xiuhuan, karena telah membantunya. Padahal yang sebenarnya, Xiuhuan yang meminta Duan Mu menjadikan penginapan milik Zhang Yan sebagai markas mereka.

__ADS_1


Bersambung 🗡️🗡️🗡️


__ADS_2