Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kehebatan Pedang Yu Xian (Peri Hujan)


__ADS_3

“Ke mana kau menyerang kucing nakal!” ejek Xiuhuan yang muncul di hadapan harimau Shenmi. “Rasakan tusukan pencabut nyawa ini!” Dia menusuk leher harimau Shenmi. Namun, harimau itu membuat ledakan api di tubuhnya sendiri.


“Apa-apaan itu? Aku mengira ia bunuh diri; ternyata menggunakan mode keren!” Xiuhuan takjub, monster harimau Shenmi malah membakar dirinya sendiri, tetapi tidak melukainya.


Terpaksa Xiuhuan meminta siluet peri Pedang Yu Xian membuat hujan rintik-rintik membasahi tubuhnya, untuk menghilangkan hawa panas yang dipancarkan oleh api yang menempel di tubuh monster harimau Shenmi.


“Aku sungguh mengacungi jempol dengan kekuatan yang kau miliki kucing nakal. Kau setara dengan Kultivator Immortal awal menurutku atau mungkin diatasnya. Namun, kau salah memilih lawan, aku adalah yang terkuat kedua saat berada di daratan utama. Kau masih butuh ribuan tahun lagi untuk menyamai kekuatanku,” ejek Xiuhuan; padahal ia tak tahu apakah monster harimau Shenmi mengerti atau tidak dengan apa yang ia ucapkan.


Monster harimau Shenmi sudah dipuncak kemarahannya. Ia memunculkan lima lingkaran merah, membuat Xiuhuan menelan ludah melihatnya.


Xiuhuan menebak, monters itu sudah jengkel dipermalukan oleh Xiuhuan sejak tadi. Apalagi tak ada serangannya yang mengenai Xiuhuan.


“Senior Mei!—Apakah Xiuhuan akan mengalahkan monster itu? Sepertinya monster itu akan menggunakan kekuatan terkuatnya. Lihatlah ada lima bola merah yang melayang diatas monster harimau Shenmi itu.” Lou Han merinding melihatnya.


“Aku juga lihat budak bodoh!” Lou Mei menempeleng kepala Lou Han. “Tidak perlu kau terjemahkan apa yang terjadi di sana. Yang jelas kau berdiri di depanku, karena monster itu sepertinya tertarik dengan aura Yin milikku.” Lou Mei membuat Lou Han sebagai tamengnya.


“Eeeeee ... senior, aku juga tidak ingin mati. Aku belum pernah merasakan ciuman dari gadis-gadis cantik,” keluh Lou Han, tetapi Lou Mei tetap memaksanya berdiri dihadapannya.


***


Xiuhuan menggunakan jurus “Tehnik Tujuh Peri; Air mata kehidupan”, di mana muncul sosok peri berukuran dewasa memegang busur panah dan membentuk posisi melingkar melayang di atas Xiuhuan.


“Ini adalah jurus terkuat kedua dari Kitab Pedang Yu Xian. Terpaksa aku menggunakan jurus ini, agar kau tidak mengancurkan tembok lagi.” Xiuhuan mengancam monters harimau Shenmi itu.

__ADS_1


Sesaat setelah ucapan Xiuhuan, kelima bola merah itu melesat cepat; begitu juga dengan Xiuhuan yang lansung mengayunkan pedangnya.


Ketujuh peri menembakkan anak panah; yang lansung berubah menjadi air bah menabrak bola merah—yang lansung berubah menjadi api raksasa, begitu terbentur dengan air bah setinggi puluhan tombak itu.


Jelas api pasti akan kalah dengan air. Api raksasa itu hanya bertahan beberapa tarikan nafas saja dan lenyap begitu saja; walaupun meninggalkan lubang menganga akibat ledakan besar itu.


Xiuhuan muncul dari balik asap tebal akibat benturan kedua jurus. Dia bersiap melakukan tebasan mematikan, tetapi monster harimau Shenmi itu ternyata sudah mengantisipasi kelemahannya itu.


Ia melepas auman keras yang terpusat pada Xiuhuan. Sehingga ia harus menutup telinganya yang berdengung hebat.


Monster harimau Shenmi menerkam Xiuhuan yang berhenti bergerak. Ini adalah kesempatan emas untuk membunuh manusia yang telah membuatnya luka berat itu.


“Habis sudah! Kita harus kabur dari sini.” Lou Nian tak sanggup melihat Xiuhuan akan diterkam monster harimau Shenmi.


“Percayalah, dia pasti mengalahkan monster itu,” sahut Lou Kong yang kini mengakui Xiuhuan lebih kuat dari Lou Mei yang merupakan terkuat di daftar peringkat tetua Lou Zui.


Dalam sekejap, air bah memenuhi perut monster harimau Shenmi. Pembuluh darahnya kemudian pecah, perutnya juga kembung tak sanggup lagi menampung air bah yang belum ada tanda-tanda berhenti itu.


Api yang mengelilingi tubuh monster harimau Shenmi segera padam. Bola matanya memerah dan pecah—sungguh siksaan yang begitu mengerikan. Aliran energinya tertutup, akibat air sudah masuk ke pembuluh darahnya; jantungnya ikut pecah.


Monster harimau Shenmi lansung tumbang, ia menjerit pilu. Membuat monster-monster dikejauhan ikut mengaum pilu. Nyali mereka menjadi ciut untuk mendekati tembok; sebagian malah memutar balik, sedangkan yang lainnya memandang ke arah mayat monster harimau Shenmi.


Auman itu di sahut oleh monster yang menuju pos lain, begitu juga seterusnya. Sehingga murid-murid Clan lain yang sudah kewalahan menghadapi serbuan Monters menjadi heran mendengar auman yang mengandung kesedihan mendalam dari para monster itu.

__ADS_1


Beberapa murid yang mengalami kesialan akibat didatangi oleh monters Level menengah, akhirnya bernafas lega. Karena para monster itu berbalik badan dan kembali ke dalam kawasan gunung Lou Feng.


“Apa yang terjadi?” Tang San bertanya pada rekannya, karena tiba-tiba gerombolan monster berhenti menyerbu.


“Aku tidak tahu saudara San, tetapi murid-murid Clan Lou malah berduet berjaga di dekat pos kita,” sahut rekannya. “Namun, aku merasakan ada pertarungan besar di sana. Bahkan ledakan api besar juga hampir mengenaiku tadi. Aku tidak tahu itu berasal dari salah satu murid di sana, atau dari monster,” tebaknya lagi.


Tang San menyetujui tebakannya, karena mereka tadi sempat melawan dua monster Level menengah dan membuat satu rekannya tewas. Untung saja mereka bisa mengatasi kedua monters Level menengah itu, walaupun akhirnya banyak gerombolan monster Level rendah menyeberangi tembok.


Ketujuh peri memeluk Xiuhuan dan sayap mereka membentuk perisai. Tak lama berselang, tubuh monster harimau Shenmi hancur berkeping-keping dan menyebar ke segala penjuru.


Lou Han melihat potongan-potongan tubuh monster Level tinggi itu terlempar ke arahnya; segera menggunakan jurus “Seribu Tangan Dewi Senlin” untuk menutupi tubuhnya agar tidak terkena potongan tubuh monster harimau Shenmi itu.


“Kau mengapa menutupi tu—”


Belum selesai Lou Mei bertanya, tiba-tiba ia tertimpa potongan-potongan tubuh monster harimau Shenmi. Dia sangat jengkel sekali, padahal sudah bersolek cantik tadi. Masa harus berbedak dan memakai lipstik merah lagi.


“Xiuhuan!” pekik Lou Mei. “Kenapa kau selalu membawa sial padaku!” umpatnya—wajah Lou Mei kini berbedak darah lagi, eh ... bukan berbedak; tetapi sudah bermandikan darah monster harimau Shenmi.


“Oh, tidak! Lelaki tampan selalu disalahkan. Nasib-nasib ... untung sekali aku tampan,” gumam Xiuhuan lansung menyimpan Pedang Yu Xian dan menggantinya dengan tombak. Dia takut ada yang serakah ingin memiliki Pedang pusaka Level menengah miliknya itu. Makanya sediakan payung sebelum panas; agar tak terbakar kulitnya itu.


Xiuhuan mencari kristal monster harimau Shenmi. Itu lumayan bila dijual, karena monters Level tinggi sudah menghasilkan Kristal Putih, sedangkan monster Level rendah dan menengah belum memiliki kristal. Sehingga sangat disayangkan sebenarnya membunuh gerombolan monster tadi, tetapi mereka akan menyerbu ke pemukiman penduduk bila tak dicegah.


Xiuhuan melihat cahaya putih di kerangka kepala monster harimau Shenmi. Xiuhuan yakin itulah Kristal Putih. Dia langsung menyimpannya ke dalam cincin dimensi, karena ia tidak berniat untuk membaginya nanti dengan Lou Mei dan murid-murid lainnya.

__ADS_1


Jiwa serakah Xiuhuan lansung muncul, karena tongkat bambu miliknya sudah patah. Itupun harga Kristal Putih ini belum balik modal jika dibandingkan dengan harga tongkat bambu itu.


...~Bersambung~...


__ADS_2