
Lima bulan sudah berlalu sejak menghilangnya Xiuhuan dan Ketiga istrinya kini sudah gelisah—bahkan usia kandungan Yu Fen sudah memasuki sembilan bulan dan ia berencana menunda kelahiran anaknya, karena akan memasuki Menara Iblis yang akan terbuka sebulan lagi.
Yu Fen menengadah menatap bintang-bintang yang menghiasi langit, dan ia merasa sangat sedih—walaupun di hadapan Yu Qingyi dan Kong Xia—ia berpura-pura bertingkah tegar agar keduanya tidak larut dalam kesedihan.
“Bibi Fen, ayo kita istirahat, tidak bagus menghirup udara malam,” kata Yu Qingyi tiba-tiba muncul dibelakangnya.
Yu Fen segera menyeka air matanya dan tersenyum menatap Yu Qingyi. “Ayo ... eh, di mana saudari Xia?” Dia keheranan tak melihat Kong Xia bersama keponakannya itu.
“Dia sedang berkultivasi di kamar,” sahut Yu Qingyi dengan senyum hangat sembari memapah tubuh Yu Fen menaiki tangga penginapan.
Sudah beberapa bulan ini, Kong Xia giat berkultivasi. Dia tidak ingin menjadi beban bagi Xiuhuan lagi—apabila suaminya itu kembali menjemput mereka. Karena ia yakin saat ini Xiuhuan sedang memulihkan dirinya di suatu tempat bersama Feng Jiao.
***
Xiuhuan membuka matanya saat ia merasa kakinya terasa sakit dan iapun membelalakkan mata melihat Monster lintah sedang menggerogoti kakinya hingga habis serta hampir memakan belut tampannya juga.
“Ah, sialan kau makhluk terkutuk!” Xiuhuan mengepal tangannya dan tiba-tiba monster lintah itu hancur berkeping-keping. “Sungguh malang nian, nasibku ini!” keluh Xiuhuan sembari memegang wajahnya yang sudah hancur.
Xiuhuan bernasib baik walaupun tidak sadarkan diri setelah ditonjok oleh Feng Huang. Saat itu Roh Pedang Sidat Listrik langsung kembali masuk ke dalam Rongqinya, sehingga Roh Pedang yang ikut terluka berat itu tetap mengalirkan qi keseluruhan tubuhnya agar tubuh Xiuhuan tidak membusuk selama ia tidak sadarkan diri.
Xiuhuan langsung menelan Pill penyembuhan tingkat tinggi, karena darah segar terus mengalir deras dari kakinya yang buntung dimakan Monster lintah.
__ADS_1
Setelah merasa tubuhnya membaik, ia kemudian meminum Pill Regenerasi untuk menumbuhkan Kakinya yang buntung dan wajahnya kebentuk semula alias menjadi Iblis tertampan lagi.
Proses regenerasi itu sangat menyakitkan, sehingga ia berteriak keras dan tiba-tiba Monster kelelawar yang ada dalam ruangan lembab itu beterbangan keluar.
“Ah, sayang sekali mereka kabur. Padahal Kristal monster Kelelawar merupakan bahan utama untuk Artefak Bip-bip,” gumam Xiuhuan menatap sekelilingnya dan terkejut melihat Feng Jiao ternyata juga tak sadarkan diri disebelahnya. Namun, ia bernasib beruntung—tidak ada monster Lintah yang menggerogoti tubuhnya.
Xiuhuan kemudian memasukkan Pill penyembuhan tingkat tinggi ke mulutnya dan menggunakan sedikit unsur air agar Pill itu masuk ke dalam tubuhnya. Dia juga mengalirkan qi agar Pill itu terserap dengan baik.
Feng Jiao membuka matanya perlahan-lahan dan melihat Iblis tampan senyum-senyum menatapnya. “Kamu masih hidup, Xiuhuan?” Dia ragu, apakah sedang berhalusinasi atau sedang bermimpi—karena ia masih mengingat terluka berat saat ditinju oleh Feng Huang.
Xiuhuan tahu saat ini Feng Jiao sedang kebingungan, karena tiba-tiba tubuhnya telah pulih seperti semula. “Kita sedang berada di alam mimpi, bagaimana kalau kita tidur bersama Nona Jiao. Bukankah kamu belum pernah mendapatkan layanan dari Iblis tampan sepertiku ini,” goda Xiuhuan mendekatkan wajahnya ke arah wajah Feng Jiao.
“Kami di dunia nyata, bukan alam mimpi,” gumam Feng Jiao memperhatikan sekelilingnya dan ia masih ingat kalau tempat ini adalah bekas tambang Giok milik Clan Feng yang sudah terbengkalai dan tidak digunakan lagi.
Sebuah tamparan mendarat di pipi Xiuhuan, sehingga Iblis nakal itu meringis kesakitan. Padahal ia sudah memonyongkan bibirnya—untung saja Feng Jiao cepat menyadari situasi dan tidak termakan bualan Xiuhuan.
“Kita harus kembali, aku takut pengikutku sudah di penjara oleh Feng Huang!” seru Feng Jiao sembari mengepal tangannya. Darahnya langsung mendidih saat mengingat senyum jelek kakaknya itu.
“Tenangkan dirimu Nona Jiao,” sela Xiuhuan. “Kita sudah lama berada di sini, aku takut situasi di Kota Heitu sudah dibawah kendali Ketua Huang sepenuhnya. Lebih baik kita mencari Nona Feng Yue saja dan menanyakan apa yang terjadi setelah insiden di arena gladiator," katanya lagi—menenangkan situasi. Padahal ia sebenarnya ingin bertemu dengan ketiga istrinya saja dan tidak ingin melawan Feng Huang atau Sin San lagi, kecuali ia sudah mencapai Ranah Raja Iblis atau Ranah Absolute God dalam tingkat Kultivasi manusia.
Feng Jiao menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya pelan-pelan. “Benar sekali, kita harus mencari informasi dari Feng Yue lebih dulu dan maaf, aku terlalu naif—sehingga mengorbankan nyawa para pengikutku,” katanya lagi dengan berurai air mata.
__ADS_1
Padahal Xiuhuan dan beberapa rekan-rekannya sudah mengingatkan, agar tidak melakukan Kudeta—karena Feng Huang sudah mengetahui rencananya itu dari awal, tetapi ia tetap keras kepala dan akhirnya menanggung derita begini.
Xiuhuan memeluk Feng Jiao agar ia bisa meluapkan kesedihannya dan Feng Jiao pun menangis histeris—hingga butuh waktu yang lama bagi Xiuhuan menghiburnya agar tegar kembali dan menatap hari esok serta menjadikan pelajaran berharga atas kegagalan yang dialaminya kemarin.
Fang Jiao menyeka air matanya dan mendorong tubuh Xiuhuan. “Jangan terlalu dekat denganku. Kamu itu Iblis penggoda, aku tidak mau dijadikan yang keempat!” katanya dengan senyum lebar.
Xiuhuan tersenyum dan berkata, “Kamu akan menjadi yang ke—75 loh dan kemungkinan besar akan bertambah lagi kalau kita bertemu gadis-gadis cantik seperti Nona Jiao ini.” Xiuhuan menggombalnya.
Feng Jiao mengerutkan keningnya dan segera melangkah keluar dari bekas tambang itu. Dia menyesal mengira Xiuhuan adalah Iblis baik-baik, ternyata dia adalah Iblis tukang kawin.
“Aku akan merobek Dimensi menuju perbatasan Selatan Clan Feng,” kata Feng Jiao. “Kemungkinan Feng Yue bersembunyi di sana.”
Itu adalah tempat pelarian pertama yang mereka sepakati, dan tempat kedua adalah Clan Cou yang berada di Barat daya, Benua Dayan—yang merupakan Clan dari ibunya dan Ketua Clan Cou saat ini adalah Kakeknya sendiri. Kakeknya itu sudah mengetahui hubungannya dan kakaknya tidak akur—kemudian memintanya untuk tinggal bersamanya, tetapi Feng Jiao menolak ajakannya itu, karena merasa yakin bisa mengalahkan Feng Huang.
Detak jantung Xiuhuan berdebar-debar hebat, ia takut Ketiga istrinya itu tertangkap oleh Feng Huang dan menjadikan mereka sebagai sandera—agar ia segera menyerah, karena Feng Huang sangat terobsesi dengan rahasianya.
Fang Jiao dan Xiuhuan kemudian muncul di perbatasan Selatan Clan Feng dan mereka hanya menemukan patroli anggota Clan Feng pendukung Feng Huang saja—Feng Jiao tidak merasakan keberadaan Kultivator pengikutnya.
“Ah, sial! Aku tidak merasakan keberadaan mereka,” gerutu Feng Jiao dengan wajah gelisah. “Apa kita ke kota Heitu saja atau ke titik kumpul kedua kami?”
“Lebih baik kita ke titik kumpul kedua saja lebih dulu,” sahut Xiuhuan—tidak ingin kembali lagi ke kota Heitu, karena Feng Huang pasti akan merasakan keberadaan mereka apabila muncul di sana.
__ADS_1
Feng Jiao kemudian merobek dimensi menuju Kediaman Clan Cou yang jaraknya cukup jauh ke Barat Daya. Namun, bila Xiuhuan ingin menuju kota Zhongjian nantinya, ia hanya perlu meminta Feng Jiao saja merobek dimensi, karena ia sudah sering mengunjungi tempat Menara Iblis itu berada.