Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Anak Buah Pertama Sebagai Ketua Kelompok Judgment


__ADS_3

Tak terasa malam telah tiba, Xiuhuan terbangun dari tidurnya dan melihat Xiao Liu sudah tidur kembali. Xiuhuan merasa kasihan pada gadis cantik tersebut yang tak berani sendiri meninggalkan penginapan, karena takut digoda kembali oleh orang-orang berpengaruh di kota Tianwu seperti yang dilakukan oleh bendaharawan Jiu Yuan kemarin.


Dengan langkah pelan-pelan, Xiuhuan meninggalkan kamar mereka dan menuju lantai bawah penginapan untuk makan malam. Xiuhuan mengambil tempat duduk di pojok.


Pengunjung penginapan malam ini lumayan ramai, walaupun hanya untuk makan-makan saja. Karena penginapan kecil ini tak menyediakan wanita penghibur seperti penginapan besar.


Xiuhuan memandangi seluruh sudut rumah makan penginapan dan ia tak melihat Zhang Yan bertugas, "mungkin ia lagi shift siang tadi makanya pulang." Itulah yang ada di benak Xiuhuan. Tak lama kemudian pesanannya sudah tiba, ia kemudian melahap makanan itu dengan cepat. Tak seperti sebelum-sebelumnya, Xiuhuan kini memesan makanan mewah, karena kantongnya kini sudah tebal tak setipis kertas lagi.


Tiba-tiba suasana yang riuh di rumah makan penginapan menjadi hening. Itu terjadi akibat seorang Pendekar Pedang tahap 90 memasuki Penginapan. Pemilik penginapan yang kini bertugas menjaga meja kasir gemetaran, ia takut salah bicara nanti menyinggung Pendekar Pedang kuat tersebut. Sekali ayunan Pedangnya saja dapat membuat penginapan miliknya rubuh.


"A-a-da yang bisa saya ba-ban-tu tuan!" sapa Pemilik penginapan itu dengan terbata-bata.


Duan Mu, Pendekar Pedang tahap 90 yang selalu memakai masker itu menoleh kearah Pemilik penginapan. Sontak saja, kaki pemilik Penginapan gemetaran, karena ini pertama kali baginya kedatangan tamu Pendekar Pedang berlevel tinggi.


"Satu guci kecil arak!" sahut Duan Mu sambil melangkah pergi meninggalkan Pemilik penginapan.


"Pe-pe-layan! Cepat berikan tuan ini satu guci arak kecil!" Pemilik penginapan menyuruh pelayannya segera mengantarkan arak yang diminta oleh Duan Mu, agar Pendekar Pedang berlevel tinggi itu tak tersinggung dan menghancurkan penginapannya.


Xiuhuan tak memperdulikan Duan Mu yang mendekat ke arahnya, ia tetap asyik melahap makanannya. Sedangkan Duan Mu duduk disebelahnya, memandangi Xiuhuan yang asyik makan.


"Eh, kenapa Pemuda itu mengacuhkannya?"


"Apa ia tak takut Pendekar Pedang itu tersinggung!"


"Mungkinkah mereka saling mengenal."

__ADS_1


Beberapa pengunjung saling berbisik-bisik memperhatikan mereka berdua yang diam saja tanpa ada reaksi apapun dari kedua Pendekar Pedang tersebut.


Pelayan yang diperintahkan oleh pemilik penginapan pun datang mengantar satu guci kecil arak pada Duan Mu. Ia lansung menenggak arak tersebut.


"Nah, bicaralah!" seru Duan Mu yang melihat Xiuhuan sudah selesai makan.


"Belut sayang ... keluarlah!" seru Xiuhuan dan sebuah pedang sudah berada di genggaman tangan Xiuhuan. Ia kemudian menancapkan pedang itu ke lantai, seraya berkata, "Putaran Gelombang Air!"


Sebuah pusaran air mengelilingi Xiuhuan dan Duan Mu, kini tak ada yang bisa mendengar percakapan mereka. Para pengunjung rumah makan panik, mereka berhamburan keluar, mereka mengira akan terjadi pertarungan diantara dua Pendekar Pedang itu.


"Ga-ga-wat! Apa mereka bertarung?" guman Pemilik penginapan tetap berdiri di tempatnya, ia tak ikut keluar karena masih ada pengunjung di lantai atas yang beristirahat. Jika terjadi sesuatu nanti, tak ada yang memberi tahu mereka. Makanya ia tetap memerhatikan lingkaran air yang mengelilingi kedua Pendekar Pedang itu.


"Baiklah ... sekarang kau resmi menjadi wakilku dan kau bentuk tim kita nanti." Xiuhuan memulai percakapan mereka dengan senyum khas darinya.


"Hmmm ... ini melawan apa?" Duan Mu bertanya padanya, siapa lawan mereka sebenarnya tanpa membantah Xiuhuan akan menjadi bosnya.


"Lawan yang cukup berat ...." Duan Mu berpikir sejenak, ia tak menyangka lawan mereka adalah kelompok yang sangat ditakuti di Kerajaan Han ini.


"Kita akan menjadi pihak berlawanan dengan mereka, diibaratkan mereka adalah orang jahat dan kita adalah Pahlawan," ucap Xiuhuan.


"Sejak kapan kau menjadi baik begini, bukannya kakek-kakek ribuan tahun yang gagal melewati Petir kemalangan itu adalah orang yang pemalas, makanya Surga tak mau menerimamu!"


Duan Mu menyindir perubahan pada Xiuhuan, karena ia tahu Xiuhuan sudah berumur ribuan tahun, sebab ketika ia masih Pendekar Pedang berlevel rendah, ia sering bepergian bersama Xiuhuan dan mengetahui sifat yang sebenarnya dari Pendekar Pedang tahap 100 itu. Namun suatu malam, ketika Xiuhuan mabuk berat, ia malah curhat dengan nasib sial yang selalu menyertainya. Makanya, Duan Mu mengetahui kekuatan sebenarnya dari Xiuhuan.


"Hahaha, kau tumbuh dewasa kini, ya ..." Xiuhuan tertawa mendengar sindiran Duan Mu, "tentu saja ada masanya kita merenungi kesalahan masa lalu kita dan memperbaikinya, mana tahu nanti Dewa melihat sisi baikku ... tentunya aku diloloskan nanti ketika mengalami lagi ujian Petir kemalangan dan naik ke alam Dewa sana."

__ADS_1


"Ya, itu lebih baik ... jadi apa tugasku ini, supaya kau cepat meninggalkan dunia ini," sahut Duan Mu lagi, masih dengan sikap dinginnya.


"Tentu saja kau kumpulkan Pendekar Pedang yang menolak keberadaan Paviliun Shadow dan menentang ketidakadilan di Kerajaan ini. Kalian mulai lakukan pembersihan pada tikus-tikus itu, nanti aku akan mengirim informasi padamu."


"Dari mana kau mendapatkan informasi?" Duan Mu meragukan informasi yang diberikan oleh Xiuhuan, sebab ia adalah orang yang pemalas.


"Kita ini ada tiga kelompok ... masing-masing kelompok memiliki anggota masing-masing. Jadi, kau kerjakan saja apa yang kuperintahkan, soal informasi biar kelompok lain saja yang melakukannya."


Xiuhuan kembali meyakinkan Duan Mu, bahwa kelompok yang dibentuknya ini bukanlah main-main.


Duan Mu memperhatikan wajah Xiuhuan, ia merasa Pendekar Pedang tahap 100 di hadapannya ini benar-benar telah berubah. "Baiklah aku akan menunggu kabar darimu untuk menghancurkan sarang tikus-tikus itu," sahut Duan Mu lagi.


"Nah, kau memang anak berbakti hahaha." Xiuhuan tertawa senang mendengar jawaban Duan Mu. "Nama kelompok kita adalah 'Kelompok Judgment', bagaimana? Kerenkan!" seru Xiuhuan, namun Duan Mu tak merespon apapun. Ia malah menenggak habis araknya.


"Roh Serigala!" seru Duan Mu, ia kemudian menebas pusaran air di dekatnya. Pusaran air itu menghilang, karena Xiuhuan telah menurunkan levelnya ke Pendekar Pedang tahap 50 saja. Tentu saja mudah bagi Duan Mu menghilangkan pusaran air itu.


"Ais ... kasar kali mainmu!" seru Xiuhuan, namun Duan Mu pergi meninggalkannya.


Pemilik penginapan segera berlari menghampiri Xiuhuan. "Tuan apa yang terjadi?" tanyanya pada Xiuhuan, sebab ia tahu Xiuhuan adalah pelanggannya yang menginap sepekan di penginapannya.


"Dia itu adalah teman lamaku, namun sifatnya agak arogan gitu," jawab Xiuhuan sambil menyerahkan satu keping perunggu pada Pemilik penginapan itu untuk membayar kompensasi lantai yang ia hancurkan.


"Wah terimakasih tuan ..." sahut Pemilik penginapan senang, sebab kerusakan dan biaya makan Xiuhuan tak sampai dari satu keping perunggu.


Xiuhuan hanya mengangguk saja dan pergi keluar penginapan. Karena masih ada satu misi lagi yang belum ia selesaikan. Yaitu, membebaskan putri kakek yang memberikan 500.000 keping emas padanya.

__ADS_1


Bersambung ...


__ADS_2