
"Huanran ikut aku ke aula timur!" seru Xiuhuan mengajak Huanran, murid satu-satunya yang ia dapatkan dalam proses penerimaan murid baru tadi.
"Siap tetua keenam," jawab Huanran berlari kecil mengikuti Xiuhuan dari belakang.
"Kau nanti akan bergabung bersama tiga muridku lainnya. Namun, kau tak usah minder dengan mereka ya, yang penting itu kita berusaha. Nanti, perlahan-lahan akan meningkat juga levelnya."
Xiuhuan memotivasi Huanran, karena ia hanya memiliki roh Pedang biasa saja. Sedangkan tiga murid Xiuhuan lainnya memiliki Roh Pedang yang spesial dan termasuk murid jenius juga.
Huanran tersenyum mendengar nasehat dari Xiuhuan. "Tetua butuh berapa lama untuk mencapai Pendekar Pedang tahap 100?" tanya Huanran yang membuat kaget Xiuhuan.
"Dari mana kau tahu aku Pendekar Pedang tahap 100?" Xiuhuan berhenti melangkah dan menatap curiga pada Huanran. Karena hanya beberapa orang saja yang tahu dia berlevel tinggi.
"Dari tetua Feng Yunji," jawabnya gemetaran, ia takut ditatap tajam oleh Xiuhuan.
"Feng Yunji ternyata, berarti dia yang mengirimmu kemari," sahut Xiuhuan. "Baiklah tak usah dipikirkan lagi, yang penting jangan beritahu siapapun!" seru Xiuhuan sambil tersenyum. Ia tahu Huanran ketakutan tadi saat ditatapnya dengan tajam.
"Baik tetua ..." sahut Huanran.
__ADS_1
Mereka kemudian memasuki aula timur, Xiuhuan membawa Huanran ke lantai tiga, tempat ketiga muridnya tinggal. Sedangkan tingkat kedua kosong melompong dan tingkat bawah, hanya dihuni oleh Xiuhuan saja. Sebab aula berlantai tiga dan 100 kamar itu hanya memiliki sedikit penghuni saja.
Xiuhuan membuka kamar Shuyan, namun ia sedang duduk bersila sedang berkultivasi. Begitu juga dengan Liu Ya dan Dou Yi.
"Kau pilih saja kamar yang menurutmu bagus dan mulailah berkultivasi seperti mereka. Pertama-tama kau serap ginseng kuning ini dulu. Setelah selesai nanti temui aku di bawah!" seru Xiuhuan sambil menyerahkan satu ginseng kuning kualitas rendah untuk diserap oleh Huanran.
Xiuhuan sengaja memberi kualitas rendah padanya, karena Huanran baru Pendekar Pedang tahap 5 saja. Bahkan Xiuhuan belum mengetahui jenis Roh Pedang yang dimilikinya, karena cahayanya yang sangat redup. Namun yang jelas, ia berunsur Es, karena cahaya roh Pedangnya berwarna putih.
Sebenarnya Huanran lebih cocok dilatih oleh Xiao Liu yang juga berunsur Es, namun tetua kedua itu tak memilih Huanran saat penerimaan murid baru tadi. Al hasil cuma Xiuhuanlah yang mau menerimanya apa adanya saja.
Saat keluar dari pintu aula timur, Xiuhuan kedatangan burung merpati pesan. Xiuhuan mengambil kertas yang diikat di pergelangan kaki burung itu.
"Ternyata dari Jia Li," guman Xiuhuan sambil melihat isi pesan itu. "Cih, Jia Li ini ... aku disuruh pula melatih Huanran hingga menjadi pendekar hebat, untuk dipersiapkan menjadi pemimpin Kerajaan Han ini."
Xiuhuan membaca isi pesan itu dan kemudian menghancurkan kertasnya supaya tak bocor nanti.
"Berarti pangeran yang lainnya tak ada yang bisa diharapkan. Apalagi Jia Li yang lansung memintaku," guman Xiuhuan sambil berjalan menuju aula Barat.
__ADS_1
Jia Li kini sedang menyelidiki siapa musuh mereka sebenarnya, selain Paviliun Shadow yang jelas-jelas ingin menghacurkan perisai yang melindungi Pulau Niao. Namun, siapa saja anggota Paviliun Shadow ini belum jelas. Karena menurut rumor, beberapa orang penting di istana Haitian juga terlibat.
Feng Yunji juga memeriksa dokumen lama Sekte Pedang Surgawi, alangkah terkejutnya ia. Dokumen itu menjelaskan bahwa Pedang yang tertancap di bawah Paviliun Weifeng adalah kunci untuk membuka perisai itu.
"Berarti sebenarnya Paviliun Shadow sudah mengetahui kunci membuka perisai itu, namun mereka tak sanggup melepasnya," guman Feng Yunji. "Aku harus memberi tahu Xiuhuan dan Jia Li mengenai informasi ini."
Feng Yunji segera bergegas keluar dari tempat penyimpanan dokumen lama itu. Namun, saat ia akan pergi, Ketua Sekte Pedang Surgawi memasuki ruang dokumen itu juga.
"Kenapa kau kemari Feng Yunji?" tanya Ketua Sekte itu.
"Hahaha cuma mau belajar sejarah saja Ketua," jawabnya berbohong. Ia tak bisa sembarang mempercayai orang. Karena menurut Xiuhuan, beberapa petinggi Sekte Pedang Surgawi juga terlibat dalam Paviliun Shadow.
"Oo, begitu ... lanjutkan saja!" seru Ketua Sekte itu sambil mengambil beberapa dokumen dan pergi meninggalkan ruangan itu.
Feng Yunji bernafas lega, karena Ketua Sekte tak curiga padanya. Iapun bergegas keluar dan mengirim pesan ke Xiuhuan melalui merpati pesan.
Bersambung 🗡️🗡️🗡️
__ADS_1