
Dengan senyum lebar, Xiuhuan mendapatkan 50.000 Poin dari Shanyang, kalau ditotal sudah 150.000 Poin ia dapatkan dari suami istri pemilik restoran Kaefci ini.
“Kalau dia datang, jangan harap kau bisa kabur dari sini!” cibir nyonya Liu dengan sinis.
“Tuan Shanyang istrimu ini keras kepala juga. Aku jadi tertarik, apakah dia ini bisa dipakai juga. Aku kan, pelanggan juga. Dapat diskon tidak hehehe ....” Xiuhuan tertawa menyeringai dan menjilat pipi nyonya Liu.
Wanita pemilik restoran Kaefci itu akhirnya menangis juga. Ia tak menyangka ternyata Xiuhuan adalah Pendekar Pedang gila.
“Hei apa yang kau lakukan pada istriku!” bentak Shanyang marah melihat istrinya diperlukan seperti pelacur saja oleh Xiuhuan.
“Kalian itu pihak yang kalah sekarang. Terserah aku lah, mau ngapain. Toh, kau bisa apa?” ejek Xiuhuan yang membuat muka Shanyang memerah, apalagi melihat tangan Xiuhuan yang mulai menjalar ke tempat sensitif di tubuh istrinya itu.
Shanyang lansung menyerang Xiuhuan dengan melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Ular Anaconda.
Shanyang meliuk-liuk menyerang Xiuhuan, namun harus berhati-hati, agar istrinya tak terluka oleh serangannya. Karena Xiuhuan belum melepaskan pelukannya dari nyonya Liu.
“Dasar sampah tak tahu diri, seharusnya kau berlutut memohon ampunan padaku dan membiarkan aku menikmati istrimu. Toh, cuman satu kali saja, besok-besok kau bisa melakukan itu lagi sepuasnya hahaha ....” Lagi-lagi Xiuhuan memprovokasi Shanyang.
Xiuhuan kembali mengeluarkan Pedang Rohnya dan mengeluarkan jurus seribu bayangan dan lima kloning manusia air kembali muncul.
“Memang jurus yang hebat, kalau aku ketemu pencipta jurus ini saat di alam Dewa nanti, aku harus mencium tangannya. Itupun kalau mereka membolehkan aku ke sana,” gumam Xiuhuan dengan senyum tipis.
“Apa yang terjadi di dalam restoran? Kenapa tuan Xiuhuan belum juga muncul,” gumam Qianran cemas menunggu Xiuhuan di luar restoran.
“Duarrrtt!”
Tiba-tiba terjadi ledakan demi ledakan yang merusak restoran tiga lantai itu.
__ADS_1
Qianran melihat dari luar, Shanyang sedang berhadapan dengan manusia air, kloning manusia yang dibuat oleh jurus Xiuhuan. Sedangkan satu pengawal Shanyang malah melarikan diri dari sana. Meninggalkan suami istri itu dalam permainan Xiuhuan.
“Ah, sial manusia air ini merepotkan sekali!” gerutu Shanyang yang tak sanggup menghancurkannya. Karena bila dihancurkan akan beregenerasi kembali.
“Kenapa kau diam saja Nyonya Liu?” bisik Xiuhuan, sedangkan tangannya sudah mendarat di tempat sensitif milik nyonya Liu. “Aku akan mengampunimu dengan syarat kau harus melayaniku dengan baik, masalah Poin milikmu akan aku kembalikan. Bagaimana?”
“Cih, aku tak sudi, sebentar lagi dia akan datang membunuhmu,” sahut nyonya Liu. “Ah ....” Tiba-tiba ia mendesah, karena kelakuan bejat Xiuhuan.
“Pikirkan baik-baik, restoran milikmu sudah hancur, belum lagi suamimu akan mati sebentar lagi. Berapa lama lah, dia sanggup menggunakan tenaga dalam, sedangkan Rongqi Pendekar Pedang tahap 100 abal-abal seperti kalian tak sampai pun, seluas Telaga,” ejek Xiuhuan yang memiliki Rongqi seluas Samudera itu.
Nyonya Liu tertegun, wanita berusia empat puluhan tahun itu curiga kalau Xiuhuan adalah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit, mengingat ia mengejek Rongqi milik mereka.
“Ayo cepat putuskan, kalau sempat bala bantuanmu datang dan kau belum membuat keputusan, maka Aku akan membunuhmu juga. Kemudian aku akan mencari keluargamu yang tersisa. Qianran pasti tahu itu, kan?” Ancam Xiuhuan.
Sontak saja nyonya Liu tertegun mendengarnya. Ia teringat akan putrinya Sha Xi yang kini menjadi murid Sekte Pedang Taiyang juga, satu Sekte dengan Xiuhuan.
Dengan berderaian air mata, nyonya Liu menganggukkan kepalanya. Pertanda ia setuju dengan usulan Xiuhuan.
Manusia air itu kemudian mengendurkan serangan pada Shanyang. Sehingga Shanyang menyangka manusia air itu telah melemah. Dengan semangat ia melawan manusia air itu, apalagi saat ia melihat istrinya di bawa Xiuhuan masuk ke bagian dalam restorannya itu.
“Kenapa lama sekali tuan Xiuhuan melawan mereka. Apa kekuatannya tak sebesar bualannya, ya?” gumam Qianran yang sudah khawatir itu. Kalau saja ia Pendekar Pedang tahap 100, ia sudah ikut bergabung melawan mantan bosnya itu. Namun ia cuma Pendekar Pedang tahap 50 saja.
Setelah Qianran menikah dengan suaminya dulu, ia tak pernah berkultivasi lagi. Apalagi sekarang ia adalah orang tua tunggal untuk anak-anaknya. Tentu saja ia tak kepikiran lagi ke sana.
Xiuhuan dan nyonya Liu masuk ke dalam ruangan bawah tanah yang berfungsi sebagai gudang bahan-bahan baku makanan restoran Kaefci itu.
“Tuan bisakah kau mengampuni suamiku?” tanya nyonya Liu pelan, kini sikap arogansinya telah hilang ditelan bumi, menjadi kucing rumahan yang penurut.
__ADS_1
“Hehehe ... tergantung, apakah ia bisa bertahan hingga kita kembali ke atas. Nanti aku akan tarik kembali jurus seribu bayangan itu,” jawab Xiuhuan tersenyum lebar.
Hasrat yang dipendam Xiuhuan setelah gagal di rumah bordil Xiangshou itu, kini ia lampiaskan pada mantan bos Qianran yang arogan ini.
Walaupun nyonya Liu sudah berumur empat puluhan, namun wajahnya masih berseri dan cantik, seperti wanita umur tiga puluhan tahun. Itu karena kultivasinya yang membuatnya tampak sedikit lebih muda.
Suara Isak tangis terdengar pelan dari nyonya Liu, ia berusaha menahannya. Walaupun air matanya bercucuran membasahi pipinya.
“Aku sudah kayak penjahat psikopat di komik-komik saja ini. Ah, bodo amatlah, dia saja bertindak kejam pada Qianran. Kalau saja Aku tak datang ke rumah bordil Xiangshou, sekarang Qianran telah menjadi pelacur,” gumam Xiuhuan sambil mengedipkan matanya, memberikan kode supaya nyonya Liu menanggalkan pakaiannya.
Dengan terpaksa nyonya Liu melepaskan pakaiannya dan berbaring di sebuah tikar yang ia taruh di lantai.
Tak butuh waktu lama, Xiuhuan melakukan tugasnya. Tak perlu diajarkan lagi ia sudah mempunyai pengalaman ribuan kali mengenai ini. Jadi, ceritanya kita skip saja hehehe.
***
“Ada yang aneh kenapa mereka tak bisa kukalahkan dan mereka juga tak berusaha membunuhku? Lalu kemana Liu‘er dibawa laknat itu?” gerutu Shanyang dalam hati.
Saat Shanyang menduga-duga apa yang terjadi pada istrinya. Tiba-tiba saja angin kencang berhembus dan Seorang pria sepuh mendarat dengan dua sayap Phoenix dipunggungnya.
“Tuan Yan tolong selamatkan ist—”
Belum selesai ia bicara, tiba-tiba kelima kloning manusia air langsung menyerangnya dengan cepat sehingga ia tewas seketika.
“Apa yang terjadi?” gumam Xiao Yan, tetua pertama Sekte Pedang Taiyang terkejut.
Qianran yang melihat tetua pertama Sekte Pedang Taiyang datang langsung panik. Ternyata bala bantuan yang dimaksud oleh mantan bosnya itu adalah orang nomor dua di Sekte itu, setelah ketua Sekte tentunya.
__ADS_1
“Ah, gawat tuan Xiuhuan dalam bahaya!” gumam Qianran merasa bersalah, karena melibatkan Xiuhuan dalam masalah pribadinya.
...⚔️Bersambung ⚔️...