Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kesombongan Yang Hakiki


__ADS_3

Kompetisi Naga Qingyun dan Tujuh Superstar memasuki hari ketiga. Kompetisi kini memasuki babak pertarungan individu atau satu lawan satu.


Ada yang berbeda dengan sikap Xiuhuan hari ini, sehingga murid-murid yang sudah mengetahui perangainya merasa heran. Apakah ia memiliki kepribadian ganda? Karena ia diam saja sembari menyilang kan tangannya di dada dan memejamkan matanya, meniru gaya Lou Xue.


Bukan hanya murid-murid lain yang terkejut dengan perubahan sikapnya itu, Lou Xue pun ikut geleng-geleng kepala—sehingga ia memilih berdiri jauh dari suaminya itu.


“Ada apa dengannya?”


“Aku tidak tahu, tetapi kemarin ia terlibat konflik dengan tunangan Wu Kongyan. Mungkin saja ia mendapat ancaman dari Wu Kongyan.”


“Apa ia dimarahi oleh Lou Xue? Kan, tingkat Kultivasi istrinya malah lebih tinggi darinya.”


Murid-murid disekitar Xiuhuan asyik membicarakan tentang dirinya, tetapi Xiuhuan tetap dingin seperti balok es. Tidak mencair walaupun hawa panas menyelimuti hatinya, karena menjadi bahan gunjingan.


Xi Rou dan Shen Yue secara tak sengaja melewati Xiuhuan, sehingga keduanya langsung gugup. Kejadian kemarin langsung terngiang-ngiang dibenak keduanya—terutama Shen Yue yang hampir ternodai oleh Xiuhuan.


Namun, ia terkejut. Xiuhuan diam saja dan malah memejamkan matanya. Shen Yue berpikir, apakah Xiuhuan benar-benar menjadi pria dewasa yang memang berpikir rasional, tetapi ia memilih menjauh darinya.


Shen Yue dan Xi Rou sudah tidak seperti tuan dan budak lagi. Shen Yue malah memanggil Xi Rou dengan sebutan saudari Rou.


Murid-murid yang memiliki fans banyak memenangkan pertandingan babak gugur ini, begitu juga dengan Xiuhuan. Dia bahkan tidak melakukan gerakan apapun, karena lawannya memilih menyerah.


Di babak berikutnya, lawan Xiuhuan juga menyerah—hingga memasuki babak 50 besar dan Xiuhuan kembali naik ke atas panggung.

__ADS_1


Lawan Xiuhuan adalah Lou Tian yang merupakan salah satu jenius dari Clan Lou—sama dengannya, tetapi Lou Tian memasuki Sekte Qingyun seribu tahu yang lalu dan sudah mencapai Ranah Chaos Ancient God seratus tahun yang lalu.


Lou Tian tidak sepopuler Lou Xue atau senakal Xiuhuan. Bahkan dikalangan murid-murid dari Clan Lou jarang membicarakannya, sehingga Xiuhuan tidak mengetahui cara bertarung Lou Tian.


Lou Tian melangkah dengan seutas senyum tipis diwajahnya, tampak ia seperti Pemuda baik-baik dengan wajah yang tampan. Bahkan auranya saja seperti seorang Pangeran saja, tetapi entah mengapa tak ada fans fanatiknya seperti Pemuda tampan lainnya. Ambillah contoh Lou Lang—mantan kekasih Lou Yi, yang sangat populer di kalangan murid dalam atau Wu Xiong dikalangan murid Ranah Chaos Ancient God.


“Xiuhuan! Ayo naik ke atas panggung! Apakah kamu takut?” ejek Cao Chung—anggota Aula Hukum yang ditendang oleh Xiuhuan dari panggung kemarin, sehingga ia langsung gugur dalam kompetisi ini.


Xiuhuan masih dengan sikap Cool-nya. Dia menggunakan jurus Langkah Kilat dan tiba-tiba sudah berdiri di atas panggung dengan mata terpejam.


Tetua Wu Ming yang kebetulan memimpin pertandingan, memicingkan mata melihat perubahan sikap Xiuhuan. “Apakah dia telah mendapat pencerahan, sehingga tiba-tiba menjadi pendiam begini,” gumam Wu Ming—kemudian berkata, “Pertandingan Lou Tian melawan Lou Xiuhuan ... dimulai!”


Lou Tian mengeluarkan Tombak yang menjadi senjata andalannya. Dan tiba-tiba muncul guntur menyambar disetiap langkah kaki Lou Tian, sehingga penonton langsung bertepuk tangan. Mereka sangat berharap Xiuhuan babak belur kali ini. Namun, mereka mengerutkan kening saat melihat tingkah Xiuhuan yang masih sok Cool itu. Bukannya keren, malah membuat para murid jengkel melihatnya.


Saat Lou Tian tinggal beberapa langkah lagi dari Xiuhuan. Tiba-tiba Xiuhuan melakukan gerakan tangan yang sangat aneh, ia seperti membuat segel mantra.


Lou Tian berhenti melangkah. Dia tahu, Kultivator ahli Segel, sering membuat jebakan tak kasat mata untuk menjebak lawannya.


Karena ragu menyerang Xiuhuan dengan jarak dekat, ia langsung menombak Xiuhuan dari jarak lima langkah.


Tombaknya melesat seperti guntur dan penonton menahan nafas untuk melihat Xiuhuan tertombak dengan tombak yang dialiri qi petir yang sangat mengerikan itu.


Sudut bibir Xiuhuan menunjukkan senyum tipis dan tiba-tiba muncul Seribu Kloning Manusia Air yang membanjiri panggung, sehingga Tombak Lou Tian tertahan.

__ADS_1


“Kembali!” seru Lou Tian menarik Tombaknya dan melakukan tebasan berputar menebas Kloning Manusia Air, sehingga Kloning Manusia Air itu terbelah, tetapi kembali beregenerasi, sehingga Lou Tian memicingkan mata—keheranan.


Hanya Xi Rou dan Shen Yue yang mengetahui kelemahan Kloning Manusia Air itu, tetapi keduanya terlalu takut berurusan dengan Xiuhuan, sehingga mereka diam saja.


Xiuhuan tak melakukan gerakan apapun, ia duduk bersila di atas kepala satu Kloning Manusia Air dan Lima Kloning Manusia Air lainnya membentuk lingkaran menjaganya.


Sekilas, ia malah tampak sombong, padahal dalam hati Xiuhuan kini ia merasa seperti Pertapa saja. Karena tidak melihat apa yang terjadi dipanggung. Bahkan ia tak tahu seperti apa rupa senior satu Clan yang menjadi lawannya itu.


Sesepuh Cao Yun tersenyum masam saat Sesepuh lain menertawainya karena muridnya memiliki kepribadian yang unik.


Lou Tian terpojok, walaupun ia mampu menebas Kloning Manusia Air. Namun, jumlah mereka terlalu banyak, sehingga ia sangat sulit untuk bergerak.


“Apa-apaan ini!” umpat Lou Tian merasa tak ada kesempatan untuk mendekati Xiuhuan dan iapun merasa putus asa setelah bertarung terus-menerus dalam waktu yang lama, sampai-sampai beberapa penonton menguap, karena bosan melihat pertandingan itu.


Tetua Wu Ming ingin sekali menempeleng kepala Xiuhuan, karena ia tak kunjung menyerang malah bermeditasi di atas panggung—sama saja ia telah menganggap remeh Lou Tian, tetapi Xiuhuan tidak berpikiran sampai ke sana. Di dalam benaknya saat ini, ia adalah orang baik yang sedang menjalani ujian yang diberikan oleh Sesepuh Cao Yun.


“Aku menyerah!” seru Lou Tian.


Dia bukan kelelahan, tetapi ia merasa pertandingan ini tak akan berujung walaupun dijalani selama setahun penuh. Karena Kloning Manusia Air selalu berdatangan seperti parasit saja.


Tetua Wu Ming yang tersadar dari lamunannya segera mengumumkan Xiuhuan sebagai pemenang pertandingan. Dan Xiuhuan langsung berpindah tempat ke luar panggung, sehingga murid yang ada disampingnya merasa risih dengan keberadaan Xiuhuan.


“Apa yang terjadi padanya?” Cao Chang‘e bergumam keheranan, begitu juga dengan Wu Xiong yang merasa tiba-tiba suasana pertandingan hari ini membosankan. Karena tak ada hiburan yang membuat heboh seperti dilakukan Xiuhuan kemarin—walaupun sebenarnya ia termasuk yang diejek oleh Xiuhuan. Namun, ia tak tersinggung karena merasa itu cukup lucu dan menghibur.

__ADS_1


Pertandingan berikutnya adalah Cao Chang‘e melawan murid berbakat dari Klan Ho, tetapi melawan Cao Chang‘e—murid berbakat dari Clan Ho itu dipaksa bertekuk lutut.


Babak 25 besar, Xiuhuan bertemu lawan dari Clan Jiang. Namun, lawannya itu memilih menyerah, karena ia berelemen Petir—sama dengan Lou Tian, sehingga ia berpikir membuang-buang tenaga saja melawan Xiuhuan, makanya ia memilih menyerah saja.


__ADS_2