Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Tetua Keenam Sekte Pedang Awan


__ADS_3

Tetua Keenam keheranan, tiba-tiba tak ada Qi yang terserap ke dalam Meridian-nya, sehingga ia segera membuka matanya dan terkejut tiba-tiba melihat lelaki tampan sedang berendam di sisi yang lain Kolam Berwarna Hitam tersebut.


Tetua Keenam mengerutkan keningnya dan ingin menyerang Xiuhuan, tetapi ia sedang tidak mengenakan pakaian—sehingga ia memutuskan diam-diam keluar dari sana. Namun, ia terkejut saat merasakan sirkulasi Qi yang ada di Kolam Telaga Tiga warna malah berkumpul ke arah Xiuhuan, sehingga timbul keributan dari para murid-murid yang sedang berkultivasi, karena tiba-tiba tak ada Qi yang dapat mereka serap.


“Ini tidak bisa dibiarkan!” gerutu Tetua Keenam segera mengenakan pakaian dan berteriak, “Hei sialan! Siapa kau ini dan kenapa kamu berkultivasi di Kolam Telaga Tiga Warna Sekte Pedang Awan kami!” Suara tetua keenam menggema di seluruh Sekte Pedang Awan, sehingga para murid-murid harus menutup telinga mereka, karena suara itu sangat nyaring dan memekakkan telinga.


Ketua Sekte langsung panik dan ia menduga Zhang San mungkin tidak menjelaskan aturan berkultivasi pada Xiuhuan, sehingga ia berjumpa dengan tetua keenam di sana.


“Kita harus mencegah tetua keenam menyerang tuan Xiuhuan!” seru Tetua Pertama langsung melesat ke arah lembah—tempat Kolam Telaga Tiga Warna berada dan tetua lainnya juga segera mengikutinya.


Xiuhuan yang telah menyerap Qi seluas samudera langsung membuka matanya, padahal ia masih ingin menyerap lebih banyak Qi lagi—mengingat tempat ini memiliki Qi yang mengalir tanpa henti.


“Hei Nona tetua! Kenapa Anda berteriak begitu?” Xiuhuan keheranan.


“Kenapa matamu!” bentak tetua keenam sembari berkacak pinggang menatap tajam pada Xiuhuan. “Kamu telah menyerap semua Qi untuk dirimu saja, sehingga para murid-murid tidak bisa berkultivasi, padahal mereka bersusah payah mengumpulkan Poin Prestasi supaya bisa memasuki tempat ini!” Tetua keenam tak menyangka ada orang yang tidak tahu malu sepertinya yang masih cengengesan setelah berbuat salah.


“Oh, pantaslah tiba-tiba aku merasa menyerap Qi yang sangat besar, ternyata tehnik Kultivasi-ku sangat rakus sekali!” sahut Xiuhuan langsung keluar dari Kolam berwarna hitam tersebut, sehingga tetua keenam menutup matanya dengan telapak tangan yang sedikit dilonggarkan, karena ia penasaran juga melihat belut tampan Xiuhuan.


“Bodohhhhhhhhhhhhh! Apa yang kamu lakukan mesummmmmmmm!” teriak tetua keenam menggunakan energi spritual, sehingga para tetua menyangka tetua keenam telah diperkosaa oleh Xiuhuan.


“Sial! Ternyata kita membawa laki-laki bejatt ke Sekte ini,” gerutu tetua Kelima yang diam-diam menyukai tetua keenam, tetapi ia malu-malu untuk mengungkapkan perasaannya. “Aku harus membunuhnya!” gerutu tetua Kelima sembari mengeluarkan Niat Membunuh yang sangat besar.

__ADS_1


Tetua Pertama menghela nafas panjang dan berkata, “Jangan terlalu cepat menyimpulkan apa yang terjadi di sana. Kamu tahu kalau tetua keenam sering berbicara asal-asalan saja tanpa berpikir lebih dulu!” Tetua Pertama tidak ingin Sekte Pedang Awan malah menambah musuh, padahal melawan Sekte Iblis Merah saja sudah kewalahan, apalagi ditambah melawan Klan Huo.


Tetua Kelima menganggukkan kepala dan segera menghilangkan Niat Membunuhnya yang sempat membuat para murid-murid merasa tertekan saat dia lewat dihadapan mereka.


...***...


Xiuhuan tersenyum melihat reaksi tetua keenam, padahal ia telah melapisi tubuhnya dengan air, sehingga ia terlihat seperti mengenakan pakaian.


“Cie! cie! Nona tetua sangat mesum! Mengintipku melalui sela-sela jarimu, padahal lagi disensor ha-ha-ha!” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh sehingga wajah tetua keenam memerah, karena banyak murid-murid yang datang melihat apa yang terjadi, sehingga mereka mendengar apa yang dikatakan oleh Xiuhuan dan ia terlihat seperti pelaku mesumm yang mengintip Pria tampan bak Pangeran yang turun dari kayangan tersebut.


“Apa kau katakan?” Tetua keenam sangat marah dan mengeluarkan Pedang miliknya.


Tetua Pertama muncul di tengah-tengah keduanya, sedangkan tetua kelima mendekati tetua keenam dan tetua lainnya mendekati Xiuhuan.


“Di-dia adalah penyusup, senior! Kita harus menangkapnya!” sahut Tetua keenam dengan amarah menggebu-gebu dan tidak sabar ingin mengiris wajahnya yang sangat menjengkelkan—karena Xiuhuan terus senyum-senyum menatapnya.


“Anda salah paham, tetua keenam! Dia adalah Kultivator Clan Huo yang akan membantu Sekte Pedang Awan kita menghadapi Sekte Iblis Merah,” sahut Tetua Pertama memberikan penjelasan. “Ya, dia berkultivasi di sini, karena kompensasi dari Ketua Sekte!” kata tetua pertama lagi, sehingga tetua keenam cemberut—karena yang salah adalah dia dan dia juga malu untuk meminta maaf, sehingga memutuskan kembali ke kediamannya yang diikuti oleh tetua Kelima.


Xiuhuan menangkupkan tinju dan berkata, “Ah, maaf para tetua. Aku telah membuat kekacauan di sini.” Xiuhuan tertawa masam. “Nanti sebagai kompensasinya, aku akan melenyapkan seluruh anggota Sekte Iblis Merah yang muncul di sini!” katanya lagi.


Para tetua tersenyum mendengar ucapannya yang di dalam benak mereka, itu adalah lelucon terburuk sepanjang masa. Padahal kalau ingin meminta maaf, mereka pasti akan memaafkannya dan tidak perlu ditambah dengan bualan yang tidak masuk akal.

__ADS_1


Xiuhuan menghilangkan putaran air yang menyelimuti tubuhnya dan segera mengenakan pakaiannya. Dia memutuskan kembali ke kediamannya yang disediakan oleh Sekte Pedang Awan, sedangkan untuk Zhang San—Xiuhuan meminta dia untuk tetap berkultivasi, karena sirkulasi Qi di Kolam Telaga Tiga Warna telah pulih kembali.


“Bagaimana kabar Xue‘er sekarang, ya?” gumam Xiuhuan duduk di atap kediamannya dan memainkan Guqin milik murid mata-mata yang juga berasal dari Clan Huo yang dibunuh Xiuhuan saat memasuki makam Naga Shuilong.


Murid-murid Sekte Pedang Awan sangat tersentuh mendengar suara musik tersebut, yang mengandung makna tersirat tentang kesedihan.


“Suara musik itu berasal dari Kediaman tuan Xiuhuan!” seru tetua Kelima yang duduk di bawah pohon Persik Kediaman tetua keenam yang menyajikan teh untuknya.


“Hah, betulkah? Tetapi musik ini terdengar seperti seseorang yang ditinggal oleh kekasihnya atau kekasihnya mungkin mat ....” Tetua Keenam tidak melanjutkan ucapannya dan ia langsung terdiam. “Apa mungkin kekasihnya telah mati, makanya ia memainkan musik sesedih ini?” gumamnya.


“Padahal ia memiliki kepribadian sangat santai dan humoris, tetapi sebenarnya ia menyimpan kesedihannya rapat-rapat,” kata tetua Kelima lagi—kagum pada Xiuhuan.


Malam semakin larut, para murid-murid yang hilir mudik di Sekte Pedang Awan sudah kembali ke asrama masing-masing, hanya beberapa murid saja yang berpatroli menjaga keamanan Sekte.


Xiuhuan menggunakan mata Dewanya dan melihat sekelompok orang telah mendekati Sekte Pedang Awan dan jubah yang mereka kenakan berlambang tengkorak bertanduk, sama dengan sekelompok orang yang dibunuhnya saat menyelamatkan Zhang San dan teman-temannya.


Xiuhuan mengubah setelan Guqin menjadi senjata pusaka dan Siluet Bulan Sabit yang sangat tipis melesat ke arah luar Sekte Pedang Awan.


Murid-murid yang sedang berpatroli keheranan melihat ada ratusan Siluet benda tajam dan tipis berbentuk bulan sabit melintas di atas kepala mereka, sehingga mereka langsung jatuh pingsan karena tekanan energi spritual sangat besar terkandung di dalam Siluet Bulan Sabit tersebut.


Seratus Lima Puluh Murid Sekte Iblis Merah dengan Kultivasi Ranah Chaos Ancient God dan Tujuh tetua Pelataran Luar mereka yang memiliki basis kultivasi Ranah Absolute God langsung terbelah, walaupun mereka berusaha menangkis serangan ratusan Bulan Sabit tersebut.

__ADS_1


__ADS_2